Kedai kopi kini tidak hanya dijadikan sebagai tempat menikmati kopi namun juga mampu menjelma sebagai tempat ajang nongkrong sejumlah kalangan. Anak muda dan dewasa meramaikan sejumlah kedai kopi yang saat ini sedang menjamur di perkotaan.
Kedan kopi bahkan bisa menjadi basecamp berbagai komunitas di perkotaan. Inilah yang menjadi kelebihan kedai kopi. Daya tarik untuk mengunjunginya juga menjadi gaya hidup khususnya anak muda atau mahasiswa.
KADERISASI
Kaderisasi merupakan hal penting bagi sebuah organisasi, karena merupakan inti dari kelanjutan perjuangan organisasi ke depan. Tanpa kaderisasi, rasanya sangat sulit dibayangkan sebuah organisasi dapat bergerak dan melakukan tugas-tugas keorganisasiannya dengan baik dan dinamis. Fungsi dari kaderisasi adalah mempersiapkan calon-calon (embrio) yang siap melanjutkan tongkat estafet perjuangan sebuah organisasi. Kader suatu organisasi adalah orang yang telah dilatih dan dipersiapkan dengan berbagai keterampilan dan disiplin ilmu, sehingga dia memiliki kemampuan yang di atas rata-rata orang umum. Bung Hatta pernah menyatakan kaderisasi dalam kerangka kebangsaan, “Bahwa kaderisasi sama artinya dengan menanam bibit. Untuk menghasilkan pemimpin bangsa di masa depan, pemimpin pada masanya harus menanam.”
Bagi Bung Hatta, kaderisasi sama artinya dengan edukasi atau pendidikan. Pendidikan tidak harus selalu diartikan pendidikan formal, atau dalam istilah “sekolah-sekolahan” atau “meeting at class” , melainkan dalam pengertian luas. Salah satu tugas seorang pemimpin sebagai subyek kaderisasi adalah mendidik. Jadi, seorang pemimpin hendaklah seorang yang memiliki jiwa dan etos seorang pendidik. Memimpin berarti menyelami perasaan dan pikiran orang yang dipimpinnya serta memberi inspirasi dan membangun keberanian hati orang yang dipimpinnya agar mampu berkarya secara maksimal dalam lingkungan tugasnya. Sedangkan sebagai obyek dari proses kaderisasi, sejatinya seorang kader memiliki komitmen dan tanggung jawab untuk melanjutkan visi dan misi organisasi ke depan. Karena jatuh-bangunnya organisasi terletak pada sejauh mana komitmen dan keterlibatan mereka secara intens dalam dinamika organisasi, dan tanggung jawab mereka untuk melanjutkan perjuangan organisasi yang telah dirintis dan dilakukan oleh para pendahulu-pendahulunya.
DISKUSI & SHARING
Diskusi adalah sebuah interaksi komunikasi antara dua orang atau lebih. Biasanya komunikasi antara mereka tersebut berupa salah satu ilmu atau pengetahuan dasar yang akhirnya akan memberikan rasa pemahaman yang baik dan benar. Diskusi bisa berupa apa saja yang awalnya disebut topik. Dari topik inilah diskusi berkembang dan diperbincangkan yang pada akhirnya akan menghasilkan suatu pemahaman dari topik tersebut. Sharing atau berbagi adalah bentuk prilaku yang saling member dan menerima setiap beban dan berkat kepada semua personal yang terlibat dalam lingkaran emosi tersebut. Dalam sharing tercipta ikatan emosi dan batin yang tidak beli maupun di-utangkan, karena ikatan ini adalah ikatan sukarela karena adanya pengorbanan dalam mempertahankan hubungan.
NONGKRONG DI KEDAI KOPI
Dalam kedai kopi, tidak melibatkan aturan dialog yang formal seperti yang kita ikuti dalam seminar atau pelatihan di kelas. Di kedai kopi, aroma diskusinya adalah persamaan derajat walau subjek dan objek kaderisasi tersebut berasal dari kelas atau jabatan yang berbeda. Diskusi di kedai kopi menelanjangi watak pelaku dan pendengar sehingga terciptanya sharing atau care sesama tanpa ada judgement. Suasana santai terjalin dan kejujuran timbul dalam diskusi tersebut. Sejarah menyatakan, grup lawak WARKOP DKI ( alm. DONO, alm KASINO, dan INDRO) lahir dari sebuah kedai kopi dekat dengan stasiun PRAMPORS FM, ide lawak mereka yang ber-content Intelektual dan Kritis berasal dari bincang bincang kedai Kopi. Sejarah kemerdekaan Indonesia, yang di awali dengan pertemuan “rengas dengklok” adalah sebuah kedai tempat rutin berkumpulnya atau “base camp” para aktifis pemuda indonesia.
Dalam diskusi ciptakan bentuk mediasi, kedai kopi menyediakan suasana yang rileks dan sharing meng-eratkan ikatan batin. Ketiga faktor tersebut membidani sejumlah ide dan kreatifitas komunitas.



