28 September 2009

Bioetanol, sumber energi baru dan alternatif tulang punggung ekonomi



Bioetanol (C2H5OH) adalah cairan biokimia dari proses fermentasi gula dari sumber karbohidrat menggunakan bantuan mikroorganisme. Bioetanol dibuat dengan bahan baku bahan bergula seperti tebu, nira aren, bahan berpati seperti jagung, dan ubi-ubian, bahan berserat yang berupa limbah pertanian masih dalam taraf pengembangan di negara maju.
Bioetanol bersifat multi-guna karena dicampur dengan bensin pada komposisi berapapun memberikan dampak yang positif. Pencampuran bioetanol absolut sebanyak 10 % dengan bensin (90%), sering disebut Gasohol E-10. Gasohol singkatan dari gasoline (bensin) plus alkohol (bioetanol). Etanol absolut memiliki angka oktan (ON) 117, sedangkan Premium hanya 87-88. Gasohol E-10 secara proporsional memiliki ON 92 atau setara Pertamax.
Sumber dari Agroinfo 2005, setiap tahunnya terdapat sekitar 365 ribu ton ethanol yang dihasilkan oleh pabrik gula di seluruh Indonesia. Jumlah ini sudah mendekati 2% dari kebutuhan bensin di Indonesia setiap tahunnya yang berkisar 20 juta kiloliter. Kalau dilihat angka ini, sebenarnya target pemerintah untuk mensubtitusi 2% bioethanol pada tahun 2010 bukanlah pekerjaan yang sulit. Seperti juga bio diesel, seharusnya pemerintah dapat membuat target yang lebih besar lagi agar konsumsi BBM jenis bensin dapat lebih ditekan sehingga impor BBM yang menggerogoti APBN dapat dikurangi


Apa kendala pengembangan industri bioethanol? Saat ini yang menjadi kendala pengembangan bioetanol antara lain ketersediaan lahan, keterbatasan pasar atau penggunanya. Ada pula kemungkinan hambatan sosial dalam pengembangan tanaman sinkong dan tebu yaitu dalam membangun rasa saling percaya antara petani jarak dengan pengusaha sebagai pengolah biji jarak. Meskipun tanaman ubi dan tebu sangat potensial dikembangkan sebagai energi terbarukan dengan harga murah, dapat ditanam di lahan kritis, dan dapat meningkatkan pendapatan petani, tapi belum semua pihak menyadari potensi tersebut.
Kompetisi bahan baku atau peningkatan kesejahteraan petani ? Tanpa dibarengi dengan intensifikasi dan ekstensifikasi lahan, industri bioetanol akan berkompetisi secara langsung dengan pengguna tebu/molases, ubikayu, jagung dan bahan baku lainnya. Pada kondisi kritis ini, industri bioetanol lebih sensitif terhadap peningkatan harga dibandingkan dengan industri pangan, karena biaya produksi 1 liter bioetanol hampir sama dengan harga 1 kg produk industri pangan. Padahal 1 liter etanol memerlukan 2 kg bahan baku setara 2 kg produk industri pangan. Jadi, industri bioetanol pasti akan kalah bersaing dan mencari bahan baku alternatif yang lebih murah
Penggunaan dan komersialiasi bioetanol di Indonesia mungkin tidak dapat dilihat dalam waktu dekat. Hal ini antara lain disebabkan karena belum adanya aturan hukum yang jelas dalam industri ini dan standar penggunaan bahan-bahan untuk biodiesel dan bioetanol sehingga menyulitkan produsen biodiesel dan bioetanol untuk memperoleh pembiayaan dan menjalankan bisnisnya. Selain itu, kurangnya jaringan distribusi dan infrastruktur menyulitkan pemasaran bioetanol di pasar domestik. Sebagai konsekuensi, sebagian besar bioetanol yang diproduksi di Indonesia sekarang digunakan untuk pasar ekspor.

18 September 2009

IMATEK & ME

After the traveling Oktober 2004 - April 2006 Kurun waktu kurang lebih 1,5 tahun terasa begitu cepat, sekelumit perjalanan yang harus kulalui bersama kawan-kawan dalam mengemban amanah RUA IMATEK FT USU tahun 2004. Perjalanan yang diwarnai dengan berbagai suka dan duka, kesulitan dan keberhasilan, marah dan tawa serta hal-hal lain yang membuat kami belajar tentang banyak hal. Bahwa perbuatan tidak semudah yang dikatakan, realita tidak seindah yang dibayangkan. Pada awal perjalanan Ikatan kami sudah mengalami banyak kendala. Setelah Rapat Umum Anggota dilaksanakan pada bulan September 2004 kepengurusan baru dapat dibentuk dan dilantik pada November 2004. Seperti kita ketahui Badan Pengurus ini mewarisi Badan Pengurus Demisioner 2003-2004 yang dipimpin oleh saudara Gunawan Ibrahim. Dimana IMATEK FT USU tidak berada dibawah Program Studi Teknik Kimia (sekarang Departemen Teknik Kimia). Hal inilah yang menjadi kendala kami untuk menjalankan program kerja kami. Hal itu bisa menjadi kendala karena : 1. Tidak mendapat izin administrasi sehingga memutuskan hubungan Instansi keluar serta kalangan alumni 2. Tidak mendapat dukungan penuh dari rekan-rekan mahasiswa/I teknik kimia karena dianggap tidak legal Sehingga banyak kegiatan Badan Pengurus menggunakan panitia tanpa terikat dengan IMATEK FT USU bila dihadapkan ke pihak Departemen. Tetapi bila dihadapkan ke anggota kami mencoba untuk menyatakan ini adalah program kerja inti IMATEK FT USU. * Dialog Interaktif Ir. Panahatan Hasibuan, * Kunjungan pabrik ke P.T. Indonesia Asahan Alumunium * Liga Imatek * Buletin Katalis * Road To Munas JOGJAKARTA Pada bulan agustus 2005 telah terjadi pergantian Pimpinan tingkat Dekanat. Dimana Pembantu Dekan III (PUDEK III) Ir. Awalludin Thayap, MSc dalam visi & misinya untuk pemberdayaan Organisasi Kemahasiswaan (ORMAWA) FT. Hal ini memberikan titik cerah buat IMATEK FT USU dalam menuju legalitas. Setelah Diskusi PUDEK III bersama Prof. DR. Ir. Setiaty Pandia dan Ir Indra Surya MSc ( Kajur dan Sekjur saat itu) telah membuka jalan kami untuk menuju legalitas ikatan. Hal ini juga diiringi dengan diizinkan pengiriman delegasi Musyawarah Nasional VIII Badan Koordinasi Kegiatan Mahasiswa Teknik Kimia Indonesia (BKKMTKI) di Yogyakarta pada bulan Septemper 2005. Saat ini Departemen Teknik Kimia dipimpin oleh Ir Indra Surya MSc (Kajur) dan Maya Sarah, ST, MT (Sekjur) telah menyatakan IMATEK FT USU telah diakui dan didukung dari pihak jurusan. Dalam melaksanakan apa yang telah ditetapkan pada Sidang Pleno Badan Pengurus Ikatan I, banyak hambatan-hambatan yang kami hadapi yang mengakibatkan adanya kegagalan kami dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diberikan kepada kami. Faktor-faktor kegagalan klasik yang kami hadapi pada masa kepenurusan kami. Komunikasi yang kurang baik, pemahaman yang kurang, komitmen yang masih harus dipertanyakan dan kurang keseriusan merupakan permasalahan yang dihadapi yang mengganggu efektivitas dan efisiensi serta kreatifitas kami dalam melaksanakan tugas. *Tulisan ini diketik dalam acara RUA IMATEK 2006 Lalu

BUYAT & MINAMATA


MINAMATA. Inilah sebuah teluk dengan kota kecil bernama sama di kawasan Jepang, tempat sebuah tragedi menjadi legenda. Tragedi yang terjadi karena manusia hanya memikirkan keuntungan semata sehingga mengabaikan alam. Kisah duka berawal dari berdirinya Nippon Nitrogen Fertilizer, 1908, cikal bakal Chisso Co Ltd dengan produksi utama pupuk urea. Sama seperti industri lain yang berkembang saat itu, Chisso langsung membuang limbahnya ke alam, ke Teluk Minamata.

Tahun 1956 kecurigaan mulai muncul setelah direktur RS Chisso melaporkan ke Pusat Kesehatan Masyarakat Minamata atas masuknya gelombang pasien dengan gejala sama: kerusakan sistem saraf.
Sayang apa yang kemudian disebut penyakit minamata ini amat lambat penanganannya. Meski para peneliti dari Universitas Kumamoto, 1963, sudah menyebutkan penyebabnya adalah senyawa metil merkuri yang ditemukan pada kerang di teluk itu, dan pada lumpur limbah Chisso, tak ada tindakan berarti. Tak heran bila tahun 1965 gejala meluas pada penduduk di Prefektur Niigata, tetangga Minamata.

Baru 12 tahun kemudian, 1968, Pemerintah Jepang menyadari itu adalah pencemaran dan mengakui bahwa sumbernya adalah senyawa metil merkuri yang dibuang Chisso. Selain pupuk, pabrik ini juga membuat asam asetat, asam asetaldehid, dan vinil klorida, yang memang dibutuhkan dalam industri pupuk. Dalam proses-proses itu, terutama untuk asam asetaldehid, digunakan merkuri sebagai katalisator.
BUYAT, Sebuah teluk yang berada propinsi Sulawesi Utara, Indonesia. Bisa dikatakan “pasien” berikut setelah Minamata. Dan untuk saat ini yang menjadi “pelaku” diduga adalah PT Newmont yang bergerak dalam pertambangan emas. Pencemaran merkuri di kawasan perairan Sulawesi Utara itu telah diributkan sejak tahun 1990-an, namun kemudian timbul dan tenggelam hingga muncul kembali tahun ini dan menjadi isu hangat dalam beberapa bulan terakhir bahkan mungkin masih akan bergulir hingga tahun depan.

Kontaminasi merkuri di wilayah perairan dan pantai Sulut menurut pembelaan PT Newmont merupakan limbah dari aktivitas pertambangan emas rakyat, yang kurang mendapat pengawasan pemerintah seperti di Dimembe, Ranoyapo, dan Ratatotok di Kabupaten Minahasa. Diperkirakan sekitar 40 persen merkuri yang dipakai para penambang emas rakyat di kabupaten itu merembes ke laut, melalui pencucian tromol dan pada proses pemanggangan batuan.


Siapapun yang menjadi pelaku pencemaran laut ini baik di teluk buyat dan teluk minamata tetap dampak pencemaranya sangat buruk terhadap masyarakat sekitar perairan atau pesisir pantai. Senyawa metil merkuri akan tertimbun dalam ginjal, otak janin, otot, dan hati. Namun, sebagian besar metil merkuri akan berakumulasi di otak. Karena tingkat penyerapannya tinggi ke dalam tubuh, maka senyawa beracun ini bisa menyebabkan berbagai penyakit termasuk kanker hingga mengakibatkan kecacatan dan kematian. Masuknya merkuri dalam tubuh memang akan menimbulkan berbagai gangguan kesehatan bila melampaui ambang batas.

Sampai di sistem saraf, berakibat tidak bisa mengendalikan anggota badan dan tubuh. Karena rahang sulit digerakkan, pasien mengalami gangguan bicara dan mengunyah. Gangguan terjadi pada panca indera mulai dari telinga berdenging sampai tuli, pandangan kabur hingga buta, tidak peka rasa suhu dan bau. Akumulasi merkuri pada dosis tinggi ditunjukkan dengan munculnya rona biru pada gusi hingga gigi tanggal. Gangguan juga terjadi pada fungsi organ seperti ginjal dan kerusakan sistem detoksifikasi hati. Bila senyawa itu mengendap di otak mengakibatkan gangguan daya ingat, reaksi emosi histeria seperti lekas marah dan rasa malu berlebihan, depresi dan susah tidur, tertawa dan ketakutan tanpa sebab. Pada stadium lanjut pasien akan pingsan, gila, hingga menemui ajal.

Penyakit ini juga akan menurun dari ibu yang terkontaminasi merkuri. Hingga melahirkan bayi cacat, karena mengalami kerusakan DNA. Kecacatan bayi yang terjadi seperti gangguan keseimbangan dan gerak motorik, serta rendah tingkat kecerdasannya. Bahkan ada yang lahir tanpa anggota badan, atau bentuk kepala tidak beraturan.

JEPANG, sungguh belajar banyak dari tragedi Minamata. Dengan mengubah paradigma industri mereka dan berusaha mencari solusi untuk itu.

Pertama, manusia tak hanya menjadi pelaku kejahatan terhadap alam tetapi sekaligus menjadi korban kejahatannya sendiri.

Kedua, memacu pertumbuhan ekonomi dengan industri massal dan konsumsi berlebihan, hanya akan menghasilkan limbah yang massal pula. Karena itu, Jepang berupaya mengembangkan industri hijau yang tidak lagi mencari untung sebesar-besarnya tetapi menjalankan bisnis yang beretika dan berkelanjutan. Untuk itu, Pemerintah Jepang amat ketat memberlakukan syarat pengolahan limbah.

Ketiga, mereka amat concern tehadap keamanan pangan, sungai, dan lautnya. Tak heran bila banyak produk pangan ekspor dari Indonesia, sering ditolak hanya karena tercampur sehelai rambut. Indonesia memang harus belajar banyak dari Minamata. Soalnya dalam berbagai pernyataannya belakangan ini, banyak menteri ekonomi di Kabinet Persatuan Nasional yang mengabaikan lingkungan demi investasi.Padahal bila laut dan sungai tercemar, ekonominya sendiri bakal ikut guncang. Tak percaya? Coba saja ekspor udang, ikan, dan kerang dari Teluk Jakarta atau Pantai Kenjeran. Begitu ketahuan tercemar merkuri, apa tidak habis kita?.

Produksi masal dan konsumsi masal membuat hidup lebih nyaman tetapi juga menghasilkan limbah masal yang mengorbankan lingkungan dan kesehatan, dikelilingi oleh asap, pupuk kimia, pengawet makanan dan bahan beracun lainnya. Kita tidak boleh mementingkan kehidupan materialis tanpa memperhatikan hubungan antar bangsa. Penyakit Minamata & Buyat menunjukkan bahwa manusia menyebabkan terjadinya masalah sekaligus menjadi korban dari masalah yang dibuatnya sendiri.

Penyakit Minamata & Buyat juga mengajarkan kebersamaan dengan alam bahwa kita dapat hidup karena adanya alam semesta, membina hubungan dengan manusia, sungai, laut dan membutuhkan makanan yang aman, perlu mengurangi limbah rumah tangga dan industri serta berupaya melakukan daur ulang untuk mengatasi berbagai masalah global.

ALAM adalah Sahabat yang paling setia yang diciptakan Sang Khalik untuk Manusia. Maka mari kita jaga kelestariannya. Marilah kita rendah hati seperti Laut. Laut itu luas dan kaya tetapi dia paling rendah di Bumi.
Damai di hati Damai di Bumi. Lestarilah Indonesiaku !!

***
Created by RICKY DWITAMA
Friday, 27 January 2006-01-27
4:24 AM

PT Medco Energi Internasional Tbk


PT Medco Energi Internasional Tbk ("Medco Energi") began its journey more than two decades ago as PT Meta Epsi Pribumi Drilling Co., a small but spirited onshore oil-drilling contracting
services in 1980.

Over the years, Medco Energi has evolved into an integrated energy resources company with a significant share of the Indonesian oil-and-gas industry, including a growing stake in its downstream opportunities. In 1994, Meta Epsi changed its name to PT Medco Energi Corporation and listed its shares on the Jakarta Stock Exchange, becoming the first listed Energy company in Indonesia. It then changed its name to PT Medco Energi Internasional in 2000 to reflect the company's international shareholders.


In 2002, Medco Energi formed a strategic alliance with PTT Exploration and Production Public Company Limited ("PTTEP") of Thailand. Thus began a new era for the Medco Energi Group which as at year 2002 comprised of PT Exspan Nusantara, PT Apexindo Pratama Duta and PT Medco Methanol Bunyu. With over twenty years of experience, and synergy with PTTEP, Medco Energi is well placed to capitalize on its substantial reserves, to increase production efficiency and, more importantly, accumulate expertise to enhance its operations to become aprofitable Energy Company with sustainable long-term growth. Equally important, we continue to foster good working relationships with the local authorities and communities in which we operate, sharing a mutual interest in regional welfare, growth and development.

Vision
The Energy Company Of Choice
· For investors and shareholders seeking value creation
· For business partners seeking alliances and cooperation
· For employees seeking challenges and empowerment
· For society and community touched by the benefits of corporate citizenship and
civic responsibilities.

Mission
Attracting and harnessing human, financial, technical, and organizational resources whilst providing an environment conducive towards the development of energy resource potentials into productive and profitable investment portfolios.

07 September 2009

"Virgin Coconut Oil", Penyembuh Ajaib dari Buah Kelapa

Ada jenis minyak selain berfungsi menggoreng makanan juga berperan membantu mencegah penyakit jantung, kanker, diabetes, dan penyakit degeneratif lainnya, memperbaiki pencernaan, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mencegah infeksi virus (HIV) dan SARS, serta membantu menurunkan berat badan Multifungsi ini tidak ditemukan pada minyak kedelai, minyak jagung, minyak sawit, minyak bunga matahari, minyak canola, minyak olive, ataupun minyak hewan, melainkan dari minyak kelapa yang kini lazim disebut virgin coconut oil (Vico) dan konon bahan bakunya banyak ditemukan di Indonesia. Hal ini dinyatakan Bruce Fife dalam bukunya bertajuk The Healing Miracles of Coconut Oil.

Ini karena dalam minyak ini terkandung asam laurik hingga 53 persen dan asam kaprik (6 persen), yang merupakan asam lemak jenuh berantai karbon sedang (medium chain fatty acid/MCFA). Keduanya akan diubah menjadi senyawa monogliserida dalam tubuh, yang bersifat antivirus, antibakteri, dan antiprotozoa. Dalam tubuh asam laurik berubah menjadi monolaurin, sedangkan asam kaprik menjadi monokaprin.



Berbagai bakteri dan virus serta protozoa yang dapat ditangkal monolaurin meliputi listeria monositogen dan helikobakteri pilorida, HIV, virus herpes simpleks-1 (HSV-1), virus vesikular stomatitis dan virus visna, virus sito megalo dan virus influenza, serta protozoa giadia lamblia. Sedangkan monokaprin mengatasi virus mematikan HIV-1 dan penyakit infeksi seksual seperti virus HSV-2 dan bakteri neisseria gonorrhoeae.

Khasiat Vico dalam menanggulangi penyakit virus telah lebih dari 30 tahun lalu diketahui antara lain oleh Profesor J Kabara yang telah mendapatkan hak paten dari penelitiannya itu. Sedangkan Dr Condrado Dayrit dari Filipina pada tahun 1980-an yang mula-mula melaporkan kemampuan asam laurik dan kaprik dalam mematikan virus HIV. Lemak jenuh berantai sedang dalam Vico karena dapat meningkatkan fungsi metabolisme tubuh, maka juga bermanfaat mengatasi obesitas, penyakit jantung, dan keropos tulang atau osteoporosis. Dengan membaiknya metabolisme, daya tahan terhadap penyakit akan meningkat dan cepat sembuh dari sakit.

Terganggunya metabolisme diawali dengan menurunnya produksi insulin atau enzim yang membantu zat gula dan protein masuk ke dalam sel. Unsur-unsur itu diketahui menjadi sumber energi bagi sel. Karena itu, bagi mereka yang mengalami gangguan fungsi insulin atau enzim, seperti penderita diabetes melitus, asupan MCFA akan membantu. Karena asam lemak jenuh rantai sedang itu dapat menembus dinding tanpa bantuan enzim. Dengan demikian, sel dapat menghasilkan energi lebih cepat

Selama ini ada anggapan dari sebagian masyarakat bahwa minyak kelapa sebagai pencetus penyakit jantung koroner dan stroke sehingga secara sengaja menghindari minyak kelapa dari diet hariannya baik langsung maupun tak langsung. Kurangnya informasi ilmiah tentang manfaat minyak kelapa bagi kesehatan menjadikan minyak laurat ini kalah pamor dengan minyak sawit (oleat), minyak kedelai dan jagung

Bahkan, kini minyak kelapa relatif sulit ditemukan di pasar-pasar tradisional karena sudah didominasi minyak goreng asal sawit dan kedelai. Padahal, Indonesia adalah negara produsen kelapa utama di dunia. Sebagai negara kepulauan terbesar, Indonesia memiliki kebun kelapa (Cocos nucifera) terluas di dunia, seluas 3,74 juta hektar, yang hampir seluruhnya adalah perkebunan rakyat dan merupakan sumber penghasilan sekitar dua setengah juta keluarga petani.

Dari keseluruhan produksi dunia pangsa produksi kelapa sekitar 30 %, yang merupakan produsen ke 2 (dua) setelah Philipina. Sekitar 98 % berasal dari perkebunan rakyat, hal ini menunjukkan bahwa perekonomian kelapa nasional akan tergantung dari petani kelapa.

Tanaman kelapa (Cocos nucifera) memiliki peran yang strategis bagi masyarakat Indonesia, bahkan tanaman kelapa termasuk sebagai komoditas sosial kedua setelah padi mengingat produknya merupakan salah satu dari sembilan bahan pokok masyarakat. Peran strategis demikian terlihat dari total areal 3.74 juta hektar, dan sekaligus sebagai areal perkebunan terluas dibandingkan dengan tanaman perkebunan lainnya.

Nilai ekspor produk kelapa pada tahun 1994 senilai US $ 280.241 juta sedang pada tahun 2000 devisa yang dihasilkan dari ekspor minyak kelapa, kopra, bungkil, kelapa parut dan arang tempurung mencapai US $ 393 juta (Haz, 2001). Hal ini membuktikan adanya Peluang pengembangan produksi virgin coconut oil sangat besar mengingat melimpahnya tanaman kelapa di Indonesia..

Umumnya, masyarakat mengenal pengolahan daging buah kelapa menjadi minyak melalui cara kering dan basah. Pengolahan cara kering, daging buah yang sudah dipotong-potong dikeringkan sehingga diperoleh kopra, lalu dilakukan pengepresan guna mendapatkan minyak.

Teknik pengolahan ini biasanya dilakukan dalam skala besar (pabrik). Pengolahan cara basah, daging buah kelapa diparut, kemudian dicampur dan diekstrak dengan air panas (hangat) pada perbandingan tertentu.

Hasil ekstraksi berupa emulsi minyak dalam air yang disebut santan. Pemanasan dilakukan untuk memecah emulsi guna mendapatkan minyak, yang kerap disebut minyak kelentik. Kedua metode ini akan menghasilkan minyak yang berbau harum, tetapi warnanya kurang bening akibat penggunaan panas dalam proses pengolahannya.

Dalam hal ini untuk memperoleh Vico, penggunaan panas diminimalkan atau sama sekali dihilangkan. Caranya adalah dengan menggunakan enzim secara langsung atau mikroba penghasil enzim tertentu untuk memecah protein yang berikatan dengan minyak dan karbohidrat sehingga minyak dapat terpisah secara baik.

Pengolahan minyak kelapa dengan menggunakan enzim lazim disebut teknik fermentasi. Pembuatan Vico dengan teknik fermentasi diawali dengan proses pembuatan santan, caranya sama dengan metode basah. Santan ditempatkan pada wadah yang bersih dan selanjutnya dibiarkan beberapa saat hingga terbentuk gumpalan krim atau "biang santan".

Krim dipisahkan ke dalam wadah yang tembus pandang, seperti stoples yang relatif besar, lalu tambahkan ragi atau larutan cuka nira secukupnya. Campuran diaduk secara merata dan difermentasi selama 10-14 jam atau semalam.

Proses fermentasi dinyatakan berjalan baik jika dari campuran tersebut terbentuk tiga lapisan, yakni lapisan atas berupa minyak murni (Vico), lapisan tengah berupa blondo (warna putih), dan lapisan bawah berupa air. Lapisan minyak dipisahkan secara hati-hati. Minyak ini memberi aroma khas dan warna yang lebih jernih. Sangat mudah untuk dibuat. Tertarikah Anda ?

Dengan dasar pertimbangan-pertimbangan di ataslah maka potensi minyak kelapa perlu ditingkatkan. SYALOM !!

Created By Ricky Austin

22 April 2005, 10.32 PM

Batu Penghalang Jalan

Alkisah, seorang raja yang pandai dan bijak bermaksud menguji kepedulian rakyatnya dengan cara yang unik. Pada suatu sore, sang raja diam-diam meletakan sebuah batu itu persis ditengah jalan sehingga tidak enak dipandang dan menghalang-halangi langkah orang. Sang raja sengaja ingin mengetahui apa reaksi rakyatnya yang berlalu lalang di jalan tadi.

Tampak seorang petani melintas sambil membawa gerobakbarang yang tampak berat karena penuh dengan barang bawaan. Ketika ia melihat sebongkah batu menghalangi jalannya, ia langsung mengomel. “Dasar orang disini malas-malas . Batu ditengah jalan didiamkan saja …..!”. Sambil terus menggerutu, ia membelokkan gerobaknya menghindari batu tadi dan meneruskan perjalannya.

Setelah itu, lewatlah seorang prajurit sambil bersenandung mengenang keberaniannya di medan perang. Karena jalan sambil mendongkakdan tidak hati-hati si prajurit tersandung batu penghalang dan hampir tersungkur. “Kurang ajar….!Kenapa orang –orang yang lewat jalan ini tidak mau menyingkirkan batu keparat ini …hah?! “teriak si prajurit marah-marah, sambil mengacung-ngacungkan pedangnya. Sekalipun mengeluh dan marah-marah, prajurit itu pun tidak mengambil tindakan apapun. hanya melangkahi batu tersebut dan berlalu begitu saja.



Tidak lama kemudian, seorang pemuda miskin berjalan melewati jalan itu. Ketika melihat batu penghalang tadi, ia berkata dalam hati, “Hari sudah mulai gelap. Bila orang melintas jalan ini dan tidak berhati-hati, pasti akan tersandung. Batu itu bisa mencelakai orang”. Walaupun lelah karena bekerja keras seharian, pemuda itu masih mau bersusah payah memindahkan batu penghalang kepinggir jalan .Setelah batu berhasil dipindahkan, pemuda itu terkejut melihat sebuah benda tertanam dibawah batu yang dipindahkannya. Disitu terdapat sebuah kotak dan sepucuk surat yang isinya berbunyi, “ Untuk rakyatku yang rela memindahkan batu penghalang ini. Karena engkau telah menunjukkan kerajinan dan kepedulianmu maka terimalah lima keping emas yang ada dalam kotak ini sebagai hadiah rajamu”.

Pemuda miskin itu langsung bersujud syukur dan memuji kedermawanan rajanya. Dan peristiwa itu pun menggemparkan seluruh negeri. Raja telah berhasil mengajarkan arti pentingnya nilai kerajinan dan kepedulian terhadap sesama, serta keberanian dalam menghadapi rintangan.

Pembaca yang budiman. Dalam aktivitas kita menjalani kehidupan ini, baik dibidang karier bisnis ataupun bidang profesional lainnya, kita pasti pernah mengalami hadangan “batu penghalang” seperti cerita di atas. Setiap batu penghalang bisa diartikan sebagai rintangan, kesulitan, beban ataupun tanggung jawab yang ada di dalam kehidupan kita. Bila sikap kita menghadapi semua hal tersebut dengan perasaan tidak sabar, jengkel, marah, menghindar dan cenderung menyalahkan orang lain sebagai penyebabnya, maka kita tidak akan pernah belajar dari kehidupan. Karena sesungguhnya, dalam setiap kesulitan, selalu terdapat hikmah tersembunyi, dan pasti ada pelajaran yang mampu mematangkan dan mendewasakan mental kita.

Jelas kita butuh mentalitas seperti yang dipunyai si pemuda tadi yaitu berani menghadapi rintangan, tidak menyerah bila dilanda kesulitan, peduli terhadap sesama dan lingkungan, tidak cengeng dalam memikul beban, berani memanggul tanggung jawab yang besar. Jika mentalitas seperti ini yang kita punyai, saya yakin, kesempatan besar dan sangat menjajikan tengah menyelinap dibalik setiap batu penghalang yang mengahadang proses perjuangan kita. Saat ini, mungkin ada persoalan sebagai batu pengahalang yang menghambat kemajuan kita, maka ada satu jalan untuk menghadapinya, yaitu hancurkan setiap batu penghalang! Mari kita kuatkan mental dan kobarkan semangat juang dengan berani menghadapi setiap masalah, demi membangun kondisi yang lebih maju, lebih sukses dan lebih berarti. “ Dibalik setiap batu penghalang pasti ada hikmah yang tersembunyi, dan selalu ada pelajaran yang dapat mematangkan mental kita. Hadapi dengan berani setiap batu penghalang”

Dikutip dari : “Clasical Motivation Stories”

Andrie Wongso”

Climate Change Raises Environmental Technology


The environmental industry worldwide is increasing fast again since two years ago with 12 per cent per year. The highest increase are in water and clean energies. Water counts for 34 per cent of the total markets and clean energies for 13 per cent, waste for 28 per cent and noise reduction for 2 per cent. Water and clean energies are on the global agenda again.

The vulnerable environment of earth, water, air and energy, as well as the soaring world population, demands more efficient and safe technologies to deal with waste, hazardous materials, cleaning and so on. More and more attention is put on the sustainable development, which causes no or lessdamages to environment. Environmental industry, together with other industries such as food, water, energy, sustainability, is indispensable for the constitution of a high-quality living space in the 21st Century.

Environment affects directly the health of people and the production of food. A society with advanced medical technology and food industry has big concern for environmental protection. The private spending and governmental investment will proportionally increase. Meantime the innovation and industrial basis in other Life Science industries will facilitate the development of environmental industry. As a result, the market for environmental technologies, clean energies, water and so on has shown a great increase, and the stock of the related companies rise sharply.

Markets for environmental Industry can be divided into four segments according to technology: End-of-pipe, Additive, Integrated and Zero emission. The primary technologies use conventional chemical and physical methods to meet the minimal requirement of waste.

The market totals 676 bn US$ in 2005 and still makes up the largest part of the whole industry. The second stage is additive technology. This stage serves as a bridge for the transformation from the traditional industry to the new nano-bio-neural-info based industry and has already taken 12 per cent of the market volume. Integrated new technologies on molecular scale will significantly promote the efficiency of dissolving the waste, eliminating the toxicoid and restoring the environment. However, the market volume is only 24 bn US$ in 2005. The ideal of environmental technology is zero-emission. In spite of some experiments of specific branches, the market is just at the start.

Although Asia has by far the largest growth rate in the worldwide environmental industry, especially in Japan and Korea, Europe will still lead in the technology development. The strong environmental consciousness and limited territory will stimulate European countries to adopt the most up-to-date innovations. USA will be a close competitor because of their gigantic industry scale and advanced Life Science technologies and nanotechnologies.

Sumber :

Portal Insinyur Kimia (BKK PII)

http://kolom.pacific.net.id/ind/artikel

03 September 2009

KRISIS ENERGI DI INDONESIA “adakah solusinya ?”

Kegiatan pembangunan di Indonesia mengarah kepada industrialisasi, sehingga energi menjadi isu utama dan penting dalam kerangka menunjang model pembangunan tersebut. Krisis energi, terutama listrik, yang pernah terjadi menjelang akhir abad ke-20 mengisyaratkan bahwa suplai energi listrik tidak dapat mengimbangi tingginya laju permintaan. Pertumbuhan konsumsi energi listrik sebesar 15% per tahun cukup menakjubkan di mana hal ini juga setara dengan tingkat pertumbuhan energi total secara umum, yang mencapai di atas 8% per tahun pada kurun 1965-1980 –yang mana hal ini jauh di atas tingkat pertumbuhan energi negara industri sebesar 3% per tahun. (Buletin Walhi , 2005)


Seiring dengan meningkatnya konsumsi energi adalah meningkatnya permasalahan lingkungan hidup, mulai dari produksi energi (pertambangan dan proses pembuatan energi primer), transportasi (penyaluran) energi primer, produksi dan transmisi, serta distribusi energi sekunder (listrik). Pada areal pertambangan sumber energi fosil (seperti minyak bumi, batubara dan gas alam) terjadi perubahan bentang alam dan dampak terhadap lingkungan hidup yang harus menjadi perhatian. Demikian pula halnya dengan dampak lingkungan yang diakibatkan oleh beroperasinya pembangkit tenaga, baik tenaga gerak maupun tenaga lsitrik. (Buletin Walhi , 2005)












Sumber Daya Energi Indonesia
Sumber : kebijakan umum energi nasional.














Kombinasi konsumsi energi Indonesia tahun 2003
Sumber : Ir Ahsin Siqdi

Solusi Pemerintah China menghadapi krisis Energi
Ada beberapa strategi yang diterapkan China untuk membangun energy security di dalam negeri, terutama dalam rangka menopang pertumbuhan ekonomi ke depan. Salah satunya, dengan
1. Investasi besar-besaran di proyek eksplorasi dan pengembangan di berbagai Negara.

Pemerintah China membentuk tiga BUMN minyak skala besar pada dekade 1980-an.
• The China National Offshore Oil Corporation (CNOOC) yang didirikan tahun 1982 untuk
menangani bisnis minyak China di lepas pantai.
• The China National Petrochemical Corporation (Sinopec) yang didirikan tahun 1983 untuk
menangani bisnis pengilangan dan pemasaran.
• The China National Petroleum Corporation (CNPC) yang dibentuk dari Kementerian Industri
Petroleum tahun 1988, dengan tanggung jawab bisnis eksplorasi dan produksi di lapangan
onshore dan wilayah-wilayah lepas pantai yang tidak terlalu dalam.

2. Membangun cadangan minyak strategis (Strategic Petroleum Reserve/SPR), seperti dilakukan AS dan Jepang. Dengan SPR, China bisa melakukan stabilisasi pasokan dan harga dalam kondisi terjadi lonjakan harga minyak di pasar internasional atau gangguan pasokan jangka pendek.

3. Meningkatkan kapasitas kilang di dalam negeri untuk mengolah minyak mentah yang diimpor dari Timteng. Dengan cara ini, volume impor energi dalam bentuk BBM bisa ditekan karena, menurut China, lebih riskan mengimpor BBM ketimbang minyak mentah sebab BBM lebih cepat rusak dan lebih mahal biaya penyimpanannya.

4. Mengembangkan industri gas alam domestik yang selama ini praktis terabaikan. China juga membangun pipa yang mengalirkan gas dari wilayah Xianjiang di bagian barat China yang jarang penduduknya ke wilayah yang sudah lebih berkembang di bagian timur. Selain itu, China juga mengimpor LNG dari berbagai negara dan membangun jaringan pipa gas yang akan mengalirkan gas dari negara lain, termasuk dari Turkmenistan dan Rusia. Juga dibangun terminal-terminal gas di sejumlah titik di negara itu. Salah satunya, terminal gas di Shenzen, Provinsi Guangdong, yang pada tahap pertama akan memasok gas ke Guangzhou, Shenzen, Foshan, dan Dongguan.

5. Mengembangkan lapangan minyak dalam negeri, antara lain dengan mengundang partisipasi pihak asing dalam proyek eksplorasi dan pengeboran minyak di China. Sebelumnya, China sangat hati-hati menyangkut keterlibatan pihak asing di industri minyaknya karena pertimbangan keamanan nasional.

Sumber : Kompas, 20 Agustus 2005

Sumber Daya Energi yang tidak diperbaharui tidak dapat lagi dikembangkan. Solusi yang baik adalah untuk mencari atau eksplorasi sumber daya energi yang baru, bisa juga menciptakan sumber energi alternatif. Konsumsi akan energi dalam kehidupan masyarakat maupun industri tidak dapat ditahan. Dalam segala sektor kebutuhan energi berkembang pesat. Tapi adakah baiknya kita melakukan kebijakan hemat energi ??

Created by RICKY AUSTIN
24 Oktober 2006
00:45 AM

BBN = Bahan Bakar Nabati


Saat dunia menghadapi naik turunnya harga minyak mentah sebagai akibat konflik Irak, para ilmuwan dan para pemrakarsa teknologi energi alternatif menolehkan kepala pada minyak nabati seperti yang dipakai untuk menggoreng French fries (kentang goreng).
Mereka mengatakan bahwa minyak yang diperoleh dari kacang kedelai, jagung, atau tanaman lain menjanjikan suatu bentuk bahan bakar alternatif yang bisa diperbaharui. Artinya bahan bakar ini akan selalu bisa diproduksi, tidak seperti bahan bakar minyak bumi yang suatu saat akan habis.
"Inilah saatnya bagi kita untuk beralih dari minyak bumi ke minyak dari tumbuhan," ujar Charris Ford, seorang pemrakarsa penggunaan bahan bakar alternatif. Di rumahnya di Telluride, Colorado, Ford berhasil memodifikasi truk diesel sehingga bisa dijalankan menggunakan bahan bakar minyak goreng yang dikumpulkan dari restoran sekitar.
Ford adalah salah satu dari sekian banyak orang yang bermimpi menggunakan minyak nabati untuk berbagai keperluan, baik sebagai bahan bakar kendaraan sekaligus pelindung mesin, hingga fungsi sebagai pelumas pada mesin-mesin industri.
Tidak seperti produk minyak bumi, minyak dari tumbuhan lebih mudah diuraikan, tidak beracun, dan dibuat dari sesuatu yang bisa tumbuh lagi. Bila digunakan sebagai bahan bakar, minyak ini menghasilkan hanya sedikit gas yang memberi efek rumah kaca dibanding bahan bakar minyak bumi. Minyak ini juga bisa menjalankan kendaraan dalam jarak 3 persen lebih jauh, sementara emisi nitrogen oksida yang dihasilkannya berkurang sampai 75 persen.
Yang menjadi masalah adalah bahwa pelumas dari minyak nabati tidak bisa diandalkan pada suhu yang terlalu panas atau terlalu dingin. Saat panas, minyak akan mengalami oksidasi dan terurai, sedangkan bila terlalu dingin minyak akan membeku. Kedua-duanya bukanlah sifat yang bisa diterima bila minyak itu difungsikan sebagai pelindung mesin. Masalah lain adalah tingginya biaya pengembangan minyak tumbuhan untuk keperluan mesin dibanding dengan produk berbasis minyak bumi.


Modifikasi Kimia
Menghadapi hambatan di atas, beberapa tim ilmuwan sedang mengembangkan sebuah cara yang berkaitan dengan perombakan susunan molekul penyusun minyak nabati sehingga bisa pas dipakai sebagai bahan bakar. Temuan pailng maju didapatkan dari para ahli kimia di National Center for Agricultural Utilization Research (NCAUR) Departemen Pertanian AS yang bermarkas di Peoria, Illinois.

"Lewat modifikasi kimia, kami berusaha membuat beberapa perubahan pada struktur molekulnya," ujar Atanu Adhvaryu, peneliti di NCAUR, sekaligus pimpinan tim yang bertugas memodifikasi minyak nabati untuk digunakan pada mesin kendaraan dan mesin industri.
Para peneliti NCAUR mengatakan minyak kedelai yang sudah mereka modifikasi secara kimia kini telah menjadi minyak yang lebih stabil terhadap temperatur dan memiliki daya lubrikasi yang lebih baik.

Seperti minyak tumbuhan lain, minyak kedelai tersusun dari apa yang secara ilmiah dikenal sebagai molekul trigliserida. Molekul yang di bawah mikroskop terlihat seperti huruf E itu strukturnya similar dan terdiri dari banyak ikatan ganda.

Bila molekul-molekuk berikatan ganda ini terkena oksigen dari udara dan panas yang tinggi, mereka akan merapat, teroksidasi, dan kadang kala pecah. Pada suhu rendah molekul-molekul tersebut dengan mudah terikat satu sama lain, membentuk kristal-kristal, yang dalam bentuk kasat matanya berarti beku.

Nah, apa yang dilakukan Adhvaryu dan timnya adalah mengubah struktur simetris molekul tersebut sehingga mereka tidak lagi berbentuk ikatan-ikatan ganda dan tidak bisa lagi terlekat satu sama lain saat suhu menjadi dingin.

Hasilnya: minyak tumbuhan yang lebih stabil baik dalam suhu tinggi maupun rendah, meski tidak lagi bisa dimakan. Selain itu modifikasi kimia juga mampu mengubahnya lebih memiliki sifat pelumas. "Dengan kemajuan tersebut, lima atau enam tahun ke depan akan ada banyak permintaan terhadap minyak semacam ini," ujar Adhvaryu.

Keuntungan Bagi Lingkungan
Mengapa minyak nabati sebaiknya dipilih? Para ilmuwan mengatakan minyak ini jauh lebih ramah lingkungan karena lebih bisa diuraikan dibanding minyak bumi. Bila tertumpah di tanah, minyak ini akan terurai hingga 98 persennya. Sedangkan produk minyak bumi hanya akan terurai 20 hingga 40 persen saja.

Lebih lagi, seperti telah disebut di atas, minyak nabati adalah sumber yang bisa diperbaharui. Saat pasokan berkurang, tanaman-tanaman seperti kedelai atau jagung bisa segera ditanam untuk diambil minyaknya, suatu hal yang sekaligus memberi keuntungan industri pertanian. Minyak bumi, di lain pihak, adalah sumber yang tidak bisa diperbaharui. Saat persedian menipis, maka kita tidak bisa membuat minyak bumi.

Menurut Ford, salah satu argumen yang umum didengarnya mengenai penggunaan minyak nabati sebagai bahan bakar adalah saat ini tidak cukup banyak minyak tersebut bila semua orang menggunakannya sebagai bahan bakar atau pelumas.
"Saya selalu menjawab mereka dengan berkata, Kita juga tidak mempunyai cukup minyak bumi," kata Ford. "Kita tidak meninggalkan jaman batu karena kita kehabisan batu. Sungguh sangat bodoh bila kita menunggu hingga minyak bumi benar-benar habis untuk mulai menciptakan bahan bakar alternatif."

Tambahan lagi, berdasarkan penelitian Departemen Energi AS, minyak nabati yang dipakai pada mesin mengurangi hampir semua bentuk polusi udara dibanding penggunaan minyak bumi. Minyak ini juga tidak menghasilkan emisi karbon dioksida yang menjadi penyebab utama pemanasan global.

Lebih dari itu, penggunaan minyak nabati sebagai pengganti minyak bumi diperkirakan dapat mengurangi resiko kanker hingga 94 persen. "Bicara tentang kesehatan, minyak bumi dikenal sebagai bahan yang bersifat karsinogen. Sebaliknya minyak nabati tidak beracun dan nyaris tidak menimbulkan gangguan pada manusia, hewan dan tanaman," ujar Ford. "Dan hasil pembakarannya berbau seperti kentang goreng..."

Sumber :
nationalgeographics.com
Kompas, 05 Mei 2003

Written by R1CKY
Monday, 23th March 2009
12:36 AM

APA YANG KAU PERLUKAN SEBAGAI ENGINEER ??

Pada umumnya pendidikan teknik pada periode yang pendek mahasiswa diajarkan untuk bisa memahami dimana bahan dan hukum alam dari ribuan pengalaman, penelitian, pegembangan yang terdahulu hingga sekarang teraplikasi untuk kesejahteraan manusia. Anda-anda yang nantinya sebagai karier professional pendidikan sesungguhnya sudah dimulai.
Apa yang diperlukan oleh seorang Engineer ? Anda-anda secara sadar harus mengembangkan dasar atau keahlian khusus. Professor William Wickenden dalam bukunya Professional Guide for Young Engineers menjelaskan sebagai berikut :



1. Keberanian dan Integritas adalah hal yang utama yang diperlukan seorang Engineer yang sukses. Jangan teruskan dalam engineering bila anda tidak mau ambil resiko dalam membuat keputusan beerdasarkan informasi yang tersedia. Kebiasaan berpikir lurus dan bertindak jujur sangat diperlukan sebagai seorang Engineer.

2. Haus akan ilmu pengetahuan adalah atribut yang harus anda miliki jika berharap hidup secara professional. Seorang Engineer harus memeliki kecenderungan untuk menyelidiki sehingga diubah menjadi dasar fisika, matematika dan kimia.

3. Imajinasi adalah faktor vital. Produk engineering adalah gambaran kecil sebuah mental seseorang yang menjadi sebuah kenyataan. Jika anda mengalami kesulitan memandang apa yang ada pada mata pikiran anda dan kemudian menjadi nyata, anda seharusnya memeriksa motif anda untuk memasuki engineering.

4. Pertimbangan yang logis diperlukan sebagai Engineer yang sukses. Anda harus melihat dari kondisi-kondisi yang ada seperti aspek-aspek tempat, lokasi, nilai keuntungan dan meng-estimasi hasil yang diperoleh setiap langkah-langkah yang ditempuh dalam melakukan proyek

5. Ketepatan & Ketelitian dalam melakukan perkerjaan Enginnering agar memperoleh hasil yang sempurna

6. Insting ekonomi dalam keekonomisan dari SDM, Energy, dan bahan yang diproduksi untuk menghasilkan proses produksi yang efektif dan efisien.

7. Kemampuan Kepemimpinan sangat penting sebagai engineer yang hidup dalam masyarakat modern. Anda harus mempunyai peluang untuk memimpin untuk mengembangkan sebagai seorang Engineering dan sebagai warga yang hidup dalam masyarakat modern.


8. Kecerdikan adalah ramuan sempurna untuk menjadi engineer yang sukses. Seorang engineer mengaplikasikan konsep imajinasi dan kreatifitas untuk menghasilkan dan meningkatkan produk akan memberikan kontribusi yang besar dalam kesejahteraan manusia.

9. Kerja Keras memberikan kekuatan menjadi sebuah intelektual. Inteligensia memberikan keefektifan, penghargaan, dan kemulian akan kerja keras..

10. Kemampuan berkomunkasi yang Efektif dapat meningkatkan kualitas kemampuan engineer. Tanpa hal ini semua kualitas hanyalah bayangan.

UBAH HIDUP LEWAT BUKU

ALKISAH, anak itu berlari-lari pulang ke rumahnya. Tangannya yang mungil memegang sepucuk surat dari guru sekolahnya. Di ambang pintu rumah ia berteriak "Mama... mama, ada surat dari bapak guru." Ibunya, Nancy Elliot, mantan guru, menyambut anak bungsu dari tujuh bersaudara ini dengan ciuman dan pelukan penuh kasih sayang.

"Coba mama lihat," ujarnya sambil membuka amplop surat. Tangannya gemetar saat matanya menyusuri kata demi kata. "Anak ini terlalu bodoh untuk dididik. Kami mengembalikannya kepada anda. Mulai besok tidak perlu datang ke sekolah lagi."

"Ma, mengapa menangis?" tanya si anak, lugu. Dengan cucuran air mata sang ibu meraih tubuh mungil itu, memeluknya sambil berkata, "Thomas, I educated you my self. (Thomas, ibu akan mendidikmu sendiri). Waktu itu si anak berusia 7 tahun, dan baru 3 bulan mengecap pendidikan formal di sekolah. Dan sejak itu, ia tidak pernah masuk sekolah lagi.


Ibunya mengajari membaca. Dengan penuh kesabaran, akhirnya Thomas bisa membaca. Bahkan ia menjadi seorang kutu buku. Ketika usia 12 tahun, Thomas menjadi penjual kue, permen, kacang, dan koran di kereta api. Ia pernah ditampar kondektur, sehingga pendengarannya rusak. Walaupun ia sibuk berjualan dan pendengarannya rusak, ia tak pernah meninggalkan kegemarannya, membaca buku!


SUNGGUH sulit dibayangkan bahwa anak yang "terlalu bodoh," drop out dari sekolah dasar, dan sempat menjadi pedagang asongan itu kemudian mencantumkan namanya dalam deretan ilmuwan paling terkemuka di muka bumi. Tidak kurang dari tiga ribu penemuan yang dicatat atas namanya.

Dialah Thomas Alva Edison. Apa yang membuat Edison menjadi cerdas? Salah satu yang membuatnya cerdas dan berhasil melakukan berbagai penemuan, tiada lain adalah kegemarannya membaca buku. Luar biasa, manfaat dari membaca buku. Dengan membaca buku mampu mengubah kehidupan seseorang.

Pantas jika akhir-akhir ini, ada hasil penelitian yang menyatakan bahwa dengan membaca buku seseorang akan terhindar dari penyakit demensia atau pikun. Demensia merupakan penyakit yang merusak jaringan otak. Seseorang yang terkena demensia dipastikan akan mengalami kepikunan atau dalam bahasa remajanya disebut tulalit. Dr. C. Edward Coffey, seorang peneliti dari Henry Ford Health System, telah membuktikannya.

Menurut penelitian Coffey, pendidikan (salah satu pendidikan termurah adalah membaca buku) dapat menciptakan semacam lapisan penyangga yang melindungi dan mengganti rugi perubahan otak. Hal ini dibuktikan dengan meneliti struktur otak 320 orang berusia 66 - 99 tahun yang tak terkena demensia.

Berdasarkan hasil survei lembaga internasional yang bergerak dalam bidang pendidikan, United Nation Education Society and Cultural Organization (UNESCO), minat baca penduduk Indonesia jauh di bawah negara-negara Asia. Indonesia tampaknya harus banyak belajar dari negara-negara maju yang memiliki tradisi membaca cukup tinggi.
Jepang, Amerika, Jerman, dan negara maju lainnya yang masyarakatnya punya tradisi membaca buku, begitu pesat peradabannya. Masyarakat negara tersebut sudah menjadikan buku sebagai sahabat yang menemani mereka kemana pun mereka pergi, ketika antre membeli karcis, menunggu kereta, di dalam bus, mereka manfaatkan waktu dengan kegiatan produktif yakni membaca buku. Di Indonesia kebiasaan ini belum tampak.

Menumbuhkan kebiasaan membaca harus dimulai dari keluarga. Orang tua berperan penting dalam menumbuhkan kegemaran membaca buku anak-anaknya. Untuk menjadikan anak memiliki kegemaran membaca, memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Pepatah Inggris mengatakan we first make our habits, then our habits make us. Sebuah watak akan muncul, bila kita membentuk kebiasaan terlebih dahulu. Artinya, bila orang tua ingin anaknya mempunyai kegemaran membaca buku, maka membaca buku perlu dibiasakan sejak kecil. Disamping perlunya keteladanan dari orang tua sendiri.

Saat ini, biaya pendidikan kian membumbung. Hanya kalangan tertentu saja yang dapat menikmati pendidikan formal sampai jenjang perguruan tinggi. Bagi mereka yang belum beruntung dari aspek ekonomi, sehingga tidak sempat mengenyam pendidikan tinggi, mestinya tidak berkecil hati. Membaca buku menjadi alternatif untuk bisa menjadi terpelajar layaknya orang yang mengikuti pendidikan formal.


Banyak tokoh dan cendikiawan tak sempat mengenyam pendidikan formal sampai jenjang pergurunan tinggi tapi mereka menggantinya dengan membaca buku. Orang-orang berpengaruh di Indonesia pada masa lalu, ternyata kehidupan nya tak bisa dilepaskan dari peran buku. Adam Malik, misalnya, salah seorang yang perkembangan intelektualnya dibesarkan oleh buku-buku yang dipinjamnya dari perpustakaan keliling, tanpa harus mengikuti pendidikan formal. Jadi, tidak ada alasan tidak bisa menjadi orang terpelajar karena tidak bisa mengikuti pendidikan formal.

Tentu akan lebih baik jika dapat menempuh pendidikan formal yang cukup tinggi dan dibarengi dengan kegemaran membaca buku. Kesempatan untuk dapat mengenyam pendidikan formal sampai jenjang perguruan tinggi jika dibarengi dengan kegemaran membaca buku tentu akan menghasilkan out put yang berkualitas. Kelak out put tersebut dapat dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat manusia.

Sayangnya, kini kita dihadapkan pada kenyataan yang sangat memprihatinkan. Mahasiswa, yang secara formal merupakan makhluk terpelajar, justru dihinggapi penyakit malas membaca. Minat baca buku di kalangan mahasiswa, harus diakui masih rendah. Mereka masih mengandalkan peran dosen dalam menerima ilmu.

Minim sekali mahasiswa yang memiliki keinginan kuat untuk memperdalam ilmunya dengan mencari dan membaca langsung buku-buku sumbernya. Budayawan Emha Ainun Nadjib dalam bukunya "Negeri yang Malam" (Tinta, 2002) buah tangan Agus Ahmad Safei mengatakan, kutu-kutu lebih rajin membaca buku dibanding mahasiswa, juga dosen-dosennya. Perpustakaan bekerja amat santai, bahkan ada hari ketika perpustakaan nganggur sama sekali. Mahasiswa hanya menjadi konsumen komoditas eceran di pasar ilmu. Waktu ke pasar, mereka cukup membawa kantung telinga, otaknya disimpan di dalam almari besi.

Manfaat Membaca :

1. Membaca menghilangkan kecemasan dan kegundahan.
2. Ketika sibuk membaca, seseorang terhalang masuk ke dalam kebodohan.
3. Kebiasaan membaca membuat orang terlalu sibuk untuk bisa berhubungan dengan
orang-orang malas dan tidak mau bekerja.
4. Dengan sering membaca, orang bisa mengembangakan keluwesan dan kefasihan dalam
bertutur kata.
5. Membaca membantu mengembangkan pemikiran dan menjernihkan cara berpikir.
6. Membaca meningkatkan pengetahuan seseorang dan meningkatkan memori dan
pemahaman.
7. Dengan membaca, orang mengambil manfaat dari pengalaman orang lain: kearifan
orang bijaksana dan pemahaman para sarjana.
8. Dengan sering membaca, orang mengembangkan kemampuannya; baik untuk mendapat
dan memproses ilmu pengetahuan maupun untuk mempelajari berbagai disiplin ilmu
dan aplikasinya dalam hidup.
9. Membaca membantu seseorang untuk menyegarkan pemikirannya dari keruwetan dan
menyelamatkan waktunya agar tidak sia-sia.
10. Dengan sering membaca, orang bisa menguasai banyak kata dan mempelajari
berbagai tipe dan model kalimat; lebih lanjut lagi ia bisa meningkatkan
kemampuannya untuk menyerap konsep dan untuk memahami apa yang tertulis
“diantara baris demi baris” (memahami apa yang tersirat).

Ikatlah ilmu dengan menulis!

Pernyataan di atas sekilas hanya klise. Melakukannya tidak semudah mengatakannya. Menuliskan sesuatu yang baru saja kita pelajari mungkin dianggap hanya akan menambah kebingungan kita. Belum lagi kita mengerti benar ilmu dan pengetahuan itu, konsentrasi dan tenaga kita sudah terpecah hanya karena kita berusaha menuliskannya. Namun apakah benar orang yang berpendapat demikian?

Sebenarnya, dan banyak orang sudah membuktikan, aktivitas menulis sama menyenangkannya dengan aktivitas membaca, sejauh kadar keingintahuan seseorang. Anda boleh takjub, di sekitar kita ada orang-orang yang mampu melahap beberapa buku hanya dalam satu hari, bahkan dalam hitungan jam. Anda mungkin lebih takjub lagi bahwa benar ada orang-orang yang mampu menulis satu buku setiap harinya, bahkan sampai beberapa jilid. Kemampuan menulis mereka sebaik kemampuan membacanya. Sebagian mereka berkata, jika anda menulis maka anda setidaknya menjadi harus biasa membaca.


Buat orang yang belum pernah menulis, tentu pertama sekali mencoba menulis rasanya sulit. Namun percayalah, kesulitan yang anda hadapi tidak ada artinya dibanding kemanfaatan yang akan anda peroleh. Bagaimana jika anda bersungguh-sungguh belajar dan berlatih menulis? Anda bukan hanya akan menjadi makin mampu menulis. Anda malah akan mendapatkan keterampilan ekstra lainnya, yaitu membaca berbagai literatur, mengaitkan satu sama lain sembari menyimpulkan, dan menyajikannya ulang dengan ‘menu’ anda sendiri. Sekarang lah saatnya anda mencoba mulai menulis!

Sugesti Otak Kiri


Sebelum anda mulai menulis, terkadang, bahkan mungkin sering, sebagian dari anda akan langsung terbersit pikiran, “saya tidak bisa menulis”. Seolah-olah begitu saja muncul dari diri anda perasaan malu. Anda berkata dalam hati, “tulisan saya jelek”, atau beralasan, “saya malas menulis”. Inilah masalah terbesar yang harus kita atasi lebih dulu.

Justru, kita akan banyak menemukan tulisan yang amburadul itu ditulis oleh orang-orang yang selalu berkata, “saya malu, tulisan saya jelek”. Demikian juga, tulisan-tulisan yang produktif tidak pernah dihasilkan oleh orang-orang yang selalu berdalih, “saya malas menulis”. Ternyata, mereka selalu mengungkapan diri mereka seperti itu sebelum sungguh-sungguh mencobanya, bahkan jauh-jauh hari sebelum memulainya.

Hati-hati, bisa saja pikiran-pikiran anda tadi menjadi semacam doa anda pada diri sendiri. Kata orang-orang psikologi, pikiran anda tadi hanya akan mensugesti diri anda untuk menjadi apa yang anda pikirkan itu. Kalau anda berkata, “saya tidak bisa”, maka sesungguhnya anda sudah tidak bisa lebih dulu pada saat anda mengatakannya. Jika anda berkata, ”saya malu”, maka sebenarnya anda telah menjadi seorang penilai yang mengatakan bahwa diri anda tidak pantas. Dan, kalau anda berkata, “saya malas”, maka pernyataan anda itu telah menunjukkan bahwa anda memang seorang pemalas.

Anda secara tidak langsung telah menjadi diri anda seperti apa yang anda katakan pada saat anda mengatakannya. Begitu juga ungkapan negatif thinking lainnya. Praduga itu telah menjerumuskan banyak orang menjadi terkungkung sebatas hanya pada apa yang ia duga tentang dirinya. Anda yang terus berkata demikian berarti anda telah menyerah sebelum bertempur. Anda sendiri yang memvonis ketidakmampuan itu terjadi pada diri anda. Pertanyaannya adalah, ingin menjadi seperti apakah anda? Banyak orang biasanya spontan memilih sesuatu yang negatif, padahal terbuka peluang juga bagi anda untuk menjadi seseorang yang positif. Tentu saja kita semua tahu bagaimana jawaban orang yang benar-benar percaya diri.

Memang, sugesti negatif sering muncul secara spontan. Bentuk spontanitas dan naluri kita itu terutama dipengaruhi oleh lingkungan. Masalahnya, kita biasa hidup di lingkungan yang ‘kiri’. Maksud saya kiri di sini adalah otak kiri. Aktivitasnya bercirikan linier, keteraturan, formalitas, dan kebiasaan-kebiasaan baku yang memang sering tampak di depan kita. Itu membuat kita hanya merasa bagus, baik, dan memiliki kemampuan, jika dan hanya jika kita dapat menyesuaikan diri dengan apa-apa yang biasanya ada di sekitar kita. Padahal keteraturan sering mematikan kreativitas. Ini justru menghambat potensi diri untuk tampil menjadi pribadi yang unik dan berharga. Sugesti otak kiri hanya akan memalingkan anda dari keinginan untuk mencoba. Padahal hanya dengan mencoba anda dapat belajar. Walaupun mungkin pada awalnya anda gagal, namun anda pasti dapat mencobanya lagi kemudian berusaha lagi dengan lebih baik berdasar pengalaman anda sebelumnya.

‘Peralatan Dapur’ Tulisan Anda

Sebuah tulisan layaknya sebuah hidangan bagi rohani dan pikiran. Sebelum disajikan kepada pembaca, bahan baku tulisan telah diolah terlebih dulu, sehingga ia layak dinikmati. Kata demi kata dirangkai menjadi kalimat, kalimat demi kalimat disusun menjadi paragraf, dan seterusnya hingga utuh menjadi satu kesatuan tulisan. Walaupun anda ‘memasak’ tulisan menurut cara dan selera anda sendiri, namun kalau hasilnya benar enak, pasti akan tetap nikmat dan diminati banyak orang.

Biasanya, ‘peralatan dapur’ yang digunakan untuk menulis hampir sama antara penulis yang satu dengan yang lain. Selain ‘peralatan dapur’ yang sesuai, resep yang pas akan menentukan cita rasa tulisan. Buat konsumsi pembaca kalangan mahasiswa dan kaum intelektual, maka resep yang kerap dipakai banyak penulis adalah tulisan ilmiah populer. Ini bukanlah resep rahasia yang hanya dimiliki penulis tertentu, namun dapat dicoba dan dimiliki siapa saja.

Tulisan ilmiah populer memiliki cita rasa yang khas, yang membedakannya dengan tulisan yang lain. Benar bahwasanya tulisan ilmiah populer yang nikmat tidak begitu saja dapat dihidangkan. Kunci mengolahnya ada pada resep menulis dan peralatan dapur menulis yang anda miliki. Demikianlah, pada tulisan edisi selanjutnya saya akan coba perkenalkan pada anda beberapa ‘peralatan dapur’ yang biasa dipakai dalam menulis ilmiah populer. Kemudian dengan resep sederhana yang akan saya beberkan nanti, setidaknya anda dapat mulai mencoba berlatih menulis ilmiah populer. Siapkan diri anda!


* Tulisan ini adalah bagian dari sebuah makalah yang disampaikan pada Pelatihan Jurnalistik Ilmiah Populer pada kegiatan Green Technology Fair (GTF) 2002 yang diadakan Entropi Majalah Populer Teknik Kimia

7 Langkah Menjadi Ahli

Bagaimana menjadi orang yang ahli, baik dalam pekerjaan maupun dalam hidup??

Telusuri karakter pekerjaan

Langkah awal yang harus dilakukan untuk menjadi ahli di bidang pekerjaan Anda adalah menentukan tolok ukur keahlian itu sendiri. Caranya dengan menelusuri karakter pekerjaan Anda. Maksudnya setiap bidang pekerjaan memiliki kualifikasi penguasaan tertentu yang terbagi dalam penguasaan pengetahuan, ketrampilan, dan sikap. Misalnya jika Anda bekerja di biro perjalanan wisata, tentu Anda harus memiliki pengetahuan tentang daerah wisata, ketrampilan memandu turis/wisatawan dan ketrampilan berbahasa asing. Dan tentu saja pengetahuan dan ketrampilan ini harus didukung oleh sikap yang ramah, supel, dan familiar.

Penilaian kekuatan diri
Nilailah diri Anda dengan jujur. Tanyakan pada diri Anda, apakah Anda sudah memiliki sikap yang menunjang tugas dan pekerjaan Anda. Sebaiknya Anda juga meminta ‘feedback’ dari orang lain di sekeliling Anda. Masalahnya, kadang Anda merasa sudah cukup ramah, tetapi ternyata menurut orang-orang di sekitar Anda, tidak demikian. Untuk kolom pengetahuan dan ketrampilan nilailah seberapa baik diri Anda untuk setiap aspek yang telah ditentukan. Penilaian itu ‘baik, cukup, atau kurang’. Untuk penilaian ini pun Anda harus berlaku objektif, kalau perlu Anda bisa minta bantuan teman Anda untuk menilai pengetahuan dan ketrampilan Anda. Misalnya ketrampilan manajemen Anda baik, cukup, atau kurang.


Sadari kelemahan dan bertindaklah
Dari kedua hal di atas, Anda dapat menyadari apa saja kelemahan dan kekurangan Anda. Tapi jika sudah menyadari, jangan terlalu banyak toleransi pada diri sendiri dengan tidak melakukan peningkatan. Segeralah bertindak, jika pengetahuan dan ketrampilan Anda masih kurang, lakukan peningkatan dan penambahan kualitas ketrampilan dan pengetahuan Anda.

Jangan berhenti berlatih
Semakin sering Anda berlatih akan semakin baik bagi Anda untuk menjadi seorang ‘ahli’. Kondisikan diri Anda seperti seorang atlit yang harus meraih ‘juara’. Tentukan target dalam berlatih. Misalnya kalau saat ini Anda sedang berlatih meningkatkan ketrampilan bahasa asing, minimal tiga bulan ke depan Anda sudah lancar berbahasa asing tersebut. Caranya tentu dengan berlatih langsung dengan orang yang terampil di bidang tersebut. Tambahkan porsi latihan dari waktu ke waktu.

Kekuatan pendukung
Untuk menjadi seorang ‘ahli’ diperlukan pendukung yang kuat. Pendukung itu adalah orang-orang yang selalu mensupport dan membantu Anda dalam mencapai keahlian. Orang-orang tersebut terdiri dari: orang-orang di lingkungan pekerjaan yang bisa diajak berdiskusi tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan peningkatan keahlian; orang yang mau melatih Anda; orang yang memberikan informasi tentang hal-hal yang Anda perlukan; orang yang bisa memberikan ‘feedback’ tentang performa kerja Anda; orang yang menyemangati usaha Anda; dan orang-orang yang dapat membantu memperluas hubungan sosial yang berguna bagi pekerjaan Anda.

Lakukan pembaruan
Jika Anda merasa sudah cukup ahli dalam suatu bidang, jangan terpaku pada satu keahlian tersebut. Lakukan pembaruan dan penyegaran agar keahlian yang Anda miliki tidak ‘kejam’ alias ketinggalan jaman. Jangan lupa untuk selalu memanfaatkan keahlian Anda untuk hal-hal yang berguna. Karena keahlian yang tidak dimanfaatkan akan mengalami ‘stagnasi’.

Evaluasi
Langkah terakhir yang harus Anda lakukan untuk menjadi ‘ahli’ adalah dengan melakukan evaluasi secara berkala. Misalnya, kekurangan dan kelemahan apa saja yang berhasil Anda atasi? Target keahlian apa yang sudah tercapai? Sejauh mana peran pendukung dapat membantu usaha Anda dan kekuatan pendukung mana yang perlu ditambah? Sejauh mana keahlian yang telah Anda capai dapat bermanfaat..?. Pertanyaan-pertanyaan ini akan membantu Anda dalam memposisikan diri untuk menjadi ‘seorang yang ahli’.

Dengan melakukan hal-hal di atas secara lebih serius, fokus, dan konsisten, Anda akan menjadi orang yang ahli di bidang Anda. Tetapi ingat, keahlian tanpa kepedulian pada orang lain, percuma saja. Selain untuk diri pribadi dan karir, manfaatkan keahlian Anda untuk kepentingan sosial dan mereka yang membutuhkan. Karena keahlian Anda akan semakin berarti bila berguna bagi orang lain bukan? Good luck..!