13 November 2009

Indonesia Sebagai Lumbung Bioenergi Dunia


Sinly Evan Putra dan Ibrahim
Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Perkembangan penelitian di bidang bioenergi, bukanlah barang baru di dunia ini. Penjajakan peluang aplikasi bioenergi untuk di industrialisasi telah lama didengungkan, dan sekarang telah memasuki tahapan produksi secara massal dan siap di komersialisasikan. Diharapkan dalam beberapa tahun mendatang, bioenergi akan menjadi alternatif dan mampu bersaing dengan minyak dan gas bumi (migas) dalam mempertahankan ketahanan energi di dunia.

Indonesia dengan kekayaan alamnya yang melimpah, mempunyai potensi untuk menjadi lumbung bioenergi dunia. Potensi yang benar-benar tidak dapat diabaikan adalah tersedianya lahan yang luas untuk membudidayakan tanaman-tanaman yang potensial sebagai sumber bahan baku bioenergi. Disini yang dimaksud bioenergi sudah termasuk pemanfaatan biomassa, biodiesel, bioetanol, dan biogas sebagai sumber energi alternatif.

Biomassa
Biomassa merupakan bahan hayati yang biasanya dianggap sebagai sampah dan sering dimusnahkan dengan cara di bakar. Terkadang kita tidak tahu bahwa banyak hal yang bisa dimanfaatkan dari sisa-sisa makanan atau barang yang kita anggap sebagai sampah. Biomassa tersebut dapat diolah menjadi bioarang, yang merupakan bahan bakar yang memiliki nilai kalor yang cukup tinggi dan dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, saat ini sedang digencarkan pemanfaatan sampah sebagai bahan baku dalam teknologi biomassa untuk diolah sehingga dapat digunakan sebagai sumber energi. Atau batok kelapa sawit yang dijadikan briket yang saat ini pengembangannya mulai dilirik oleh para peneliti.

Biodiesel
Penelitian di bidang biodiesel sejauh ini terus berkembang dengan memanfaatkan beragam lemak nabati dan hewani untuk mendapatkan bahan bakar hayati (biofuel) dan dapat diperbaharui (renewable). Biodiesel merupakan bahan bakar yang memiliki sifat menyerupai minyak diesel/solar. Bahan bakar ini ramah lingkungan karena menghasilkan emisi gas buang yang jauh lebih baik dibandingkan dengan diesel/solar, yaitu bebas sulfur, bilangan asap (smoke number) yang rendah, memiliki cetane number yang lebih tinggi, pembakaran lebih sempurna, memiliki sifat pelumasan terhadap piston mesin dan dapat terurai (biodegradable) sehingga tidak menghasilkan racun (non toxic).

Pembuatan biodiesel dari minyak nabati dilakukan dengan mengkonversi trigliserida (komponen utama minyak nabati) menjadi metil ester asam lemak, dengan memanfaatkan katalis pada proses metanolisis/esterifikasi. Di Indonesia, potensi bahan baku biodiesel sangat melimpah. Saat ini Indonesia adalah negara penghasil minyak nabati terbesar di dunia, bahan baku minyak nabati meliputi asam lemak dari kelapa sawit, jarak pagar, kelapa, sirsak, srikaya, kapuk, dan alga.

Bioetanol
Untuk menganti premium, alternatifnya adalah gasohol (gasoline-alkohol) yang merupakan campuran antara bensin dan bioetanol. Bioetanol bersumber dari karbohidrat yang potensial sebagai bahan baku seperti jagung, ubi kayu, ubi jalar, sagu, dan tebu. Dari beberapa bahan baku tersebut, diketahui bahwa tanaman jagung merupakan pakan unggulan untuk bahan utama bioetanol karena selain dari segi ekonomis tergolong murah, jumlah hasil bioetanol yang dihasilkan jagung ternyata lebih besar diantara tanaman lain.

Setelah bahan baku diatas melalui proses fermentasi, dihasilkanlah etanol. Dan dari etanol dapat dibuat etanol 99,5% atau fuel grade ethanol yang bisa digunakan untuk campuran gasohol. Di dalam etanol, terdapat 35% oksigen yang dapat meningkatkan efisiensi pembakaran mesin dan juga meningkatkan angka oktan seperti zat aditif Methyl Tertiary Buthyl Ether (MTBE) dan Tetra Ethyl Lead (TEL). Selain itu, etanol juga bisa terurai sehingga dapat mengurangi emisi gas buang berbahaya.

Biogas
Peluang pengembangan bioenergi khususnya biogas, juga dimungkinkan untuk berkembang di Indonesia baik untuk aplikasi industri skala kecil dan menengah. Berbagai sampah organik dan limbah-limbah agroindustri merupakan bahan baku yang potensial untuk diolah menjadi biogas melalui pemanfaatan teknologi anaerobik. Pada prinsipnya, teknologi anaerobik adalah proses dekomposisi biomassa secara mikrobiologis dalam kondisi anaerobik (tanpa oksigen).

Secara garis besar bahan baku yang diperlukan adalah biomassa (residu mahluk hidup), mikroorganisme, dan air. Produk utama dari biogas ini adalah gas metana dan pupuk organik. Gas metana telah dikenal luas sebagai bahan baku ramah lingkungan, karena dapat terbakar sempurna sehingga tidak menghasilkan asap yang bepengaruh buruk terhadap kualitas udara. Karena sifatnya tersebut, gas metana merupakan gas yang bernilai ekonomis tinggi dan dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan mulai dari memasak, hingga penggerak turbin pembangkit listrik tenaga uap.

Penutup
Menilik pada potensi negara Indonesia yang besar terutama untuk ketersediaan bahan baku, sudah sepantasnya negara Indonesia berani memproklamirkan diri sebagai negara lumbung bioenergi dunia. Berbagai tantangan kedepannya dalam pengembangan bioenergi ini, terutama pada aspek modal/investasi, perangkat hukum, pengembangan teknologi, permasalahan hambatan sosial, dan keterbatasan pasar dan penguna, hendaknya menjadi komitmen dan tanggung jawab bersama pemerintah, masyarakat, dan pihak-pihak terkait untuk mencari solusinya. Diharapkan dalam beberapa dekade ke depan, Indonesia dapat menjadi macan dunia dalam bidang energi. Dalam mencapai harapan tersebut, harus disadari bahwa keberhasilan tidak datang dengan sendirinya, tetapi merupakan hasil kerja keras dari semua pihak/stakeholders.


05 November 2009

NOVEMBER RAIN

Sebuah Cerita Untuk Selembar Cinta
5 November 2009.. hujan turun deras di pukul 5 pagi ... udara begitu sejuk tapi tidak selaras dengan cuaca ruang jiwa ku yang sedang kelam menanti hari-hari itu... hujan terus turun dengan irama gerimis dan deras seoalah aliran tangis hati ku sendiri aku melamun dalam kamar ini, terbangun dari tidur ku dan sadar bahwa hari-hari itu semakin dekat ... tak satu pun yang tahu apa yang terjadi padaku nanti, tiada kawan atau lawan ku jadikan pendengar yang baik saat ini.. karena curahan hati ku adalah omong kosong bagi mereka dan membuang-buang waktu ... kupendam sendiri dan ku jalani sendiri walau aku butuh tempat untuk ruang para pendengar agar aku tidak lari dari jalan Tuhan akibat "ketidaksanggupanNYA" mengabulkan doa ku ... tapi DIA telah mengabulkan doa "nya" .. maka "dia" berbahagia .. dan akhirnya aku harus berbahagia dengan penuh air mata .. kurenung masa lalu ku tentang kisah cinta ini dari smu hingga waktu yang tak tertentukan semua ku lalui dengan penolakan dari mu dan cemooh-cemooh kawan-kawan ku tapi aku tahu cinta itu butuh perjuangan, perjuangan hasilkan pengorbanan, pengorbanan dihadapi dengan kesabaran... dan jikala sampai akhirnya di penghujung kenyataan akhir yang pedih karena kegagalan .. kita hanya perlu keikhlasan ... agar tidak jauh dari JalanNYA seharusnya aku kuat ... seharusnya aku ikhlas .. karena ini bukan film yang penuh dramtikal dan penuh rekayasa.. ini kisah nyata dan hanya aku yang tahu dan aku menulisnya ... dan aku yakin tulisan ini tidak akan terbaca Hujan terus berdatangan di hari-hari yang perih ini seiring hari itu semakin dekat, siapa pun tak melihat rasa tangis ku yang dalam dan kututupi dengan canda tawa yang omong kosong. hari itu akhirnya datang dan kulewati dengan ramah tamu undangan yang terhormat, tetapi aku tidak punya selera untuk melihat atau menahan podium sukacita itu tersebut. Malam pun berlalu dan ku renungi kisah cinta ini dengan rasa ragu dan gundah... apa arti semua kisah ini... kanapa aku harus datang kemari ? utang bertambah, cuti pun jadi habis justru aku sendiri menghujat diri ku sendiri akan tindakan yang sia-sia ini ... !! dan sebuah pesan pendek muncul dari seorang bernama leonardo
" hati yang indah adalah hati yang selalu diselimuti oleh cinta. Dalam menggapai cinta itu .. waktu, tenaga, pikiran dikorbankan hanya untuk mendapat secercah harapan, tapi itu hanyalah cinta, bukan seperti cinta sejati yang akan selalu tumbuh di hati dan terkadang konyol untuk dipikirkan. itulah cinta sejati yang selalu memberikan kebahagiaan walaupunterkadang terasa menusuk relung hati ... itulah CINTA SEJATI .. suatu misteri hidup "
cukup sudah ... cerita ini sudah berakhir dan tak perlu lagi di tulis ...aku mohon pada mu kawan .. jangan sekali-kali lupakan aku tahukah ada belasan puisi berdaunkan namamu dan kau takkan pernah bisa memetik buah yang dihasilkannya .. karena puisi itu tak kunjung berbuah setalah kau tidak memperhatikan aku terima kasih akan jamuannya dan undangan mu kawan

27 Oktober 2009

Membangkitkan Energi dari Perut Bumi


















Energi Geothermal adalah panas yang diambil dari dalam bumi, energi ini diperoleh dalam bentuk uap atau air panas. Pada masa lalu, uap alam yang lalu. Ladang uap yang sekarang Larderello, di selatan Florence, merupakan awal sejarah stasiun pembangkit listrik.

Penggunaan uap geothermal sebagai pembangkit tenaga listrik dilakukan pada tahun 1904 di Larderello. Baru tahun 1912 dengan kondensasi turbin dan pada tahun 1914 dapat membangkitkan 8,5 MW.

Pada tahun 1944 Lardarello memproduksi 127 MW. Pemangkit ini rusak pada akhir perang dunia II, tetapi dibangun lagi mencapai 360 MW pada tahun 1981

Selain di Amerika Serikat, pembangkit Listrik ini terdapat di New Zaeland, Jepang, Mexico, Philipina, Russia dan Indonesia

Mengenal Teknologi Pembangkit Listrik Panas Bumi (PLTP)
Perut bumi ternyata menyimpan potensi listrik yang sangat besar. Interaksi panas yang dihasilkan magma dan kandungan air di antara lapisan batuan membentuk reservoir uap yang dapat digunakan untuk menggerakkan turbin dan membangkitkan listrik dari generator. Dari 50 ribu megawatt potensinya di seluruh dunia, sekitar 40 persennya berada di Indonesia.

Tidak berbeda dengan pembangkit listrik lainnya yang bertenaga uap, gas, atau diesel, Pembangkit Listrik tenaga Panas Bumi (PLTP) menggunakan tekanan uap air untuk menggerakkan turbin. Hanya saja uap air yang dibutuhkan sudah diperoleh langsung dari perut bumi. "Seolah-olah terdapat boiler (perebus air) di dalam perut bumi," kata Yuddy Setyo Wicaksono, general manager PT Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan Kamojang.

Uap air pada dasarnya terbentuk dari penguapan air di dalam perut Bumi. Energi panas yang dimiliki uap air berasal dari magma bertemperatur lebih dari 1.200 derajat Celcius. Panasnya mengalir melalui lapisan batuan kedap air di atasnya yang disebut bedrock. Di atas bedrock itulah terdapat lapisan aquifier berisi air yang berasal dari akumulasi rembesan air hujan.


















Air yang dipanaskan pada suhu tinggi cenderung menguap dan bergerak ke atas karena berat jenisnya menurun. Tapi, karena di atas lapisan aquifier terdapat lapisan caprock yang juga kedap air, maka uap air terkurung dan membentuk reservoir uap bertekanan tinggi.

Saat dibuat lubang yang menembus lapisan batuan tersebut, uap akan memancar dengan tekanan antara 3,5 hingga 4 bar dan suhu 140 derajat Celcius. Aliran uap ini kemudian dialirkan melalui pipa-pipa dan diatur untuk menggerakkan turbin. Mula-mula aliran uap dialirkan ke dalam steam receiving header (penyimpan uap) yang mengatur alirannya agar konstan.

Selanjutnya uap dialirkan ke bagian penyaring untuk memisahkan zat-zat padat, silika, dan bintik-bintik air yang terbawa sebagai cara menghindari terjadinya vibrasi, erosi, dan pembentukan kerak pada turbin.

Uap yang sudah bersih digunakan untuk menggerakkan turbin. Putaran inilah yang akan menimbulkan interaksi elektromeganetik pada generator sehingga membangkitkan listrik. Pada kecepatan 3.000 rotasi per menit, proses ini menghasilkan listrik dengan arus tiga fasa, frekuensi 50 Hertz, dan tegangan 11,8 kilovolt.

Sekitar 3 persen produksi listriknya dipakai untuk memenuhi pasokan energi bagi sistem pembangkit dan fasilitas di sekitarnya. Sedangkan sebagian besar lainnya dikirimkan ke sistem interkoneksi PLN. Menggunakan transformator step up, arus listrik dinaikkan tegangannya hingga 150 kilovolt untuk dikirimkan melalui sambungan umum tegangan ekstra tinggi (SUTET).

Agar turbin bekerja efisien, uap air harus segera dikondensasikan sempurna. Sekitar 70 persen uap air yang terkondensasi akan menguap selama proses pendinginan. Sedangkan 30 persen sisanya diinjeksikan kembali ke dalam tanah. Selain untuk mengurangi pengaruh pencemaran lingkungan, tambahan air diharapkan dapat mengisi kembali pasokan reservoir.

Tapi, bukan berarti pembangkitan listrik dengan panas Bumi tidak menghasilkan emisi gas berbahaya. Gas yang tidak terkondensasi harus diekstraksi agar kandungan karbon dioksida, hidrogen sulfida, dan nitrogen yang dilepas ke atmosfer tidak membahayakan lingkungan. Meskipun demikian, emisi yang dihasilkan masih lebih rendah daripada pembangkit bertenaga fosil (batubara dan gas).

Prospek Panas Bumi di Indonesia
Panasbumi tak pelak lagi menjadi sumber energi alternatif yang patut dikembangkan, mengingat cadangannya pun tidaklah kecil. Diperkirakan potensi panasbumi sangatlah besar, yaitu 20.000 MWe, yang tersebar di punggung pegunungan, khususnya di kawasan barat Indonesia (WePe No. 8/XXXI/1996). Sementara Ramses O. Hutapea menyebutkan cadangan panasbumi sebesar 105,6 juta Setara Barel Minyak yang dapat menunjang pembangkit listrik sebesar 9658 MW (WePe No.07/XXXVII/Juli 2002).
Anwari dalam buku "Panasbumi dalam Perspektif Nasional" menyebutkan, sebagai alternatif pengganti minyak bumi, panasbumi punya keunggulan yaitu ia merupakan energi primer yang dapat diperbaharui. Dan secara teknis, dampak lingkungan dari pengusahaan panasbumi sangatlah kecil. Tetapi dilain sisi, panasbumi bukanlah jenis energi yang bisa menghasilkan devisa, karena ternyata panasbumi tidak dapat diekspor. Maka satu-satunya pilihan dalam pemanfaatan panasbumi adalah untuk memasok kebutuhan energi di dalam negeri. Berangkat dari hal tersebut, Anwari berpendapat bahwa sebaiknya sumber energi lain yang bisa diekspor sebaiknya tidak digunakan di dalam negeri .

Menurutnya, ada beberapa keuntungan yang diperoleh dengan mengembangkan pemakaian panasbumi. Di antaranya, pemerintah tidak perlu lagi mensubsidi BBM yang dipergunakan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap. Dengan dibangunnya Pembangkit Listrik Tenaga Panasbumi (PLTP) , maka BBM yang semula digunakan untuk PLTU dapat diekspor untuk menghasilkan devisa. Keuntungan lain adalah berkait dengan sumber cadangan panasbumi yang terdapat di kawasan barat Indonesia, khususnya Pulau Jawa. Di pulau terpadat ini, sudah terpasang jaringantransmisi listrik Jawa-Bali dan merupakan wilayah dengan tingkat kebutuhan listrik yang besar. Artinya, panasbumi sudah memiliki wilayah pengembangan yang sangat potensial.

Tertarikah anda para pembaca khususnya para engineer mengembangkan teknologi PLTP ini ? Suka atau tidak suka waktu habisnya cadangan minyak bumi semakin dekat, apakah kita masih harus berdiam diri saja ?

Written by R1CKY
Tuesday, 10th March 2009
3:16 PM



Pengolahan Minyak Bumi


Minyak yang dijumpai di pasaran dapat berupa zat murni, tetapi umumnya adalah larutan/campuran. Proses pengolahan minyak murni (penyulingan/"refinery") biasanya mencakup pemisahan dari bahan-bahan residu diikuti dengan pendinginan (kondensasi). Proses pencampuran dengan bahan-bahan tertentu jika diperlukan dapat dilakukan setelahnya.

Kilang minyak (oil refinery) adalah pabrik/fasilitas industri yang mengolah minyak mentah menjadi produk petroleum yang bisa langsung digunakan maupun produk-produk lain yang menjadi bahan baku bagi industri petrokimia. Produk-produk utama yang dihasilkan dari kilang minyak antara lain: minyak bensin (gasoline), minyak disel, minyak tanah (kerosene). Kilang minyak merupakan fasilitas industri yang sangat kompleks dengan berbagai jenis peralatan proses dan fasilitas pendukungnya. Selain itu, pembangunannya juga membutuhkan biaya yang sangat besar.

Proses Operasi di dalam Kilang Minyak
Minyak mentah yang baru dipompakan ke luar dari tanah dan belum diproses umumnya tidak begitu bermanfaat. Agar dapat dimanfaatkan secara optimal, minyak mentah tersebut harus diproses terlebih dahulu di dalam kilang minyak.
Minyak mentah merupakan campuran yang amat kompleks yang tersusun dari berbagai senyawa hidrokarbon. Di dalam kilang minyak tersebut, minyak mentah akan mengalami sejumlah proses yang akan memurnikan dan mengubah struktur dan komposisinya sehingga diperoleh produk yang bermanfaat.
Secara garis besar, proses yang berlangsung di dalam kilang minyak dapat digolongkan menjadi 5 bagian, yaitu:
1. Proses Distilasi, yaitu proses penyulingan berdasarkan perbedaan titik didih; Proses ini berlangsung di Kolom Distilasi Atmosferik dan Kolom Destilasi Vakum.
2. Proses Konversi, yaitu proses untuk mengubah ukuran dan struktur senyawa hidrokarbon. Termasuk dalam proses ini adalah:
· dekomposisi dengan cara perengkahan termal dan katalis (thermal and catalytic cracking)
· Unifikasi melalui proses alkilasi dan polimerisasi.
· lterasi melalui proses isomerisasi dan catalytic reforming
3. Proses Pengolahan (treatment). Proses ini dimaksudkan untuk menyiapkan fraksi-fraksi hidrokarbon untuk diolah lebih lanjut, juga untuk diolah menjadi produk akhir.
4. Formulasi dan Pencampuran (Blending), yaitu proses pencampuran fraksi-fraksi hidrokarbon dan penambahan bahan aditif untuk mendapatkan produk akhir dengan spesikasi tertentu.
5. Proses-proses lainnya, antara lain meliputi: pengolahan limbah, proses penghilangan air asin (sour-water stripping), proses pemerolehan kembali sulfur (sulphur recovery), proses pemanasan, proses pendinginan, proses pembuatan hidrogen, dan proses-proses pendukung lainnya.





Proses Distilasi

Tahap awal proses pengilangan berupa proses distilasi (penyulingan) yang berlangsung di dalam Kolom Distilasi Atmosferik dan Kolom Distilasi Vacuum. Di kedua unit proses ini minyak mentah disuling menjadi fraksi-fraksinya, yaitu gas, distilat ringan (seperti minyak bensin), distilat menengah (seperti minyak tanah, minyak solar), minyak bakar (gas oil), dan residu. Pemisahan fraksi tersebut didasarkan pada titik didihnya.
Kolom distilasi berupa bejana tekan silindris yang tinggi (sekitar 40 m) dan di dalamnya terdapat tray-tray yang berfungsi memisahkan dan mengumpulkan fluida panas yang menguap ke atas. Fraksi hidrokarbon berat mengumpul di bagian bawah kolom, sementara fraksi-fraksi yang lebih ringan akan mengumpul di bagian-bagian kolom yang lebih atas.
Fraksi-fraksi hidrokarbon yang diperoleh dari kolom distilasi ini akan diproses lebih lanjut di unit-unit proses yang lain, seperti: Fluid Catalytic Cracker, dll
Produk-produk Kilang Minyak
Produk-produk utama kilang minyak adalah:
· Minyak bensin (gasoline). Minyak bensin merupakan produk terpenting dan terbesar dari kilang minyak.
· Minyak tanah (kerosene)
· LPG (Liquified Petroleum Gas)
· Minyak distilat (distillate fuel)
· Minyak residu (residual fuel)
· Kokas (coke) dan aspal
· Bahan-bahan kimia pelarut (solvent)
· Bahan baku petrokimia
· Minyak pelumas.
Jenis-Jenis Minyak Hasil Pengilangan Minyak Bumi.
Jenis-jenis minyak yang dihasilkan dari pengilangan minyak bumi adalah didasarkan pada titik didih setiap fraksi dari minyak bumi. Fraksi minyak bumi yang memiliki titik didih yang lebih rendah terlebih dahulu menguap yaitu sebagai berikut:
1. Gas petroleum : 200C
2. Gasolin (bensin) : 1500C
3. Kerosin (Minyak Tanah) : 2000C
4. Diesel (solar) : 3000C
5. Minyak Bahan Bakar Indsutri : 3700C
6. Minyak Pelumas, lilin parafin dan aspal : 4000C







I. Minyak solar
Diesel di Indonesia lebih dikenal dengan nama solar, adalah suatu produk akhir yang digunakan sebagai bahan bakar dalam mesin diesel yang diciptakan oleh Rudolf Diesel, dan disempurnakan oleh Charles F. Kettering.
Kegunaan
Diesel mirip dengan minyak pemanas, yang digunakan di pemanasan sentral. Diesel digunakan dalam mesin diesel (mobil, kapal, sepeda motor, dll), sejenis mesin pembakaran dalam. Rudolf Diesel awalnya mendesain mesin diesel untuk menggunakan batu bara sebagai bahan bakar, namun ternyata minyak lebih efektif. Mesin diesel Packard digunakan dalam pesawat terbang seawal tahun 1927, dan Charles Lindbergh menerbangkan Stinson SM1B dengan mesin diesel Packard pada 1928. Perjalanan mobil bermesin diesel diselesaikan pada 6 Januari 1930. Perjalanan tersebut dimulai dari Indianapolis ke New York City - jarak sejauh (1300 km). Hal ini membuktikan kegunaan mesin pembakaran dalam pesawat terbang.
Minyak solar diperoleh dari minyak bumi, dikenal sebagai bahan bakar motor diesel yang telah biasa digunakan. Sebagai pengganti minyak solar orang sekarang sudah mulai menggunakan biodiesel. Bahan bakar biodiesel berasal dari tumbuhan atau dari hewan yang direaksikan dengan metanol (proses transesterifikasi) sehingga diperoleh minyak methil ester (ME). Selanjutnya methil ester sering disebut dengan biodiesel atau bahan bakar motor diesel yang berasal dari minyak tumbuhan atau hewan.
Di Amerika Serikat, biodiesel sudah banyak digunakan pada motor diesel tanpa modifikasi. Campuran yang banyak dipakai adalah 20% ME : 80% solar, dan 35% ME : 65% solar. Biodiesel murni (100%) sudah pula digunakan sejak 1994, dengan mesin yang sedikit dimodifikasi atau tanpa modifikasi. Penggunaan 100% ME dapat menurunkan emisi gas asap sampai 50%, tetapi tidak disarankan, karena dapat merusak dan menyumbat saluran bahan bakar seperti pipa dan seal yang terbuat dari bahan karet alam.
Dalam penelitian ini digunakan minyak sawit yang telah direaksikan dengan metanol, dengan perbandingan 30% ME minyak sawit : 70% solar. Minyak sawit yang digunakan adalah minyak sawit yang tidak diproses menjadi minyak goreng, karena kualitas yang kurang baik. Biodiesel nampaknya akan menjadi energi yang mempunyai prospek dan masa depan yang cerah, karena:
a. Biodiesel tidak beracun, biodegradable, essentially free of sulfur dan carcinogenic benzene, dihasilkan dari bahan yang dapat diperbaharui, sumber yang dapat didaur ulang, tidak menambah secara signifikan terdapat akumulasi gas rumah kaca. Disamping itu hasil penelitian Schumacher dan Spataru. Menyimpulkan bahwa kenaikan ME dari kedelai dan canola akan mengakibatkan penurunan partikulat, hidrokarbon dan CO, tetapi menaikkan emisi No x
b. Menurut penelitian yang telah dilakukan [4] disimpulkan bahwa konsumsi bahan bakar spesifik 30% ME hanya sekitar 2% lebih tinggi dibanding dengan solar murni. Demikian pula perbedaan torsi antara solar dan 30% ME hampir-hampir tidak berbeda, sedang perbedaan daya yang dihasilkan hanya sekitar 2%. Menurut pustaka, energi yang dihasilkan biodiesel lebih rendah, rata-rata 118.000 Btu, dan solar rata-rata 130.500 Btu.
Bilangan setana biodiesel lebih tinggi dibanding dengan solar. Rata-rata biodiesel 53, dan solar 42, sehingga dapat mengurangi detonasi atau knocking pada operasi mesin.
· SPESIFIKASI MINYAK SOLAR

NO PROPERTIES LIMITS TEST METHODS
Min Max IP ASTM
1. Specific Grafity 60/60 0C 0.87 0.87 D-1298
2. Color astm - 3.0 D-1500
3. Centane Number or
Alternatively calculated Centane Index 45
48 -
- D-613
4. Viscosity Khinenatic at 100 0 C cST
or Viscosity SSU at 100 0C secs 1.6
35 5.8
45 D-88
5. Pour Point 0C - 65 D-97
6. Sulphur strip %wt - 0.5 D-1551/1552
7. Copper strip (3hrs/100 0C) - No.1 D-130
8. Condradson Carbon Residue %wt - 0.1 D-189
9. Water Content % wt - 0.01 D-482
10. Sediment %wt - No.0.01 D-473
11. Ash Content %wt - 0.01 D-482
12. Neutralization Value :
- Strong Acid Number mgKOH/gr
-Total Acid Number mgKOH/gr -
- Nil
0.6
13. Falsh Point P.M.c.c 0F 150 - D-93
14. Distillation :
- Recovery at 300 0C % vol 40 - D-86
Spesifikasi tersebut menurut PERATURAN DIREKTUR JENDRAL MINYAK DAN GAS BUMI No. 002/P/DM/Migas/1979 Tanggal 25 Mei 1979, tentang spesifikasi Bahan Bakar Minyak.

II. Pertamax
Pertamax adalah bahan bakar minyak andalan Pertamina. Pertamax biasanya digunakan untuk kenderaan high-end atau tahun tinggi. Pertamax pertama kali diluncurkan pada tahun 1999 sebagai pengganti Premix 98 karena unsur MTBE yang berbahaya bagi lingkungan. Unsur MTBE mengakibatkan pencemaran air tanah di Texas, Amerika Serikat.
Keunggulan Pertamax dan Pertamax Plus
Bebas timbal
RON atau Research Octane Number tinggi 92 untuk Pertamax dan 96 untuk Pertamax Plus
Mesin lebih awet karena pembakaran lebih sempurna
Kelemahan Pertamax dan Pertamax Plus
Harga per liter relatif mahal karena diproduksi untuk kendaraan high-end
Kualitas terkadang tidak sesuai dengan yang dijanjikan (terkontaminasi)

III. Minyak Tanah
Minyak tanah (bahasa Inggris: kerosene atau paraffin) adalah cairan hidrokarbon yang tak berwarna dan mudah terbakar. Dia diperoleh dengan cara distilasi fraksional dari petroleum pada 150°C and 275°C (rantai karbon dari C12 sampai C15). Pada suatu waktu dia banyak digunakan dalam lampu minyak tanah tetapi sekarang utamanya digunakan sebagai bahan bakar mesin jet (lebih teknikal Avtur, Jet-A, Jet-B, JP-4 atau JP-8). Sebuah bentuk dari kerosene dikenal sebagai RP-1 dibakar dengan oksigen cair sebagai bahan bakar roket. Nama kerosene diturunkan dari bahasa Yunani keros (κερωσ, wax). Biasanya, kerosene didistilasi langsung dari minyak mentah membutuhkan perawatan khusus, dalam sebuah unit Merox atau hidrotreater, untuk mengurangi kadar belerangnya dan pengaratannya. Kerosene dapat juga diproduksi oleh hidrocracker, yang digunakan untuk mengupgrade bagian dari minyak mentah yang akan bagus untuk bahan bakar minyak. Penggunaanya sebagai bahan bakar untuk memasak terbatas di negara berkembang, di mana dia kurang disuling dan mengandung ketidakmurnian dan bahkan "debris". Bahan bakar mesin jet adalah kerosene yang mencapai spesifikasi yang diperketat, terutama titik asap dan titik beku.

IV. Bensin
Bahaya polutan tadi diperparah dengan adanya paparan timah hitam atau timbel (Pb) karena bensin yang sekarang ini masih mengandung zat itu. Timbel merupakan bahan aditif dalam bensin sebagai anti-knocking yang digunakan sejak 1920-an. Dalam bentuk tetraetil lead (TEL), timbel meningkatkan nilai oktan bensin serta berfungsi sebagai pelumas dudukan katup mobil. Namun, sejak 1990-an desain mobil sudah disesuaikan dengan bensin tanpa timbel (unleaded gasoline). Pada solar tidak ditambah timbel sehingga tidak menjadi masalah.
Adanya unsur timbel juga mengakibatkan tidak bisa dipasangnya peralatan pengurang emisi gas buang, seperti catalytic converter. Padahal alat tersebut mampu menurunkan kadar polutan sampai 0%!
Ancaman timbel bisa dialami mereka yang bersinggungan langsung dengan sumber pencemar timbel. Menurut penelitian Budi Haryanto dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM-UI), sekitar 30 - 46% pengemudi dan polisi serta 50% pedagang kaki lima di Bandung memiliki kadar timbel dalam darahnya di atas ambang normal, yakni lebih besar dari 40 mikrogram per desiliter darah.
Penyebab tingginya HC antara lain pengapian tidak tepat, kompresi lemah, maupun kabel busi yang sudah aus. HC terbentuk selama proses pembakaran tidak sempurna sehingga bensin tidak terbakar habis. Sedangkan kadar CO akan bertambah tinggi jika dalam proses pengapian, komposisi bahan bakar lebih banyak ketimbang udara (O2) yang diperlukan untuk mengubah CO menjadi CO2. Akibatnya, CO yang terbuang meningkat. Selain itu karburator atau injector, saringan udara atau bensin yang kotor, serta kualitas bensin yang rendah juga bisa jadi penyebab meningkatnya CO.
Jika sering terhirup, gas beracun HC bisa menyebabkan timbulnya penyakit kanker, asma, dan sakit kepala. Sedangkan CO dapat menyebabkan radang tenggorokan. Yang lebih berbahaya lagi, bila kadarnya tinggi, gas CO mampu melumpuhkan sistem pembuluh darah serta meredam kemampuan sel darah merah mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh.
Dalam sel darah merah, CO mudah membentuk karboksi-hemoglobin (CO-Hb) yang terbukti sangat mempengaruhi distribusi oksigen dalam darah ke jantung. Meningkatnya CO-Hb sampai 9% saja di dalam darah dalam waktu satu dua menit, bisa menimbulkan kekurangan oksigen pada sinus koronaria di jantung serta teralangnya penambahan oksigen pada pembuluh darah koroner.
Gas CO mudah sekali menyatu dengan Hb sekalipun dalam kadar yang rendah. Ini terjadi lantaran zat besi (Fe) dalam Hb memicu daya tarik CO menjadi 200 kali lebih besar dibandingkan daya tarik O2.
Sementara hasil penelitian Rukaesih Ahmad dari Pusat Studi Lingkungan Universitas Indonesia (PSL-UI) tahun 1994 menunjukkan adanya timbel dalam sayuran yang ditanam di tepi jalan. Caisim, kangkung, dan bayam yang ditanam di tepi jalan berkadar timbel rata-rata 28,78 ppm, jauh di atas ambang batas yang ditetapkan Ditjen Pengawasan Obat dan Makanan, Depkes RI, yakni 2 ppm.
Betapa orang perkotaan memperoleh timbel lebih banyak dibandingkan dengan yang tinggal di pedesaaan bisa juga dilihat dari kadar timah hitam dalam air susu ibu (ASI). Ibu-ibu yang tinggal di pinggiran kota memiliki ASI berkadar timbel 10 -30 ug/kg, jauh dibandingkan dengan mereka yang tinggal di pedesaan (1 - 2 ug/kg).
Penelitian dalam dunia kedokteran membuktikan, timbel dapat menyebabkan gangguan kesehatan, khususnya pada wanita dan balita. Ion-ion timbel mengembara mengikuti gerakan kalsium dalam sistem saraf sehingga akan mempengaruhi biokimia dan perkembangan sel-sel otak balita. Selain itu, kandungan timbel yang cukup tinggi dalam darah dapat menonaktifkan vitamin D.
Mengingat bahayanya yang begitu besar, pemerintah bertekad untuk memasyarakatkan bensin tanpa timbel pada 1999, lebih cepat dari semula tahun 2003. Sudah seharusnya sebab dalam pemakaian bensin tanpa timbel, Indonesia masih kalah dengan negara ASEAN lainnya.
A. Bensin Bertimbal sekitar 9Juta KL/Tahun,
· Kandungan Timbal maksimum 0.30 gr Pb/liter,
· Kandungan Sulfur maksimum 0,2% wt or 2000 ppm.
· Diproduksi oleh Kilang : Dumai, Plaju, Cilacap and Balikpapan.
B. Bensin Tanpa Timbal sekitar 3,0 Juta KL/Tahun,
· Kandungan Timbal maksimum 0,013 gr Pb/liter,
· Kandungan Sulfur maksimum 0,1% wt or 1000 ppm.
· Diproduksi oleh Kilang : Balongan and Kasim.
Produksi Bensin Tanpa Timbal jumlahnya kecil disebabkan oleh produksi HOMC rendah dari Kilang dalam negeri.

Kenapa Aku Membuat Blog ?

Saya Ricky Austin mencoba memberikan alasan kenapa aku harus mengorbankan waktu dan uang hanya untuk membuat home page blogger ini. Setelah 3 bulan lamanya blog ini meluncur ke dunia maya ini. Semoga para pembaca bisa memahami dan memberi komentarnya Blog adalah kependekan dari Weblog, istilah yang pertama kali digunakan oleh Jorn Barger pada bulan Desember 1997. Jorn Barger menggunakan istilah Weblog untuk menyebut kelompok website pribadi yang selalu diupdate secara kontinyu dan berisi link-link ke website lain yang mereka anggap menarik disertai dengan komentar-komentar mereka sendiri. Blog kemudian berkembang mencari bentuk sesuai dengan kemauan para pembuatnya atau para Blogger. Blog yang pada mulanya merupakan “catatan perjalanan” seseorang di Internet, yaitu link ke website yang dikunjungi dan dianggap menarik, kemudian menjadi jauh lebih menarik daripada sebuah daftar link. Hal ini disebabkan karena para Blogger biasanya juga tidak lupa menyematkan komentar-komentar “cerdas” mereka, pendapat-pendapat pribadi dan bahkan mengekspresikan sarkasme mereka pada link yang mereka buat. Dari komentar-komentar tadi biasanya Blog kemudian menjadi jendela yang memungkinkan kita “mengintip” isi kepala dan kehidupan sehari-hari dari penciptanya. Blog adalah cara mudah untuk mengenal kepribadian seseorang Blogger. Topik-topik apa yang dia sukai dan tidak dia sukai, apa yang dia pikirkan terhadap link-link yang dia pilih, apa tanggapannya pada suatu isu. Seluruhnya biasanya tergambar jelas dari Blog-nya. Blog pertama dibuat dengan browser mosaic, mosaic sendiri adalah browser pertama sebelum internet exploler dan nescape. Justin hall memulai web pribadinya dengan nama Justin’s Home Page yang kemudian berubah menjadi Links from the Underground yang mungkin dapat disebut sebagai Blog pertama seperti yang kita kenal sekarang. Blog pertama kali sulit berkembang hal ini dikarenakan saat itu diperlukan keahlian dan pengetahuan khusus untuk membuat website. Untuk membuat website saat itu diperlukan keahlian seperti membuat web diantaranya harus mampu membuat dan mengubah file html, sehingga hanya orang tertentu yang mampu membuat blog pada saat itu seperti administrator sistem dan web disainer. Blog mulai berkembang pada tahun 1998, pada saat itu web bisa di pasangi iklan oleh pihak ke tiga. Ada banyak penyedia blog gratis yang dapat di buat sendiri seperti Blogger, Movable Type dan WordPress. Manfaat blog menurut Roy Suryo Pakar Telematika,
“…blog mempunyai manfaat utama sebagai media untuk menyampaikan informasi. Baik yang sifatnya pribadi, misalnya catatan harian, ataupun bisa juga digunakan untuk promosi. Blog juga dapat digunakan untuk menarik minat. Tujuannya adalah menarik orang untuk menuliskan pengalamannya. Namun, penggunaan blog di Indonesia masih terbatas. Masih belum maksimal. Blog yang baik sebenarnya bisa menimbulkan inspirasi bagi pembacanya. Muatan tulisan yang baik tentu bisa memberikan efek baik pula. Contohnya adalah nasihat atau pengalaman berharga Melalui blog, kita juga bisa menjaring network, terutama dengan orang-orang yang punya ketertarikan dan hobi yang sama. Dari situ kita bisa bertukar pengalaman dan informasi…”
Situs blog “Catatan Seorang Insinyur Kimia” (Chemical Engineer Notes) merupakan kumpulan catatan pengalaman, pengetahuan dan wawasan seorang Insinyur kimia meliputi ruang lingkup teknik kimia baik dalam hal teknologi proses, perancangan, sumber daya energy , kelestarian lingkungan dan profil perusahaan, tidak lupa juga pendapat serta pandangan akan lingkungan sekitarnya. Dalam artikel “ikatlah ilmu dengan menulis” (silahkan lihat dalam blog ini) memberiku inspirasi bahwa kita tidak bisa mengusai suatu keahlian bila kita tidak melakukannya, learning with doing is better than learning with hearing. Tetapi dengan menulis kita bisa melekatkan keahlian kita dan mengembangkannya melalui komentar-komentar pembaca. Saya menulis bukan untuk memberikan ekspresi diri tetapi memberikan apresiasi akan pengetahuan, ketrampilan, wawasan, pandangan dan pengelaman saya. Bukan untuk dibaca saja tetapi juga didengar, berharap dikomnetari serta dikritisi. Terima kasih

Apakah Cinta Itu ?

Mereka yang tidak menyukainya menyebutnya tanggung jawab Mereka yang bermain dengannya menyebutnya sebuah permainan Mereka yang tidak memilikinya menyebutnya sebuah impian Mereka yang mencintainya menyebutnya takdir Kadang Tuhan mengetahui yang terbaik akan memeberi kesusahan kepada kita untuk menguji kita. Kadang Ia pun melukai hati supaya hikmatnya bisa tertanam dalam. JIka kita kehilangan cinta, maka pasti ada alasan dibaliknya. Alasan yg kadang sulit dimengerti,namun kita tetap harus percaya bahwa ketika IA mengambil sesuatu, IA telah siap memberi yg lebih baik. Mengapa menunggu? karena walaupun kita ingin mengambil keputusan, kita tidak ingin tergesa-gesa. karena walaupun kita ingin cepat-cepat ,kita tidak ingin sembrono, karena walaupun kita ingin segera menemukan orang yg kita cintai, kita tidak ingin kehilangan jati diri kita dalam proses pencarian itu. Jika ingin berlari, belajarlah berjalan dahulu Jika ingin berenang belajarlah mengapung dahulu Jika ingin mencintai, belajarlah mencintai dahulu Pada akhirnya lebih baik menunggu orang yang kita inginkan, ketimbang memilih apa yang ada. tetapi lebih baik menunggu orang yang kita cintai ketimbang memuaskan diri dengan apa yg ada. tetapi akan lebih baik menunggu orang yang tepat ... karena hidup ini terlalu singkat untuk dilewatkan bersama pilihan yang salah. karena menunggu mempunyai tujuan yg mulia dan misterius. Perlu engkau ketahui, bahwa bunga tidak mekar dalam waktu semalam. kota Roma tidak dibangun dalam sehari. kehidupan dirajut dalam rahim selama 9 bulan. Cinta yang agung terus bertumbuh selama kehidupan. Kebanyakan hal yang indah dalam hidup memerlukan waktu yang lama, sehingga penantian kita tidaklah sia-sia. walaupun menunggu membutuhkan banyak hal, iman, keberanian dan pengharapan, tetapi menjanjikan satu hal yang tidak dapat seorangpun bayangkan. Pada akhirnya Tuhan meminta kita menunggu, karena alasan yang penting...

PETROLEOUM : Minyak Di Perut Bumi


Minyak bumi merupakan campuran berbagai macam zat organik, tetapi komponen pokoknya adalah hidrokarbon. Minyak bumi disebut juga minyak mineral karena diperoleh dalam bentuk campuran dengan mineral lain. Minyak bumi tidak dihasilkan dan didapat secara langsung dari hewan atau tumbuhan, melainkan dari fosil. Karena itu, minyak bumi dikatakan sebagai salah satu dari bahan bakar fosil. Beberapa ilmuwan menyatakan bahwa minyak bumi merupakan zat abiotik, yang berarti zat ini tidak berasal dari fosil tetapi merupakan zat anorganik yang dihasilkan secara alami di dalam bumi. Namun, pandangan ini diragukan secara ilmiah karena hanya memiliki sedikit bukti yang mendukung.

Minyak bumi adalah campuran komplek hidrokarbon plus senyawaan organik dari Sulfur, Oksigen, Nitrogen dan senyawa – senyawa yang mengandung konstituen logam terutama Nikel, Besi dan Tembaga.
Minyak bumi sendiri bukan merupakan bahan yang uniform, melainkan berkomposisi yang sangat bervariasi, tergantung pada lokasi, umur lapangan minyak dan juga kedalaman sumur.
Dalam minyak bumi parafinik ringan mengandung hidrokarbon tidak kurang dari 97 % sedangkan dalam jenis asphaltik berat paling rendah 50 %.

1. Komponen Hidrokarbon
Perbandingan unsur – unsur yang terdapat dalam minyak bumi sangat bervariasi. Berdasarkan atas hasil analisa, diperoleh data sebagai berikut :
a. Karbon : 83,0 – 87,0 %
b. Hidrogen : 10,0 – 14,0 %
c. Nitrogen : 0,1 – 2,0 %
d. Oksigen : 0,05 – 1,5 %
e. Sulfur : 0,05 – 6,0 %
Komponen hidrokarbon dalam minyak bumi diklasifikasikan atas 4 golongan, yaitu



1. Seri Olefin (CnH2n)
Olefin terdiri dari hidrokarbon rantai tak jenuh, yaitu hidrokarbon yang memiliki ikatan rangkap. Olefin tidak secara alami ada pada minyak bumi, namun terbentuk selama pengolahan Contoh olefin adalah etena (etilen), propena, dan butena. Olefin umumnya tidak diinginkan berada dalam produk karena ikatan rangkapnya yang sangat reaktif serta mudah teroksidasi dan terpolimerasi.

2. Seri Parafin (CnH2n+2)
Karakterstik parafin terletak pada kestabilannya yang besar karena dibangun oleh struktur dengan rumus molekul CnH2n+2 yang memiliki ikatan yang jenuh (ikatan tunggal). Contoh parafin adalah metana, etana, heksana, dan heksadekan. Pada temperatur kamar parafin tidak bereaksi dengan asam kromat yang sangat oksidatif, kecuali yang mengandung atom karbon tersier. Namun parafin bereaksi dengan gas klor secara perlahan-lahan pada sinar matahari dan bereaksi dengan klor dan brom jika terdapat katalis. Parafin ringan terkandung dalam semua minyak bumi dan arafin terberat dalam minyak bumi adalah parafin dengan 70 atom C.

3. Seri Naften/Sikloparafin (CnH2n)
Naften dijumpai pada hampir semua minyak mentah. Naften memiliki formula yang sama dengan olefin, namun sifatnya jauh berbeda. Naften adalah senyawa hidrokarbon siklis yang jenuh. Sebelumnya naften dikenal dengan sebutan methylene, contohnya adalah tetramethylene, pentamethylene, dan heksamethylene, sekarang senyawa tersebut disebut siklobutan, siklopentan, dan sikloheksan. Naften tidak memiliki ikatan rangkap sehingga tidak dapat bereaksi secara langsung. Naften juga tidak larut dalam asam sulfat.

4. Seri Aromatik (CnH2n-6)
Seri aromatik disebut juga seri benzen. Seri hidrokarbon ini memiliki sifat aktif yang sangat berbeda dengan parafin dan naften. Aromatik hidrokarbon ini memiliki cincin benzen yang sangat stabil, dapat dioksidasi dan membentuk asam organik. Seri aromatik dapat merupakan produk adisi atau substitusi, bergantung pada kondisi reaksi.
Sebagian minyak mentah di Sumatra dan Kalimantan kaya akan aromatik. Seri ini banyak ditemukan di dalam reformate gasoline secara katalitik.

Crude oil mengandung sejumlah senyawaan non hidrokarbon, terutama senyawaan Sulfur, senyawaan Nitrogen, senyawaan Oksigen, senyawaan Organo Metalik (dalam jumlah kecil/trace sebagai larutan) dan garam – garam anorganik (sebagai suspensi koloidal).

2. Senyawaan Sulfur
Crude oil yang densitynya lebih tinggi mempunyai kandungan Sulfur yang lebih tinggu pula. Keberadaan Sulfur dalam minyak bumi sering banyak menimbulkan akibat, misalnya dalam gasoline dapat menyebabkan korosi (khususnya dalam keadaan dingin atau berair), karena terbentuknya asam yang dihasilkan dari oksida sulfur (sebagai hasil pembakaran gasoline) dan air.

3. Senyawaan Oksigen
Kandungan total oksigen dalam minyak bumi adalah kurang dari 2 % dan menaik dengan naiknya titik didih fraksi. Kandungan oksigen bisa menaik apabila produk itu lama berhubungan dengan udara. Oksigen dalam minyak bumi berada dalam bentuk ikatan sebagai asam karboksilat, keton, ester, eter, anhidrida, senyawa monosiklo dan disiklo dan phenol. Sebagai asam karboksilat berupa asam Naphthenat (asam alisiklik) dan asam alifatik.
4. Senyawaan Nitrogen
Umumnya kandungan nitrogen dalam minyak bumi sangat rendah, yaitu 0,1 – 0,9 %. Kandungan tertinggi terdapat pada tipe Asphalitik. Nitrogen mempunyai sifat racun terhadap katalis dan dapat membentuk gum / getah pada fuel oil. Kandungan nitrogen terbanyak terdapat pada fraksi titik didih tinggi. Nitrogen klas dasar yang mempunyai berat molekul yang relatif rendah dapat diekstrak dengan asam mineral encer, sedangkan yang mempunyai berat molekul yang tinggi tidak dapat diekstrak dengan asam mineral encer.



Konstituen Metalik
Logam – logam seperti besi, tembaga, terutama nikel dan vanadium pada proses catalytic cracking mempengaruhi aktifitas katalis, sebab dapat menurunkan produk gasoline, menghasilkan banyak gas dan pembentukkan coke. Pada power generator temperatur tinggi, misalnya oil – fired gas turbine, adanya konstituen logam terutama vanadium dapat membentuk kerak pada rotor turbine. Abu yang dihasilkan dari pembakaran fuel yang mengandung natrium dan terutama vanadium dapat bereaksi dengan refactory furnace (bata tahan api), menyebabkan turunnya titik lebur campuran sehingga merusakkan refractory itu.
Agar dapat diolah menjadi produk-produknya, minyak bumi dari sumur diangkut ke Kilang menggunakan kapal, pipa, mobil tanki atau kereta api. Didalam Kilang, minyak bumi diolah menjadi produk yang kita kenal secara fisika berdasarkan trayek titik didihnya (distilasi), dimana gas berada pada puncak kolom fraksinasi dan residu (aspal) berada pada dasar kolom fraksinasi.
Setiap trayek titik didih disebut “Fraksi”, misal :
· 0 – 50°C : Gas
· 50 – 85°C : Gasoline
· 85 – 105°C : Kerosin
· 105 – 135°C : Solar
· > 135°C : Residu (Umpan proses lebih lanjut)

Proses Pembentukan Minyak Bumi
Membahas identifikasi minyak bumi tidak dapat lepas dari bahasan teori pembentukan minyak bumi dan kondisi pembentukannya yang membuat suatu minyak bumi menjadi spesifik dan tidak sama antara suatu minyak bumi dengan minyak bumi lainnya. Karena saya adalah seorang chemist, maka pendekatan yang saya lakukan lebih banyak kepada aspek kimianya daripada dari aspek geologi. Pemahaman tentang proses pembentukan minyak bumi akan diperlukan sebagai bahan pertimbangan untuk menginterpretasikan hasil identifikasi. Ada banyak hipotesa tentang terbentuknya minyak bumi yang dikemukakan oleh para ahli, beberapa diantaranya adalah :



1. Teori Biogenesis (Organik)
Macqiur (Perancis, 1758) merupakan orang yang pertama kali mengemukakan pendapat bahwa minyak bumi berasal dari tumbuh-tumbuhan. Kemudian M.W. Lamanosow (Rusia, 1763) juga mengemukakan hal yang sama. Pendapat di atas juga didukung oleh sarjana lainnya seperti, New Beery (1859), Engler (1909), Bruk (1936), Bearl (1938) dan Hofer. Mereka menyatakan bahwa: “minyak dan gas bumi berasal dari organisme laut yang telah mati berjuta-juta tahun yang lalu dan membentuk sebuah lapisan dalam perut bumi.”

2. Teori Abiogenesis (Anorganik)
Barthelot (1866) mengemukakan bahwa di dalam minyak bumi terdapat logam alkali, yang dalam keadaan bebas dengan temperatur tinggi akan bersentuhan dengan CO2 membentuk asitilena. Kemudian Mandeleyev (1877) mengemukakan bahwa minyak bumi terbentuk akibat adanya pengaruh kerja uap pada karbida-karbida logam dalam bumi. Yang lebih ekstrim lagi adalah pernyataan beberapa ahli yang mengemukakan bahwa minyak bumi mulai terbentuk sejak zaman prasejarah, jauh sebelum bumi terbentuk dan bersamaan dengan proses terbentuknya bumi. Pernyataan tersebut berdasarkan fakta ditemukannya material hidrokarbon dalam beberapa batuan meteor dan di atmosfir beberapa planet lain 2).
Dari sekian banyak hipotesa tersebut yang sering dikemukakan adalah Teori Biogenesis, karena lebih bisa. Teori pembentukan minyak bumi terus berkembang seiring dengan berkembangnya teknologi dan teknik analisis minyak bumi, sampai kemudian pada tahun 1984 G. D. Hobson dalam tulisannya yang berjudul The Occurrence and Origin of Oil and Gas menyatakan bahwa : “The type of oil is dependent on the position in the depositional basin, and that the oils become lighter in going basinward in any horizon. It certainly seems likely that the depositional environment would determine the type of oil formed and could exert an influence on the character of the oil for a long time, even thought there is evolution” 2).
Berdasarkan teori Biogenesis, minyak bumi terbentuk karena adanya kebocoran kecil yang permanen dalam siklus karbon. Siklus karbon ini terjadi antara atmosfir dengan permukaan bumi, yang digambarkan dengan dua panah dengan arah yang berlawanan, dimana karbon diangkut dalam bentuk karbon dioksida (CO2). Pada arah pertama, karbon dioksida di atmosfir berasimilasi, artinya CO2 diekstrak dari atmosfir oleh organisme fotosintetik darat dan laut. Pada arah yang kedua CO2 dibebaskan kembali ke atmosfir melalui respirasi makhluk hidup (tumbuhan, hewan dan mikroorganisme).
Dalam proses ini, terjadi kebocoran kecil yang memungkinkan satu bagian kecil karbon yang tidak dibebaskan kembali ke atmosfir dalam bentuk CO2, tetapi mengalami transformasi yang akhir-nya menjadi fosil yang dapat terbakar. Bahan bakar fosil ini jumlahnya hanya kecil sekali. Bahan organik yang mengalami oksidasi selama pemendaman. Akibatnya, bagian utama dari karbon organik dalam bentuk karbonat menjadi sangat kecil jumlahnya dalam batuan sedimen.
Pada mulanya senyawa tersebut (seperti karbohidrat, protein dan lemak) diproduksi oleh makhluk hidup sesuai dengan kebutuhannya, seperti untuk mempertahankan diri, untuk berkembang biak atau sebagai komponen fisik dan makhluk hidup itu. Komponen yang dimaksud dapat berupa konstituen sel, membran, pigmen, lemak, gula atau protein dari tumbuh-tumbuhan, cendawan, jamur, protozoa, bakteri, invertebrata ataupun binatang berdarah dingin dan panas, sehingga dapat ditemukan di udara, pada permukaan, dalam air atau dalam tanah.
Apabila makhluk hidup tersebut mati, maka 99,9 % senyawa karbon dan makhluk hidup akan kembali mengalami siklus sebagal rantai makanan, sedangkan sisanya 0,1 % senyawa karbon terjebak dalam tanah dan dalam sedimen. Inilah yang merupakan cikal bakal senyawa-senyawa fosil atau dikenal juga sebagai embrio minyak bumi. Embrio ini mengalami perpindahan dan akan menumpuk di salah satu tempat yang kemungkinan menjadi reservoar dan ada yang hanyut bersama aliran air sehingga menumpuk di bawah dasar laut, dan ada juga karena perbedaan tekanan di bawah laut muncul ke permukaan lalu menumpuk di permukaan dan ada pula yang terendapkan di permukaan laut dalam yang arusnya kecil.
Embrio kecil ini menumpuk dalam kondisi lingkungan lembab, gelap dan berbau tidak sedap di antara mineral-mineral dan sedimen, lalu membentuk molekul besar yang dikenal dengan geopolimer. Senyawa-senyawa organik yang terpendam ini akan tetap dengan karakter masing-masing yang spesifik sesuai dengan bahan dan lingkungan pembentukannya. Selanjutnya senyawa organik ini akan mengalami proses geologi dalam perut bumi. Pertama akan mengalami proses diagenesis, dimana senyawa organik dan makhluk hidup sudah merupakan senyawa mati dan terkubur sampai 600 meter saja di bawah permukaan dan lingkungan bersuhu di bawah 50°C.
Pada kondisi ini senyawa-senyawa organik yang berasal dan makhluk hidup mulai kehilangan gugus beroksigen akibat reaksi dekarboksilasi dan dehidratasi. Semakin dalam pemendaman terjadi, semakin panas lingkungannya, penam-bahan kedalaman 30 - 40 m akan menaik-kan temperatur 1°C. Di kedalaman lebih dan 600 m sampai 3000 m, suhu pemendaman akan berkisar antara 50 - 150 °C, proses geologi kedua yang disebut katagenesis akan berlangsung, maka geopolimer yang terpendam mulal terurai akibat panas bumi.
Komponen-komponen minyak bumi pada proses ini mulai terbentuk dan senyawa–senyawa karakteristik yang berasal dan makhluk hidup tertentu kembali dibebaskan dari molekul. Bila kedalaman terus berlanjut ke arah pusat bumi, temperatur semakin naik, dan jika kedalaman melebihi 3000 m dan suhu di atas 150°C, maka bahan-bahan organik dapat terurai menjadi gas bermolekul kecil, dan proses ini disebut metagenesis.
Setelah proses geologi ini dilewati, minyak bumi sudah terbentuk bersama-sama dengan bio-marka. Fosil molekul yang sudah terbentuk ini akan mengalami perpindahan (migrasi) karena kondisi lingkungan atau kerak bumi yang selalu bergerak rata-rata se-jauh 5 cm per tahun, sehingga akan ter-perangkap pada suatu batuan berpori, atau selanjutnya akan bermigrasi membentuk suatu sumur minyak. Apabila dicuplik batuan yang memenjara minyak ini (batuan induk) atau minyak yang terperangkap dalam rongga bu-mi, akan ditemukan fosil senyawa-senyawa organik. Fosil-fosil senyawa inilah yang diten-tukan strukturnya menggunaan be-berapa metoda analisis, sehingga dapat menerangkan asal-usul fosil, bahan pembentuk, migrasi minyak bumi serta hubungan antara suatu minyak bumi dengan minyak bumi lain dan hubungan minyak bumi dengan batuan induk.


Written by R1CKY
Monday, 23th March 2009
12:36 AM

28 September 2009

Bioetanol, sumber energi baru dan alternatif tulang punggung ekonomi



Bioetanol (C2H5OH) adalah cairan biokimia dari proses fermentasi gula dari sumber karbohidrat menggunakan bantuan mikroorganisme. Bioetanol dibuat dengan bahan baku bahan bergula seperti tebu, nira aren, bahan berpati seperti jagung, dan ubi-ubian, bahan berserat yang berupa limbah pertanian masih dalam taraf pengembangan di negara maju.
Bioetanol bersifat multi-guna karena dicampur dengan bensin pada komposisi berapapun memberikan dampak yang positif. Pencampuran bioetanol absolut sebanyak 10 % dengan bensin (90%), sering disebut Gasohol E-10. Gasohol singkatan dari gasoline (bensin) plus alkohol (bioetanol). Etanol absolut memiliki angka oktan (ON) 117, sedangkan Premium hanya 87-88. Gasohol E-10 secara proporsional memiliki ON 92 atau setara Pertamax.
Sumber dari Agroinfo 2005, setiap tahunnya terdapat sekitar 365 ribu ton ethanol yang dihasilkan oleh pabrik gula di seluruh Indonesia. Jumlah ini sudah mendekati 2% dari kebutuhan bensin di Indonesia setiap tahunnya yang berkisar 20 juta kiloliter. Kalau dilihat angka ini, sebenarnya target pemerintah untuk mensubtitusi 2% bioethanol pada tahun 2010 bukanlah pekerjaan yang sulit. Seperti juga bio diesel, seharusnya pemerintah dapat membuat target yang lebih besar lagi agar konsumsi BBM jenis bensin dapat lebih ditekan sehingga impor BBM yang menggerogoti APBN dapat dikurangi


Apa kendala pengembangan industri bioethanol? Saat ini yang menjadi kendala pengembangan bioetanol antara lain ketersediaan lahan, keterbatasan pasar atau penggunanya. Ada pula kemungkinan hambatan sosial dalam pengembangan tanaman sinkong dan tebu yaitu dalam membangun rasa saling percaya antara petani jarak dengan pengusaha sebagai pengolah biji jarak. Meskipun tanaman ubi dan tebu sangat potensial dikembangkan sebagai energi terbarukan dengan harga murah, dapat ditanam di lahan kritis, dan dapat meningkatkan pendapatan petani, tapi belum semua pihak menyadari potensi tersebut.
Kompetisi bahan baku atau peningkatan kesejahteraan petani ? Tanpa dibarengi dengan intensifikasi dan ekstensifikasi lahan, industri bioetanol akan berkompetisi secara langsung dengan pengguna tebu/molases, ubikayu, jagung dan bahan baku lainnya. Pada kondisi kritis ini, industri bioetanol lebih sensitif terhadap peningkatan harga dibandingkan dengan industri pangan, karena biaya produksi 1 liter bioetanol hampir sama dengan harga 1 kg produk industri pangan. Padahal 1 liter etanol memerlukan 2 kg bahan baku setara 2 kg produk industri pangan. Jadi, industri bioetanol pasti akan kalah bersaing dan mencari bahan baku alternatif yang lebih murah
Penggunaan dan komersialiasi bioetanol di Indonesia mungkin tidak dapat dilihat dalam waktu dekat. Hal ini antara lain disebabkan karena belum adanya aturan hukum yang jelas dalam industri ini dan standar penggunaan bahan-bahan untuk biodiesel dan bioetanol sehingga menyulitkan produsen biodiesel dan bioetanol untuk memperoleh pembiayaan dan menjalankan bisnisnya. Selain itu, kurangnya jaringan distribusi dan infrastruktur menyulitkan pemasaran bioetanol di pasar domestik. Sebagai konsekuensi, sebagian besar bioetanol yang diproduksi di Indonesia sekarang digunakan untuk pasar ekspor.

18 September 2009

IMATEK & ME

After the traveling Oktober 2004 - April 2006 Kurun waktu kurang lebih 1,5 tahun terasa begitu cepat, sekelumit perjalanan yang harus kulalui bersama kawan-kawan dalam mengemban amanah RUA IMATEK FT USU tahun 2004. Perjalanan yang diwarnai dengan berbagai suka dan duka, kesulitan dan keberhasilan, marah dan tawa serta hal-hal lain yang membuat kami belajar tentang banyak hal. Bahwa perbuatan tidak semudah yang dikatakan, realita tidak seindah yang dibayangkan. Pada awal perjalanan Ikatan kami sudah mengalami banyak kendala. Setelah Rapat Umum Anggota dilaksanakan pada bulan September 2004 kepengurusan baru dapat dibentuk dan dilantik pada November 2004. Seperti kita ketahui Badan Pengurus ini mewarisi Badan Pengurus Demisioner 2003-2004 yang dipimpin oleh saudara Gunawan Ibrahim. Dimana IMATEK FT USU tidak berada dibawah Program Studi Teknik Kimia (sekarang Departemen Teknik Kimia). Hal inilah yang menjadi kendala kami untuk menjalankan program kerja kami. Hal itu bisa menjadi kendala karena : 1. Tidak mendapat izin administrasi sehingga memutuskan hubungan Instansi keluar serta kalangan alumni 2. Tidak mendapat dukungan penuh dari rekan-rekan mahasiswa/I teknik kimia karena dianggap tidak legal Sehingga banyak kegiatan Badan Pengurus menggunakan panitia tanpa terikat dengan IMATEK FT USU bila dihadapkan ke pihak Departemen. Tetapi bila dihadapkan ke anggota kami mencoba untuk menyatakan ini adalah program kerja inti IMATEK FT USU. * Dialog Interaktif Ir. Panahatan Hasibuan, * Kunjungan pabrik ke P.T. Indonesia Asahan Alumunium * Liga Imatek * Buletin Katalis * Road To Munas JOGJAKARTA Pada bulan agustus 2005 telah terjadi pergantian Pimpinan tingkat Dekanat. Dimana Pembantu Dekan III (PUDEK III) Ir. Awalludin Thayap, MSc dalam visi & misinya untuk pemberdayaan Organisasi Kemahasiswaan (ORMAWA) FT. Hal ini memberikan titik cerah buat IMATEK FT USU dalam menuju legalitas. Setelah Diskusi PUDEK III bersama Prof. DR. Ir. Setiaty Pandia dan Ir Indra Surya MSc ( Kajur dan Sekjur saat itu) telah membuka jalan kami untuk menuju legalitas ikatan. Hal ini juga diiringi dengan diizinkan pengiriman delegasi Musyawarah Nasional VIII Badan Koordinasi Kegiatan Mahasiswa Teknik Kimia Indonesia (BKKMTKI) di Yogyakarta pada bulan Septemper 2005. Saat ini Departemen Teknik Kimia dipimpin oleh Ir Indra Surya MSc (Kajur) dan Maya Sarah, ST, MT (Sekjur) telah menyatakan IMATEK FT USU telah diakui dan didukung dari pihak jurusan. Dalam melaksanakan apa yang telah ditetapkan pada Sidang Pleno Badan Pengurus Ikatan I, banyak hambatan-hambatan yang kami hadapi yang mengakibatkan adanya kegagalan kami dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diberikan kepada kami. Faktor-faktor kegagalan klasik yang kami hadapi pada masa kepenurusan kami. Komunikasi yang kurang baik, pemahaman yang kurang, komitmen yang masih harus dipertanyakan dan kurang keseriusan merupakan permasalahan yang dihadapi yang mengganggu efektivitas dan efisiensi serta kreatifitas kami dalam melaksanakan tugas. *Tulisan ini diketik dalam acara RUA IMATEK 2006 Lalu

BUYAT & MINAMATA


MINAMATA. Inilah sebuah teluk dengan kota kecil bernama sama di kawasan Jepang, tempat sebuah tragedi menjadi legenda. Tragedi yang terjadi karena manusia hanya memikirkan keuntungan semata sehingga mengabaikan alam. Kisah duka berawal dari berdirinya Nippon Nitrogen Fertilizer, 1908, cikal bakal Chisso Co Ltd dengan produksi utama pupuk urea. Sama seperti industri lain yang berkembang saat itu, Chisso langsung membuang limbahnya ke alam, ke Teluk Minamata.

Tahun 1956 kecurigaan mulai muncul setelah direktur RS Chisso melaporkan ke Pusat Kesehatan Masyarakat Minamata atas masuknya gelombang pasien dengan gejala sama: kerusakan sistem saraf.
Sayang apa yang kemudian disebut penyakit minamata ini amat lambat penanganannya. Meski para peneliti dari Universitas Kumamoto, 1963, sudah menyebutkan penyebabnya adalah senyawa metil merkuri yang ditemukan pada kerang di teluk itu, dan pada lumpur limbah Chisso, tak ada tindakan berarti. Tak heran bila tahun 1965 gejala meluas pada penduduk di Prefektur Niigata, tetangga Minamata.

Baru 12 tahun kemudian, 1968, Pemerintah Jepang menyadari itu adalah pencemaran dan mengakui bahwa sumbernya adalah senyawa metil merkuri yang dibuang Chisso. Selain pupuk, pabrik ini juga membuat asam asetat, asam asetaldehid, dan vinil klorida, yang memang dibutuhkan dalam industri pupuk. Dalam proses-proses itu, terutama untuk asam asetaldehid, digunakan merkuri sebagai katalisator.
BUYAT, Sebuah teluk yang berada propinsi Sulawesi Utara, Indonesia. Bisa dikatakan “pasien” berikut setelah Minamata. Dan untuk saat ini yang menjadi “pelaku” diduga adalah PT Newmont yang bergerak dalam pertambangan emas. Pencemaran merkuri di kawasan perairan Sulawesi Utara itu telah diributkan sejak tahun 1990-an, namun kemudian timbul dan tenggelam hingga muncul kembali tahun ini dan menjadi isu hangat dalam beberapa bulan terakhir bahkan mungkin masih akan bergulir hingga tahun depan.

Kontaminasi merkuri di wilayah perairan dan pantai Sulut menurut pembelaan PT Newmont merupakan limbah dari aktivitas pertambangan emas rakyat, yang kurang mendapat pengawasan pemerintah seperti di Dimembe, Ranoyapo, dan Ratatotok di Kabupaten Minahasa. Diperkirakan sekitar 40 persen merkuri yang dipakai para penambang emas rakyat di kabupaten itu merembes ke laut, melalui pencucian tromol dan pada proses pemanggangan batuan.


Siapapun yang menjadi pelaku pencemaran laut ini baik di teluk buyat dan teluk minamata tetap dampak pencemaranya sangat buruk terhadap masyarakat sekitar perairan atau pesisir pantai. Senyawa metil merkuri akan tertimbun dalam ginjal, otak janin, otot, dan hati. Namun, sebagian besar metil merkuri akan berakumulasi di otak. Karena tingkat penyerapannya tinggi ke dalam tubuh, maka senyawa beracun ini bisa menyebabkan berbagai penyakit termasuk kanker hingga mengakibatkan kecacatan dan kematian. Masuknya merkuri dalam tubuh memang akan menimbulkan berbagai gangguan kesehatan bila melampaui ambang batas.

Sampai di sistem saraf, berakibat tidak bisa mengendalikan anggota badan dan tubuh. Karena rahang sulit digerakkan, pasien mengalami gangguan bicara dan mengunyah. Gangguan terjadi pada panca indera mulai dari telinga berdenging sampai tuli, pandangan kabur hingga buta, tidak peka rasa suhu dan bau. Akumulasi merkuri pada dosis tinggi ditunjukkan dengan munculnya rona biru pada gusi hingga gigi tanggal. Gangguan juga terjadi pada fungsi organ seperti ginjal dan kerusakan sistem detoksifikasi hati. Bila senyawa itu mengendap di otak mengakibatkan gangguan daya ingat, reaksi emosi histeria seperti lekas marah dan rasa malu berlebihan, depresi dan susah tidur, tertawa dan ketakutan tanpa sebab. Pada stadium lanjut pasien akan pingsan, gila, hingga menemui ajal.

Penyakit ini juga akan menurun dari ibu yang terkontaminasi merkuri. Hingga melahirkan bayi cacat, karena mengalami kerusakan DNA. Kecacatan bayi yang terjadi seperti gangguan keseimbangan dan gerak motorik, serta rendah tingkat kecerdasannya. Bahkan ada yang lahir tanpa anggota badan, atau bentuk kepala tidak beraturan.

JEPANG, sungguh belajar banyak dari tragedi Minamata. Dengan mengubah paradigma industri mereka dan berusaha mencari solusi untuk itu.

Pertama, manusia tak hanya menjadi pelaku kejahatan terhadap alam tetapi sekaligus menjadi korban kejahatannya sendiri.

Kedua, memacu pertumbuhan ekonomi dengan industri massal dan konsumsi berlebihan, hanya akan menghasilkan limbah yang massal pula. Karena itu, Jepang berupaya mengembangkan industri hijau yang tidak lagi mencari untung sebesar-besarnya tetapi menjalankan bisnis yang beretika dan berkelanjutan. Untuk itu, Pemerintah Jepang amat ketat memberlakukan syarat pengolahan limbah.

Ketiga, mereka amat concern tehadap keamanan pangan, sungai, dan lautnya. Tak heran bila banyak produk pangan ekspor dari Indonesia, sering ditolak hanya karena tercampur sehelai rambut. Indonesia memang harus belajar banyak dari Minamata. Soalnya dalam berbagai pernyataannya belakangan ini, banyak menteri ekonomi di Kabinet Persatuan Nasional yang mengabaikan lingkungan demi investasi.Padahal bila laut dan sungai tercemar, ekonominya sendiri bakal ikut guncang. Tak percaya? Coba saja ekspor udang, ikan, dan kerang dari Teluk Jakarta atau Pantai Kenjeran. Begitu ketahuan tercemar merkuri, apa tidak habis kita?.

Produksi masal dan konsumsi masal membuat hidup lebih nyaman tetapi juga menghasilkan limbah masal yang mengorbankan lingkungan dan kesehatan, dikelilingi oleh asap, pupuk kimia, pengawet makanan dan bahan beracun lainnya. Kita tidak boleh mementingkan kehidupan materialis tanpa memperhatikan hubungan antar bangsa. Penyakit Minamata & Buyat menunjukkan bahwa manusia menyebabkan terjadinya masalah sekaligus menjadi korban dari masalah yang dibuatnya sendiri.

Penyakit Minamata & Buyat juga mengajarkan kebersamaan dengan alam bahwa kita dapat hidup karena adanya alam semesta, membina hubungan dengan manusia, sungai, laut dan membutuhkan makanan yang aman, perlu mengurangi limbah rumah tangga dan industri serta berupaya melakukan daur ulang untuk mengatasi berbagai masalah global.

ALAM adalah Sahabat yang paling setia yang diciptakan Sang Khalik untuk Manusia. Maka mari kita jaga kelestariannya. Marilah kita rendah hati seperti Laut. Laut itu luas dan kaya tetapi dia paling rendah di Bumi.
Damai di hati Damai di Bumi. Lestarilah Indonesiaku !!

***
Created by RICKY DWITAMA
Friday, 27 January 2006-01-27
4:24 AM

PT Medco Energi Internasional Tbk


PT Medco Energi Internasional Tbk ("Medco Energi") began its journey more than two decades ago as PT Meta Epsi Pribumi Drilling Co., a small but spirited onshore oil-drilling contracting
services in 1980.

Over the years, Medco Energi has evolved into an integrated energy resources company with a significant share of the Indonesian oil-and-gas industry, including a growing stake in its downstream opportunities. In 1994, Meta Epsi changed its name to PT Medco Energi Corporation and listed its shares on the Jakarta Stock Exchange, becoming the first listed Energy company in Indonesia. It then changed its name to PT Medco Energi Internasional in 2000 to reflect the company's international shareholders.


In 2002, Medco Energi formed a strategic alliance with PTT Exploration and Production Public Company Limited ("PTTEP") of Thailand. Thus began a new era for the Medco Energi Group which as at year 2002 comprised of PT Exspan Nusantara, PT Apexindo Pratama Duta and PT Medco Methanol Bunyu. With over twenty years of experience, and synergy with PTTEP, Medco Energi is well placed to capitalize on its substantial reserves, to increase production efficiency and, more importantly, accumulate expertise to enhance its operations to become aprofitable Energy Company with sustainable long-term growth. Equally important, we continue to foster good working relationships with the local authorities and communities in which we operate, sharing a mutual interest in regional welfare, growth and development.

Vision
The Energy Company Of Choice
· For investors and shareholders seeking value creation
· For business partners seeking alliances and cooperation
· For employees seeking challenges and empowerment
· For society and community touched by the benefits of corporate citizenship and
civic responsibilities.

Mission
Attracting and harnessing human, financial, technical, and organizational resources whilst providing an environment conducive towards the development of energy resource potentials into productive and profitable investment portfolios.

07 September 2009

"Virgin Coconut Oil", Penyembuh Ajaib dari Buah Kelapa

Ada jenis minyak selain berfungsi menggoreng makanan juga berperan membantu mencegah penyakit jantung, kanker, diabetes, dan penyakit degeneratif lainnya, memperbaiki pencernaan, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mencegah infeksi virus (HIV) dan SARS, serta membantu menurunkan berat badan Multifungsi ini tidak ditemukan pada minyak kedelai, minyak jagung, minyak sawit, minyak bunga matahari, minyak canola, minyak olive, ataupun minyak hewan, melainkan dari minyak kelapa yang kini lazim disebut virgin coconut oil (Vico) dan konon bahan bakunya banyak ditemukan di Indonesia. Hal ini dinyatakan Bruce Fife dalam bukunya bertajuk The Healing Miracles of Coconut Oil.

Ini karena dalam minyak ini terkandung asam laurik hingga 53 persen dan asam kaprik (6 persen), yang merupakan asam lemak jenuh berantai karbon sedang (medium chain fatty acid/MCFA). Keduanya akan diubah menjadi senyawa monogliserida dalam tubuh, yang bersifat antivirus, antibakteri, dan antiprotozoa. Dalam tubuh asam laurik berubah menjadi monolaurin, sedangkan asam kaprik menjadi monokaprin.



Berbagai bakteri dan virus serta protozoa yang dapat ditangkal monolaurin meliputi listeria monositogen dan helikobakteri pilorida, HIV, virus herpes simpleks-1 (HSV-1), virus vesikular stomatitis dan virus visna, virus sito megalo dan virus influenza, serta protozoa giadia lamblia. Sedangkan monokaprin mengatasi virus mematikan HIV-1 dan penyakit infeksi seksual seperti virus HSV-2 dan bakteri neisseria gonorrhoeae.

Khasiat Vico dalam menanggulangi penyakit virus telah lebih dari 30 tahun lalu diketahui antara lain oleh Profesor J Kabara yang telah mendapatkan hak paten dari penelitiannya itu. Sedangkan Dr Condrado Dayrit dari Filipina pada tahun 1980-an yang mula-mula melaporkan kemampuan asam laurik dan kaprik dalam mematikan virus HIV. Lemak jenuh berantai sedang dalam Vico karena dapat meningkatkan fungsi metabolisme tubuh, maka juga bermanfaat mengatasi obesitas, penyakit jantung, dan keropos tulang atau osteoporosis. Dengan membaiknya metabolisme, daya tahan terhadap penyakit akan meningkat dan cepat sembuh dari sakit.

Terganggunya metabolisme diawali dengan menurunnya produksi insulin atau enzim yang membantu zat gula dan protein masuk ke dalam sel. Unsur-unsur itu diketahui menjadi sumber energi bagi sel. Karena itu, bagi mereka yang mengalami gangguan fungsi insulin atau enzim, seperti penderita diabetes melitus, asupan MCFA akan membantu. Karena asam lemak jenuh rantai sedang itu dapat menembus dinding tanpa bantuan enzim. Dengan demikian, sel dapat menghasilkan energi lebih cepat

Selama ini ada anggapan dari sebagian masyarakat bahwa minyak kelapa sebagai pencetus penyakit jantung koroner dan stroke sehingga secara sengaja menghindari minyak kelapa dari diet hariannya baik langsung maupun tak langsung. Kurangnya informasi ilmiah tentang manfaat minyak kelapa bagi kesehatan menjadikan minyak laurat ini kalah pamor dengan minyak sawit (oleat), minyak kedelai dan jagung

Bahkan, kini minyak kelapa relatif sulit ditemukan di pasar-pasar tradisional karena sudah didominasi minyak goreng asal sawit dan kedelai. Padahal, Indonesia adalah negara produsen kelapa utama di dunia. Sebagai negara kepulauan terbesar, Indonesia memiliki kebun kelapa (Cocos nucifera) terluas di dunia, seluas 3,74 juta hektar, yang hampir seluruhnya adalah perkebunan rakyat dan merupakan sumber penghasilan sekitar dua setengah juta keluarga petani.

Dari keseluruhan produksi dunia pangsa produksi kelapa sekitar 30 %, yang merupakan produsen ke 2 (dua) setelah Philipina. Sekitar 98 % berasal dari perkebunan rakyat, hal ini menunjukkan bahwa perekonomian kelapa nasional akan tergantung dari petani kelapa.

Tanaman kelapa (Cocos nucifera) memiliki peran yang strategis bagi masyarakat Indonesia, bahkan tanaman kelapa termasuk sebagai komoditas sosial kedua setelah padi mengingat produknya merupakan salah satu dari sembilan bahan pokok masyarakat. Peran strategis demikian terlihat dari total areal 3.74 juta hektar, dan sekaligus sebagai areal perkebunan terluas dibandingkan dengan tanaman perkebunan lainnya.

Nilai ekspor produk kelapa pada tahun 1994 senilai US $ 280.241 juta sedang pada tahun 2000 devisa yang dihasilkan dari ekspor minyak kelapa, kopra, bungkil, kelapa parut dan arang tempurung mencapai US $ 393 juta (Haz, 2001). Hal ini membuktikan adanya Peluang pengembangan produksi virgin coconut oil sangat besar mengingat melimpahnya tanaman kelapa di Indonesia..

Umumnya, masyarakat mengenal pengolahan daging buah kelapa menjadi minyak melalui cara kering dan basah. Pengolahan cara kering, daging buah yang sudah dipotong-potong dikeringkan sehingga diperoleh kopra, lalu dilakukan pengepresan guna mendapatkan minyak.

Teknik pengolahan ini biasanya dilakukan dalam skala besar (pabrik). Pengolahan cara basah, daging buah kelapa diparut, kemudian dicampur dan diekstrak dengan air panas (hangat) pada perbandingan tertentu.

Hasil ekstraksi berupa emulsi minyak dalam air yang disebut santan. Pemanasan dilakukan untuk memecah emulsi guna mendapatkan minyak, yang kerap disebut minyak kelentik. Kedua metode ini akan menghasilkan minyak yang berbau harum, tetapi warnanya kurang bening akibat penggunaan panas dalam proses pengolahannya.

Dalam hal ini untuk memperoleh Vico, penggunaan panas diminimalkan atau sama sekali dihilangkan. Caranya adalah dengan menggunakan enzim secara langsung atau mikroba penghasil enzim tertentu untuk memecah protein yang berikatan dengan minyak dan karbohidrat sehingga minyak dapat terpisah secara baik.

Pengolahan minyak kelapa dengan menggunakan enzim lazim disebut teknik fermentasi. Pembuatan Vico dengan teknik fermentasi diawali dengan proses pembuatan santan, caranya sama dengan metode basah. Santan ditempatkan pada wadah yang bersih dan selanjutnya dibiarkan beberapa saat hingga terbentuk gumpalan krim atau "biang santan".

Krim dipisahkan ke dalam wadah yang tembus pandang, seperti stoples yang relatif besar, lalu tambahkan ragi atau larutan cuka nira secukupnya. Campuran diaduk secara merata dan difermentasi selama 10-14 jam atau semalam.

Proses fermentasi dinyatakan berjalan baik jika dari campuran tersebut terbentuk tiga lapisan, yakni lapisan atas berupa minyak murni (Vico), lapisan tengah berupa blondo (warna putih), dan lapisan bawah berupa air. Lapisan minyak dipisahkan secara hati-hati. Minyak ini memberi aroma khas dan warna yang lebih jernih. Sangat mudah untuk dibuat. Tertarikah Anda ?

Dengan dasar pertimbangan-pertimbangan di ataslah maka potensi minyak kelapa perlu ditingkatkan. SYALOM !!

Created By Ricky Austin

22 April 2005, 10.32 PM

Batu Penghalang Jalan

Alkisah, seorang raja yang pandai dan bijak bermaksud menguji kepedulian rakyatnya dengan cara yang unik. Pada suatu sore, sang raja diam-diam meletakan sebuah batu itu persis ditengah jalan sehingga tidak enak dipandang dan menghalang-halangi langkah orang. Sang raja sengaja ingin mengetahui apa reaksi rakyatnya yang berlalu lalang di jalan tadi.

Tampak seorang petani melintas sambil membawa gerobakbarang yang tampak berat karena penuh dengan barang bawaan. Ketika ia melihat sebongkah batu menghalangi jalannya, ia langsung mengomel. “Dasar orang disini malas-malas . Batu ditengah jalan didiamkan saja …..!”. Sambil terus menggerutu, ia membelokkan gerobaknya menghindari batu tadi dan meneruskan perjalannya.

Setelah itu, lewatlah seorang prajurit sambil bersenandung mengenang keberaniannya di medan perang. Karena jalan sambil mendongkakdan tidak hati-hati si prajurit tersandung batu penghalang dan hampir tersungkur. “Kurang ajar….!Kenapa orang –orang yang lewat jalan ini tidak mau menyingkirkan batu keparat ini …hah?! “teriak si prajurit marah-marah, sambil mengacung-ngacungkan pedangnya. Sekalipun mengeluh dan marah-marah, prajurit itu pun tidak mengambil tindakan apapun. hanya melangkahi batu tersebut dan berlalu begitu saja.



Tidak lama kemudian, seorang pemuda miskin berjalan melewati jalan itu. Ketika melihat batu penghalang tadi, ia berkata dalam hati, “Hari sudah mulai gelap. Bila orang melintas jalan ini dan tidak berhati-hati, pasti akan tersandung. Batu itu bisa mencelakai orang”. Walaupun lelah karena bekerja keras seharian, pemuda itu masih mau bersusah payah memindahkan batu penghalang kepinggir jalan .Setelah batu berhasil dipindahkan, pemuda itu terkejut melihat sebuah benda tertanam dibawah batu yang dipindahkannya. Disitu terdapat sebuah kotak dan sepucuk surat yang isinya berbunyi, “ Untuk rakyatku yang rela memindahkan batu penghalang ini. Karena engkau telah menunjukkan kerajinan dan kepedulianmu maka terimalah lima keping emas yang ada dalam kotak ini sebagai hadiah rajamu”.

Pemuda miskin itu langsung bersujud syukur dan memuji kedermawanan rajanya. Dan peristiwa itu pun menggemparkan seluruh negeri. Raja telah berhasil mengajarkan arti pentingnya nilai kerajinan dan kepedulian terhadap sesama, serta keberanian dalam menghadapi rintangan.

Pembaca yang budiman. Dalam aktivitas kita menjalani kehidupan ini, baik dibidang karier bisnis ataupun bidang profesional lainnya, kita pasti pernah mengalami hadangan “batu penghalang” seperti cerita di atas. Setiap batu penghalang bisa diartikan sebagai rintangan, kesulitan, beban ataupun tanggung jawab yang ada di dalam kehidupan kita. Bila sikap kita menghadapi semua hal tersebut dengan perasaan tidak sabar, jengkel, marah, menghindar dan cenderung menyalahkan orang lain sebagai penyebabnya, maka kita tidak akan pernah belajar dari kehidupan. Karena sesungguhnya, dalam setiap kesulitan, selalu terdapat hikmah tersembunyi, dan pasti ada pelajaran yang mampu mematangkan dan mendewasakan mental kita.

Jelas kita butuh mentalitas seperti yang dipunyai si pemuda tadi yaitu berani menghadapi rintangan, tidak menyerah bila dilanda kesulitan, peduli terhadap sesama dan lingkungan, tidak cengeng dalam memikul beban, berani memanggul tanggung jawab yang besar. Jika mentalitas seperti ini yang kita punyai, saya yakin, kesempatan besar dan sangat menjajikan tengah menyelinap dibalik setiap batu penghalang yang mengahadang proses perjuangan kita. Saat ini, mungkin ada persoalan sebagai batu pengahalang yang menghambat kemajuan kita, maka ada satu jalan untuk menghadapinya, yaitu hancurkan setiap batu penghalang! Mari kita kuatkan mental dan kobarkan semangat juang dengan berani menghadapi setiap masalah, demi membangun kondisi yang lebih maju, lebih sukses dan lebih berarti. “ Dibalik setiap batu penghalang pasti ada hikmah yang tersembunyi, dan selalu ada pelajaran yang dapat mematangkan mental kita. Hadapi dengan berani setiap batu penghalang”

Dikutip dari : “Clasical Motivation Stories”

Andrie Wongso”

Climate Change Raises Environmental Technology


The environmental industry worldwide is increasing fast again since two years ago with 12 per cent per year. The highest increase are in water and clean energies. Water counts for 34 per cent of the total markets and clean energies for 13 per cent, waste for 28 per cent and noise reduction for 2 per cent. Water and clean energies are on the global agenda again.

The vulnerable environment of earth, water, air and energy, as well as the soaring world population, demands more efficient and safe technologies to deal with waste, hazardous materials, cleaning and so on. More and more attention is put on the sustainable development, which causes no or lessdamages to environment. Environmental industry, together with other industries such as food, water, energy, sustainability, is indispensable for the constitution of a high-quality living space in the 21st Century.

Environment affects directly the health of people and the production of food. A society with advanced medical technology and food industry has big concern for environmental protection. The private spending and governmental investment will proportionally increase. Meantime the innovation and industrial basis in other Life Science industries will facilitate the development of environmental industry. As a result, the market for environmental technologies, clean energies, water and so on has shown a great increase, and the stock of the related companies rise sharply.

Markets for environmental Industry can be divided into four segments according to technology: End-of-pipe, Additive, Integrated and Zero emission. The primary technologies use conventional chemical and physical methods to meet the minimal requirement of waste.

The market totals 676 bn US$ in 2005 and still makes up the largest part of the whole industry. The second stage is additive technology. This stage serves as a bridge for the transformation from the traditional industry to the new nano-bio-neural-info based industry and has already taken 12 per cent of the market volume. Integrated new technologies on molecular scale will significantly promote the efficiency of dissolving the waste, eliminating the toxicoid and restoring the environment. However, the market volume is only 24 bn US$ in 2005. The ideal of environmental technology is zero-emission. In spite of some experiments of specific branches, the market is just at the start.

Although Asia has by far the largest growth rate in the worldwide environmental industry, especially in Japan and Korea, Europe will still lead in the technology development. The strong environmental consciousness and limited territory will stimulate European countries to adopt the most up-to-date innovations. USA will be a close competitor because of their gigantic industry scale and advanced Life Science technologies and nanotechnologies.

Sumber :

Portal Insinyur Kimia (BKK PII)

http://kolom.pacific.net.id/ind/artikel

03 September 2009

KRISIS ENERGI DI INDONESIA “adakah solusinya ?”

Kegiatan pembangunan di Indonesia mengarah kepada industrialisasi, sehingga energi menjadi isu utama dan penting dalam kerangka menunjang model pembangunan tersebut. Krisis energi, terutama listrik, yang pernah terjadi menjelang akhir abad ke-20 mengisyaratkan bahwa suplai energi listrik tidak dapat mengimbangi tingginya laju permintaan. Pertumbuhan konsumsi energi listrik sebesar 15% per tahun cukup menakjubkan di mana hal ini juga setara dengan tingkat pertumbuhan energi total secara umum, yang mencapai di atas 8% per tahun pada kurun 1965-1980 –yang mana hal ini jauh di atas tingkat pertumbuhan energi negara industri sebesar 3% per tahun. (Buletin Walhi , 2005)


Seiring dengan meningkatnya konsumsi energi adalah meningkatnya permasalahan lingkungan hidup, mulai dari produksi energi (pertambangan dan proses pembuatan energi primer), transportasi (penyaluran) energi primer, produksi dan transmisi, serta distribusi energi sekunder (listrik). Pada areal pertambangan sumber energi fosil (seperti minyak bumi, batubara dan gas alam) terjadi perubahan bentang alam dan dampak terhadap lingkungan hidup yang harus menjadi perhatian. Demikian pula halnya dengan dampak lingkungan yang diakibatkan oleh beroperasinya pembangkit tenaga, baik tenaga gerak maupun tenaga lsitrik. (Buletin Walhi , 2005)












Sumber Daya Energi Indonesia
Sumber : kebijakan umum energi nasional.














Kombinasi konsumsi energi Indonesia tahun 2003
Sumber : Ir Ahsin Siqdi

Solusi Pemerintah China menghadapi krisis Energi
Ada beberapa strategi yang diterapkan China untuk membangun energy security di dalam negeri, terutama dalam rangka menopang pertumbuhan ekonomi ke depan. Salah satunya, dengan
1. Investasi besar-besaran di proyek eksplorasi dan pengembangan di berbagai Negara.

Pemerintah China membentuk tiga BUMN minyak skala besar pada dekade 1980-an.
• The China National Offshore Oil Corporation (CNOOC) yang didirikan tahun 1982 untuk
menangani bisnis minyak China di lepas pantai.
• The China National Petrochemical Corporation (Sinopec) yang didirikan tahun 1983 untuk
menangani bisnis pengilangan dan pemasaran.
• The China National Petroleum Corporation (CNPC) yang dibentuk dari Kementerian Industri
Petroleum tahun 1988, dengan tanggung jawab bisnis eksplorasi dan produksi di lapangan
onshore dan wilayah-wilayah lepas pantai yang tidak terlalu dalam.

2. Membangun cadangan minyak strategis (Strategic Petroleum Reserve/SPR), seperti dilakukan AS dan Jepang. Dengan SPR, China bisa melakukan stabilisasi pasokan dan harga dalam kondisi terjadi lonjakan harga minyak di pasar internasional atau gangguan pasokan jangka pendek.

3. Meningkatkan kapasitas kilang di dalam negeri untuk mengolah minyak mentah yang diimpor dari Timteng. Dengan cara ini, volume impor energi dalam bentuk BBM bisa ditekan karena, menurut China, lebih riskan mengimpor BBM ketimbang minyak mentah sebab BBM lebih cepat rusak dan lebih mahal biaya penyimpanannya.

4. Mengembangkan industri gas alam domestik yang selama ini praktis terabaikan. China juga membangun pipa yang mengalirkan gas dari wilayah Xianjiang di bagian barat China yang jarang penduduknya ke wilayah yang sudah lebih berkembang di bagian timur. Selain itu, China juga mengimpor LNG dari berbagai negara dan membangun jaringan pipa gas yang akan mengalirkan gas dari negara lain, termasuk dari Turkmenistan dan Rusia. Juga dibangun terminal-terminal gas di sejumlah titik di negara itu. Salah satunya, terminal gas di Shenzen, Provinsi Guangdong, yang pada tahap pertama akan memasok gas ke Guangzhou, Shenzen, Foshan, dan Dongguan.

5. Mengembangkan lapangan minyak dalam negeri, antara lain dengan mengundang partisipasi pihak asing dalam proyek eksplorasi dan pengeboran minyak di China. Sebelumnya, China sangat hati-hati menyangkut keterlibatan pihak asing di industri minyaknya karena pertimbangan keamanan nasional.

Sumber : Kompas, 20 Agustus 2005

Sumber Daya Energi yang tidak diperbaharui tidak dapat lagi dikembangkan. Solusi yang baik adalah untuk mencari atau eksplorasi sumber daya energi yang baru, bisa juga menciptakan sumber energi alternatif. Konsumsi akan energi dalam kehidupan masyarakat maupun industri tidak dapat ditahan. Dalam segala sektor kebutuhan energi berkembang pesat. Tapi adakah baiknya kita melakukan kebijakan hemat energi ??

Created by RICKY AUSTIN
24 Oktober 2006
00:45 AM