Tampilkan postingan dengan label Public Article. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Public Article. Tampilkan semua postingan

15 Desember 2013

5 Temuan Thomas Alva Edison Yang Tidak Diungkapkan Ke Publik



Thomas Alfa Edison adalah seorang pengusaha sekaligus ilmuwan dan penemu besar Amerika Serikat yang memiliki begitu banyak hasil penelitian. Ia juga pendiri 14 perusahaan termasuk General Electric. Edison telah mematenkan lebih dari 1000 penemuannya di AS. Hasil penelitian besarnya meliputi lampu bohlam, ponograf (gramofon), kamera bergerak, dan dinamo.

Namun, ada pula penemuan-penemuan yang tak terungkap oleh publik. Situs Gearlog mencatat setidaknya ada lima penemuan Edison yang belum begitu banyak diketahui orang.

1. Mesin Bersuara (1868)
Jauh sebelum Amerika menggunakan mesin diebold untuk penghitungan suara, Edison sudah menawarkan alat hasil temuannya bernama Vote Recorder.

Alat ini menghitung suara dengan model pertanyaan Ya atau Tidak. Sayangnya, mesin penghitung suara ini memiliki waktu proses yang lambat. Sampai-sampai salah seorang Ketua Komite Kongres berkata, "Bila ada sebuah penemuan di bumi ini yang tidak kita inginkan, mesin inilah dia."

2. Boneka Bersuara (1877)
Tak hanya menemukan fonograf, Edison juga membesut sebuah versi miniatur dari pemutar musik itu, yang kemudian ditempatkan di dalam sebuah boneka. Fonograf itu kemudian bisa memainkan rekaman sajak untuk anak-anak, sehingga boneka itu seolah-olah berbicara.

3. Baterai Mobil Listrik (1880)
Saat Edison memperkenalkan baterai nikel-besi, ia kemudian memimpikan untuk membuat mobil listrik. Beberapa pembuat mobil seperti Detroit Electric dan Baker Electric, kemudian mengadopsi teknologi yang diperkenalkan Edison itu.

Namun, belakangan dalam sebuah pesta makan malam, Henry Ford memberikan sebuah catatan kecil kepada Edison berbunyi "Mobil listrik telah mati." Setelah itu, perkataan itu terbukti kebenarannya.

4. Film Frankenstein (1910)
Pada 1891 Edison mematenkan kamera film pertama yang dinamakan Kinematograph. Pada 1910, perusahaannya, Edison Manufacturing Company Studio, membuat film Frankenstein, sebuah film yang ia adaptasi dari novel horor klasik karya Mary Shelley.

5. Telepon khusus Arwah (1920)
Temuan ini adalah salah satu subyek yang masih terus diperdebatkan. Edison sempat memberitahukan kepada beberapa media tentang upayanya untuk menemukan cara untuk menelepon orang yang telah meninggal dunia.

Pada 1921 ia mengklarifikasi hal itu dengan mengatakan kepada New York Times, bahwa penemuannya itu bisa mendeteksi unit kehidupan yang di antara yang mati. Namun, banyak yang mengatakan bahwa Edison gagal total dalam upayanya kali ini.

Sumber : viva.co.id

08 Oktober 2011

STAY HUNGRY, STAY FOOLISH



Ini adalah teks pidato Steve Jobs, CEO Apple Computer dan Studio Animasi Pixar pada saat wisuda di Stanford University, tanggal 12 Juni 2005.
-----
Saya merasa tersanjung bisa berada disini di acara wisuda anda dari salah satu universitas terbaik di dunia. Saya tidak pernah lulus kuliah. Sejujurnya, saat ini saat paling terdekat saya pada wisuda. Hari ini saya ingin menceritakan tiga kisah dalam kehidupan saya.Hanya itu saja. Bukan hal besar. Hanya tiga kisah.

Kisah pertama tentang menghubungkan titik-titik
Saya keluar dari Reed College setelah enam bulan, dan kembali lagi selama 18 bulan atau lebih sampai saya benar-benar berhenti kuliah. Jadi mengapa saya memutuskan berhenti kuliah?
Berawal sejak sebelum saya dilahirkan ke dunia. Ibu kandungku saat itu masih muda, tidak menikah, lulusan akademi, dan dia memutuskan agar aku diadopsi oleh orang lain. Menurutnya, aku harus didopsi oleh seorang sarjana sehingga segalanya sudah dipersiapkan agar aku diadopsi oleh seorang pengacara dan istrinya. Namun mereka berubah pikiran ingin memiliki anak perempuan setelah aku lahir. Jadi orang tuaku sekarang, pada waktu itu masih dalam daftar tunggu adopsi anak, mendapat telepon tengah malam dari ibu kandungku, dia menanyakan “kami memiliki bayi laki-laki yang tidak diharapkan, apakah anda menginginkannya?” kata mereka: “tentu saja”. Di kemudian hari, ibu kandungku baru tahu kalau ibu angkatku tidak pernah lulus kuliah dan ayahku juga tidak lulus SMA sehingga dia menolak untuk menandatangani surat adopsi dan akhirnya baru mau memberikanku beberapa bulan kemudian setelah orangtuaku berjanji akan menguliahkanku.

Dan 17 tahun kemudian, aku masuk kuliah dan memilih akademi yang hampir semahal Stanford, sehingga orangtuaku menggunakan seluruh tabungannya untuk membayar uang kuliahku. Setelah enam bulan, aku melihat tak ada gunanya kuliah. Aku tidak tahu apa yang kuinginkan dalam hidupku dan berpikir bagaimana kuliah bisa membantuku menemukan jawabannya. Jadi aku memutuskan untuk berhenti kuliah dan yakin bahwa segalanya akan baik-baik saja. Saat itu kurasakan sedikit menakutkan tapi jika kuingat kembali, kurasa berhenti kuliah adalah salah satu keputusan terbaik yang pernah kubuat. Begitu aku berhenti, aku tidak mengambil mata kuliah yang tidak kusukai dan memilih mata kuliah yang menurutku menarik.
Segalanya tidak begitu indah pada waktu itu. Aku tidak memiliki kamar di asrama sehingga aku tidur dilantai kamar temanku. Untuk membeli makanan, aku selalu mengembalikan botol minuman demi mendapatkan lima sen dan berjalan sejauh tujuh mil melintasi kota setiap malam Senin untuk mendapatkan makanan yang enak di Kuil Hare Khrisna. Dan aku menyukai itu. Aku melewati banyak hal dengan mengikuti rasa ingin tahu dan intuisiku yang ternyata menjadi sangat berharga dikemudian hari. Akan kuceritakan kisahnya:

Pada waktu itu Reed College menawarkan, mungkin, cara membuat kaligrafi terbaik di negara ini. Melalui setiap poster di kampus, setiap label di gambar, sungguh sangat indah kaligrafi buatan tangannya. Karena aku sudah berhenti kuliah dan tidak diharuskan mengambil kelas reguler, aku memutuskan untuk mengikuti kelas kaligrafi dan belajar bagaimana menbuatnya. Aku belajar contoh tulisan serif dan sanserif, belajar memvariasikan jumlah spasi antara kombinasi huruf yang berbeda, belajar bagaimana membuat tipografi yang bagus. Tipografi yang indah, bersejarah, bernilai seni tinggi, bahkan ilmu pengetahuan tidak dapat memahaminya, dan menurutku sungguh menakjubkan.

Bahkan aku tidak berharap melakukan ini akan menjadi pekerjaanku.Tetapi, 10 tahun kemudian, ketika kami merancang desain pertama computer Macintosh, harapan itu ada. Dan kami merancang computer Mac pertama dengan tipografi yang sangat indah. Jika saja aku tidak berhenti kuliah, aku tidak mungkin mengikuti kelas kaligrafi di kampus, dan personal computer mungkin tidak memiliki tipografi yang indah. Tentu saja itu merupakan hal yang mustahil menggabungkan titik-titik jika kita pikir pada waktu itu. Tetapi hal itu menjadi sangat, sangat jelas jika kita pikir sekarang.
Terlebih, anda tidak bisa menghubungkan titik-titik degan memandang ke depan; anda hanya bisa menghubungkannya jika mengingatnya kembali. Jadi anda harus percaya kalau titik-titik itu akan terhubung dimasa depan entah bagaimana caranya. Anda harus percaya pada sesuatu – keberanian anda, takdir, kehidupan, karma, atau apapun. Pendekatan ini tak pernah mengecewakanku dan membuat segala perubahan dalam hidupku.

Kisah keduaku tentang cinta dan kehilangan
Aku sungguh beruntung − aku menemukan apa yang kucintai dalam hidupku dari awal. Woz dan aku memulai perusahaan Apple di garasi orangtuaku pada saat usiaku 20 tahun. Kami bekerja keras, dan dalam waktu 10 tahun Apple sudah berkembang mulai dari hanya kami berdua yang menjalankannya di garasi hingga menjadi perusahaan senilai $ dua milyar dengan lebih dari 4000 karyawan. Kami baru saja merilis kreasi terbaik kami − Macintosh − setahun sebelumnya, dan aku baru saja berulang tahun ke-30 ketika aku dipecat. Bagaimana bisa kau dipecat padahal kau yang mendirikannya? Well, seiring Apple berkembang, kami mempekerjakan seseorang yang kukira sangat berbakat untuk menjalankan perusahaan bersamaku selama setahun pertama dan berikutnya sehingga segalanya berjalan baik. Tetapi kemudian visi kami tentang masa depan berbeda dan bahkan kami menjadi tidak cocok. Dewan direksipun berpihak padanya. Jadi saat aku berusia 30 aku keluar dari perusahaan. Apa yang sudah menjadi fokusku dalam hidup telah lenyap dan hancur.

Selama beberapa bulan, aku tidak tahu apa yang harus kulakukan. Aku merasa telah mengecewakan pegusaha generasi sebelumnya − karena aku telah menjatuhkan tongkat estafet yang telah diwariskan padaku. Sehingga, aku mememui David Packard dan Bob Noyce untuk meminta maaf karena telah mengacaukan segalanya. Aku sungguh merasa gagal dan ingin kabur dari permasalahan. Tetapi kemudian segalanya menjadi jelas untukku − aku masih mencintai apa yang kulakukan. Kejadian di Apple tidak merubah apapun. Aku pernah ditolak, tapi aku tetap mencintai apa yang kulakukan dan aku memutuskan untuk memulainya dari awal lagi.
Aku tidak mengetahuinya waktu itu, tetapi ternyata dipecat dari Apple adalah hal terbaik yang pernah terjadi dalam hidupku. Beban menjadi sukses digantikan perasaan santai karena menjadi pemula lagi, yang merasa tidak yakin tentang apapun. Hal itu membebaskan aku untuk memasuki salah satu masa kreatif dalam hidupku.

Selama lima tahun ke depan, aku mulai menjalankan perusahan bernama NeXT dan Pixar, kemudian jatuh cinta dengan wanita luar biasa yang akan menjadi istriku kelak. Pixar mulai menciptakan film animasi computer pertama di dunia, Toy Story, dan sekarang menjadi studio animasi paling sukses di dunia. Secara tak terduga, Apple membeli NeXT sehingga aku kembali ke Apple dan teknologi yang kami kembangkan di NeXT adalah pencerahan karya Apple terkini. Di lain pihak, Laurene dan aku memiliki keluarga yang bahagia.

Aku sangat yakin segala hal yang terjadi padaku tidak akan pernah terjadi kalau aku tidak dipecat dari Apple. Hal tersebut merupakan pil pahit, tapi aku kira aku memang membutuhkannya. Terkadang hidup mengejutkanmu. Jangan pernah kehilangan kepercayaan. Aku yakin hal yang terus membuatku ingin maju adalah aku mencintai apa yang kulakukan. Kalian harus menemukan apa yang kalian cintai, baik untuk pekerjaanmu maupun pasanganmu. Pekerjaanmu akan mengisi bagian besar dalam hidupmu, dan satu-satunya cara mencapai kepuasan hidup adalah percaya bahwa apa yang kamu lakukan adalah karya.besar dan satu-satunya cara untuk melakukan karya besar adalah mencintai apa yang kau lakukan. Jika kau masih belum menemukannya, tetaplah mencari.jangan pernah diam di satu tempat. Begitu kata hatimu berbicara, kau akan tahu bahwa kau telah menemukannya. Dan, seperti hubungan yang luar biasa, segalanya akan menjadi lebih baik dan lebih baik lagi seiring waktu berjalan. Tetaplah mencari sampai kau menemukannya. Jangan pernah berhenti.

Kisah ketigaku tentang kematian
Ketika aku berusia 17 tahun, aku membaca sebuah ungkapan seperti ini: “jika kau menjalani harimu seolah-olah hari itu adalah hari terakhirmu, kau mungkin benar suatu hari.” Ungkapan itu sangat berkesan untukku, dan sejak saat itu, selama 33 tahun hidupku, aku selalu berkaca setiap pagi dan bertanya pada diriku: “jika hari ini adalah hari terakhir dalam hidupku, apakah aku mau melakukan apa yang aku lakukan hari ini?” dan ketika jawabannya adalah “Tidak” dalam banyak hari dihidupku, aku tahu aku harus merubah sesuatu.

Jika mengingat kalau aku akan segera meninggal adalah alat yang paling penting untuk membantuku dalam mengambil keputusan besar dalam hidupku. Karena hampir semuanya − segala harapan orang lain, segala kebanggaan, segala ketakutan merasa malu atau gagal − hal-hal ini bisa menjauh dari kematian, meninggalkan hal-hal yang sungguh penting. Mengingat kalau kita semua akan meninggal adalah cara terbaik untuk menghindari jebakan bahwa kita bisa kehilangan. Kau sudah telanjang. Tidak ada alasan untuk tidak mengikuti kata hatimu.
Sekitar setahun yang lalu, aku didiagnosa menderita kanker. Aku menjalani scan pukul 7:30 pagi, dan hasilnya menunjukkan bahwa di pankreasku terdapat tumor. Aku bahkan tidak tahu apa itu pankreas. Dokter memberitahuku bahwa tumor ini merupakan sejenis kanker yang tak bisa disembuhkan, dan diperkirakan aku tidak akan bisa hidup lebih lama dari tiga sampai enam bulan. Ia menyarankanku untuk pulang kerumah dan menyiapkan segalanya dengan memberitahu keluargaku bahwa aku tidak akan hidup lama lagi dan segalanya sudah terkendali sehingga itu berarti aku mengucapkan salam perpisahan.

Aku hidup dengan diagnosa itu sepanjang hari. Kemudian pada malam harinya aku menjalani biopsi, dimana mereka menaruh endoskop kedalam tenggorokanku, melalui perutku dan memasuki ususku, memasang jarum di pankreasku dan mengambil beberapa sel dari tumorku. Aku merasa tenang, tapi istriku yang berada disana juga, memberitahuku bahwa ketika para dokter mengamati sel tumorku dibawah mikroskop, mereka mulai menangis karena ternyata tumor yang ada di pankreasku adalah jenis yang langka yang bisa disembuhkan melalui operasi. Dan aku telah menjalani operasinya sehingga sekarang aku baik-baik saja.

Kejadian ini yang mendekatkanku untuk menghadapi kematian, dan semoga hal ini bisa membuatku bertahan untuk beberapa dekade lagi. Setelah melewatinya, sekarang aku bisa berkata dengan lebih yakin kepada kalian semua bahwa kematian itu berguna tapi merupakan konsep yang sangat cerdas:

Tidak seorangpun ingin meninggal. Bahkan orang yang ingin pergi ke surgapun tidak ingin meninggal untuk ke sana. Tetapi kematian adalah tujuan akhir kita semua. Tidak ada orang yang bisa melepaskan diri dari itu. Seperti seharusnya, karena kematian adalah satu temuan terbaik dalam kehidupan. Kematian adalah agen perubah kehidupan. Kematian membuat yang tua menjadi baru. Saat ini yang baru itu adalah kalian semua, tapi suatu hari tidak begitu lama lagi dari sekarang, kalian akan menjadi tua dan meninggal. Maaf karena terlalu dramatis, tapi itu memang benar.

Waktu kalian terbatas, jadi jangan menyia-nyiakannya dengan menjalani hidup orang lain. Jangan terjebak oleh dogma − artinya adalah hidup dengan hasil pikiran orang lain. Jangan biarkan pendapat orang lain menenggelamkan kata hatimu. Dan hal yang paling penting adalah memiliki keberanian untuk mengikuti kata hati dan intuisimu. Entah bagaimana mereka sudah mengetahui apa yang kau inginkan. Yang lain menjadi kurang penting.

Ketika aku masih muda, ada satu publikasi yang sangat bagus berjudul The Whole Earth Catalog, yang merupakan salah satu kitab suci pada masaku. Diciptakan oleh seorang teman yang bernama Stewart Brad tidak jauh dari sini di Menlo Park, dan ia membawakannya dengan sentuhan puitis. Hal ini terjadi pada akhir tahun 1960, sebelum computer pribadi dan desktop menjadi terkenal, sehingga semuanya dibuat dengan mesin tik, gunting dan kamera polaroid. Mirip dengan Google dalam bentuk buku, 35 tahun sebelum Google ada: idealis, penuh dengan alat-alat rapi dan ide cemerlang.

Stewart dan timnya mengangkat beberapa isu dari The Whole Earth Catalog, dan ketika telah berjalan, mereka membuat isu utama. Pada saat itu pertengahan tahun 1970, aku masih seusiamu. Pada sampul belakang isu utama mereka, ada foto suasana pagi hari di jalanan pedesaan, hal yang akan kau temukan jika mendapatkan tumpangan kalau kau seorang petualang. Dibawahnya terdapat kata-kata: “Tetaplah Lapar. Tetaplah Merasa Bodoh.” Itu adalah pesan perpisahan mereka ketika mereka mundur. Tetaplah Lapar. Tetaplah Merasa Bodoh. Dan aku selalu berharap seperti itu untukku. Dan sekarang, ketika kalian lulus untuk menjadi sesuatu yang baru, aku juga mengharapkan itu pada kalian semua.

STAY HUNGRY, STAY FOOLISH

20 Agustus 2011

Ilmuwan Indonesia tersia-siakan


Jakarta, Kompas - Tiadanya grand strategy pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, disusul lemahnya pengawalan program jangka panjang pengembangan sumber daya manusia, mengakibatkan peran ribuan ilmuwan Indonesia yang pernah dibiayai pemerintah maupun hibah asing hilang sia-sia.

Padahal, keahlian mereka potensial berperan mempercepat kemajuan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang berpangkal pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. "Saya prihatin sekali dengan kondisi ini, dan tidak fair jika mata rantai pertama, yaitu proses pengiriman para ilmuwan atau tenaga ahli itu, yang dinilai gagal. Mata rantai kedua adalah institusi dan perangkat teknologi yang akan menyongsong mereka ketika mereka kembali, sedangkan mata rantai ketiga adalah linkage dengan departemen, atau strategi pengembangan sumber daya manusia (SDM) secara nasional. Maka, benar kalau ada kesan keahlian ilmuwan kita muspro (sia-sia) di negeri sendiri," kata Prof Dr Ing Wardiman Djojonegoro, Senin (3/4), ketika dimintai tanggapannya perihal buntunya peran ilmuwan dan sumbangan teknologi baru untuk segera melepaskan Indonesia dari keterpurukan di berbagai bidang.

Tanggapan senada datang dari Ir Yusman SD, mantan Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (PTDI) Bandung, Prof Dr Ir Dodi Nandika MS, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), serta Nadirah MSc, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (Pusdiklat BPPT). Wardiman menjelaskan, tahun 1985, setidaknya 2.000 pelajar dan mahasiswa Indonesia dikirim lewat program pendidikan S1, S2, dan S3 ke luar negeri melalui hibah maupun pinjaman dari Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia (ADB), dan JBIC (Bank Jepang), dengan nilai hibah 600 juta dollar AS selama delapan tahun. Tetapi, tahun 1989, program itu diambil alih Bappenas dan selanjutnya tak jelas lagi kelanjutannya.

Muncul suara beberapa menteri, buat apa mendidik orang Indonesia kalau menganggur. "Selalu saya counter. Tugas kami mendidik SDM dan harus terus maju. Tugas departemen lain, seperti industri, ekonomi, dan keuangan, untuk membuka lapangan kerja sehingga orang yang sudah kita didik bisa fully used, sepenuhnya termanfaatkan," kata Wardiman, yang kini Ketua Yayasan Pengembangan SDM The Habibie Centre di Jakarta.

Namun, sepulang studi umumnya para ilmuwan frustrasi karena pekerjaan mereka tidak ditopang peralatan dan orientasi ke depan. "Saya yang menangani enam lembaga pemerintah nondepartemen, seperti BPS, Bakorsurtanal, LIPI, BATAN, LAPAN, dan BPPT. Di tempat mereka, kerja fasilitas kurang dan tidak ada dana. Kasihan mereka," katanya.

Wardiman mengemukakan, tahun lalu saja anggaran China untuk mengembangkan bidang iptek mencapai 2 persen dari anggaran nasional mereka, sedangkan Indonesia hanya 0,5 persen. "Jangan tanya Jepang dan Korea, mereka di atas 2 persen."

Wardiman mengakui, ada faktor eksternal, yaitu berubahnya tata ekonomi dunia. Di Jerman, negara dengan mutu pendidikan yang luar biasa, toh tingkat penganggurannya mencapai 12 persen, 4,5 juta dari 80 juta penduduk. Di antara mereka, 500.000 orang adalah sarjana dan doktor. "Jadi, terang gamblanglah. Persoalan di Indonesia adalah lapangan kerja," tuturnya.

Sekjen Depdiknas Dodi Nandika menilai pengiriman calon ilmuwan dan ilmuwan yang sudah jadi ke luar negeri sangat strategis dalam upaya mendongkrak daya saing bangsa sehingga kelak menjadi motor penggerak dan inovator di berbagai bidang. "Namun, ilmu yang diperoleh anak bangsa di luar negeri itu tidak ada artinya jika mereka tidak diberi kesempatan berperan dalam masyarakat," katanya.

Dodi mengakui ada segelintir ilmuwan yang kecewa dengan iklim penelitian di dalam negeri sehingga mereka lebih tertarik untuk tinggal dan bekerja di luar negeri. "Tetapi, itu hanya sebagian kecil. Pada sisi lain, hal itu juga memungkinkan bagi anak bangsa terbaik untuk mengharumkan nama negeri kita di luar negeri. Toh, diam-diam mereka tetap menjalin komunikasi dengan sesama ilmuwan di dalam negeri dan memungkinkan transformasi teknologi," kata Dodi.

Adapun Ir Yusman SD melihat, persoalan serius di Indonesia adalah bagaimana ilmuwan-ilmuwan high tech tetap bisa terus meningkatkan kualitas dan kompetensi keilmuan mereka. "Kalau laboratorium saja tidak ada, apa dia harus membangun lab dengan duit sendiri? Jarang sekali universitas dan lembaga kita yang memiliki lab dengan pendanaan terprogram."

Sebab itu, ilmuwan dan mereka yang memiliki keahlian khusus lebih suka bekerja dan mengabdikan diri bagi negara lain. "BPPT dulu terkait dengan industri strategis senjata untuk sistem dirgantara, teknologi perkapalan, energi, maupun tenaga surya, dan biodiesel. Tetapi, risetnya sendiri tak ada. Makanya, meski mereka terpakai, tetapi tak sesuai kapasitas mereka."

"Sekarang pemerintah dan BPPT cenderung mengabaikan iptek. Mungkin karena mereka menganggap teknologi ini gampang dibeli. Padahal, kapasitas mereka mampu membangun kemandirian. Saya sangat menyayangkan karena yang paling sulit itu investasi SDM. Pendidikan SDM dengan industrialisasi butuh waktu 5-10 tahun, tetapi mengirim sekolah S2 dan S3 menempatkan ilmuwan langsung pada ujung tantangan baru, new frontier," kata Yusman SD.

Yusman masih ingat karena "posisi Indonesia" yang terhormat dan baik ketika itu, ilmuwan Indonesia bahkan diperkenankan bergabung pada program-program classified, yaitu program prestisius dan sebagian rahasia. Misalnya di Amerika, calon doktor Indonesia boleh ikut riset roket Galileo. Di Jerman diikutkan pada riset mesin paling maju, atau desain komputer dan aerodinamik, serta riset tenaga surya. "Menurut saya, mesti dikembalikan lagi agenda-agenda pengembangan teknologi dan SDM itu. Menristek, Kepala BPPT, dan LPND, seperti Lapan, Batan, LIPI atau Puspiptek, harus punya inisiatif dan program untuk merangsang gairah ilmuwan berkarya mengabdikan ilmunya di Indonesia," kata Chairman Matsushita-Gobel Foundation itu. Ia mencatat, masih ada 150-an ahli mesin Indonesia di Jerman dan masing-masing 40 ahli aeronautika dan energi surya di Brasil. Mereka itu adalah ilmuwan berkat beasiswa hibah dari negara Jepang, Inggris, Amerika, Jerman, dan Perancis. "Kebijakan kita dulu, sekarang yang mengekor Malaysia dan China. Kita stop, tetapi mereka punya program jelas," kata Yusman.

Nadirah MSc, Kepala Pusdiklat BPPT, menyatakan, pihaknya tengah menyusun kembali database, status pelajar yang memperoleh beasiswa. setidaknya, data peserta dua program yang telah lewat bisa terdeteksi. Program dimaksud ialah beasiswa lulusan SMA bidang Ilmu Pengetahuan Alam oleh Overseas Fellowship Program (OFP, 1985-1992) didanai Bank Dunia dan Program STAID oleh Bank Dunia dan Jepang (1990-2004).

"Program ini akan dihidupkan lagi, paling tidak di kalangan BPPT, untuk mengantisipasi kelangkaan tenaga ahli berpendidikan S2 dan S3 tahun 2010," kata Nadirah. (Nar/Yun/HRD)

02 Juli 2011

PERANGKAP TIKUS

Sepasang suami dan istri petani pulang ke rumah setelah berbelanja. Ketika mereka membuka barang belanjaan, seekor tikur memperhatikan dengan seksama sambil menggumam "hmmm...makanan apa lagi yang dibawa mereka dari pasar??" Ternyata, salah satu yang dibeli oleh petani ini adalah perangkap tikus. sang tikus kaget bukan kepalang. Ia segera berlari menuju kandang dan berteriak, " Ada perangkap tikus di rumah....di rumah sekarang ada perangkap tikus...."

Ia mendatangi ayam dan berteriak "ada perangkap tikus" Sang ayam berkata, "Tuan tikus..., aku turut bersedih, tapi itu tidak berpengaruh terhadap diriku." Sang tikus lalu pergi menemui seekor kambing sambil berteriak. Sang kambing pun berkata "Aku turut bersimpati, tapi tidak ada yang bisa aku lakukan."

Tikus lalu menemui sapi. Ia mendapat jawaban sama. "Maafkan aku. Tapi perangkap tikus tidak berbahaya buat aku sama sekali."

Ia lalu lari ke hutan dan bertemu ular. Sang ular berkata, "Ahhh...perangkap tikus yang kecil tidak akan mencelakai aku."

Akhirnya sang tikus kembali ke rumah dengan pasrah, mengetahui kalau ia akan menghadapi bahaya sendiri.

Suatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar suara keras perangkap tikusnya berbunyi, menandakan telah memakan korban. Ketika melihat perangkap tikusnya, ternyata seekor ular berbisa. Ekor ular yang terperangkap membuat ular semakin ganas dan menyerang istri pemilik rumah. Walaupun sang suami sempat membunuh ular berbisa tersebut, sang istri tidak sempat diselamatkan. Sang suami harus membawa istrinya ke rumah sakit dan kemudian istrinya sudah boleh pulang namun beberapa hari kemudian istrinya tetap demam.

Ia lalu minta dibuatkan sop cakar ayam oleh suaminya. (kita semua tau, sop cakar ayam sangat bermanfaat buat mengurangi demam). Suaminya dengan segera menyembelih ayamnya untuk dimasak cakarnya. Beberapa hari kemudian sakitnya tidak kunjung reda.

Seorang teman menyarankan untuk makan hati kambing. Ia lalu menyembelih kambingnya untuk mengambil hatinya.

Masih, istrinya tidak sembuh-sembuh dan akhirnya meninggal dunia. Banyak sekali orang datang pada saat pemakaman. Sehingga sang petani harus menyembelih sapinya untuk memberi makan orang-orang yang melayat.

Dari kejauhan...sang tikus menatap dengan penuh kesedihan. Beberapa hari kemudian ia melihat perangkap tikus tersebut sudah tidak digunakan lagi.

...SUATU HARI..KETIKA ANDA MENDENGAR SESEORANG DALAM KESULITAN DAN MENGIRA ITU BUKAN URUSAN ANDA... PIKIRKANLAH SEKALI LAGI.

15 Mei 2011

Ramalan Perpecahan NKRI 2015



Djuyoto Memprediksi Tahun 2015 Indonesia Pecah. Beragam reaksi dan tanggapan muncul ketika prediksi tentang masa depan Indonesia, yang juga dijadikan judul buku oleh Djuyoto Suntani, itu muncul dalam acara Dialog Kebangsaan yang berjudul Indonesia: Kemarin, Kini dan Esok sekaligus peluncuran buku tersebut. Komentar bernada pesimis, optimis, hingga rasa tidak percaya silih berganti diberikan oleh berbagai pihak yang hadir di Gedung Aneka Bhakti Departemen Sosial kemarin. Mungkinkah Indonesia benar-benar akan ‘pecah’ pada tahun 2015?

Djuyoto Suntani, sang penulis buku, menyatakan dalam bukunya paling tidak ada tujuh faktor utama yang akan menyebabkan Indonesia “pecah” menjadi 17 kepingan negeri-negeri kecil di tahun 2015. Kepingan negeri-negeri kecil itu sendiri menurutnya didirikan berdasarkan atas:
  1. Kepentingan rimordial (kesamaan etnis),
  2. Ikatan ekonomis (kepentingan bisnis),
  3. Ikatan kultur (kesamaan budaya),
  4. Ikatan ideologis (kepentingan politik), dan
  5. Ikatan regilius (membangun negara berdasar agama).
Penyebab pertama adalah siklus tujuh abad atau 70 tahun. Dalam bukunya ia menuliskan;
“Seperti kita ketahui, semua yang terjadi di alam ini mengikuti suatu siklus tertentu. Eksistensi suatu bangsa dan negara juga termasuk dalam suatu siklus yang berjalan sesuai dengan ketentuan hukum alam. Dia mengambil contoh Kerajaan Sriwijaya yang berkuasa pada abad 6-7 M di mana waktu itu rakyat di kawasan Nusantara bersatu di bawah kepemimpinannya. Memasuki usia ke-70 tahun kerajaan itu mulai buyar dan muncul banyak kerajaan kecil yang mandiri berdaulat. Alhasil, di awal abad ke-9 nama Kerajaan Sriwijaya hanya tinggal sejarah. Tujuh abad kemudian (abad 13-14 M) lahir Kerajaan Majapahit di Trowulan, Jawa Timur sekarang. Kerajaan besar itu berhasil menyatukan kembali penduduk Nusantara. Namun, kerajaan ini pun bernasib sama dengan Sriwijaya. Memasuki usia ke-70 pengaruhnya mulai hilang dan bermunculanlah kerajaan-kerajaan kecil di Nusantara. Nama Majapahit pun hilang ditelan bumi. Tujuh abad pasca-jatuhnya Majapahit, di tahun 1945 (abad 20) rakyat Nusantara kembali bersatu dalam suatu ikatan negara bangsa bernama Republik Indonesia (abad 20-21). Tahun 2015 akan bertepatan RI merayakan HUT-nya yang ke-70″.


Dia pun menyatakan,
“Selama ini saya selalu optimis, tapi melihat perkembangan di lapangan, apa yang terjadi pada sesama anak bangsa, sungguh mengenaskan. Irama perpolitikan nasional dewasa ini mengisyaratkan hitungan siklus bersatu dan bubar dalam tujuh abad, 70 tahun tampaknya kembali terulang. Berbagai fenomena alam yang menguat ke arah bukti kebenaran siklus sudah banyak kita saksikan. Pertengkaran sesama anak bangsa, terutama elite politik, tidak kunjung selesai, tulis Djuyoto. Penyebab kedua, Indonesia telah kehilangan figur pemersatu bangsa. Setelah Ir Soekarno dan HM Soeharto, tidak ada tokoh nasional yang benar-benar bisa mempersatukan bangsa ini. Masing-masing anak bangsa selalu merasa paling hebat, paling mampu, paling pintar, dan paling benar sendiri. Para tokoh nasional yang memimpin negeri ini belum menunjukkan berbagai sosok negarawan karena dalam memimpin lebih mengutamakan kepentingan politik golongan/kelompok daripada kepentingan bangsa (rakyat) secara luas. Kehilangan figur tokoh pemersatu adalah ancaman paling signifikan yang membawa negeri ini ke jurang perpecahan”. Katanya tegas.

Pertengkaran sesama anak bangsa yang sama-sama merasa jago dan hebat, masing-masing punya kendaraan partai, punya jaringan internasional, punya dana/uang mandiri, punya akses, merasa punya kemampuan jadi Presiden; merupakan penyebab ketiga Indonesia akan pecah berkeping-keping menjadi negara-negara kecil. Masing-masing tokoh ingin menjadi nomor satu di suatu negara. Fenomena ini sudah menguat sejak era reformasi yang dimulai dengan diterapkannya UU Otonomi Daerah.

Salah satu penyebab Indonesia akan pecah di tahun 2015 karena adanya konspirasi global. Ada grand strategy global untuk menghancurkankeutuhan Indonesia. Ada skenario tingkat tinggi yang ingin menghancurkan Indonesia atau bahkan menghilangkan nama Indonesia sebagai negara bangsa, tegasnya. Konspirasi global ini, Djuyoto Suntani melihat, terus bergerak dan bekerja secara cerdas dengan menggunakan kekuatan canggih melalui penetrasi budaya, penyesatan opini, arus investasi, berbagai tema kampanye indah seperti demokratisasi, hak asasi manusia, kesetaraan gender, modernisasi, kebebasan pers, kemakmuran, kesejahteraan, sampai pada mimpi-mimpi indah lewat bisnis obat-obatan terlarang dengan segmen generasi muda.

Penyebab utama kelima Indonesia akan”‘pecah” dalam penilaiannya adalah faktor nama. Apa yang salah dengan nama? Ternyata, nama Indonesia sesungguhnya berasal dari warisan kolonial Belanda yakni East-India atau India Timur alias Hindia Belanda. Kalangan tokoh politik Belanda tingkat atas malah sering menyebut Indonesia dengan singkatan: In-corporate Do/e-Netherland in-Asia atau kalau diartikan secara bebas nama Indonesia sama dengan singkatan Perusahaan Belanda yang berada di Asia. Pemberian nama Indonesia oleh Belanda memang memiliki agenda politik tersembunyi sebab Belanda tidak rela Indonesia menjadi bangsa dan negara yang besar. Nama orisinil kawasan negeri ini yang benar adalah Nusantara, yang berasal dari kata Bahasa Sansekerta Nusa (pulau) dan Antara. Artinya, negara yang terletak di antara pulau-pulau terbesar dan terbanyak di dunia sebab negara kita merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Bila para anak bangsa tahun 2015 mampu menyelamatkan keutuhan negeri ini sebagai satu bangsa, salah satu opsi adalah dengan penggantian nama dari Indonesia menjadi Nusantara. Nama Nusantara lebih relevan, orisinil, berasal dari jiwa bumi sendiri dan lebih membawa keberuntungan, pesan Djuyoto. Namun, karena perpecahan sudah di ujung tanduk, salah satu agenda dalam membangun komitmen baru sebagai bangsa dalam pandangannya adalah dengan cara (perlu direnungkan) mengganti nama Indonesia menjadi Nusantara. Karena, nama memiliki arti serta memberi berkah tersendiri. Tidak hanya nama Indonesia yang bisa menjadi penyebab negeri ini pecah, nama Jakarta pun ternyata ikut berpengaruh terhadap keutuhan republik ini.

Nama Jakarta, Djuyoto mengungkapkan, memiliki konotasi negatif bagi sebagian besar masyarakat. Bila kita ingin menyelamatkan Indonesia dari ancaman perpecahan serta punya komitmen bersama untuk membawa negara ini menjadi negara besar yang dihormati dunia internasional, maka nama ibukota negara seyogianya dikembalikan kepada nama awalnya yaitu Jayakarta. Nama Jayakarta lebih tepat sebagai roh spirit Ke-Jaya-an Ibukota negara daripada nama Jakarta, sarannya.

Penyebab terakhir pecahnya Indonesia adalah gonjang ganjing pemilihan Presiden tahun 2014. Dia menyatakan dalam Pilpres 2009 bisa saja sejumlah tokoh yang kalah masih mampu mengendalikan diri tapi gejolak massa akar rumput yang berasal dari massa pendukung tidak mau menerima kekalahan jago pilihannya. Mereka lalu mempersiapkan diri untuk maju bertarung lagi pada Pilpres 2014. Pilpres 2014 adalah puncak ledakan dashyat gunung es yang benar-benar membahayakan integrasi Indonesia. Menurut Djuyoto dari informasi yang ia peroleh di seluruh penjuru Tanah-Air, indikasi karena gengsi kalah bersaing dalam Pilpres Indonesia lantas mengambil keputusan radikal dengan mendeklarasikan negara baru bukanlah sekedar omong kosong tapi akan terbukti. Pergolakan alam negeri ini seperti gunung es yang tampak tenang di permukaan namun setiap saat pasti meletus dengan dashyat.

Djuyoto Suntani menjelaskan, pada Pilpres 2014 bakal bermunculan figur dari berbagai daerah yang mulai berani bertarung memperebutkan kursi RI-1 untuk bersaing dengan tokoh nasional di Jakarta. Para tokoh daerah sudah dibekali modal setara dengan para tokoh nasional di Jakarta. Jika mereka kalah dalam Pilpres 2014, karena desakan massa pendukung, opsi lain adalah mendirikan negara baru, melepaskan diri dari Jakarta. Gonjang ganjing Indonesia sebagai bangsa akan mencapai titik didih terpanas pada Pilpres 2014. Jika kita tidak mampu mengendalikan keutuhan negeri ini, tahun 2015 Indonesia benar-benar pecah. Para Capres Indonesia 2014 yang gagal ramai-ramai akan pulang kampung untuk mendeklarasikan negara baru. Mereka merasa punya kemampuan, punya harga diri, punya uang, punya jaringan dan punya massa/rakyat pendukung. Perubahan dan pergolakan politik nasional pada tahun 2014 diperkirakan bisa lebih dashyat karena tidak ada lagi figur tokoh pemersatu yang dihormati dan diterima oleh seluruh bangsa.

Agar Indonesia tidak pecah, dia menyerukan seluruh elemen bangsa untuk bersatu dan bersatu. Dia berharap seluruh bangsa menyadari ancaman yang ada di depan mata dan kemudian saling bergandengan tangan bersatu untuk menyelesaikan semua permasalahan bangsa. Djuyoto bilang buku ini ditulis sebagai peringatan dini, sebagai salah satu wujud untuk berupaya menyelamatkan Indonesia dari ancaman kehancuran. Dengan adanya buku ini diharapkan semoga anak-anak bangsa mulai menyadari bahwa hantu Indonesia pecah sudah berada di depan mata. Kalau sudah paham, diharapkan mulai tumbuh kesadaran dari dalam hati lalu secara bersama-sama mengambil langkah untuk mencegah.

ke 18 negara itu antara lain.
  1. Naggroe Atjeh Darrusallam : Banda Atjeh
  2. Sumatra Utara : Medan
  3. Sumatra Selatan : Lampung
  4. Sunda Kecil : Jakarta
  5. Jamar (Jawa Madura) : Surakarta
  6. Yogyakarta : Yogyakarta
  7. Kalimantan Barat : Pontianak
  8. Kalimantan Timur : Samarinda
  9. Ternate Tidore : Ternate
  10. Sulawesi Selatan : Makassar
  11. Sulawesi Utara : Manado
  12. Nusa Tenggara : Mataram
  13. Flobamora & Sumba: Kupang
  14. Timor Leste : Dili
  15. Maluku Selatan : Ambon
  16. Maluku Tenggara : Tual
  17. Papua Barat : Jayapura
  18. Negara Riau Merdeka
Sumber : MILIS

27 Januari 2011

Zhang Xin : dari Buruh menjadi Ratu Properti





Untuk menjadi kaya ada 3 cara yang bisa digunakan, dan Anda bisa pilih salah satunya, pertama Anda terlahir dari keluarga kaya sehingga secara otomatis Anda menjadi orang kaya, atau bila tidak pilihlah cara kedua yaitu nikahi orang kaya hingga Anda bisa ikut jadi kaya, tapi cara kedua ini biasanya membutuhkan modal wajah cantik dan ganteng, lalu bila kedua cara tersebut tak bisa dan bukan takdir Anda maka pakailah cara terakhir atau cara ketiga yaitu bekerja keras dibarengi berpikir cerdas, karena bekerja keras saja tidaklah cukup.

Cara ketiga inilah yang ditempuh oleh Zhang Xin wanita yang kini menjadi salah satu wanita terkaya di dunia asal Cina, siapa sangka seorang Zhang Xin yang dulunya hanya seorang biasa-biasa tapi kini menjadi orang yang luar biasa, bagaimana kisah selengkapnya mari kita simak bersama ceritanya yang dikutip ruanghati.com dari Vivanews berikut ini.
Namanya begitu populer di China. Namun siapa sangka, ratu properti ini masa kecilnya penuh dengan kesengsaraan. Zhang Xin, sang ratu properti, menghabiskan masa kecilnya di lantai lima, rumah susun di pinggiran Beijing. Makan nasi ransum dengan mangkuk besi bersama anak-anak pekerja keras China yang lain.

Saat remaja, ia sempat menjadi buruh pabrik di Hong Kong. Bekerja 12 jam dengan shift. Saat kerja inilah, sedikit demi sedit, Zhang bisa mengumpulkan uang. Pada usia 20, Zhang telah memiliki uang cukup, dan memutuskan hijrah ke Inggris. Dia mendapatkan bea siswa di Sussex. Kemudian, dia melanjutkan di Cambridge untuk menyelesaikan gelar master.

Kini, dua dekade setelah dia bekerja keras, Zhang bisa menatap dari lantai atas salah satu bangunan paling bergaya dan bergengsi di Beijing. Itulah bangunan miliknya, yang dibangun dari keringatnya sendiri. Zhang pun menjadi salah satu wanita terkaya dunia.

Baru-baru ini majalah Forbes menurunkan profil 10 perempuan miliarder dunia yang kekayaannya dari keringat sendiri. Bukan warisan maupun hibah. Salah satunya Zhang, yang memiliki kekayaan US$2 miliar atau sekitar Rp18 triliun.
Di bawah bendera SOHO, Zhang berhasil membangun kerajaan bisnis properti bersama suaminya. Dia berhasil mengubah cakrawala dari rumah beton kotor yang ia tinggali hingga 1970, menjadi gedung yang indah dan futuristik. “Pembangunan ini bertahap dan begitu lama,” kata dia kepada The Sunday Telegraph.
“Saya teringat ketika kami sedang berjuang membayar gaji dan tagihan. Bagaimana pun perusahaan harus terus bergerak meskipun dengan utang. Dengan kontrol biaya yang ketat, kami pun secara bertahap bisa mendapat keuntungan.” Meski telah sukses, dia tidak mau memamerkan kekayaannya. Penampilannya sangat sederhana. Bila menggunakan make up, tidak begitu kentara. Begitu juga dengan perhiasan, juga tidak berlebih.

Ditanya mobil apa yang dia pakai, dia ragu-ragu. Namun akhirnya menjawab. “Oh, itu Lexus. Saya tidak tahu modelnya.” Bahkan dengan triliunan rupiah kekayaan yang ia punya, Zhang tetap mempertahankan sikap hemat. Bila menggunakan pesawat, dia akan menolak menggunakan kelas satu. Padahal bagi dia, sangat mudah terbang ke mana pun dengan tiket paling mahal sekali pun.

“Ini bukan soal keterjangkauan, ini tentang hati nurani,” katanya. “Kelas bisnis ini sudah cukup nyaman.” Zhang yang sekarang berusia 45, lahir di China. Tumbuh dewasa selama paruh kedua dari Revolusi Kebudayaan (1966-1976). Dia merupakan putri generasi ketiga imigran Tionghoa yang pindah ke Burma dan kembali lagi ke Beijing pada 1950. Keluarga ini tinggal di sebuah bangunan utilitarian. Ibunya bekerja sebagai penerjemah resmi membantu menyebarluaskan pernyataan Deng Xiaoping dan Zhou Enlai. Saat sekolah, setiap siang Zhang pulang untuk makan nasi ransum dari kantin gedung itu.

“Hanya ada tiga jenis makanan, semua cukup buruk,” kenang dia. “Kami masing-masing memegang mangkuk nasi dan dibawa ke kantin. Petugas membagikan makanan dari wadah yang sangat besar,” kata dia sambil menunjuk foto pekerja konstruksi yang sedang mengantre makan di salah satu proyek bangunannya. “Rasanya seperti itu, hanya jauh lebih buruk.”
Saat itu, Zhang mengatakan, Beijing adalah kota muram. “Bangunan-bangunan itu kelabu, semua orang berpakaian abu-abu. Kami tidak pernah melihat langit. Tidak ada gagasan dari langit biru untuk sebuah kemakmuran,” katanya. “Semua orang berpakaian sama, makan sama, perbedaan antara satu orang dengan lain sangat kecil. Mungkin sama seperti perbedaan satu rambut dengan rambut lain di kepala Anda,” ujar Zhang.
Bekerja sebagai buruh pabrik di Hong Kong baginya tidak jauh lebih baik. “Itu mengerikan,” katanya. Setelah “melarikan diri” ke Inggris, pintu Zhang mulai terbuka. Dengan gelar master ekonomi pembangunan di tangannya, ia mendapat pekerjaan pertamanya di Goldman Sachs.
Pada 1994 ia kembali ke China, tergoda seperti ekspatriat lainnya yang terpikat oleh tawaran zona ekonomi khusus dan reformasi ekonomi. Seorang teman menyarankan Zhang memulai bisnis properti. Pan Shiyi namanya. Dia yang datang dari keluarga lebih miskin dari Zhang, memandang masa depan bisnis properti sangat bagus.

Empat hari kemudian, Pan mengusulkan semua ide kepada perempuan itu. Lalu mereka mendirikan SOHO. Bersama Pan yang kemudian menjadi suaminya, Zhang memulai bisnisnya pada 2007. Perusahaan ini sempat kolaps dengan utang US$1,65 miliar, namun kemudian sedikit demi sedikit utangnya bisa direstrukturisasi.


tidak penting latar belakang Anda dulu dan saat ini apa, tidak penting berapa banyak bekal dan modal Anda, tapi yang lebih penting adalah kemana visi dan tujuan Anda jangka panjang yang ingin Anda raih dan capai, karena siapapun Anda, setiap orang punya kesempatan untuk bisa berhasil dan sukses, hanya untuk itu semua dari kita musti membayarnya dengan proses yaitu kerja keras dibarengi dengan kerja pintar dan bantuan Tuhan



11 November 2010

3K


Kebanyakan manusia cukup puas hanya dengan 3K kelahiran - kehidupan - dan kematian. Hingga akhirnya yang tertinggal hanya 3 baris di batu nisannya : Si X, lahir tanggal sekian, meninggal tanggal sekian.





Inginkah kita menjalani hidup apa adanya seperti ini? Seperti apa Anda mengukir sejarah? Ada 3 hal yang bisa membedakan Anda dengan kebanyakan orang dalammengukir sejarah, yaitu... Kemauan, Keilmuan dan Kesempatan.

  • Kemauan : Kemauan menjadi kata kunci yang paling penting dalam menentukan sejarah hidup kita.Anda mau menjadi apa? Seperti apa? dan di mana? Tentunya hanya Anda yang paling mengetahuinya! Cobalah untuk mencatat semuanya. Baik itu melalui memori, diary, atau melalui selembar kertas sekali pun! Anda pasti punya kemauan! Jangan pernah katakan Anda tidak punya kemauan. Hidup itu terlalu pendek. Kalau kita sudah mati, kita tidak bisa punya kemauan
  • Keilmuan: Percaya, segala sesuatu itu pasti ada ilmunya! Jika kita punya kemauan dan memiliki ilmunya, maka segala usaha akan tercapai dengan lebih baik. Itu sebabnya kita harus mau belajar dan belajar. Kita bisa belajar dimana saja, kapan saja, dan dengan siapa saja. Ingat, tidak pernah ada kata terlambat untuk belajar, mengenal memahami, dan mengamalkan sesuatu hal yang bermanfaat bagi kehidupan Anda, dan mungkin juga untuk orang lain.
  • Kesempatan : Jika kemauan ada, keilmuan ada, maka tinggal kesempatanlah yang memutuskan apakah Anda bisa mengukir sejarah dengan baik atau tidak, Kesempatan ini bisa datang dari mana saja, tergantung kecekatan kita dalam memanfaatkan setiap peluang yang ada. Kita tahu, seringkali kesempatan itu hadir, tapi kita tidak mampu memanfaatkannya dengan benar, karena keilmuannya kurang, meski keinginan kita itu sebenarnya sudah besar.
Jika ini terjadi, tidak jarang orang menyesal dan kadang menjadi berfikir bahwa nasib selalu tidak berpihak padanya. Sebenarnya tidak demikian! Dia hanya tidak tahu bagaimana cara menyatukan 3K! Yaitu kemauan, keilmuan dan kesempatan!

Padukan antara kemauan, keilmuan dan kesempatan. Jika kemauan sudah ada, keilmuan sudah ada, maka kesempatan itu sebenarnya bisa dicari dan diupayakan!
Dan percaya... ketika ketiga unsur ini berpadu dalam diri Anda, maka sejarah kebesaran tentang Anda telah dimulai...

Sumber : Anne Ahira

Gadis Kecil dan Bintang Laut (arti pahlawan)



Setiap menjelang fajar menyingsing, gadis kecil itu pergi ke pantai. Ia memungut bintang laut yang terdampar di pantai dan melemparnya kembali ke laut. Bintang-bintang laut yang terdampar bertebaran di pantai. Jika bintang-bintang laut itu tidak bisa kembali ke air saat matahari terbit, mereka akan mati.

Gadis kecil itu terus menyusuri pantai, memungut bintang laut yang terdampar, lalu melemparnya ke dalam air. Kaki-kaki kecil gadis itu menciptakan jejak-jejak di pasir. Tapi jejak-jejak itu tidak pernah bertahan lama. Ombak yang datang kemudian akan segera menghapusnya.

Pagi itu, di pantai yang sama, berdiri seorang kakek tua yang berada di senja hidupnya. Ia memandangi ombak yang menghapus jejak di pasir sembari memikirkan apa saja yang sudah ia lakukan sepanjang hidupnya.

Sementara itu, gadis kecil yang memungut dan melempar bintang laut ke air, tiba di dekat kakek tua itu. Keringat telah meleleh di kening dan tepi pipi gadis kecil.

“Pantai ini membentang hingga jauh sekali, dan ada ribuan bintang laut terdampar,” ujar Si Kakek. “Bagaimana yang kau lakukan ini bisa menghasilkan sesuatu yang berarti, Anakku?”

“Akan ada artinya bagi yang satu ini, Kakek,” seru gadis kecil sambil melempar seekor bintang laut di tangannya ke dalam air.

Angin pagi di pantai itu tersenyum pada bintang laut yang berenang-renang, dan membelai lembut untaian rambut gadis kecil yang bergoyang-goyang.

(sumber :kumpulan cerita anak religi karya Wikan Satriati yang berjudul “Gadis Kecil Penjaga Bintang”)

Dalam cerita ini saya merenungkan kembali makna pahlawan dalam kehidupan kita sehari-hari. Ketika isu pahlawan nasional menghiasi seluruh stasiun televisi indonesia, dan ketika perdebatan kita sehari hari mencari kelayakan sejumlah tokoh untuk dihargai menjadi pahlawan nasional. Soekarno pernah berkata bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Apa dan Siapa Pahlawan itu ? Bisakah kita menjadi pahlawan ...?

Apakah gelar pahlawan memerlukan segudang kriteria yang harus diperdebatkan dalam panitia khusus di negara ini ? Ketika tokoh tersebut harus tercetak bsear dalam rubrik media massa dan elektronik ia harus dinyatakan seorang pahlawan ? Ku merenung dalam keheningan sepi tanpa sahabat yang bisa ku ajak berdebat akan perihal ini.

Seorang Ibu harus makan 1x sehari agar keluarganya bisa makan 3x sehari, seorang kuli kapal harus mengangkut beban yang berat di sekitar pelabuhan agar beban keluarganya ringan. Seoarang kakak tidak sekolah agar adik kecilnya bisa sekolah. Seorang hansip berjaga malam menahan kantuk agar perumahan itu aman dari pencurian walau ia tidak mengenal siapa warga perumahan tersebut dan sebaliknya.

Pahlawan adalah tidak jemu tawarkan kebaikan walau ia tidak mengenal siapa yang berikan kebaikan dan terlupakan oleh mereka ia berikan kebaikan. Ia tidak pernah dihargai, dikenal tetapi ia ada untuk setiap mereka yang membutuhkan walau kebaikan itu perkara kecil dan sederhana atau pengorbanan itu besar dan tak terhitung.

Selamat Hari Pahlawan ...

04 Oktober 2010

Tuhan berikan yang kubutuhkan



aku meminta kekuatan dan Tuhan memberiku kesukaran untuk membuatku kuat
aku meminta kebijaksanaan dan Tuhan memberiku masalah untuk diselesaikan
aku meminta keberanian dan Tuhan memberiku rintangan untuk diatasi
aku meminta kemakmuran dan Tuhan memberiku otak dan otot untuk berkerja
aku meminta kasih dan Tuhan memberiku orang-orang untuk dilayani

aku tidak menerima itu semua yang aku minta, tetapi aku menerima segala yang aku butuhkan, hiduplah tanpa rasa takut, hadapilah segala rintangan. Ketahuilah, bersama Tuhan Yesus kita mampu mengatasi semua itu ...

bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu ? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, kemana pun engkau pergi
(Yosua 1:9)


03 Oktober 2010

Tuhan Menjawab Doaku


aku meminta kepada Tuhan untuk menyingkirkan penderitaanku.Tuhan menjawab, TIDAK itu bukan KUsingkirkan, tetapi agar kau mengalahkannya.

aku meminta kepada Tuhan untuk menyembuhkan kecacatanku. Tuhan menjawab, TIDAK. Jiwa adalah sempurna, badan hanyalah sementara.

aku meminta kepada Tuhan untuk menghadiahkanku kesabaran. Tuhan menjawab, TIDAK. Kesabaran adalah hasil dari kesulitan; itu tidak dihadiahkan, itu harus dipelajari.

aku meminta Tuhan untuk memberiku kebahagiaan, Tuhan menjawab TIDAK. AKU memberikan berkat, kebahagian tergantung padamu.

Aku meminta kepada Tuhan untuk menjauhkan penderitaan, Tuhan menjawab TIDAK. Penderitaan menjauhkanmu dari perhatian Duniawi dan membawamu mendekat padaKU.

aku meminta kepada Tuhan untuk menumbuhkan rohku, Tuhan menjawab TIDAK, kau harus menumbuhkannya sendiri, tetapi AKU akan memangkas untuk membuatmu berbuah.

aku meminta kepada Tuhan segala hal sehingga aku dapat menikmati hidup. Tuhan menjawab TIDAK, AKU akan memberimu hidup, sehingga kau dapat menikmati segala hal.

Aku meminta kepada Tuhan untuk membantuku mengasihi orang lain seperti aku mengasihi diriku sendiri. Tuhan menjawab ....

Anakku, akhirnya kau mengerti....
Hari ini milikmu, jangan di sia-siakan

29 September 2010

Meletuskan Ide Ide Hebat


Ide besar yang bermanfaat memang hebat! Mungkin kita pernah lihat teman atau senior kita yang punya ide seperti itu. Bagaimana dengan kita? Susah nggak sih memunculkan gagasan-gagasan kreatif yang hebat?

Memang kita nggak pernah diajari bagaimana memunculkan ide-ide, karena itu kita merasakan pekerjaan ini sebagai pekerjaan berat. Kebanyakan kita berpikir bahwa kemampuan menumbuhkan gagasan itu karena adanya bakat sejak lahir, bukan karena belajar. Dan anggapan itu kita biarkan saja.

Ada juga orang yang berpendapat bahwa gagasan-gagasan muncul begitu saja dalam pikiran manusia. Mungkin saja pendapat tersebut betul, tetapi kita tidak dapat mengandalkan faktor kebetulan saja.

Hal-hal di atas merupakan penghalang yang kita ciptakan bagi diri kita sendiri dan kita biarkan begitu saja sehingga penghalang-penghalang tersebut merintangi kebenaran, yaitu bahwa kita sebetulnya dapat memunculkan ide-ide besar.

Pada dasarnya, jika kita diberi bakat untuk memahami proses dan teknik memunculkan ide akan lebih mudah bagi kita untuk benar-benar memunculkannya. Kita harus tanamkan dalam diri kita bagaimana cara untuk dapat memunculkan gagasan-gagasan baru dan hebat sewaktu-waktu kita memerlukannya. Proses untuk menumbuhkan gagasan-gagasan baru bersifat aktif bukan reaktif. Nah, di bawah ini ada cara-cara yang bisa membantu Anda melahirkan ide-ide segar. Ikuti saja!

Memahami Persoalan
Pertanyaan dasar yang harus dapat kita jawab adalah: ”Mengapa kita perlu memunculkan gagasan-gagasan baru yang hebat?” Jawabannya pastilah untuk memenuhi kebutuhan kita dalam memecahkan persoalan. Kebutuhan adalah induk penemuan, sedangkan kesulitan yang sering kita temui adalah sering kali tanpa sadar kita mengejar permasalahan yang salah dan berputar-putar sendiri. Sebetulnya yang kita perlukan adalah pemahaman yang sangat jernih mengenai apa yang menjadi masalah sesungguhnya.

Rumuskan situasi sekarang dan tujuan yang ingin dicapai
Hal yang sangat penting sebelum kita mulai menyelesaikan suatu masalah adalah kita perlu memahami dengan jelas di mana posisi kita saat itu. Setelah itu, kita baru membuat garis besar permasalahan yang sedang kita hadapi seperti: latar belakang masalah, kebutuhan organisasi, sumber-sumber lain yang tersedia dan tidak tersedia. Kemudian kembangkanlah konsep/garis besar tersebut, dengan tujuan untuk lebih memahami permasalahan.
Setelah jelas, tetapkanlah sasaran yang ingin dicapai dan pastikan bahwa sasaran tersebut dapat diukur. Misalnya kita diharuskan untuk dapat memecahkan permasalahan yang timbul dalam bidang rekruitmen. Yang diharapkan dari kita adalah menarik siswa baru masuk ke sie kegiatan kita, dengan persentase sebesar 10% dari tahun sebelumnya.

Kenali celah-celah dan inti masalahnya
Setelah langkah di atas, maka kita dapat mengidentifikasi celah-celah antara kondisi saat ini dan kondisi yang diharapkan. Selanjutnya buatlah daftar bagian-bagian yang ada dan persoalan yang mungkin akan timbul, kemudian tanyakan kepada masing-masing apakah ada masalah atau tidak. Kemudian analisislah hasilnya.

Lakukan penelitian dan analisis SWOT
Penelitian bertujuan untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan, bisa dilakukan dengan membaca kasus-kasus yang serupa atau melakukan tanya jawab kepada orang-orang yang bersangkutan. Cara lain adalah dengan melakukan analisis strengths (kekuatan), weaknesses (kelemahan), opportunities (kesempatan) and threats (ancaman), atau lebih dikenal dengan analisis SWOT

Membangun Kreativitas Sendiri
Setiap orang memiliki kreativitas dalam dirinya. Sejumlah orang yang tidak menganggap dirinya kreatif, dapat terkejut sendiri melihat betapa dirinya kreatif ketika kesempatan yang tepat datang di depan mata. Ada banyak cara untuk menempatkan diri agar kesempatan itu muncul.

Amati sesuatu yang dikenal
Amatilah sesuatu itu selama kurang lebih 10 menit, dan gambarkan kembali apa yang kita ingat. Tujuannya adalah untuk melatih dan mempertajam ingatan kita. Sebenarnya nggak hanya penglihatan saja. Semua indera dapat membantu kita dalam membangun kreativitas, karena baik indera penglihatan, pendengaran, penciuman, pengecapan maupun peraba memperoleh berbagai masukan sepanjang hari. Membangun kreativitas berarti mempertajam pikiran, dan itu berarti meningkatkan kepekaan penginderaan kita.

Jangan menunda pekerjaan sampai dengan menjelang batas waktu
Salah satu hal yang menakjubkan adalah bahwa kita dapat memerintahkan otak untuk bekerja secara autopilot. Apabila kita memberinya gagasan-gagasan dasar dan sejumlah rangsangan yang cocok, akhirnya otak akan memunculkan gagasan-gagasan yang dapat diteruskan. Namun ada kecenderungan, apabila dihadapkan pada persoalan, kita akan menunda sampai menit terakhir, dengan alasan bahwa otak akan bekerja lebih baik kalau terdesak. Itu memang ada benarnya, karena ketegangan batas waktu mampu mempersatukan pikiran dengan baik. Tetapi kita tidak memberikan kesempatan yang cukup kepada otak untuk menghasilkan pekerjaan yang optimal. Jika kita mengerjakan jauh hari sebelum batas waktu tidak berarti kita harus segera merampungkan, tetapi sekedar memberi masukan yang lebih baik kepada diri sendiri untuk menyadari dimensi-dimensi lain dari keadaan yang kita hadapi.

Ambillah sudut pandang orang lain
Artinya kita mencoba untuk menempatkan diri kita pada posisi orang lain, dengan tujuan untuk mengetahui reaksi seseorang atas tindakan yang kita ambil. Misalnya, ”Reaksi apa yang saya harapkan dari orang ini atas gagasan tersebut?” Kemudian telitilah apa yang diperlukan agar orang tersebut dapat memberikan reaksi yang kita inginkan. Bayangkanlah diri kita menduduki jabatannya dan amati gagasan tersebut. Camkanlah reaksi yang timbul dari diri kita dan berbuat sesuai dengan itu.

Memunculkan Ide-ide dalam Kelompok
Mengumpulkan orang bersama-sama untuk mencari ide-ide merupakan cara yang efektif, apabila ditangani dengan semestinya. Tapi pertemuan itu dapat juga menjadi penghamburan waktu bagi para peserta apabila tidak ditangani secara benar. Di bawah ini ada tips agar pemunculan ide secara kelompok dapat berjalan secara efektif.

Melaksanakan curah-gagasan
Curah-gagasan atau brainstorming memudahkan kita untuk mendapatkan banyak gagasan dengan cepat. Proses ini berlandaskan anggapan bahwa sekelompok orang yang bekerja bersama di bawah pimpinan yang baik, dapat memunculkan jauh lebih banyak ide dan kemungkinan daripada bekerja masing-masing. Keuntungan cara ini adalah berkurangnya hambatan di dalam kelompok dibandingkan dengan pertemuan yang lebih formal.

Membuat bahan penjelasan
Sebelum pertemuan brainstorming, beberapa hari sebelumnya para peserta harus mendapatkan bahan penjelasan, yang berisi informasi, antara lain: kapan pertemuan akan dilangsungkan, pokok pembicaraan, hasil akhir yang diminta, dan sebagainya.

Menggunakan pemandu dan rencana agar tetap pada jalur
Tujuan adanya pemandu adalah untuk mengarahkan dan mengendalikan pertemuan, juga untuk membantu para peserta mengembangkan gagasan-gagasan mereka. Tentunya, pemandu tersebut harus yang sudah berpengalaman. Dengan adanya rencana yang jelas, maka pemandu dapat mempersiapkan dengan baik, sehingga ia dapat mengetahui banyaknya waktu yang tersedia dan mampu membagi waktu dan akhirnya semuanya bisa berjalan lancar.

Tinggalkan tanggapan negatif
Jangan membiarkan pikiran-pikiran negatif muncul dipermukaan karena akan menjadi penghalang. Juga jangan membiarkan peserta yang satu menginjak atau membunuh gagasan orang lain, karena hanya akan merusak suasana dan menimbulkan permusuhan. Seseorang yang telah diperlakukan seperti itu, akan mundur dan tidak akan bersuara lagi, sehingga kehadirannya jadi tidak berarti, atau yang lebih buruk, akan menjadi agresif dan mencari peluang untuk balas dendam.

Doronglah agar semua ikut berperan serta
Dalam acara brainstorming, adalah penting untuk menjaga agar setiap peserta ikut berperan, bukan hanya menjadi pengamat. Penjagaan ini merupakan tugas pemandu. Jika ada peserta yang hanya berdiam diri, maka ia harus didorong untuk memberikan sumbangan. Jika ada peserta yang terlalu aktif, maka ia harus pula dikendalikan agar tidak sampai memaksakan ego atau pendapatnya. Pemandu harus tetap dapat mengendalikan sidang.

Belajarlah untuk mendengarkan (Learning To Listen)
Terkadang sulit bagi kita untuk menjadi pendengar yang baik, bisa dikarenakan orang tersebut memang menyebalkan atau hal yang diceritakan kurang menarik. Selain alasan-alasan itu, sebenarnya mendengarkan adalah suatu kegiatan yang harus dilakukan secara aktif. Keuntungan dari mendengar ialah perhatian kita akan lebih terarah ke masalah yang sedang dihadapi dan kita akan mendapatkan lebih banyak informasi.

Ringkaskan, musyawarahkan dan bagilah tugas
Usahakanlah untuk menyelesaikan satu masalah hanya dalam satu kali pertemuan saja, tidak efektif untuk melanjutkan atau memulai lagi pada hari-hari berikutnya karena mungkin akan timbul masalah-masalah sampingan. Jika selama pertemuan, bahan-bahan bermutu yang diperlukan telah terkumpul, tujuan/sasaran telah tercapai maka buatlah suatu ringkasan akhir, dapatkan kata mufakat dari semua peserta dan lakukan pembagian tugas secara merata.

Itu tadi tiga cara untuk menimbulkan gagasan hebat, pertama, Anda perlu memahami persoalan, kedua, Anda perlu belajar membangun kreativitasmu sendiri, dan ketiga, Anda perlu mencurahkan pikiranmu bersama teman-teman yang lain. Nah, silakan letuskan ide-ide hebat Anda. (*)

28 September 2010

MENEMBUS KETERBATASAN



Kutu anjing adalah binatang yang mampu melompat 300 kali tinggi tubuhnya.Namun, apa yang terjadi.....bila ia dimasukan ke dalam sebuah kotak korek api kosong lalu dibiarkan disana selama satu hingga dua minggu? Hasilnya, kutu itu sekarang hanya mampu melompat setinggi kotak korek api saja! Kemampuannya melompat 300 kali tinggi tubuhnya tiba-tiba hilang!!!
Ini yang terjadi. Ketika kutu itu berada di dalam kotak korek api ia mencoba melompat tinggi. Tapi ia terbentur dinding kotak korek api. Ia mencoba lagi dan terbentur lagi. Terus begitu sehingga ia mulai ragu akan kemampuannya sendiri.

Ia mulai berpikir, "Sepertinya kemampuan saya melompat memang hanya segini." Kemudian loncatannya disesuaikan dengan tinggi kotak korek api. Aman. Dia tidak membentur. Saat itulah dia menjadi sangat yakin, "Nah benar kan ? Kemampuan saya memang cuma segini. Inilah saya!"

Ketika kutu itu sudah dikeluarkan dari kotak korek api, dia masih terus merasa bahwa batas kemampuan lompatnya hanya setinggi kotak korek api. Sang kutu pun hidup seperti itu hingga akhir hayat. Kemampuan yang sesungguhnya tidak tampak. Kehidupannya telah dibatasi oleh lingkungannya.

Sesungguhnya di dalam diri kita juga banyak kotak korek api. Misalnya anda memiliki atasan yang tidak memiliki kepemimpinan memadai. Dia tipe orang yang selalu takut tersaingi bawahannya, sehingga dia sengaja menghambat perkembangan karir kita. Ketika anda mencoba melompat tinggi, dia tidak pernah memuji, bahkan justru tersinggung. Dia adalah contoh kotak korek api yang bisa mengkerdilkan anda.

Teman kerja juga bisa jadi kotak korek api. Coba ingat, ketika dia bicara begini, "Ngapain sih kamu kerja keras seperti itu, kamu nggak bakalan dipromosikan, kok." Ingat! Mereka adalah kotak korek api. Mereka bisa menghambat perkembangan potensi diri Anda.

Korek api juga bisa berbentuk kondisi tubuh yang kurang sempurna, tingkat pendidikan yang rendah, kemiskinan, usia dan lain sebagianya. Bila semua itu menjadi kotak korek api maka akan menghambat prestasi dan kemampuan anda yang sesungguhnya tidak tercermin dalam aktivitas sehari-hari.

Bila potensi anda yang sesungguhnya ingin muncul, anda harus take action untuk menembus kotak korek api itu. Lihatlah Ucok Baba, dengan tinggi tubuh yang di bawah rata-rata ia mampu menjadi presenter di televisi. Andapun pasti kenal Helen Keller. Dengan mata yang buta, tuli dan "gagu" dia mampu lulus dari Harvard University . Bill Gates tidak menyelesaikan pendidikan sarjananya, namun mampu menjadi "raja" komputer. Andre Wongso, tidak menamatkan sekolah dasar namun mampu menjadi motivator nomor satu di Indonesia .

Contoh lain Meneg BUMN, Bapak Sugiharto, yang pernah menjadi seorang pengasong, tukang parkir dan kuli di Pelabuhan. Kemiskinan tidak menghambatnya untuk terus maju. Bahkan sebelum menjadi menteri beliau pernah menjadi eksekutif di salah satu perusahaan ternama.
Begitu pula dengan Nelson Mandela. Ia menjadi presiden Afrika Selatan setelah usianya lewat 65 tahun. Kolonel Sanders sukses membangun jaringan restoran fast food ketika usianya sudah lebih dari 62 tahun.

Nah, bila anda masih terkungkung dengan kotak korek api, pada hakekatnya anda masih terjajah. Orang-orang seperti Ucok Baba, Helen Keller, Andre Wongso, Sugiharto, Bill Gates dan Nelson Mandela adalah orang yang mampu menembus kungkungan kotak korek api. Merekalah contoh sosok orang yang merdeka, sehingga mampu menembus berbagai keterbatasan.

"You gain strength, courage and confidence by every experience in which you really stop to look fear in the face. You are able to say to yourself, 'I have lived through this horror. I can take the next thing that comes along.' You must do the thing you think you cannot do."
--Eleanor Roosevelt (1884 - 1962)

26 Juli 2010

LEPASKAN


Suatu hari ada seekor keledai milik seorang petani yang jatuh ke dalam sumur yang dalam dan kering. Binatang tersebut menangis dengan nyaring selama beberapa jam sementara itu sang petani tersebut mencoba mencarikan jalan keluarnya. Akhirnya, dia memutuskan bahwa keledai itu sudah terlalu tua, sumur itu juga perlu ditutup, dan menolong keledai tersebut merupakan suatu usaha yang sia-sia belaka. Sehingga dia mengundang tetangganya untuk datang ke lokasi guna membantunya mengubur keledai tersebut di dalam sumur untuk menghentikan kesengsaraannya.

Mereka semuanya memegang sekop dan mulai menimbunkan tanah ke dalam sumur. Pada awalnya, keledai tersebut menyadari apa yang sedang terjadi dan lagi-lagi menangis dengan begitu memilukan. Tidaklama kemudian, semua orang menjadi tercengang karena keledai tersebut tiba-tiba diam. Setelah beberapa sekop kemudian, petani tersebut melongok ke dalam sumur dan begitu terpana atas apa yang dilihatnya. Keledai tersebut melakukan suatu hal yang memukau atas setiap sekop tanah yang menimpa punggungnya. Keledai tersebut melepaskannya dengan menggoyangkan badannya dan lalu melangkah naik ke atas tanah yang telah jatuh tersebut !


Setiap kali mereka menjatuhkan tanah ke atas binatang tersebut, ia akan melepaskannya dan melangkah ke atasnya. Tidak lama kemudian, semua orang terperangah begitu sang keledai memenangkan perjuangan tersebut dengan melangkahi tepi sumur dan meloncat keluar !

Seperti keledai tersebut, kehidupan ini juga akan senantiasa membuat tubuhmu kotor juga, segala macam kotoran. Cara untuk keluar dari sumur tersebut adalah melepaskannya sambil melangkah naik ke atas. Setiap kemunduran adalah seperti kotoran yang dilemparkan ke atas punggung kita. Setiap kesulitan yang kita hadapi merupakan suatu batu loncatan. Kita hanya dapat keluar dari sumur yang paling dalam sekalipun hanya dengan tanpa berhenti, dengan tanpa putus asa ! Lepaskan dan melangkah ke atas !

Apa yang sepertinya akan menimbun keledai tersebut sebenarnya merupakan suatu berkah baginya, dengan cara yang dia gunakan untuk mengatasi kemalangannya. Ini merupakan suatu kunci misteri kehidupan ini. Jika kita menghadapi masalah, tanggapilah secara positif dan jangan menjadi panik serta terlarut dalam kegetiran, kemalangan yang akan membenamkan kita biasanya di dalamnya terdapat potensi yang dapat bermanfaat dan memberikan berkah buat kita !

Semuanya tergantung pada kita sendiri agar selalu ingat untuk mengembangkan kemampuan diri kita guna memaafkan, melupakan, dan melangkah terus pada tujuan kita. Kita harus terus mengembangkan keyakinan, harapan, dan kemampuan kita untuk mengasihi tanpa syarat apapun. Ini merupakan peralatan yang akan membantu kita "melepaskannya dan melangkah ke atas" keluar dari sumur-sumur di mana akhirnya kita akan menemukan jati diri kita.

















LEPASKAN KESEDIHANMU !!

BEBASKAN DIRIMU !!

06 Juli 2010

Kenapa Fokus Dan Kinerja Karyawan berkurang (Safety Focus)


NASA mempublikasikan sebuah studi tentang salah satu peyebab berkurangnya kemampuan fokus dan kinerja karyawan.

Dalam majalah EHS Magazine, dikutip sebuah Studi NASA terhadap kinerja para operator telegraph key yang menunjukkan beberapa hasil yaitu:





  • Pada suhu 26 C, para operator membuat kesalahan 5 kali dalam satu jam dan 19 kesalahan setelah 3 jam
  • Pada suhu 32C, para operator membuat 9 kesalahan per jam dan 27 kesalahan setelah 3 jam
  • Pada suhu 35 C, para operator membuat 60 kesalahan per jam dan 138 kesalahan setelah 3 jam

Walaupun kesalahan kesalahan operator tersebut tidak terlalu signifikan, namun lingkungan kerja degan suhu panas tadi akan menghasilkan kesalahan yang setara dengan jenis pekerjaan sejenis.

Studi lain dihasilkan juga oleh Gopinthan et al2, mengenai efek dehidrasi terhadap mental dan pengambilan keputusan yang berujung ada peningkatan angka kecelakaan kerja. Dinyatakan dalam studi tersebut bahwa dehidrasi pada angka 2% saja sudah dapat menyebabkan penurunan fungsi dan kuantitas pada berat tubuh, penglihatan, ingatan jangka pendek, konsentrasi, dan kemampuan berhitung . Bahkan pada angka 4 % dehdrasi, dapat mengurangi sebanyak 23 % reaksi tubuh ketika bekerja.

Pada suhu 35 C, tubuh membebaskan suhu panas melalui pengeluaran keringat yang berasal dari pemompaan 48% darah di dalam tubuh menuju kulit. Kondisi tersebutlah yang menyebabkan dehidrasi dan pengurangan asupan darah hingga setengahnya menuju organ tubuh, otot dan otak yang pada akhirnya menjadi penyebab pula dari beberapa kondisi seperti vertigo, berkurangnya kemampuan fokus dan kinerja, tubuh menjadi lemah, sakit kepala, sakit pada organ tubuh, hingga hilangnya kesadaran.

Tampaknya berbagai upaya seperti menyediakan asupan air ntuk karyawan dan menyediakan kondisi sejuk bagi karyawan melalui ruangan yang sejuk hingga penyediaan pakaian yang dapat mengatasi suhu panas, dan pelatihan ntuk mencegah dan mengatasi dehidrasi, menjadi sangat penting untuk mencegah terjadinya dehidrasi yang menyebabkan fokus dan kinerja karyawan berkurang.

Anda punya cara lain untuk mencegah dehidrasi tersebut ?. Info dan pengalaman Anda akan sangat berharga bagi rekan rekan lainnya



sumber : http://www.lorco.co.id/dehidrasi.html

01 Juli 2010

MANAJEMEN PENGETAHUAN

Sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas merupakan faktor penting bagi perusahaan baik yang bergerak di bidang jasa maupun non jasa. Apalagi dengan kondisi seperti sekarang ini, dimana persaingan bisnis yang kian menajam menyadarkan orang bahwa pengetahuan menjadi faktor penting dalam menciptakan keunggulan dibandingkan aset finansial/modal uang. Oleh karena itu, berbagai bidang kegiatan di Indonesia saat ini menghadapi tuntutan untuk melaksanakan manajemen pengetahuan agar tetap dapat bertahan

Konsep manajemen pengetahuan ini meliputi pengelolaan sumber daya manusia (SDM) dan teknologi informasi (TI) dalam tujuannya untuk mencapai organisasi perusahaan yang semakin baik sehingga mampu memenangkan persaingan bisnis. Perkembangan teknologi informasi memang memainkan peranan yang penting dalam konsep manajemen pengetahuan. Hampir semua aktivitas kehidupan manusia akan diwarnai oleh penguasaan teknologi informasi, sehingga jika berbicara mengenai manajemen pengetahuan tidak lepas dari pengelolaan

Dalam rangka mencapai tujuan tersebut diperlukan adanya SDM yang memiliki Pengetahuan (Knowledge), Gagasan (Idea), Keahlian (Skill) serta Pengalaman (Experience) untuk dapat membentuk SDM yang superior yang menjadi aset penting bagi perusahaan. Keempat unsur tersebut di atas merupakan modal yang tidak akan habis/hilang begitu saja. Berbeda dengan unsur finansial yang akan habis jika tidak dikelola baik dengan menggunakan keempat unsur tersebut. Kemauan untuk belajar, bertanya, mencoba, mengemukan ide/ pedan menumbuhkan rasa percaya diri kita. Jadi, keempat unsur tersebut pada dasarnya saling berhubungan satu sama lain dimana intinya adalah peningkatan informasi.


Komponen selanjutnya dalam penerapkan manajemen pengetahuan ini adalah Teknologi Informasi. Bagi banyak perusahaan terkemuka, TI telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dan merupakan infrastruktur yang penting bagi perusahaan itu dalam memberikan nilai tambah atau keuntungan kompetitif. Kebutuhan bisnis yang kian meningkat seperti tuntutan untuk meningkatkan produktivitas, meningkatkan efisiensi, mempercepat penyampaian produk atau layanan ke pasar, dan meningkatkan layanan kepada pelanggan.

Sebagai contoh, untuk mengelola pengetahuan dapat dimulai dari pengelolaan dokumen perusahaan. Penerapan konsep pengelolaan dokumen secara elektronis akan sangat membantu dalam distribusi, penelusuran, pegontrolan serta pengarsipan dokumen yang ada di dalam suatu perusahaan. Di samping itu akan mencegah membengkaknya biaya penyimpanan fisik dokumen, lamanya pencarian kembali dokumen, serta duplikasi dokumen yang tidak perlu. Tentu saja untuk pengelolaan tersebut diperlukan perangkat lunak (software)

Masalah pokok yang kemudian timbul dalam mengelola pengetahuan adalah perilaku. Perilaku berkaitan dengan disiplin atau kebiasaan.

Masih banyak orang yang tidak mempraktekkan disiplin secara baik. Di tengah krisis yang melanda masyarakat kita, sangat diperlukan adanya manajemen pengetahuan masing-masing individunya untuk disiplin dalam semua aspek perilaku dan tindakan. Jadi, manajemen pengetahuan mungkin dapat juga di mulai dari Self Management atau Manajemen Diri.

Memang untuk disiplin diri sendiri harus dimulai dari kesadaran diri tiap manusia. Jika setiap orang dapat mengatur dengan baik manajemen diri itu maka lama-lama kesadaran disiplin itu sendiri akan tumbuh dan membudaya. Kesadaran masyarakat akan pentingnya kehidupan yang efektif dan efisien dapat dilakukan mulai dari hal-hal kecil, seperti budaya antri serta mematuhi rambu-rambu lalu lintas, menghemat pemakaian peralatan kantotr, termasuk juga didalamnya menerapkan pemakaian kertas bekas maupun kertas buram

Ringkasnya, Inti dari Manajemen Pengetahuan adalah peningkatan informasi dan pengetahuan organisasi secara sistematis untuk meningkatkan efektivitas perusahaan. Dengan didukung oleh SDM yang berkualitas (Knowledge, Idea, Experience, Skill) serta teknologi yang tepat guna ditambah dengan Budaya (Culture) yang baik, maka peningkatan produktifitas (productivity), dan kecakapan/kemampuan (competence) akan tercapai sehingga tercipta perusahaan yang baik yang dapat memenangkan persaingan bisnis dalam dunia yang dinamis

sumber : unknown

30 Juni 2010

Bagaimana Tuhan berkerja ?


Ada sebuah suku pada bangsa Indian yang memiliki cara yang unik untuk mendewasakan anak laki-laki dari suku mereka.Jika seorang anak laki-laki tersebut dianggap sudah cukup umur untuk didewasakan, maka anak laki-laki tersebut akan di bawa pergi oleh seorang pria dewasa yang bukan sanak saudaranya, dengan mata tertutup.

Anak laki-laki tersebut di bawa jauh menuju hutan yang paling dalam.Ketika hari sudah menjadi sangat gelap, tutup mata anak tersebut akan dibuka,dan orang yang menghantarnya akan meninggalkannya sendirian. Ia akan dinyatakan lulus dan diterima sebagai pria dewasa dalam suku tersebut jika ia tidak berteriak atau menangis hingga malam berlalu. Malam begitu pekat, bahkan sang anak itu tidak dapat melihat telapak tangannya sendiri, begitu gelap dan ia begitu ketakutan. Hutan tersebut mengeluarkan suara-suara yang begitu menyeramkan, auman serigala,bunyi dahan bergemerisik, dan ia semakin ketakutan, tetapi ia harus diam, ia tidak boleh berteriak atau menangis, ia harus berusaha agar ia lulus dalam ujian tersebut.

Satu detik bagaikan berjam-jam, satu jam bagaikan bertahun-tahun, ia tidak dapat melelapkan matanya sedetikpun, keringat ketakutan mengucur deras dari tubuhnya. Cahaya pagi mulai tampak sedikit, ia begitu gembira, ia melihat sekelilingnya, dan kemudian ia menjadi begitu kaget, ketika ia mengetahui bahwa ayahnya berdiri tidak jauh dibelakang dirinya, dengan posisi siap menembakan anak panah, dengan golok terselip dipinggang, menjagai anaknya sepanjang malam, jikalau ada ular atau binatang buas lainnya, maka ia dengan segera akan melepaskan anak panahnya, sebelum binatang buas itu mendekati anaknya. sambil berdoa agar anaknya tidak berteriak atau menangis.

Dalam mengarungi kehidupan ini, sepertinya Tuhan "begitu kejam" melepaskan anak-anakNya kedalam dunia yang jahat ini. Terkadang kita tidak dapat melihat penyertaanNya, namun satu hal yang pasti Ia setia, Ia mengasihi kita, dan Ia selalu berjaga-jaga bagi kita.

10 Differences Between A Winner And A Loser


To help you and your team develop a winning mindset, here are ten differences between a winner and a loser which have helped countless high achievers stay ahead:








  1. A winner makes mistakes and says, “I was wrong”. A loser says, “It wasn’t my fault”.
  2. A winner credits his good luck for winning even though it wasn’t luck. A loser credits his bad luck for losing, but it wasn’t luck.
  3. A winner works harder than a loser and has more time. A loser is always ‘too busy’, too busy staying a failure.
  4. A winner goes through a problem and a loser goes around it.
  5. A winner shows he’s sorry by making up for it. A loser says he’s sorry but he does the same thing next time.
  6. A winner knows what to fight for and what to compromise on. A loser compromises on what he should not and fights for what isn’t worth fighting for. Every day is a battle for life and it is very important that we are fighting for the right things and not wasting our time with trivia.
  7. A winner says, “I’m good, but not as good as I ought to be”. A loser says, “Well, I’m not as bad as a lot of other people”. A winner looks up to where he is going. A loser looks down at those who’ve not yet achieved the position he has.
  8. A winner respects those who are superior to him and tries to learn from them. A loser resents those who are superior to him and tries to find fault.
  9. A winner is responsible for more than his job. A loser says, “I only work here”.
  10. A winner says, “There ought to be a better way of doing it”. A loser says, “Why change it - that’s the way it’s always been done”.
http://www.ldl.co.uk/uk-sales-marketing-consultants.htm

18 Juni 2010

BERANI !!


Apa sebenarnya kelemahan orang indonesia ?
Berikut ini adalah pandangan Ibu Sri Mulyani Idrawati yang saya kutip dari hasil wawancaranya dengan majalah Intisari di Kantor Menko Perekonomian yang dipublikasikan bulan September 2009. Ketika itu, beliau masih menjabat sebagai Pelaksana Tugas Menteri Koordinator Perekonomian Republik Indonesia dan Menteri Keuangan RI.
Orang Indonesia mudah disentuh, mudah dimotivasi, tapi lemah dalam delivery. Jadi niat itu gampang, tapi menghitungnya secara cermat, melaksanakan setiap tahap dengan seluruh upaya, mengambil resikonya, bahkan berkorban untuk itu, Indonesia lemah.
Mengapa?
Karena selama ini orang Indonesia dibesarkan oleh pendidikan yang tidak menghargai proses. Negara ini sangat didominasi oleh hasil. karena itu negara ini belum mampu menjadi negara industri. Satu dua jenius ada, tapi mereka membutuhkan sistem pendukung yang diisi oleh orang-orang yang berdedikasi terhadap proses. Makanya, reformasi saya (di Dep Keu) bukan untuk kelihatan keren di depan. Tapi lebih pada mengubah pola pikir.
Risiko dan takut berkorban dihadapi tidak saja oleh orang orang sekaliber Sri Mulyani. Kita semua menghadapinya setiap hari. Apakah kita termasuk tipikal orang indonesia yang dia maksud ? Andaikan kita mengangguk (walaupun dengan ragu) jangan jangan kelemahan kita hanya pada satu hal : BERANI
Berani bermimpi, tetapi beranikah kerja keras mengubah cita-cita menjadi fakta ? beranikah kita menghitung harga yang harus di bayar, berani mengambil risiko dan berani berkorban untuk itu.

sumber : intisari september 2009