16 Mei 2010

Kekayaan, Kesuksesan, dan Cinta


Suatu ketika, ada seorang wanita yang kembali pulang ke rumah,dan ia melihat ada 3 orang pria berjanggut yang duduk di halaman depan. Wanita itu tidak mengenal mereka semua. Wanita itu berkata: "Aku tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti sedang lapar. Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk menganjal perut."

Pria berjanggut itu lalu balik bertanya, "Apakah suamimu sudah pulang?"

Wanita itu menjawab, "Belum, dia sedang keluar."

"Oh kalau begitu, kami tak ingin masuk. Kami akan menunggu sampai suami mu kembali," kata pria itu.

Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang isteri menceritakan semua kejadian tadi. Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian ini, lalu ia berkata pada istrinya, "Sampaikan pada mereka, aku telah kembali, dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini."

Wanita itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam. "Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama-sama," kata pria itu hamper bersamaan. "Lho, kenapa? tanya wanita itu karena merasa heran.

Salah seorang pria itu berkata, "Nama dia Kekayaan," katanya sambil menunjuk seorang pria berjanggut di sebelahnya, dan "sedangkan yang ini bernama Kesuksesan", sambil memegang bahu pria berjanggut lainnya. "Sedangkan aku sendiri bernama Cinta. Sekarang, coba tanya kepada suamimu, siapa di antara kami yang boleh masuk ke rumahmu."

Wanita itu kembali masuk kedalam, dan memberitahu pesan pria di luar. Suaminya pun merasa heran. "Ohho... menyenangkan sekali. Baiklah, kalau begitu, coba kamu ajak si Kekayaan masuk ke dalam. Aku ingin rumah ini penuh dengan Kekayaan."

Istrinya tak setuju dengan pilihan itu. Ia bertanya, "Sayangku, kenapa kita tak mengundang si Kesuksesan saja? Sebab sepertinya kita perlu dia untuk membantu keberhasilan panen gandum kita."

Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun ikut mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah. "Bukankah lebih baik jika kita mengajak si Cinta yang masuk ke dalam? Rumah kita ini akan nyaman dan penuh dengan kehangatan Cinta."

Suami-istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka. "Baiklah, ajak masuk si Cinta ini ke dalam. Dan malam ini, Si Cinta menjadi teman santap malam kita."

Wanita itu kembali ke luar, dan bertanya kepada 3 pria itu. "Siapa di antara Anda yang bernama Cinta? Ayo, silahkan masuk, Anda menjadi tamu kita malam ini."

Si Cinta bangkit, dan berjalan menuju beranda rumah. Ohho.. ternyata, kedua pria berjanggut lainnya pun ikut serta.

Karena merasa ganjil, wanita itu bertanya kepada si Kekayaan dan si Kesuksesan. "Aku hanya mengundang si Cinta yang masuk ke dalam, tapi kenapa kamu ikut juga?"

Kedua pria yang ditanya itu menjawab bersamaan. "Kalau Anda mengundang si kekayaan, atau si Kesuksesan, maka yang lainnya akan tinggal di luar. Namun, karena Anda mengundang si Cinta, maka, kemana pun Cinta pergi, kami akan ikut selalu bersamanya. Di mana ada Cinta, maka Kekayaan dan Kesuksesan juga akan ikut serta. Sebab, ketahuilah, sebenarnya kami buta. Dan hanya si Cinta yang bisa melihat. Hanya dia yang bisa menunjukkan kita pada jalan kebaikan, kepada jalan yang lurus. Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan. Saat kami menjalani hidup ini."


12 Mei 2010

Job Description Of Process Engineer

A process engineer develops economical industrial processes to make the huge range of products on which modern society depends, including: food and drink; fuel; artificial fibres; pharmaceuticals; chemicals; plastics; toiletries; energy; and clean water.
Process engineers may work in small, medium and large businesses. The work is concerned with chemical and biochemical processes in which raw materials undergo change, and involves scaling up processes from the laboratory into the processing plant.
Responsibilities involve designing equipment, understanding the reactions taking place, installing control systems, and starting, running and upgrading the processes. Environmental protection and health and safety aspects are also significant concerns.

Typical work activities
Work is project-orientated and you may be working on a number of projects, all at various different stages, at any given time. Several process engineering companies act as consultancies.
Typical work activities include:
  • assessing processes for their relevance, and assessing the adequacy of engineering equipment;
  • reviewing existing data to see if more research and information need to be collated;
  • designing, installing and commissioning new production units, monitoring modifications and upgrades, and troubleshooting existing processes;
  • applying the principles of mass, momentum and heat transfer to process and equipment design, including conceptual, scheme and detail design;
  • conducting process development experiments to scale in a laboratory;
  • preparing reports, flow diagrams and charts;
  • assessing the availability of raw materials and the safety and environmental impact of the plant;
  • managing the cost and time constraints of projects;
  • selecting, managing and working with sub-contractors;
  • supporting the conversion of small-scale processes into commercially viable large-scale operations;
  • assuming responsibility for risk assessment, including hazard and operability (HAZOP) studies, for the health and safety of both company staff and the wider community;
  • working closely with chemical engineers to monitor and improve the efficiency, output and safety of a plant;
  • ensuring the process works at the optimum level, to the right rate and quality of output, in order to meet supply needs;
  • making observations and taking measurements directly, as well as collecting and interpreting data from the other technical and operating staff involved;
  • assuming responsibility for environmental monitoring and ongoing performance of processes and process plant;
  • ensuring that all aspects of an operation or process meet specified regulations;
  • working closely with other specialists, including: scientists responsible for the quality control of raw materials, intermediates and finished products; engineers responsible for plant maintenance; commercial colleagues on product specifications and production schedules; and the operating crew.
source : http://www.prospects.ac.uk/p/types_of_job/print/process_engineer.jsp

08 Mei 2010

Boiler - Ketel Uap (part 1)


Boiler merupakan suatu alat yang digunakan untuk menghasilkan steam. Dimana steam merupakan kebutuhan utama pada industri-industri yang berbasis kimia. Steam dihasilkan dari proses pemanasan air melampaui titik didihnya pada tekanan tertentu. Steam yang dihasilkan digunakan sebagai media pembawa panas untuk digunakan pada alat penukar kalor (heat exchanger), reaktor, atau alat-alat lainnya.
Proses pemanasan membutuhkan bahan bakar, terdapat beberapa jenis bahan bakar yang dapat digunakan, yaitu :

1. Bahan bakar padat
Bahan bakar padat yang terdapat di bumi kita ini berasal dari zat-zat organik. Bahan bakar padat mengandung unsur-unsur antara lain : zat arang atau carbon (C), zat asam atau oksigen (O), nitrogen (N), belerang (S), abu dan air dimana kesemuanya itu terikat dalam satu persenyawaan kimia. Bahan bakar padat dapat berupa kayu, kulit kelapa (cangkang), macam-macam batu bara, meliputi turf atau peat atau lignite, batu bara coklat (brown coal), sub-bituminous, anthracite, dan lain-lain. hasil pembakaran cenderung membentuk kerak (jelaga) pada ruang bakar, jelaga ini mengurangi efisiensi perpindahan panas dan akan menutupi celah-celah rangka bakar yang akan dilalui udara pembakaran, sehingga perlu dibersihkan dalam kurun waktu tertentu.

2. Bahan bakar cair
Bahan bakar cair berasal dari minyak bumi. Minyak bumi didapat dari dalam tanah dengan jalan mengebornya di ladang-ladang minyak, dan memompanya ke atas permukaan bumi yang kemudian diolah menurut kebutuhannya masing-masing menjadi minyak bakar. Minyak bumi (crude oil) hanya digunakan sebagai minyak bakar langsung di dalam ketel-ketel uap bila sedikit sekali mempunyai kandungan-kandungan persenyawaan zat air arang dengan titik atau temperatur mendidih yang rendah. Berbagai jenis minyak bakar yaitu bensin, solar, minyak tanah dan minyak bakar lainnya dapat dijadikan sebagai minyak bakar pada ketel uap.

3. Bahan bakar gas
Di dalam tanah banyak terkandung gas bumi atau yang biasa disebut gas alam, yang timbul saat proses penambangan minyak bumi, gas tambang atau gas rawa (CH4 atau methane). Bahan bakar gas dahulu adalah sebagai bahan bakar pengganti bahan bakar cair (minyak bumi). Saat ini penggunaan gas dipandang lebih efisien, sehingga bahan bakar gas bukan lagi sebagai substituent tapi bahan bakar utama. Keuntungan-keuntungan penggunaan gas sebagai bahan bakar adalah :
  • Pada umumnya boiler yang menggunakan bahan bakar hanya gas alam saja akan lebih murah dibanding dengan boiler yang menggunakan bahan bakar padat. Hal ini disebabkan karena pembakaran gas alam tidak menghasilkan abu dan jelaga, sehingga kecepatan gas asap melalui celah-celah pipa dapat diperbesar.
  • Peralatan pembakar untuk gas alam jauh lebih sederhana dibandingkan dengan peralatan pembakar dari minyak bakar atau bahan bakar padat lainnya.
  • Pembakaran dengan gas alam akan berlangsung lebih sempurna dibanding dengan minyak bakar atau bahan bakar padat lainnya. Pembakaran dengan gas alam tidak mengakibatkan polusi.
  • Boiler yang menggunakan bahan bakar hanya gas alam saja akan lebih awet, karena gas alam tidak mengandung belerang (S), natrium (Na), dan vanadium (Va), serta tidak berjelaga.


Pembakaran bahan bakar berupa gas :
Pembakaran bahan bakar yang berupa gas, yang hampir keseluruhannya terdiri dari karbon (C) dan hidrogen (H), mula-mula berlangsung sebagai berikut : yang dimulai dengan menguraikan gas-gas hingga menghasilkan komponen-komponen dari gas air (CO dan H2), bila kondisi oksigen (O2) mencukupi. Hal ini dapat diikuti dengan mudah pada pembakar bunsen (bunsen burner). Dengan penyetelan yang tepat pengaliran udara pembakar, maka gas yang keluar dari bunsen akan menarik sejumlah udara primer yang cukup untuk penguraian gas-gas menjadi CO2 dan H2O. Jika aliran udara pembakaran terganggu maka pembakaran tidak akan sempurna, ditandai dengan munculnya karbon berupa partikel-partikel kecil berwarna hitam yang melayang-layang di dalam bunga api.

Pembakaran bahan bakar cair :
Sebelum pembakaran yang sebenarnya berlangsung, maka terlebih dahulu bahan bakar cair tersebut diuapkan dan diuraikan menjadi gas-gas (pengkabutan). Bahan bakar cair umumnya terdiri dari karbon C dan hidrogen H saja. Dalam hal ini, karena kandungan hidrogen H yang cukup tinggi, maka pada saat penguraian dengan temperatur yang cukup tinggi, karbon C dan hidrogen H, lama masih dalam keadaan terikat. Untuk selanjutnya, sejumlah kecil karbon C akan terurai pada temperatur yang kira-kira sama atau di atas temperatur reaksi, sehingga dengan demikian pada pembakaran bahan bakar cair, dapat dicapai bentuk bunga api yang hampir-hampir sempurna, seperti halnya pada pembakaran bahan bakar berupa gas.
Panas yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar dan udara, dipindahkan kepada air, uap ataupun udara, melalui bidang yang dipanaskan (heating surface) dengan tiga cara, yaitu :
  • Perpindahan panas secara pancaran (radiasi) adalah perpindahan panas antara suatu benda ke benda lainnnya dengan jalan melalui gelombang elektromagnetis tanpa tergantung ada tidaknya media atau zat di antara benda yang menerima pancaran panas tersebut. Dalam hal ini api pembakaran tidak bersentuhan dengan bidang yang akan dipanasi. Panas pembakaran merambat melalui gelombang elektromagentis memanasi heating surface.
  • Perpindahan panas secara aliran (konveksi) adalah perpindahan panas yang dilakukan oleh molekul-molekul suatu fluida (cair ataupun gas). Molekul-molekul fluida tersebut dalam gerakannya melayang-layang membawa sejumlah panas. Pada saat molekul bersentuhan dengan pipa atau dinding boiler maka panasnya akan dibagikan sebagian. Bila pergerakan molekul-molekul disebabkan perbedaan temperatur maka disebut konveksi bebas (free convection), jika disebabkan kekuatan mekanis (karena dipompa atau dihembus dengan fan) maka disebut konveksi paksa (forced convection).
  • Perpindahan panas secara rambatan (konduksi) adalah perpindahan panas dari satu bagian benda padat ke bagian lain dari benda padat yang sama, atau ke benda padat yang lain karena persinggungan fisik (menempel) tanpa terjadinya perpindahan molekul-molekul dari benda padat itu sendiri. Di dalam dinding boiler panas akan dirambatkan oleh molekul-molekul dinding boiler sebelah luar yang berbatasan dengan api, menuju molekul-molekul dinding boiler sebelah dalam yang berbatasan dengan air, uap atau udara. Perambatan panas melalui benda padat menempuh jarak yang terpendek.

Boiler dapat diklasifikasikan menjadi tiga golongan utama :
  • Boiler pipa api (fire tube boiler) :Yaitu boiler pipa api dan gas asap yang digunakan untuk memanasi air dan uap, akan melalui silinder api, lorong-lorong api dan pipa-pipa ataupun tabung-tabung api (fire cylinder, fire duct, fire pipes dan fire tubes), yang dibagian luarnya terdapat air atau uap.
  • Boiler pipa air (water tube boiler) :Yaitu ketel-ketel air atau uap di dalam pipa-pipa atau tabung-tabung yang dipanasi oleh api atau asap di bagian luarnya. .

DESTILASI & FRAKSINASI (part 1)


Pengertian umum

Destilasi adalah proses yang memisahkan zat kimia ke dalam bagian yang berbeda berdasarkan kemudahannya untuk menguap. Dua tipe yang termasuk dalam penyulingan klasik adalah penyulingan terus-menerus dan penyulingan dalam jumlah besar (berkelompok). Penyulingan terus menerus, seperti namanya bekerja terus menerus dan memisahkan zat menjadi dua produk atau lebih. Penyulingan berkelompok, bekerja dalam jumlah banyak dalam waktu tertentu dan memisahkan produk dengan pemindahan yang selektif pada bagian penguapan dalam waktu yang lebih.

Kategori lain untuk membedakan destilasi adalah berdasarkan tipe alat-alat yang dipakai (bentuk tray , atau paking), susunan proses (destilasi, absorbsi, pengupasan, aseotropik, ekstraktif dan kompleks) atau berdasarkan tipe proses (pemurniann, petrokimia, kimiawi, perlakuan gas).

Dari semua hal tersebut, perlu kita perhatikan bahwa destilasi mencakup peralatan dan teori. Analisis bunyi dengan prinsip dasar mempengaruhi keberhasilan proses destilasi. Bagaimanapun dalam menerapkan prinsip dasar memakai peralatan yang tepat. Desain proses menceritakan alat apa yang perlu dipakai untuk memenuhi tujuan pabrik. Batas-batas alat membentuk alat spesifik yang dapat diperoleh. Meletakkan unit-unit peralatan yang bekerja dengan baik pada suatu tempat membutuhkan kombinasi teori dan pengetahuan tentang dasar destilasi serta pemahaman akan peralatan. Group destilasi membutuhkan dua hal diatas dalam prosesnya. Dilakukan pendekatan pada kerusakan-kerusakan pengambilan, desain peralatan, analisa proses dan revamps dengan memadukan pengetahuan dasar destilasi dengan bagaimana seharusnya alat-alat bekerja. Hal ini menimbulkan hasil yang dapat dipercaya dan mencapai efektivitas operasi pabrik.


Latar Belakang Sejarah

Destilasi telah ada dalam waktu yang lama. Pertama sekali dikenalkan oleh Maria the Jewess yang menemukan jenis-jenis penyulingan dan alat Kondenser reflux. Pada abad pertengahan dan Renaisance penyulingan dipakai pada pembuatan minuman brandy dan minuman lain dari anggur. Penyulingan dipakai pada pabrik parfum dan penyaringan sari/ pati. Pengguna kini dari destilasi meliputi ahli kimia. Tentu saja sejarah penyulingan tidak berakhir disana. Kami menggunakan itu untuk lebih bersemangat saja.

Banyak industri menggunakan penyulingan untuk perusahaan yang kritis dalam membuat produk bermanfaat. Industri ini meliputi penyulingan minyak tanah, minuman, proses kimia, petrokimia, dan proses gas alam.

Industri minuman adalah salah satu dari pengguna tertua dari penyulingan. Penyulingan ethanol untuk pengguna kedua dan pengguna lainnya yaitu industri yang mengutamakan pembangunannya. Ethanol biasanya dipertimbangkan sebagai bahan bakar. Hingga kini, selalu ada. F.B.Wright memaparkan pekerjaan utama dalam produksi dan destilasi bahan bakar etanol pada 1906. sebuah kopian edisi yang kedua (1907) dari koleksi DGI dari barang bersejarah dapat jadi gambaran atau diadopsi. Ini adalah dokumen yang luas (293 halaman, 243 M). Versi terkecil menggunakan resolusi grafik yang rendah yang selalu tersedia.

Proses gas alam dengan menggunakan penyulingan dimulai pada awal tahun 1900-an. Sebuah dokumen sejarah penting, consedarition of gasoline from natural gas, beberapa langkah-langkah dokumen awal dari industri ini.

Perkembangan energi baru bagi pengguna juga mengalami kesulitan dalam sebebagai industri yang utama. Penyulingan merupakan energi yang utama bagi pemakai. Selama "krisis" energi pada tahun 1970-an banyak usaha yang melakukan penyulingan seefisien mungkin. Sebuah contoh dari hasil ini di rumuskan dalam distillation operations manual from komisi industri texas.


Chatting With God


sumber : milis BOTW GMKI FT USU, 3 juni 2008 posted by meity sitorus
saya tulis ulang karena sangat menyentuh dan saya ingin kawan-kawan membacanya













Connecting to Heaven & Earth Messenger
Sign in...

TUHAN :
Kamu memanggilKu ?

AKU :
Memanggilmu?
Tidak.. Ini siapa ya?

TUHAN :
Ini TUHAN.
Aku mendengar doamu.
Jadi Aku ingin berbincang-bincang denganmu.

AKU :
Ya, saya memang sering berdoa, hanya agar saya merasa lebih baik.
Tapi sekarang saya sedang sibuk, sangat sibuk.

TUHAN :
Sedang sibuk apa? Semut juga sibuk.

AKU :
Nggak tau ya.
Yang pasti saya tidak punya waktu luang sedikitpun.
Hidup jadi seperti diburu-buru.
Setiap waktu telah menjadi waktu sibuk.

TUHAN :
Benar sekali.
Aktivitas memberimu kesibukan.
Tapi produktivitas memberimu hasil.
Aktivitas memakan waktu, produktivitas membebaskan waktu.

AKU :
Saya mengerti itu.
Tapi saya tetap tidak dapat menghindarinya.
Sebenarnya, saya tidak mengharapkan Tuhan mengajakku chatting
seperti ini.

TUHAN :
Aku ingin memecahkan masalahmu dengan waktu,
dengan memberimu beberapa petunjuk.
Di era internet ini, Aku ingin menggunakan medium yang lebih
nyaman untukmu daripada mimpi, misalnya.

AKU :
OKE, sekarang beritahu saya, mengapa hidup jadi begitu rumit?

TUHAN :
Berhentilah menganalisa hidup.
Jalani saja.
Analisalah yang membuatnya jadi rumit.

AKU :
Kalau begitu mengapa kami manusia tidak pernah merasa senang?

TUHAN :
Hari ini adalah hari esok yang kamu khawatirkan kemarin.
Kamu merasa khawatir karena kamu menganalisa.
Merasa khawatir menjadi kebiasaanmu.
Karena itulah kamu tidak pernah merasa senang.

AKU :
Tapi bagaimana mungkin kita tidak khawatir jika ada begitu
banyak ketidakpastian.

TUHAN :
Ketidakpastian itu tidak bisa dihindari.
Tapi kekhawatiran adalah sebuah pilihan.

AKU :
Tapi, begitu banyak rasa sakit karena ketidakpastian.

TUHAN :
Rasa sakit tidak bisa dihindari,
tetapi penderitaan adalah sebuah pilihan.

AKU :
Jika penderitaan itu pilihan, mengapa orang baik selalu menderita?

TUHAN :
Intan tidak dapat diasah tanpa gesekan.
Emas tidak dapat dimurnikan tanpa api.
Orang baik melewati rintangan, tanpa menderita.
Dengan pengalaman itu, hidup mereka menjadi lebih baik, bukan
sebaliknya.

AKU :
Maksudnya pengalaman pahit itu berguna?

TUHAN :
Ya.
Dari segala sisi, pengalaman adalah guru yang keras.
Guru pengalaman memberi ujian dulu, baru pemahamannya.

AKU :
Tetapi, mengapa kami harus melalui semua ujian itu?
Mengapa kami tidak dapat hidup bebas dari masalah?

TUHAN :
Masalah adalah rintangan yang ditujukan untuk meningkatkan
kekuatan mental.
Kekuatan dari dalam diri bisa keluar melalui perjuangan dan
rintangan, bukan dari berleha-leha.

AKU :
Sejujurnya, di tengah segala persoalan ini, kami tidak tahu kemana
harus melangkah...

TUHAN :
Jika kamu melihat ke luar, maka kamu tidak akan tahu kemana kamu
melangkah.
Lihatlah ke dalam.
Melihat ke luar, kamu bermimpi.
Melihat ke dalam, kamu terjaga.
Mata memberimu penglihatan.
Hati memberimu arah.

AKU :
Kadang-kadang ketidakberhasilan membuatku menderita.
Apa yang dapat saya lakukan?

TUHAN :
Keberhasilan adalah ukuran yang dibuat oleh orang lain.
Kepuasan adalah ukuran yang dibuat olehmu sendiri.
Mengetahui tujuan perjalanan akan terasa lebih memuaskan daripada
mengetahui bahwa kau sedang berjalan.
Bekerjalah dengan kompas, biarkan orang lain berkejaran dengan
waktu.

AKU :
Di dalam saat-saat sulit, bagaimana saya bisa tetap termotivasi?

TUHAN :
Selalulah melihat sudah berapa jauh saya berjalan, daripada masih
berapa jauh saya harus berjalan.
Selalu hitung yang harus kau syukuri, jangan hitung apa yang tidak
kau peroleh.

AKU :
Apa yang menarik dari manusia?

TUHAN :
Jika menderita, mereka bertanya "Mengapa harus aku?".
Jika mereka bahagia, tidak ada yang pernah bertanya "Mengapa harus
aku?"

AKU :
Kadangkala saya bertanya, siapa saya, mengapa saya di sini?

TUHAN :
Jangan mencari siapa kamu, tapi tentukanlah ingin menjadi apa
kamu.
Berhentilah mencari mengapa saya di sini.
Ciptakan tujuan itu.
Hidup bukanlah proses pencarian, tapi sebuah proses penciptaan.

AKU :
Bagaimana saya bisa mendapatkan yang terbaik dalam hidup ini?

TUHAN :
Hadapilah masa lalumu tanpa penyesalan.
Peganglah saat ini dengan keyakinan.
Siapkan masa depan tanpa rasa takut.

AKU :
Pertanyaan terakhir, Tuhan.
Seringkali saya merasa doa-doaku tidak dijawab.

TUHAN :
Tidak ada doa yang tidak dijawab.
Seringkali jawabannya adalah TIDAK.

AKU :
Terima kasih Tuhan atas chatting yang indah ini.

TUHAN :
Oke.
Teguhlah dalam iman, dan buanglah rasa takut.
Hidup adalah misteri untuk dipecahkan, bukan masalah untuk
diselesaikan.
Percayalah padaKu.
Hidup itu indah jika kamu tahu cara untuk hidup.



.........TUHAN has signed out




07 Mei 2010

Mengenal Gas Alam


Gas alam sering juga disebut sebagai gas bumi atau gas rawa, adalah bahan bakar fosil berbentuk gas yang terutama terdiri dari metana CH4). Ia dapat ditemukan di ladang minyak, ladang gas bumi dan juga tambang batu bara. Ketika gas yang kaya dengan metana diproduksi melalui pembusukan oleh bakteri anaerobik dari bahan-bahan organik selain dari fosil, maka ia disebut biogas. Sumber biogas dapat ditemukan di rawa-rawa, tempat pembuangan akhir sampah, serta penampungan kotoran manusia dan hewan.

Komposisi kimia
Komponen utama dalam gas alam adalah metana (CH4), yang merupakan molekul hidrokarbon rantai terpendek dan teringan. Gas alam juga mengandung molekul-molekul hidrokarbon yang lebih berat seperti etana (C2H6), propana (C3H8) dan butana (C4H10), selain juga gas-gas yang mengandung sulfur (belerang). Gas alam juga merupakan sumber utama untuk sumber gas helium.

Metana adalah gas rumah kaca yang dapat menciptakan pemanasan global ketika terlepas ke atmosfer, dan umumnya dianggap sebagai polutan ketimbang sumber energi yang berguna. Meskipun begitu, metana di atmosfer bereaksi dengan ozon, memproduksi karbon dioksida dan air, sehingga efek rumah kaca dari metana yang terlepas ke udara relatif hanya berlangsung sesaat. Sumber metana yang berasal dari makhluk hidup kebanyakan berasal dari rayap, ternak (mamalia) dan pertanian (diperkirakan kadar emisinya sekitar 15, 75 dan 100 juta ton per tahun secara berturut-turut).

Nitrogen, helium, karbon dioksida (CO2), hidrogen sulfida (H2S), dan air dapat juga terkandung di dalam gas alam. Merkuri dapat juga terkandung dalam jumlah kecil. Komposisi gas alam bervariasi sesuai dengan sumber ladang gasnya.

Campuran organosulfur dan hidrogen sulfida adalah kontaminan (pengotor) utama dari gas yang harus dipisahkan . Gas dengan jumlah pengotor sulfur yang signifikan dinamakan sour gas dan sering disebut juga sebagai "acid gas (gas asam)". Gas alam yang telah diproses dan akan dijual bersifat tidak berasa dan tidak berbau. Akan tetapi, sebelum gas tersebut didistribusikan ke pengguna akhir, biasanya gas tersebut diberi bau dengan menambahkan thiol, agar dapat terdeteksi bila terjadi kebocoran gas. Gas alam yang telah diproses itu sendiri sebenarnya tidak berbahaya, akan tetapi gas alam tanpa proses dapat menyebabkan tercekiknya pernafasan karena ia dapat mengurangi kandungan oksigen di udara pada level yang dapat membahayakan.

Gas alam dapat berbahaya karena sifatnya yang sangat mudah terbakar dan menimbulkan ledakan. Gas alam lebih ringan dari udara, sehingga cenderung mudah tersebar di atmosfer. Akan tetapi bila ia berada dalam ruang tertutup, seperti dalam rumah, konsentrasi gas dapat mencapai titik campuran yang mudah meledak, yang jika tersulut api, dapat menyebabkan ledakan yang dapat menghancurkan bangunan. Kandungan metana yang berbahaya di udara adalah antara 5% hingga 15%.

Ledakan untuk gas alam terkompresi di kendaraan, umumnya tidak mengkhawatirkan karena sifatnya yang lebih ringan, dan konsentrasi yang diluar rentang 5 - 15% yang dapat menimbulkan ledakan. Pembakaran satu meter kubik gas alam komersial menghasilkan 38 MJ (10.6 kWh).

Gas alam cair (Liquefied natural gas, LNG) adalah gas alam yang telah diproses untuk menghilangkan ketidakmurnian dan hidrokarbon berat dan kemudian dikondensasi menjadi cairan pada tekan atmosfer dengan mendinginkannya sekitar -160° Celcius. LNG ditransportasi menggunakan kendaraan yang dirancang khusus dan ditaruh dalam tangki yang juga dirancang khusus. LNG memiliki isi sekitar 1/640 dari gas alam pada Suhu dan Tekanan Standar, membuatnya lebih hemat untuk ditransportasi jarak jauh di mana jalur pipa tidak ada. Ketika memindahkan gas alam dengan jalur pipa tidak memungkinkan atau tidak ekonomis, dia dapat ditransportasi oleh kendaraan LNG, di mana kebanyakan jenis tangki adalah membran atau "moss".

4 Tipe Manusia Hadapi Tekanan Hidup




Semua kesulitan sesungguhnya merupakan kesempatan bagi jiwa kita untuk tumbuh (john Gray)


Pembaca, hidup memang tidak lepas dari berbagai tekanan. Lebih-lebih, hidup di alam modern ini yang menyuguhkan beragam risiko. Sampai seorang sosiolog Ulrich Beck menamai jaman kontemporer ini dengan masyarakat risiko (risk society). Alam modern menyuguhkan perubahan cepat dan tak jarang mengagetkan.
Nah, tekanan itu sesungguhnya membentuk watak, karakter, dan sekaligus menentukan bagaimana orang bereaksi di kemudian hari. Pembaca, pada kesempatan ini, saya akan memaparkan empat tipe orang dalam menghadapi berbagai tekanan tersebut. Mari kita bahas satu demi satu tipe manusia dalam menghadapi tekanan hidup ini.

Tipe pertama, tipe kayu rapuh. Sedikit tekanan saja membuat manusia ini patah arang. Orang macam ini kesehariannya kelihatan bagus. Tapi, rapuh sekali di dalam hatinya. Orang ini gampang sekali mengeluh pada saat kesulitan terjadi.
Sedikit kesulitan menjumpainya, orang ini langsung mengeluh, merasa tak berdaya, menangis, minta dikasihani atau minta bantuan. Orang ini perlu berlatih berpikiran positif dan berani menghadapi kenyataan hidup.
Majalah Time pernah menyajikan topik generasi kepompong (cacoon generation). Time mengambil contoh di Jepang, di mana banyak orang menjadi sangat lembek karena tidak terbiasa menghadapi kesulitan. Menghadapi orang macam ini, kadang kita harus lebih berani tega. Sesekali mereka perlu belajar dilatih menghadapi kesulitan. Posisikan kita sebagai pendamping mereka.

Tipe kedua, tipe lempeng besi. Orang tipe ini biasanya mampu bertahan dalam tekanan pada awalnya. Namun seperti layaknya besi, ketika situasi menekan itu semakin besar dan kompleks, ia mulai bengkok dan tidak stabil. Demikian juga orang-orang tipe ini. Mereka mampu menghadapi tekanan, tetapi tidak dalam kondisi berlarut-larut.
Tambahan tekanan sedikit saja, membuat mereka menyerah dan putus asa. Untungnya, orang tipe ini masih mau mencoba bertahan sebelum akhirnya menyerah. Tipe lempeng besi memang masih belum terlatih. Tapi, kalau mau berusaha, orang ini akan mampu membangun kesuksesan dalam hidupnya.

Tipe ketiga, tipe kapas. Tipe ini cukup lentur dalam menghadapi tekanan. Saat tekanan tiba, orang mampu bersikap fleksibel. Cobalah Anda menekan sebongkah kapas. Ia akan mengikuti tekanan yang terjadi. Ia mampu menyesuaikan saat terjadi tekanan. Tapi, setelah berlalu, dengan cepat ia bisa kembali ke keadaan semula. Ia bisa segera melupakan masa lalu dan mulai kembali ke titik awal untuk memulai lagi.

Tipe keempat, tipe manusia bola pingpong. Inilah tipe yang ideal dan terhebat. Jangan sekali-kali menyuguhkan tekanan pada orang-orang ini karena tekanan justru akan membuat mereka bekerja lebih giat, lebih termotivasi, dan lebih kreatif.

GOD IS NEVER TOO BUSY TO LISTEN HIS CHILDREN

06 Mei 2010

HATI - PIKIRAN - IMAN

Hati hendaknya dikendalikan pikiran, pikiran hendaknya dikendalikan iman dan iman hendaknya dihidupkan oleh hati.
Jika pikiran tidak dikendalikan iman, kita justru akan terbelenggu oleh keterbatasan pikiran. Bukankah setipa orang pernah menyesal ? itulah bukti bahwa pikiran kita terbatas. Jika pikiran tidak dikendalikan oleh iman, kita menghilangkan hubungan khusus dengan Tuhan, dan kita kehilangan hubungan yang lebih manusiawi dengan manusiawi yang lain. Kita akan kehilangan makna hidup sebagai insan Tuhan.
Demikian pula, jika iman kita tidak dihidupkan oleh hati, kita ibarat melompat dalam kegelapan, hanya ikut-ikutan kebiasaan agamawi tanpa menemukan kedalaman dan kebesaran Tuhan yang sesungguhnya. Kebaikan diajarkan dan kebesaran oleh semua agama dan keyakinan. Kebaikan itu kita sadari karena hati nurani bicara, disitu ada kejujuran dan kebenaran. Biarkan hati menggelora atau menggebrakan.
Disisi lain, jika hati tidak dikendalikan pikiran, emosi kita akan mudah dan terprovokasi secara negatif.
API DIBATASI AIR, AIR DIBATASI TANAH DAN TANAH DIGELORAKAN API