11 November 2010

3K


Kebanyakan manusia cukup puas hanya dengan 3K kelahiran - kehidupan - dan kematian. Hingga akhirnya yang tertinggal hanya 3 baris di batu nisannya : Si X, lahir tanggal sekian, meninggal tanggal sekian.





Inginkah kita menjalani hidup apa adanya seperti ini? Seperti apa Anda mengukir sejarah? Ada 3 hal yang bisa membedakan Anda dengan kebanyakan orang dalammengukir sejarah, yaitu... Kemauan, Keilmuan dan Kesempatan.

  • Kemauan : Kemauan menjadi kata kunci yang paling penting dalam menentukan sejarah hidup kita.Anda mau menjadi apa? Seperti apa? dan di mana? Tentunya hanya Anda yang paling mengetahuinya! Cobalah untuk mencatat semuanya. Baik itu melalui memori, diary, atau melalui selembar kertas sekali pun! Anda pasti punya kemauan! Jangan pernah katakan Anda tidak punya kemauan. Hidup itu terlalu pendek. Kalau kita sudah mati, kita tidak bisa punya kemauan
  • Keilmuan: Percaya, segala sesuatu itu pasti ada ilmunya! Jika kita punya kemauan dan memiliki ilmunya, maka segala usaha akan tercapai dengan lebih baik. Itu sebabnya kita harus mau belajar dan belajar. Kita bisa belajar dimana saja, kapan saja, dan dengan siapa saja. Ingat, tidak pernah ada kata terlambat untuk belajar, mengenal memahami, dan mengamalkan sesuatu hal yang bermanfaat bagi kehidupan Anda, dan mungkin juga untuk orang lain.
  • Kesempatan : Jika kemauan ada, keilmuan ada, maka tinggal kesempatanlah yang memutuskan apakah Anda bisa mengukir sejarah dengan baik atau tidak, Kesempatan ini bisa datang dari mana saja, tergantung kecekatan kita dalam memanfaatkan setiap peluang yang ada. Kita tahu, seringkali kesempatan itu hadir, tapi kita tidak mampu memanfaatkannya dengan benar, karena keilmuannya kurang, meski keinginan kita itu sebenarnya sudah besar.
Jika ini terjadi, tidak jarang orang menyesal dan kadang menjadi berfikir bahwa nasib selalu tidak berpihak padanya. Sebenarnya tidak demikian! Dia hanya tidak tahu bagaimana cara menyatukan 3K! Yaitu kemauan, keilmuan dan kesempatan!

Padukan antara kemauan, keilmuan dan kesempatan. Jika kemauan sudah ada, keilmuan sudah ada, maka kesempatan itu sebenarnya bisa dicari dan diupayakan!
Dan percaya... ketika ketiga unsur ini berpadu dalam diri Anda, maka sejarah kebesaran tentang Anda telah dimulai...

Sumber : Anne Ahira

Apa itu EPC company ?


EPC ialah singkatan dari Engineering, Procurement, Construction. Terkadang ditambahkan Installation sehingga singkatannya menjadi EPCI (EPCI biasanya berkecimpung di offshore/platform). Terkadang juga ditambahkan C (menjadi EPCC) jika perusahaannya menggeluti bagian Commissioning (test unjuk kerja).
Dari singkatannya sudah jelas bahwa tugas dari EPC adalah untuk melakukan rekayasa (engineering) dari suatu plant, melakukan pembelian (procurement) barang-barang dan equipment yang terkait dan kemudian mendirikan/membangun (construction) plant tersebut. EPC terkadang disebut sebagai ‘integrator’ karena EPC lah yang menjembatani dan mengkordinasikan seluruh bagian yang terkait dalam pembangunan suatu plant; mulai dari licensor (yang memiliki lisensi), vendor (yang menjual barang), shipper (yang mengirim barang), bahkan sampai operator (yang mengoperasikan plant).
Dalam prakteknya, suatu perusahaan EPC tidak harus melakukan E-P-C nya sekaligus, bisa aja hanya salah satu atau salah duanya. Jadi sangat normal jika ada EPC yang hanya mengambil E-nya saja (bertindak sebagai konsultan engineering saja), E dan P atau malah C (hanya memasang saja) nya saja.
Untuk yang masih belum familiar, berikut ialah penjabaran satu persatu siklus pekerjaan di dalam EPC:
  1. Owner mengumumkan rencana pendirian plant baru (misalkan: Pertamina ingin membangun kilang minyak dengan kapasitas 100ribu barel per day).
  2. Owner mengundang EPC Company yang berminat untuk menyampaikan profil perusahaan (fase Pra Kualifikasi).
  3. Owner mengumumkan EPC Company yang lolos dari Pra Kualifikasi dan berhak mengikuti proses tender EPC dan melakukan proses Invitation To Bid (ITB).
  4. EPC Company yang lolos mengambil dokumen tender dari Owner dan mendapat penjelasan tentang rule-of-the game.
  5. Dalam rentang tertentu, EPC Company tersebut menyampaikan proposal teknis dan rencana bagaimana merancang, membeli, dan mengkonstruksi.
  6. Jika lolos, maka EPC Company harus menyampaikan proposal komersial (berapa estimasi ongkos dan harga pembangunan plant tersebut).
  7. Siapa yang terbaik (belum tentu termurah) akan ditentukan sebagai pemenang tender.
  8. Jika menang, maka Owner akan menyerahkan project tersebut ke EPC Company terpilih dengan kesepakatan harga yang di point 6 (masih dimungkinkan untuk bernegosiasi) sesuai dengan kualifikasi teknis dan rencana/waktu di point 5 (juga negotiable).
  9. EPC Company yang memenangkan tender mulai mengerjakan proses E-P-C nya yang jauh lebih mendetail daripada saat proposal tadi. Jika dalam proses detailing, EPC Company tersebut mampu berhemat maka profit tentunya akan bertambah (dari perkiraan saat proposal).

Berikut ini sedikit nama-nama EPC Company yang beroperasi (memiliki kantor) di Indonesia, juga sedikit backgroundnya. Sebagian besar di Jakarta tentunya. Berikut daftar yang diurutkan secara alfabetik:
  1. AMEC Berca. Memiliki headquarter di UK. Perusahaan ini di Indonesia joint-venture dengan grup Berca (grup Murdaya). Project mereka saat ini banyak untuk TotalFinaElf (d/h Total Indonesie).
  2. Bechtel Indonesia. Dulu memakai nama PT Purna Bina Indonesia.
  3. Citra Panji Manunggal. Local EPC dengan spesial di pipeline dan Stations.
  4. Inti Karya Persada Teknik. Secara ‘tradisi’ IKPT adalah ‘raja’nya LNG. Ini dikarenakan IKPT menerima banyak repeat order untuk Train-train LNG PT Badak. IKPT adalah salah satu anak perusahaan dari grupnya Bob Hassan. Salah satu project mereka yang cukup besar adalah Ujung Pangkah Amerada Hess.
  5. Kellog Brown and Root (KBR Indonesia). Adalah ‘branch’ KBR (giant group di bawah Halliburton) di Jakarta. Di South East Asia pusatnya di Singapore. Kalau tidak salah, KBR Jakarta mengerjakan banyak sub project baik dibawah KBR Singapore maupun Houston. Reputasi KBR di LNG (baik liquefaction maupun terminal) sudah tidak perlu diragukan lagi. In fact KBR ’sangat dekat’ dengan IKPT.
  6. McDermott. McDermott perusahaan EPCI yang cukup memimpin dengan spesialisasinya di bidang manufacturing and service. Memiliki proyek yang umumnya merupakan industri energi dan pembangkit listrik. McDermott beroperasi di 23 negara dan memiliki lebih dari 20.000 karyawan.
  7. Rekayasa Industri. Secara struktur sebenarnya berada di holding PT Pupuk Sriwijaya dan memang traditionally dikenal sebagaia ‘raja’ dan ’spesialis’ seluruh EPC fertilizer di Indonesia. Saat ini cukup expansif termasuk ‘menyerbu’ proyek proyek migas dan bio-diesel.
  8. Saipem Indonesia. Berada di bawah grup ENI International (Italy) dan yang ada di Jakarta adalah hasil merger dengan Sofresid. Grup mereka berspesialis di platform dan offshore.
  9. Technip Indonesia. Untuk South Eas Asia, Technip berpusat di Kuala Lumpur. Sebagai raksasa EPC dunia berbasis di Paris, Technip mengerjakan project-project di seluruh dunia mulai dari migas dan infrastructure.
  10. Tripatra. Dikenal sebagai perintis EPC di bidang migas, mendahului EPC lain di Indonesia termasuk mengerjakan giant NSO MobilOil dan jejak kaki mereka di Caltex sangat impresif. Tripatra didirikan oleh Pak Iman Taufik (perintis industri migas dan pendiri Guna Nusa). Tripatra sempat ‘terpuruk’ namun saat ini dikabarkan sedang bangkit lagi (suntikan dana luar?) termasuk mendapatkan mega project di Amerada Hess.
  11. WorleyParsons. Di Indonesia berbendera CeriaWorley. WorleyParsons adalah spesialis engineering dan sudah berkaliber internasional dan menangani mulai dari mining (core bisnis mereka di Australia) sampai infrastructure.

Artikel diatas disadur dari KampungMelayu’s Weblog.

Gadis Kecil dan Bintang Laut (arti pahlawan)



Setiap menjelang fajar menyingsing, gadis kecil itu pergi ke pantai. Ia memungut bintang laut yang terdampar di pantai dan melemparnya kembali ke laut. Bintang-bintang laut yang terdampar bertebaran di pantai. Jika bintang-bintang laut itu tidak bisa kembali ke air saat matahari terbit, mereka akan mati.

Gadis kecil itu terus menyusuri pantai, memungut bintang laut yang terdampar, lalu melemparnya ke dalam air. Kaki-kaki kecil gadis itu menciptakan jejak-jejak di pasir. Tapi jejak-jejak itu tidak pernah bertahan lama. Ombak yang datang kemudian akan segera menghapusnya.

Pagi itu, di pantai yang sama, berdiri seorang kakek tua yang berada di senja hidupnya. Ia memandangi ombak yang menghapus jejak di pasir sembari memikirkan apa saja yang sudah ia lakukan sepanjang hidupnya.

Sementara itu, gadis kecil yang memungut dan melempar bintang laut ke air, tiba di dekat kakek tua itu. Keringat telah meleleh di kening dan tepi pipi gadis kecil.

“Pantai ini membentang hingga jauh sekali, dan ada ribuan bintang laut terdampar,” ujar Si Kakek. “Bagaimana yang kau lakukan ini bisa menghasilkan sesuatu yang berarti, Anakku?”

“Akan ada artinya bagi yang satu ini, Kakek,” seru gadis kecil sambil melempar seekor bintang laut di tangannya ke dalam air.

Angin pagi di pantai itu tersenyum pada bintang laut yang berenang-renang, dan membelai lembut untaian rambut gadis kecil yang bergoyang-goyang.

(sumber :kumpulan cerita anak religi karya Wikan Satriati yang berjudul “Gadis Kecil Penjaga Bintang”)

Dalam cerita ini saya merenungkan kembali makna pahlawan dalam kehidupan kita sehari-hari. Ketika isu pahlawan nasional menghiasi seluruh stasiun televisi indonesia, dan ketika perdebatan kita sehari hari mencari kelayakan sejumlah tokoh untuk dihargai menjadi pahlawan nasional. Soekarno pernah berkata bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Apa dan Siapa Pahlawan itu ? Bisakah kita menjadi pahlawan ...?

Apakah gelar pahlawan memerlukan segudang kriteria yang harus diperdebatkan dalam panitia khusus di negara ini ? Ketika tokoh tersebut harus tercetak bsear dalam rubrik media massa dan elektronik ia harus dinyatakan seorang pahlawan ? Ku merenung dalam keheningan sepi tanpa sahabat yang bisa ku ajak berdebat akan perihal ini.

Seorang Ibu harus makan 1x sehari agar keluarganya bisa makan 3x sehari, seorang kuli kapal harus mengangkut beban yang berat di sekitar pelabuhan agar beban keluarganya ringan. Seoarang kakak tidak sekolah agar adik kecilnya bisa sekolah. Seorang hansip berjaga malam menahan kantuk agar perumahan itu aman dari pencurian walau ia tidak mengenal siapa warga perumahan tersebut dan sebaliknya.

Pahlawan adalah tidak jemu tawarkan kebaikan walau ia tidak mengenal siapa yang berikan kebaikan dan terlupakan oleh mereka ia berikan kebaikan. Ia tidak pernah dihargai, dikenal tetapi ia ada untuk setiap mereka yang membutuhkan walau kebaikan itu perkara kecil dan sederhana atau pengorbanan itu besar dan tak terhitung.

Selamat Hari Pahlawan ...

16 Oktober 2010

berbagi berkat dengan "berkat bangsa"

ku tatap jam dinding itu, waktu menunjukan pukul 16.55 WIB, aku lansung bergegas untuk bersiap pergi dari meja bersekat ini. Sudah hampir 3 bulan aku berkerja di posisi ku yang baru, tetapi telah memberiku perasaan jenuh sepanjang hari. Kususun semua perkakas ku kedalam tas hitam ku dan menyusun kertas kertas gambar proyek ke meja agar terlihat rapih. Kuteguk air putih yang tersisa dan menunggu waktu menunjuk pukul 17.00 WIB walau aku tahu jam dinding itu kecepatan bergerak dalam 5 menit, tapi aku tak bisa tinggalkan ruangan berlantai 2 ini selama si boss masih bercumbu dengan notebook nya, karena aku berpikir dia tidak suka aku pulang cepat.
Pak Jasman, sesepuh di perusahaan ku ini mengingatkan ku untuk mampir di green mart untuk mengangkut barang barang sembako yang sudah disumbangkan segelintir karyawan nasrani untuk sebuah panti asuhan. Aku menganggukan kepala ku, aku sangat lelah saat itu karena perkerjaan yang menumpuk dan tak terselesaikan saat hari itu. Di green mart, kuangkut semua karung beras, botol kecap dan kardus mie instan ke dalam mobil avanza merah. Dalam kelelahan dan kejenuhan aku pergi meluncur di jalan jalan panjang itu. Sahabat ku Ega sudah menunggu di tempat kediaman pak jasman, kami sudah berjanjian untuk ikut berkunjung bersama dalam pemberian "berkat" itu. Dalam suasana gelap karena mentari sudah kembali pulang dalam perkerjaannya, mentari sudah berganti shift dengan bulan disertai bintang-bintang aku tetap saja belum sempatkan istirahat apalagi untuk makan malam padahal saat itu perut ku sudah LAL (low alarm level). Tidak ada percakapan yang bermakna dalam perjalanan kami hingga kemacetan jalan memperlambat lajunya avanza merah itu. Sekedar diskusi akan kurang banyaknya rekan rekan kerja yang ikut andil dalam kegiatan sumbangan ini dan diskusi itu tak juga menghasilkan kesimpulan. Dalam kebingungan jalan jalan gelap, akhirnya kami sampai dalam sebuah yayasan yang bernama berkat bangsa, nama yang membuat ku merenung .. apa arti nama itu ?. Gedung Kecil beralamat sumbawa no.14 itu layak pakai sebagai rumah keluarga, bukan rumah panti karena ukurannya yang sangat kecil. Tidak ada mobil beparkir dalam rumah itu dan yang hanya terlihat kumpulan pakaian pakaian yang terjemur beserta mesin cuci yang sangat sederhana. Sapaan "syaloom!!" keluar dari pak jasman dan seketika itu aku melihat puluhan anak dan remaja sedang bersiap menyantap makan malamnya ... dan kami disambut oleh ibu asuh mereka yang belum ku ketahui namanya. Sambil menunggu mereka selesai makan malam, pak jasman dan ega bercakap ringan dengan ibu asuh itu, aku melangkah ke jendela untuk melihat para anak dan remaja itu menyantap makan malam yang sederhana itu, hanya dengan lauk tempe goreng sambal, sayur dan nasi putih secukupnya. Sangat berbeda dengan yang sering aku santap. Mereka duduk dan makan bersama, dan remaja itu juga memnyuapkan makanan kepada para balita yang belum lihai dalam mengatur santapannya. Dalam ruangan yang penuh dengan sepatu dan buku buku sekolah. Setelah mereka selesai makan, berhamburan mereka keluar dan menyalami saya, ega dan pak jasman. Dari remaja hingga balita berebut menyalami selayaknya aku adalah orang yang terhormat ataupun di idolakan. Saat ku buka bagasi mobil avanza, mereka pun berebut mengambil barang barang sembako tersebut. Sebelum ibu asuh itu mengajka kami masuk, kuliahat si gadis kecil menyapu ruangan itu bersama dengan lainnya, tanpa perintah maupun teguran dari pengasuh. Setelah gadis kecil itu selesai mengerjakan pembersihannya, si ibu asuh itu mengajak kami untuk masuk dan duduk bersama dalam ruangan itu. Ega, sahabat ku adalah seorang guru sekolah minggu duduk bersama pak jasman untuk memberikan wejangan bersama adik adik kecil itu. Aku mengambil posisi sudut ruangan agar bisa berdiskusi dengan si ibu asuh itu. Kulihat sekeliling ruangan, terpampang photo photo kebersamaan mereka dalam mengarungi kehidupan yang mereka yang tidak memiliki maupun mengenal orang tua mereka. Seiring ega dan pak jasman bercerita kepada adik adik kecil itu, aku mengamati satu persatu mereka yang ditinggal sepi oleh dunia sekuler, mereka yang ditinggal pergi oleh orang tua mereka, mereka yang tak kenali siapa orang tua mereka. Aku bercakap cakap dengan ibu asuh siapa saja gerangan mereka ? dan kenapa sang takdir menitipkan mereka di panti asuhan ini dan kenapa mereka terabaikan oleh mereka penguasa penguasa pemberi janji sejahtera. ibu itu menjawab satu persatu semua tanda tanya ku... sebutlah seorang adik kecil yang berusia 3 tahun bernama cinta eklesia, yang harus ditinggal pergi ibunya yang menjadi TKW di malaysia untuk menembus ayahnya yang dipenjara. Sebut juga jonatan, bocah berdarah palembang dan manado itu, ayahnya pergi dipanggil Tuhan di masa kecilnya dan ibunya menikah lagi dan meninggalkan dia tanpa alasan yang jelas. Kulihat lagi seorang gadis remaja yang manis itu yang serius mendengarkan wejangan ega dan pak jasman, dia tak mengenal siapa orang kandungnya dan awalnya dia diadopsi oleh keluarga yang tidak memiliki keturunan, seketika telah lahir seorang anak dari dari darah daging keluarga itu, gadis kecil itu diperlakukan buruk dan dan tdak di sekolahkan lagi, hingga akhirnya gadis kecil itu dilarikan tetangganya dan ditampung oleh dinas sosial itu, dan dinas sosial itu menitipkan ke panti ini.
Dan ibu asuh it juga menceritakan kesulitan adik adik kecil dalam mendapatkan fasilitas pendidikan dan kesehatan. Mahalnya buku buku paket ynag dijualkan pihak sekolah dan buku itu hanya harus dibeli melalui sekolah, apakah buku paket itu memiliki ilmu pasti dibanding buku buku yang bisa disumbangkan oleh para pemerhati.... memang aneh pendidikan di negeri ini, pantas saja ada slogan "orang miskin dilarang sekolah". Tanpa bantuan biaya kesehatan dari negara, panti ini kesulitan ketika harus melakukan biaya pengobatan karena biaya yang mahal dan tiada dana cash yang dimiliki. Tidak ada opini dan solusi yang bisa ku utarakan untuk menanggapi pernyataan itu. Kunjungan itu pun di sudahi dengan doa yang dibawakan oleh salah satu adik kecil itu. Dia masih bocah ingusan, tapi rangkaian kata dan kata dalam doanya adalah dari hatinya, dia tidak menolak ketika dia dianjurkan untuk berdoa penutup, padahla rekan rekan kerja ku dan kawan kawan ku agak sukar untuk disuruh membawakan doa. Sebelum kami memasuki mobil, sekali lagi mereka berebut salam sambil mengucapkan "Tuhan berkati Oom !!", tertegun aku mendengar perkataan itu. Dalam perjalanan pulang ucapan itu terus terngiang dalam telinga ku ....."Tuhan berkati Oom !!"
Sepanjang hidup ku, para sahabat dan keluarga ku selalu menggunakan kata yang trend "GBU" yang lebih singkat dan ngetren pakai bahasa inggris. Tetapi ucapan mereka "Tuhan berkati Oom !!" sambil menyalam dan meletakan ke dahinya, aku merasa perkataan itu keluar dari hati mereka
tiada kata yang bisa diucapkan, tiada rasa yang bisa kunyatakan, tapi ada doa yang bisa kupanjatkan... bertahanlah adik adik ku .... dalam syukur aku rebahkan badan ku ... dan bertanya kembali " apa arti nama berkat bangsa itu ?" .. ketika mata hendak tertutup menyambut tidur ku ... sekali lagi kudengar dalam telinga ku ...
Tuhan berkati Oom !

06 Oktober 2010

Urgensi Audit Energi di Indonesia


Pernyataan Direktur Utama PT PLN (persero), Dahlan Iskan, seusai rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR, Kamis, 26 Agustus 2010, tentang rencana BUMN penyedia listrik itu untuk mengimpor batu bara sebanyak 9 juta ton pada 2011 agar listrik tetap menyala menguatkan pendapat pakar energi dari UGM, Prof Dr Tumiran, beberapa waktu lalu tentang urgensi bagi pemerintah untuk mengaudit penggunaan energi terhadap PLN guna menekan biaya produksi dan penaikan tarif dasar listrik.

Beliau menduga karena selama ini tidak ada informasi mengenai penggunaan energi oleh PLN, bisa jadi penggunaan energi oleh PLN belum efisien. Artinya, jumlah energi yang masuk dengan keluaran yang dapat dihasilkan PLN belum sebanding. Kalau audit energi itu dilakukan, barangkali PLN dapat menekan biaya produksi sehingga subsidi pemerintah yang selama ini menguras anggaran sampai Rp56 triliun per tahun dapat dikurangi.

Anggaran subsidi dapat dihemat jika PLN melakukan efisiensi, terutama dalam hal penggunaan energi. Pada akhirnya, penaikan tarif listrik bisa ditekan sehingga tak harus membebani masyarakat terlalu tinggi.
Tumiran juga menyarankan PLN untuk mengonversi energi dengan menggalakkan penggunaan batu bara dan gas. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meyakini potensi cadangan gas Indonesia masih bisa bertahan 59 tahun lagi mencapai 170 Tscf (tera standard cubic feet), sedangkan batu bara mempunyai cadangan sebesar 5 x 109 tce (ton coal equivalent).

Di antara dua sumber energi itu, batu bara memang merupakan yang terekonomis karena biaya investasinya per 1 kwh sekitar Rp500 atau Rp600. Gas membutuhkan investasi sekitar Rp900 per kwh. Adapun jika ditinjau dari rasio cadangan (reserve to production ratio-R/P), batu bara mempunyai R/P tertinggi, yaitu sekitar 50 tahun, disusul gas dan minyak bumi yang masing-masing mempunyai R/P sekitar 30 tahun dan 10 tahun.

Sayangnya, seperti diungkap dalam awal tulisan ini, PLN bakal kesulitan mendapatkan pasokan batu bara sesuai dengan kebutuhan pembangkit yang mencapai sekitar 40 juta ton per tahun. Pada masa mendatang, pasokan itu diprediksikan kian sulit karena spesifikasi batu bara yang dibutuhkan adalah batu bara yang berkalori tinggi. Batu bara jenis itu, selain pasokannya terbatas, pun terbilang mahal sehingga menggantungkan pembangkit pada batu bara impor hanya akan membuat keuangan PLN kian tertekan. Maka, mau tidak mau, PLN harus memprioritaskan pembangunan pembangkit yang menggunakan gas maupun sumber energi lainnya seperti mikrohidro, geotermal, maupun energi terbarukan lainnya.

Pilihan yang rasional adalah pembangkit berbahan bakar gas. Energi terbarukan seperti energi surya, meskipun ramah lingkungan, membutuhkan biaya untuk investasi cukup besar. Energi air dan energi panas bumi (geotermal), meskipun mempunyai potensi cukup besar, memerlukan pertimbangan matang untuk pengembangannya karena sumber energi ini berada jauh dari pengguna.

Pemerintah perlu didorong untuk memprioritaskan pembangunan pembangkit listrik tenaga gas karena dalam proyek percepatan pembangunan pembangkit listik 10.000 Mw tahap I maupun II komposisi pembangkit berbahan bakar gas sangat minim. Untuk sekitar 94 lokasi proyek 10.000 Mw tahap II, dari komposisi energi primer, hingga 2014 penggunaan gas hanya 16%. Komposisi terbesar malah panas bumi dengan 39%, disusul batu bara 33% dan air 12%.

Kaji ulang
Komposisi penggunaan energi primer tersebut patut dikaji ulang dengan memberikan porsi lebih besar bagi penggunaan gas mengingat batu bara dan panas bumi dalam jangka pendek tidak bisa dijadikan andalan. Khusus untuk panas bumi, meskipun diyakini sebagai energi yang ramah lingkungan, penggunaannya masih sangat terkendala karena cadangannya berada di daerah yang jauh dari konsumen dan daya beli sebagian konsumen panas bumi masih di bawah keekonomian pengembangan lapangan geotermal.

Pilihan penggunaan gas kian rasional karena selain masih tersedianya cadangan sebesar 170 Tscf, pasokan gas akan diperkuat dengan cadangan gas metana batu bara (CBM) yang berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencapai 453,3 triliun standar kaki kubik. Pemerintah telah menargetkan cadangan CBM di Indonesia akan menjadi energi yang bisa dipakai secara luas mulai 2011.

Apabila gas menjadi pilihan utama untuk pembangkit, pemerintah harus membereskan pekerjaan rumah utamanya, yakni memenuhi komitmen penyediaan gas bagi PLN. Sejauh ini, PLN kerap kesulitan mendapatkan pasokan gas. Pada tahun ini saja realisasi penggunaan gas hanya 20% di bawah rencana tahunan perusahaan (RKAP). PLN kekurangan gas sekitar 1 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd).
Sejak 2000 sebenarnya PLN sudah menunggu gas untuk PLTGU Muara Tawar, PLTGU Tambaklorok, dan PLTGU Grati, tetapi sampai sekarang belum mendapatkan pasokan gasnya sehingga terpaksa sampai saat ini dioperasikan dengan BBM. Bila gasnya tersedia, tentu PLN akan memakainya secara maksimal, termasuk untuk pembangkit minyak (BBM) yang bisa dimodifikasi menjadi pakai gas. Akibat kekurangan pasokan gas, PLN menanggung kerugian sekitar Rp3 triliun per tahun karena beberapa pembangkitnya 'salah makan'.

Jika saja komitmen gas ini terpenuhi, setidaknya dalam lima tahun ke depan akan ada efisiensi di tubuh PLN sekitar Rp15 trilun. Pemerintah juga bisa menekan kerugian akibat penjualan gas keluar negeri yang selama ini jorjoran dilakukan sekitar Rp33 triliun.

Guna mendorong penggunaan gas yang terjangkau bagi PLN, pemerintah patut merespons dua usulan PT Pertamina (persero) beberapa waktu lalu, yakni, pertama, pengurangan pendapatan pemerintah dari pemanfaatan gas. Usulan itu kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh pemerintah dengan menerbitkan kebijakan insentif gas domestik (IGD). Kedua, konsep relokasi subsidi dari BBM ke gas. Usulan-usulan tersebut belum direspons pemerintah.
Sayangnya, pemerintah sendiri masih terus menghitung harga yang pas untuk dalam negeri. Rencana pengalihan subsidi itu pun tampaknya tidak digubris karena pemerintah dalam penetapan harga jual gas tetap berpegang pada mekanisme pasar. Pemerintah tidak akan memberikan subsidi pada pelaku usaha, termasuk PLN, dalam mendapatkan harga gas.

Pekerjaan rumah lainnya adalah penyediaan infrastruktur. Problem pemipaan masih menjadi penghambat kegiatan penyaluran gas yang ada di Indonesia. Perlu disadari bahwa penyaluran gas hasil eksplorasi tidak bisa disalurkan melalui mobil tanki ataupun peralatan lainnya. Proses penyaluran gas selalu dengan menggunakan pipa. Padahal, sisem pemipaan di Indonesia sejauh ini sangat buruk dan tidak lengkap.

Oleh Eriko Sutarduga, Anggota Komisi VI DPR

04 Oktober 2010

Tuhan berikan yang kubutuhkan



aku meminta kekuatan dan Tuhan memberiku kesukaran untuk membuatku kuat
aku meminta kebijaksanaan dan Tuhan memberiku masalah untuk diselesaikan
aku meminta keberanian dan Tuhan memberiku rintangan untuk diatasi
aku meminta kemakmuran dan Tuhan memberiku otak dan otot untuk berkerja
aku meminta kasih dan Tuhan memberiku orang-orang untuk dilayani

aku tidak menerima itu semua yang aku minta, tetapi aku menerima segala yang aku butuhkan, hiduplah tanpa rasa takut, hadapilah segala rintangan. Ketahuilah, bersama Tuhan Yesus kita mampu mengatasi semua itu ...

bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu ? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, kemana pun engkau pergi
(Yosua 1:9)


03 Oktober 2010

Tuhan Menjawab Doaku


aku meminta kepada Tuhan untuk menyingkirkan penderitaanku.Tuhan menjawab, TIDAK itu bukan KUsingkirkan, tetapi agar kau mengalahkannya.

aku meminta kepada Tuhan untuk menyembuhkan kecacatanku. Tuhan menjawab, TIDAK. Jiwa adalah sempurna, badan hanyalah sementara.

aku meminta kepada Tuhan untuk menghadiahkanku kesabaran. Tuhan menjawab, TIDAK. Kesabaran adalah hasil dari kesulitan; itu tidak dihadiahkan, itu harus dipelajari.

aku meminta Tuhan untuk memberiku kebahagiaan, Tuhan menjawab TIDAK. AKU memberikan berkat, kebahagian tergantung padamu.

Aku meminta kepada Tuhan untuk menjauhkan penderitaan, Tuhan menjawab TIDAK. Penderitaan menjauhkanmu dari perhatian Duniawi dan membawamu mendekat padaKU.

aku meminta kepada Tuhan untuk menumbuhkan rohku, Tuhan menjawab TIDAK, kau harus menumbuhkannya sendiri, tetapi AKU akan memangkas untuk membuatmu berbuah.

aku meminta kepada Tuhan segala hal sehingga aku dapat menikmati hidup. Tuhan menjawab TIDAK, AKU akan memberimu hidup, sehingga kau dapat menikmati segala hal.

Aku meminta kepada Tuhan untuk membantuku mengasihi orang lain seperti aku mengasihi diriku sendiri. Tuhan menjawab ....

Anakku, akhirnya kau mengerti....
Hari ini milikmu, jangan di sia-siakan

29 September 2010

Ruang Malam

Terduduk aku dalam ruang dan waktu yang terbatas karena tak lama lagi malam akan berlalu dan hari hari itu semakin dekat. Aku sendiri dalam ruangan ini tanpa sebab dan akibat tapi semua sudah direncanakan tanpa ada diskusi dan pertemuan, semua terjadi secara acak dan terencana.
Aktivitas ku berjalan layaknya roda waktu, berputar dalam sudu keraguan takala hasilkan putaran yang tak berujung, tak bertujuan dan tak berpengharapan. Kenapa Bintang Itu Tidak Bersinar Lagi ? Itulah lentingan keluhan para manusia yang berjalan beriring dengan jejak langkah di sampingku.
Ada yang menangis karena harus kehilangan perkerjaannya ?
Ada yang pasrah akan kondisinya menjadi Budak Bahagia ?
Ada orang gila yang berkobar melawan ketidakadilan ?
Ada orang penat yang melarutkan dirinya dalam kolam alkohol di malam hari ?
Aku tidak menemukan orang cerdas seperti layaknya nabi, rasul ataupun filsuf seperti yang tertulis dalam kitab sejarah agung, aku hanya melihat orang orang yang tersadarkan bahwa mereka dan aku telah berada di ruang malam, sebuah ruang yang gelap dan terbatas.
Kenapa Bintang Itu Tidak Bersinar lagi ? Masih adakah rotasi galaksi itu ?
Seandainya aku bisa melukiskan bintang kan ku warnai dengan kontras agar terang itu benar benar bercahaya... tetapi Kenapa Bintang Itu Tidak Bersinar Lagi ? Aku menjawab dalam relung hati ku dan jawabannya karena aku dan mereka berada di ruang malam.
Bagaimana Aku bisa keluar ? Aku sepi di sini ?
Adakah pemikiran manusia yang menciptakan ruang malam sehingga terangnya Bintang tak sanggup menenbus celah ruang malam. Mungkinkah manusia tidak berupaya untuk meraba dan mencari pintu dan lubang di sisi sisi ruang malam ? Atau Bintang Itu tidak lagi Bersinar ?Aku terus merenung dan larut dalam ayunan malam.... Benarkah pemikiran manusia ciptakan ruang malam itu sendiri ? Ku terus mencari jawaban dan tak disangka aku terus larut ruang malam tersebut.
Kenapa aku mencari jawaban itu ? Jawaban itu tidak akan membuka celah untuk terangnya bintang ... Aku merasa putus asa dan khawatir ... teka teki tak terjawab dan aku merasakan ruang malam itu semakin sempit sehingga aku menjadi sukar bernapas, dalam lamunan dan rintih kusandarkan kepalaku ke tanah. Ku sadari ruang malam itu tak berdinding dan tak bersisi ... ruang malam itu dibatasi akan logika pemikiran manusia.
Kubuka lagi pemikiran ku bahwa ada keyakinan yang tak tersentuh oleh doa, ada kekuatan yang tak diupayakan, ada semangat yang belum di sulut api dan ada Bintang yang Terus Bersinar tanpa batas Waktu... Bintang Itu adalah Jalan dan Terang Kehidupan. Tak satu pun bintang di galaksi yang mampu berlimpah sinar daripadaNya.
Aku tersenyum dan menangis ... semoga sinar kecil di telapak tangan ku tetap menyala walau redup dalam genggaman ku.
Teruslah Menyala hai jiwa ku .... supaya ruangan ini terlihat
written by unwinged angel

Meletuskan Ide Ide Hebat


Ide besar yang bermanfaat memang hebat! Mungkin kita pernah lihat teman atau senior kita yang punya ide seperti itu. Bagaimana dengan kita? Susah nggak sih memunculkan gagasan-gagasan kreatif yang hebat?

Memang kita nggak pernah diajari bagaimana memunculkan ide-ide, karena itu kita merasakan pekerjaan ini sebagai pekerjaan berat. Kebanyakan kita berpikir bahwa kemampuan menumbuhkan gagasan itu karena adanya bakat sejak lahir, bukan karena belajar. Dan anggapan itu kita biarkan saja.

Ada juga orang yang berpendapat bahwa gagasan-gagasan muncul begitu saja dalam pikiran manusia. Mungkin saja pendapat tersebut betul, tetapi kita tidak dapat mengandalkan faktor kebetulan saja.

Hal-hal di atas merupakan penghalang yang kita ciptakan bagi diri kita sendiri dan kita biarkan begitu saja sehingga penghalang-penghalang tersebut merintangi kebenaran, yaitu bahwa kita sebetulnya dapat memunculkan ide-ide besar.

Pada dasarnya, jika kita diberi bakat untuk memahami proses dan teknik memunculkan ide akan lebih mudah bagi kita untuk benar-benar memunculkannya. Kita harus tanamkan dalam diri kita bagaimana cara untuk dapat memunculkan gagasan-gagasan baru dan hebat sewaktu-waktu kita memerlukannya. Proses untuk menumbuhkan gagasan-gagasan baru bersifat aktif bukan reaktif. Nah, di bawah ini ada cara-cara yang bisa membantu Anda melahirkan ide-ide segar. Ikuti saja!

Memahami Persoalan
Pertanyaan dasar yang harus dapat kita jawab adalah: ”Mengapa kita perlu memunculkan gagasan-gagasan baru yang hebat?” Jawabannya pastilah untuk memenuhi kebutuhan kita dalam memecahkan persoalan. Kebutuhan adalah induk penemuan, sedangkan kesulitan yang sering kita temui adalah sering kali tanpa sadar kita mengejar permasalahan yang salah dan berputar-putar sendiri. Sebetulnya yang kita perlukan adalah pemahaman yang sangat jernih mengenai apa yang menjadi masalah sesungguhnya.

Rumuskan situasi sekarang dan tujuan yang ingin dicapai
Hal yang sangat penting sebelum kita mulai menyelesaikan suatu masalah adalah kita perlu memahami dengan jelas di mana posisi kita saat itu. Setelah itu, kita baru membuat garis besar permasalahan yang sedang kita hadapi seperti: latar belakang masalah, kebutuhan organisasi, sumber-sumber lain yang tersedia dan tidak tersedia. Kemudian kembangkanlah konsep/garis besar tersebut, dengan tujuan untuk lebih memahami permasalahan.
Setelah jelas, tetapkanlah sasaran yang ingin dicapai dan pastikan bahwa sasaran tersebut dapat diukur. Misalnya kita diharuskan untuk dapat memecahkan permasalahan yang timbul dalam bidang rekruitmen. Yang diharapkan dari kita adalah menarik siswa baru masuk ke sie kegiatan kita, dengan persentase sebesar 10% dari tahun sebelumnya.

Kenali celah-celah dan inti masalahnya
Setelah langkah di atas, maka kita dapat mengidentifikasi celah-celah antara kondisi saat ini dan kondisi yang diharapkan. Selanjutnya buatlah daftar bagian-bagian yang ada dan persoalan yang mungkin akan timbul, kemudian tanyakan kepada masing-masing apakah ada masalah atau tidak. Kemudian analisislah hasilnya.

Lakukan penelitian dan analisis SWOT
Penelitian bertujuan untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan, bisa dilakukan dengan membaca kasus-kasus yang serupa atau melakukan tanya jawab kepada orang-orang yang bersangkutan. Cara lain adalah dengan melakukan analisis strengths (kekuatan), weaknesses (kelemahan), opportunities (kesempatan) and threats (ancaman), atau lebih dikenal dengan analisis SWOT

Membangun Kreativitas Sendiri
Setiap orang memiliki kreativitas dalam dirinya. Sejumlah orang yang tidak menganggap dirinya kreatif, dapat terkejut sendiri melihat betapa dirinya kreatif ketika kesempatan yang tepat datang di depan mata. Ada banyak cara untuk menempatkan diri agar kesempatan itu muncul.

Amati sesuatu yang dikenal
Amatilah sesuatu itu selama kurang lebih 10 menit, dan gambarkan kembali apa yang kita ingat. Tujuannya adalah untuk melatih dan mempertajam ingatan kita. Sebenarnya nggak hanya penglihatan saja. Semua indera dapat membantu kita dalam membangun kreativitas, karena baik indera penglihatan, pendengaran, penciuman, pengecapan maupun peraba memperoleh berbagai masukan sepanjang hari. Membangun kreativitas berarti mempertajam pikiran, dan itu berarti meningkatkan kepekaan penginderaan kita.

Jangan menunda pekerjaan sampai dengan menjelang batas waktu
Salah satu hal yang menakjubkan adalah bahwa kita dapat memerintahkan otak untuk bekerja secara autopilot. Apabila kita memberinya gagasan-gagasan dasar dan sejumlah rangsangan yang cocok, akhirnya otak akan memunculkan gagasan-gagasan yang dapat diteruskan. Namun ada kecenderungan, apabila dihadapkan pada persoalan, kita akan menunda sampai menit terakhir, dengan alasan bahwa otak akan bekerja lebih baik kalau terdesak. Itu memang ada benarnya, karena ketegangan batas waktu mampu mempersatukan pikiran dengan baik. Tetapi kita tidak memberikan kesempatan yang cukup kepada otak untuk menghasilkan pekerjaan yang optimal. Jika kita mengerjakan jauh hari sebelum batas waktu tidak berarti kita harus segera merampungkan, tetapi sekedar memberi masukan yang lebih baik kepada diri sendiri untuk menyadari dimensi-dimensi lain dari keadaan yang kita hadapi.

Ambillah sudut pandang orang lain
Artinya kita mencoba untuk menempatkan diri kita pada posisi orang lain, dengan tujuan untuk mengetahui reaksi seseorang atas tindakan yang kita ambil. Misalnya, ”Reaksi apa yang saya harapkan dari orang ini atas gagasan tersebut?” Kemudian telitilah apa yang diperlukan agar orang tersebut dapat memberikan reaksi yang kita inginkan. Bayangkanlah diri kita menduduki jabatannya dan amati gagasan tersebut. Camkanlah reaksi yang timbul dari diri kita dan berbuat sesuai dengan itu.

Memunculkan Ide-ide dalam Kelompok
Mengumpulkan orang bersama-sama untuk mencari ide-ide merupakan cara yang efektif, apabila ditangani dengan semestinya. Tapi pertemuan itu dapat juga menjadi penghamburan waktu bagi para peserta apabila tidak ditangani secara benar. Di bawah ini ada tips agar pemunculan ide secara kelompok dapat berjalan secara efektif.

Melaksanakan curah-gagasan
Curah-gagasan atau brainstorming memudahkan kita untuk mendapatkan banyak gagasan dengan cepat. Proses ini berlandaskan anggapan bahwa sekelompok orang yang bekerja bersama di bawah pimpinan yang baik, dapat memunculkan jauh lebih banyak ide dan kemungkinan daripada bekerja masing-masing. Keuntungan cara ini adalah berkurangnya hambatan di dalam kelompok dibandingkan dengan pertemuan yang lebih formal.

Membuat bahan penjelasan
Sebelum pertemuan brainstorming, beberapa hari sebelumnya para peserta harus mendapatkan bahan penjelasan, yang berisi informasi, antara lain: kapan pertemuan akan dilangsungkan, pokok pembicaraan, hasil akhir yang diminta, dan sebagainya.

Menggunakan pemandu dan rencana agar tetap pada jalur
Tujuan adanya pemandu adalah untuk mengarahkan dan mengendalikan pertemuan, juga untuk membantu para peserta mengembangkan gagasan-gagasan mereka. Tentunya, pemandu tersebut harus yang sudah berpengalaman. Dengan adanya rencana yang jelas, maka pemandu dapat mempersiapkan dengan baik, sehingga ia dapat mengetahui banyaknya waktu yang tersedia dan mampu membagi waktu dan akhirnya semuanya bisa berjalan lancar.

Tinggalkan tanggapan negatif
Jangan membiarkan pikiran-pikiran negatif muncul dipermukaan karena akan menjadi penghalang. Juga jangan membiarkan peserta yang satu menginjak atau membunuh gagasan orang lain, karena hanya akan merusak suasana dan menimbulkan permusuhan. Seseorang yang telah diperlakukan seperti itu, akan mundur dan tidak akan bersuara lagi, sehingga kehadirannya jadi tidak berarti, atau yang lebih buruk, akan menjadi agresif dan mencari peluang untuk balas dendam.

Doronglah agar semua ikut berperan serta
Dalam acara brainstorming, adalah penting untuk menjaga agar setiap peserta ikut berperan, bukan hanya menjadi pengamat. Penjagaan ini merupakan tugas pemandu. Jika ada peserta yang hanya berdiam diri, maka ia harus didorong untuk memberikan sumbangan. Jika ada peserta yang terlalu aktif, maka ia harus pula dikendalikan agar tidak sampai memaksakan ego atau pendapatnya. Pemandu harus tetap dapat mengendalikan sidang.

Belajarlah untuk mendengarkan (Learning To Listen)
Terkadang sulit bagi kita untuk menjadi pendengar yang baik, bisa dikarenakan orang tersebut memang menyebalkan atau hal yang diceritakan kurang menarik. Selain alasan-alasan itu, sebenarnya mendengarkan adalah suatu kegiatan yang harus dilakukan secara aktif. Keuntungan dari mendengar ialah perhatian kita akan lebih terarah ke masalah yang sedang dihadapi dan kita akan mendapatkan lebih banyak informasi.

Ringkaskan, musyawarahkan dan bagilah tugas
Usahakanlah untuk menyelesaikan satu masalah hanya dalam satu kali pertemuan saja, tidak efektif untuk melanjutkan atau memulai lagi pada hari-hari berikutnya karena mungkin akan timbul masalah-masalah sampingan. Jika selama pertemuan, bahan-bahan bermutu yang diperlukan telah terkumpul, tujuan/sasaran telah tercapai maka buatlah suatu ringkasan akhir, dapatkan kata mufakat dari semua peserta dan lakukan pembagian tugas secara merata.

Itu tadi tiga cara untuk menimbulkan gagasan hebat, pertama, Anda perlu memahami persoalan, kedua, Anda perlu belajar membangun kreativitasmu sendiri, dan ketiga, Anda perlu mencurahkan pikiranmu bersama teman-teman yang lain. Nah, silakan letuskan ide-ide hebat Anda. (*)

Merancang Pabrik Kimia (part 1)


Kata ‘pabrik’ bukan hanya milik para insinyur atau buruh semata. Bukan pula selalu mewakili sebuah system atau wacana yang rumit, canggih dan sulit dimengerti. Pabrik adalah fasilitas untuk memproduksi barang kebutuhan umat manusia. Tujuan pendirian pabrik adalah untuk bisa mendapatkan nilai tambah dari sebuah bahan baku, sebuah bahan baku yang diolah menjadi lebih bernilai tinggi karena manfaatnya dan nilai jual pasarnya yang lebih tinggi. Pabrik bisa digolongkan dalam dua kelompok besar berdasarkan sejauh mana sebuah reaksi kimia terlibat dalam proses produksi, yaitu pabrik manufaktur atau pabrik perakitan dan pabrik sintesis atau pabrik kimia.

Pabrik perakitan tidak mengubah bahan baku menjadi produk dengan reaksi kimia sebagai proses utama. Perubahan bahan baku menjadi produk bukan sebuah reaksi kimia. Pabrik perakitan mobil, pabrik elektronik, pabrik garmen dan pabrik rokok adalah beberapa contoh pabrik yang termasuk dalam kelompok ini. Pabrik kimia atau pabrik sintesis menyelenggarakan sebuah atau serangkaian reaksi kimia untuk mengubah bahan baku menjadi produk. Beberapa anggota kelompok ini misalnya pabrik petrokimia, pabrik oleokimia, pabrik semen, pabrik sabun, pabrik alat-alat kosmetik dan pabrik gula. Pabrik-pabrik yang kerja utamanya membuat formulasi, hanya mencampurkan bahan-bahan kimia menjadi satu larutan atau campuran juga digolongkan sebagai pabrik kimia seperti pabrik minyak goreng, pabrik susu, pabrik sirup minuman.

Artikel ini ditujukan untuk menjadi gambaran umum mengenai merancang sebuah pabrik kimia secara umum. Artikel ini dibagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama akan memberikan panduan tentang apa saja hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan teknologi proses produksi dan penentuan lokasi pabrik yang kemudian dilanjutkan dengan panduan menghitung laba kotor dan kebutuhan bahan baku per satuan kilogram produk. Panduan memilih dan merancang alat-alat yang akan digunakan pabrik akan dituangkan pada artikel bagian kedua. Artikel ini akan ditutup dengan panduan merencanakan tata letak pabrik serta perhitungan kelayakan ekonomi yang memperhitungkan seluruh pengeluaran yang akan dan mungkin, termasuk cicilan bunga bank, pada bagian ketiga.

Seleksi Pabrik Yang Akan Dibangun Serta Teknologi Proses Yang Akan Digunakan
Pemilihan pabrik yang akan dibangun secara umum digolongkan menjadi tiga motivasi. Karena permintaan pasar, karena ketersediaan bahan baku yang berlimpah serta karena tersedianya teknologi baru. Bisa jadi motivasi untuk dibangunnya sebuah pabrik merupakan kombinasi dua jenis motivasi di atas atau bahkan kombinasi ketiga-tiganya sekaligus.

Pembangunan pabrik karena permintaan pasar yang meningkat merupakan motivasi yang sangat lazim dan sesuai dengan hukum ekonomi. Hal yang perlu diselidiki lebih lanjut adalah apakah lonjakan permintaan pasar tersebut akan stabil terus meningkat di masa datang, atau ada alasan-alasan khusus yang mempengaruhi pasar, seperti alasan tidak stabilnya politik negara, embargo ekonomi, atau kecelakaan-kecelakaan yang dialami produsen lain, calon saingan, yang menyebabkan produsen tersebut menurunkan produksi. Perlu data akurat dan analisis pasar yang jeli dari orang-orang yang berpengalaman untuk memastikan kestabilan peningkatan permintaan pasar. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah kapasitas produksi calon-calon saingan dari pabrik yang akan dibangun. Bisa jadi saingan tersebut sudah mengantisipasi lebih dahulu dan sudah mulai meningkatkan kapasitas produksi sebagai usaha mencuri start. Seperti halnya teori ekonomi produsen berkapasitas produksi yang paling besar lebih menjamin penguasaan pasar serta dalam penentuan harga produk.
Motivasi membangun pabrik karena ketersediaan bahan baku merupakan motivasi yang sangat diharapkan dan didukung oleh pemerintah Indonesia. Fakta bahwa negara Indonesia punya sumber daya alam yang beraneka ragam dan berlimpah tidak perlu dipertanyakan lagi. Penggunaan bahan baku yang hanya ada di Indonesia akan meningkatkan daya saing pabrik tersebut. Bahan baku dari bidang pertanian menjanjikan keunggulan tersebut karena ada banyak jenis tumbuhan yang hanya bisa tumbuh alami di Indonesia. Hanya saja motivasi seperti ini memerlukan pemikiran yang kreatif, pemahaman terhadap teknologi proses yang handal serta orang-orang yang memiliki intelektual yang tangguh. Tantangan lain adalah teknologi yang akan digunakan bisa jadi teknologi yang benar-benar baru atau teknologi lama yang perlu banyak modifikasi. Literatur juga terbatas disebabkan negara-negara maju jarang menyelenggarakan penelitian pengembangan teknologi untuk mengolah bahan baku yang tidak ada di dalam negerinya. Karena itu motivasi jenis ini memerlukan serangkaian penelitian dan pengkajian teknologi sebelum pabrik yang dicita-citakan akan didirikan. Dalam hal inilah menjadi alasan setiap Negara dan perusahaan multinasional membentuk badan atau departemen penelitian dan pengembangan (Research & Development) dalam upaya mencari potensi nilai bahan baku yang belum didapat dan mencari kajian baru teknologi proses pengolahannya.
Negara-negara maju saat ini berlomba-lomba membangun pabrik karena motivasi tersedianya suatu teknologi baru. Ketersediaan teknologi baru tidak hanya sekadar menyuguhkan suatu teknologi proses yang lebih hemat tapi bisa juga suatu produk baru. Hal ini bisa meningkatkan prestise negara tersebut di mata dunia. Pembangunan pabrik Compact Disc (CD) misalnya, adalah sebuah contoh pabrik yang dibangun karena ketersediaan suatu teknologi dan pengetahuan yang menyeluruh mengenai sinar laser dan apa yang mampu sinar laser akibatkan pada struktur kristal. Tapi tetap saja motivasi jenis ini butuh ide-ide yang cemerlang dan inovatif, yang percaya kalau fenomena sinar laser bisa digunakan sebagai sarana penyimpanan dan pembacaan data digital. Tidak semua teknologi baru bisa dikembangkan menjadi pabrik dengan produk baru.

Intinya, ketiga motivasi itu bisa berbuah menjadi sebuah pabrik apabila motivasi itu terdapat pada diri orang yang paham teknologi, punya visi tangguh, berani bersaing, memperhitungkan resiko dan berani menerima resikonya serta mau bekerja keras.

Pemilihan Lokasi Pabrik
Pemilihan lokasi pabrik secara umum bisa dikelompokkan berdasarkan dua alasan pemilihan, mendekati tempat bahan baku berada atau mendekati tempat pasar berada. Alasan pemilihan orientasi dua faktor tersebut perlu mempertimbangkan biaya pengiriman dan transportasi, sarana dan prasarana di daerah sekitar, kultur masyarakat serta kebijakan pemerintah daerah setempat.

Pabrik biasanya didirikan di sekitar tempat bahan baku berada karena alasan bahan baku memiliki konsentrasi yang terlalu rendah. Freeport rela membangun pabriknya di tengah hutan Papua walaupun perusahaan tersebut harus mengeluarkan biaya besar untuk melengkapi sarana transportasi, pembebasan tanah, perumahan karyawan dan lain-lain karena biaya produksi akan jauh lebih mahal jika tanah yang mengandung emas dan tembaga tersebut dibawa ke tanah Jawa dan didulang di Jawa. Alasan lain adalah bahan baku berupa gas atau cair yang perlu penanganan khusus dalam pemindahan dan transportasinya. Inilah sebabnya lokasi pengilangan gas alam dan minyak bumi berada di tempat terpencil. Pabrik yang menggunakan hasil pertanian sebagai bahan baku juga sering dibangun di dekat kawasan pertaniannya untuk menghindari kerusakan bahan baku karena mudah memusuk busuk. Pabrik pengalengan ikan juga biasanya di dekat dermaga. Malah ada pabrik yang dibangun di atas kapal untuk menghindari ikan menjadi busuk dan menghemat biaya transportasi untuk pasar ekspor.
Istilah ‘mendekati pasar’ di sini bukan semata-mata berarti harus berjarak dekat dengan pasar, tapi maksudnya adalah memiliki akses yang mudah, murah dan cepat ke konsumen karena tersedianya sarana transportasi yang memadai. Pemilihan lokasi pabrik yang mendekati pasar adalah alasan yang lebih lazim digunakan. Bagi pabrik yang memproduksi produk yang rentan dan perlu penanganan khusus, seperti pabrik es krim atau minyak goreng, membangun pabrik di dekat pasar yang ditargetkan menjadi sangat penting. Pabrik yang memiliki banyak saingan juga perlu berada di daerah yang memiliki akses yang mudah dan cepat ke pasar. Pabrik-pabrik minuman ringan (soft drink) membangun pabrik pengemasan dalam botol (bottling company) di berbagai tempat untuk memperluas pasarnya dan untuk menjaga agar konsumennya tidak beralih ke produk lain yang sejenis. Istilah pasar sendiri tidak semata-mata pasar domestik namun juga berarti pasar mancanegara jika perusahaan berorientasi pada produk ekspor. Bagi pabrik seperti ini, lokasi di dekat dermaga atau bandar udara menjadi contoh lokasi pabrik yang mendekati pasar seperti pabrik oleokimia dan pabrik semen yang pemasaran produknya adalah ekspor luar negeri . Bahkan kadang-kadang ada pabrik yang membangun dermaganya sendiri untuk kebutuhan ekspor bila dermaga umum tidak layak atau terlalu ramai seperti Chevron dan pertamina .

Pemilihan lokasi mendekati pasar biasanya lebih disukai apabila pemerintah daerah setempat memiliki dan mengatur tata kota dengan visi sebagai kota kawasan industri. Segala sarana perhubungan seperti jalan raya dan jalan bebas hambatan, dermaga dan bandara serta sarana utilitas seperti listrik dan air bersih adalah milik umum yang diusahakan oleh pemerintah. Sarana perumahan untuk karyawan juga akan mudah terjangkau dari kawasan pabrik jika kota tersebut memiliki tata kota yang baik sebagai kota industri. Sarana hiburan bagi karyawan tidak perlu disediakan oleh perusahaan karena pihak swasta akan berlomba-lomba untuk membangunnya di kota tersebut.

Akan lain halnya jika lokasi pabrik mendekati bahan baku dan harus didirikan di lokasi terpencil. Segala sarana perhubungan, sarana utilitas, perumahan karyawan berikut sarana hiburan dan peribadatannya perlu menjadi perhatian perusahaan pemilik pabrik. Hal ini akan berarti tambahan biaya investasi. Tetapi perusahaan yang didirikan di lokasi mendekati bahan baku biasanya memiliki keuntungan biaya operasional yang lebih ringan serta dukungan pemerintah daerah setempat. Bahkan kadang-kadang perusahaan bisa mendesak pemerintah daerah untuk mengeluarkan kebijakan yang menguntungkan perusahaan misalnya kelonggaran peraturan mengenai lingkungan hidup dan ketenagakerjaan. Kebijakan pemerintah menjadi faktor yang sangat mempengaruhi perolehan profit dan benefit bagi perusahaan. Pemerintah daerah kawasan industri akan menetapkan upah minimum regional yang tinggi serta peraturan lingkungan hiudp yang ketat. Kebijakan ini berani dilakukan karena pemerintah daerah tersebut sadar akan nilai tawar dari kawasannya. Oleh sebab itu perusahaan yang akan membangun pabrik di kawasan industri harus menghadapi biaya operasional yang lebih besar untuk pengeluaran sosial dan pengolahan limbah (social and environment cost).

Pada akhirnya pemilihan lokasi mendekati bahan baku atau mendekati pasar juga berdasarkan keuntungan ekonomi (profit), keuntungan sosial kemasyarakatan (benefit) dan kebijakan pemerintah setempat serta kelestarian lingkungan dari akibat pemilihan lokasi.

28 September 2010

MENEMBUS KETERBATASAN



Kutu anjing adalah binatang yang mampu melompat 300 kali tinggi tubuhnya.Namun, apa yang terjadi.....bila ia dimasukan ke dalam sebuah kotak korek api kosong lalu dibiarkan disana selama satu hingga dua minggu? Hasilnya, kutu itu sekarang hanya mampu melompat setinggi kotak korek api saja! Kemampuannya melompat 300 kali tinggi tubuhnya tiba-tiba hilang!!!
Ini yang terjadi. Ketika kutu itu berada di dalam kotak korek api ia mencoba melompat tinggi. Tapi ia terbentur dinding kotak korek api. Ia mencoba lagi dan terbentur lagi. Terus begitu sehingga ia mulai ragu akan kemampuannya sendiri.

Ia mulai berpikir, "Sepertinya kemampuan saya melompat memang hanya segini." Kemudian loncatannya disesuaikan dengan tinggi kotak korek api. Aman. Dia tidak membentur. Saat itulah dia menjadi sangat yakin, "Nah benar kan ? Kemampuan saya memang cuma segini. Inilah saya!"

Ketika kutu itu sudah dikeluarkan dari kotak korek api, dia masih terus merasa bahwa batas kemampuan lompatnya hanya setinggi kotak korek api. Sang kutu pun hidup seperti itu hingga akhir hayat. Kemampuan yang sesungguhnya tidak tampak. Kehidupannya telah dibatasi oleh lingkungannya.

Sesungguhnya di dalam diri kita juga banyak kotak korek api. Misalnya anda memiliki atasan yang tidak memiliki kepemimpinan memadai. Dia tipe orang yang selalu takut tersaingi bawahannya, sehingga dia sengaja menghambat perkembangan karir kita. Ketika anda mencoba melompat tinggi, dia tidak pernah memuji, bahkan justru tersinggung. Dia adalah contoh kotak korek api yang bisa mengkerdilkan anda.

Teman kerja juga bisa jadi kotak korek api. Coba ingat, ketika dia bicara begini, "Ngapain sih kamu kerja keras seperti itu, kamu nggak bakalan dipromosikan, kok." Ingat! Mereka adalah kotak korek api. Mereka bisa menghambat perkembangan potensi diri Anda.

Korek api juga bisa berbentuk kondisi tubuh yang kurang sempurna, tingkat pendidikan yang rendah, kemiskinan, usia dan lain sebagianya. Bila semua itu menjadi kotak korek api maka akan menghambat prestasi dan kemampuan anda yang sesungguhnya tidak tercermin dalam aktivitas sehari-hari.

Bila potensi anda yang sesungguhnya ingin muncul, anda harus take action untuk menembus kotak korek api itu. Lihatlah Ucok Baba, dengan tinggi tubuh yang di bawah rata-rata ia mampu menjadi presenter di televisi. Andapun pasti kenal Helen Keller. Dengan mata yang buta, tuli dan "gagu" dia mampu lulus dari Harvard University . Bill Gates tidak menyelesaikan pendidikan sarjananya, namun mampu menjadi "raja" komputer. Andre Wongso, tidak menamatkan sekolah dasar namun mampu menjadi motivator nomor satu di Indonesia .

Contoh lain Meneg BUMN, Bapak Sugiharto, yang pernah menjadi seorang pengasong, tukang parkir dan kuli di Pelabuhan. Kemiskinan tidak menghambatnya untuk terus maju. Bahkan sebelum menjadi menteri beliau pernah menjadi eksekutif di salah satu perusahaan ternama.
Begitu pula dengan Nelson Mandela. Ia menjadi presiden Afrika Selatan setelah usianya lewat 65 tahun. Kolonel Sanders sukses membangun jaringan restoran fast food ketika usianya sudah lebih dari 62 tahun.

Nah, bila anda masih terkungkung dengan kotak korek api, pada hakekatnya anda masih terjajah. Orang-orang seperti Ucok Baba, Helen Keller, Andre Wongso, Sugiharto, Bill Gates dan Nelson Mandela adalah orang yang mampu menembus kungkungan kotak korek api. Merekalah contoh sosok orang yang merdeka, sehingga mampu menembus berbagai keterbatasan.

"You gain strength, courage and confidence by every experience in which you really stop to look fear in the face. You are able to say to yourself, 'I have lived through this horror. I can take the next thing that comes along.' You must do the thing you think you cannot do."
--Eleanor Roosevelt (1884 - 1962)

16 Agustus 2010

MERDEKA

Setiap orang dicipta berbeda
kenapa kita harus bertengkar
Setiap orang ingin dicintai
kenapa kita saling menzalimi
Bintang kecil terang dalam kegelapan
lahirlah kandungan ibu yang disebut harapan
Pohon Cemara tinggi yang hijau
tumbuh tinggi melindungi engkau
engkaulah tanah air ku ...
Banteng Besi gagah perkasa
Semangat kuat tanpa asa
Rantai emas menyatukan kita
karena kita adalah saudara
berjuang untuk negara
Padi Tuhan adalah makanan kita
kapas Keyakinan adalah pakaian kita
Biarlah darah dan nyawa sudah hilang
demi Indonesia kita yang tersayang
Kita semua lahir ke tanah air sebagai PEJUANG
bukan menjadi pengkhianat atau PECUNDANG
Sekali MERDEKA tetap MERDEKA !!
aku tidak peduli dengan slogan
"setengah Merdeka"
Aku tetap ingin INDONESIA MERDEKA
Oh Ibu Pertiwi janganlah engkau menangis...
Oh Tuhan bangkitkan kembali rasa cinta tanah air kami
bangkitkan lagi semangat Juang 45 itu...
Jangan sungai air susu itu menjadi air mata ibu kami
MERDEKAAA...!!
[19 Agustus 2006, 10:05 wib]

08 Agustus 2010

SHELOMITA

Shelomita, seorang gadis kecil tergurai lemah tak berdaya dalam kasur tipisnya, bermukim di rumah liar tiban dengan ukuran 2x2 meter tanpa air, dan penerangan disitulah gadis kecil itu tinggal. Sang ayah, anwar yuadi (29) yang terus membelai putri kecilnya itu hanyalah seorang buruh bangunan upahan dan ibunya, siska (24) tidak berkerja untuk menjaga Shelomita putri keduanya itu. Penyakit yang dialami Shelomita adalah hydrochepallus yang membuat tubuhnya tulang dibalut dengan kulit. Shelomita telah menderita akan penyakit selama 11 bulan sejak ia berusia 1 tahun. Apa daya sang ayah dan ibu ? Pasangan Anwar dan Siska sudah melakukan beberapa pengobatan di beberapa rumah sakit di kota batam tetapi karena permasalahan biaya yang besar; paspor dan buku nikah sang ayah harus di tahan hingga sang ayah bisa melunasi biaya pengobatan walaupun gadis kecil itu tak juga kunjung sembuh. Kabar terakhir, hasil pemeriksaan di rumah sakit awal bros melaporkan bahwa penyakit Shelomita ssaat ini sangat sulit untuk disembuhkan. Hasil pemeriksaan ditambah kesulitan ekonomi keluara tentu saja hal ini sangat memberatkan bagi kedua orang tua. Apa upaya yang bisa dilakukan sang ayah dan ibu di saat mereka tidak mereka memiliki ASKESKIN yang dikarenakan sang ayah tidak mempunyai KTP walaupun sang ayah sudah bertahun-tahun tinggal di kota batam. Tiada bantuan dari sanak keluarga maupun dari pemerintah setempat, tiada kepekaan sekalipun dari pihak pemerintah yang bahwasanya merupakan tanggung jawab terhadap masyarakat yang terpinggirkan. Beberapa mahasiwa/i yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) cabang Batam datang ke pemukiman rumah liar untuk menjenguk gadis kecil yang lahir di palembang itu Kondisi shelomita tentu saja menyentuh hati mahasiswa/i ini dan tidak ada niat untuk mengabaikanya. Setelah melakukan diskusi dengan rekan-rekan di GMKI cabang Batam, para mahasiswa/i ini turun ke jalan melakukan aksi sosial mengumpulkan sumbangan. GMKI cabang Batam berkumpul di sekretariat bertempat di perumahan Duta Mas turun dan menyebar di tiga persimpangan jalan yaitu simpang Jam, Simpang Gelael dan Simpang Kabil pada tanggal 7-8 agustus 2010. Dalam segala upaya mereka mencoba menyentuh hati masyarakat kota batam untuk memberikan sumbangan untuk biaya pengobatan Shelomita. Selain turun ke jalan, para pemuda ini juga ikut mengumpulkan bantuan sembako dari anggota forum senior GMKI Provinsi KEPRI untuk membantu memenuhi kebutuhan Hidup keluarga Shelomita. Shelomita tidaklah sendiri dalam menanggung deritanya, ribuan masyarakat marginal di kota batam juga memiliki beban yang sama. Tidak semua mereka memiliki ASKESKIN yang sepeti di gegmbor-gemborkan oleh pemerintah. Sulitnya pembuatan KTP dan administrasi menjadi batu sandungan kecil yang sulit bagi kita terima kenyataannya. GMKI Cabang Batam akan terus melakukan kajian akan kasus hambatan fasilitas kesehatan terhadap mereka yang di pinggirkan. Semoga kegiatan yang dilakukan para mahasiswa/i ini menjadi inspirasi bagi pemerintah masyarakat kota batam yang tengah hidup dalam kegermelapan kota ini, bahwa setiap bencana yang di derita oleh masyarakat terpinggirkan merupakan tanggung jawab kita bersama. Saya penulis blog ini melihat sisi lain akan kegiatan para mahasiswa ini, bahwa sesungguhnya ada kasih dan mujizat yang terjadi karena hasil dari pengumpulan dana itu ternyata berlebih dari yang saya perhitungkan. Sebelumnya saya begitu pesimis akan berhasilnya aksi turun ke jalan ini, apakah dengan logo perisai bersalib itu mereka mampu menyentuh para warga yang penuh fanatisme agama yang kental. Ternyata alam dan pos polisi persimpangan menjadi saksi bahwasanya ada kasih yang muncul dalam sumur para pelintas jalan di persimpangan itu. Walaupun ada para tidak mengacuhkan mahasiswa/i itu tetapi dana yang terkumpul Rp 15.963.000,- membuat mata saya terbalalak dan terkejut. Mahasiswa/i yang ikut terlibat dalam kegiartan ini bukanlah pribadi pribadi yang berpengalaman, dan pengakuan mereka aksi merupakan hal yang pertama tampak dari respon mereka yang sangat nervous harus menjadi pengemis jalanan tapi bukan untuk kepentingan pribadi tapi hanya Shelomita. Doa dan semangat yang mereka jadikan motivasi sehingga tanggalkan harga diri mereka. Cerita mereka ketika para pengojek jalanan memberikan 1 kardus minuman mineral, para aparat keamanan di setiap pos persimpanagan juga ikut memberikan sumbangan dan menjaga ketertiban. Tidak sekalipun para aparat ini melakukan pungutipan liar seperti dogma masyarakat pikirkan. Saya tersadarkan untuk mencoba segala sesuatu tanpa harus percaya apa yang kita perhitungkan secara logika, karena Tuhan berkerja tidak seperti kita perhitungkan.
Setiap lahan tandus dan kering bukan berarti tidak ada sumber mata air yang jernih yang bisa kita minum bersama jika kita mau menggali lebih dalam. Ada kasih yang tersimpan dan terselubung bagi mereka ciptaan Tuhan, hanya bagaimana kita bisa menggali hati mereka yang paling dalam.
Semoga cepat sembuh adinda shelomita, doa ku serta kan mu

26 Juli 2010

LEPASKAN


Suatu hari ada seekor keledai milik seorang petani yang jatuh ke dalam sumur yang dalam dan kering. Binatang tersebut menangis dengan nyaring selama beberapa jam sementara itu sang petani tersebut mencoba mencarikan jalan keluarnya. Akhirnya, dia memutuskan bahwa keledai itu sudah terlalu tua, sumur itu juga perlu ditutup, dan menolong keledai tersebut merupakan suatu usaha yang sia-sia belaka. Sehingga dia mengundang tetangganya untuk datang ke lokasi guna membantunya mengubur keledai tersebut di dalam sumur untuk menghentikan kesengsaraannya.

Mereka semuanya memegang sekop dan mulai menimbunkan tanah ke dalam sumur. Pada awalnya, keledai tersebut menyadari apa yang sedang terjadi dan lagi-lagi menangis dengan begitu memilukan. Tidaklama kemudian, semua orang menjadi tercengang karena keledai tersebut tiba-tiba diam. Setelah beberapa sekop kemudian, petani tersebut melongok ke dalam sumur dan begitu terpana atas apa yang dilihatnya. Keledai tersebut melakukan suatu hal yang memukau atas setiap sekop tanah yang menimpa punggungnya. Keledai tersebut melepaskannya dengan menggoyangkan badannya dan lalu melangkah naik ke atas tanah yang telah jatuh tersebut !


Setiap kali mereka menjatuhkan tanah ke atas binatang tersebut, ia akan melepaskannya dan melangkah ke atasnya. Tidak lama kemudian, semua orang terperangah begitu sang keledai memenangkan perjuangan tersebut dengan melangkahi tepi sumur dan meloncat keluar !

Seperti keledai tersebut, kehidupan ini juga akan senantiasa membuat tubuhmu kotor juga, segala macam kotoran. Cara untuk keluar dari sumur tersebut adalah melepaskannya sambil melangkah naik ke atas. Setiap kemunduran adalah seperti kotoran yang dilemparkan ke atas punggung kita. Setiap kesulitan yang kita hadapi merupakan suatu batu loncatan. Kita hanya dapat keluar dari sumur yang paling dalam sekalipun hanya dengan tanpa berhenti, dengan tanpa putus asa ! Lepaskan dan melangkah ke atas !

Apa yang sepertinya akan menimbun keledai tersebut sebenarnya merupakan suatu berkah baginya, dengan cara yang dia gunakan untuk mengatasi kemalangannya. Ini merupakan suatu kunci misteri kehidupan ini. Jika kita menghadapi masalah, tanggapilah secara positif dan jangan menjadi panik serta terlarut dalam kegetiran, kemalangan yang akan membenamkan kita biasanya di dalamnya terdapat potensi yang dapat bermanfaat dan memberikan berkah buat kita !

Semuanya tergantung pada kita sendiri agar selalu ingat untuk mengembangkan kemampuan diri kita guna memaafkan, melupakan, dan melangkah terus pada tujuan kita. Kita harus terus mengembangkan keyakinan, harapan, dan kemampuan kita untuk mengasihi tanpa syarat apapun. Ini merupakan peralatan yang akan membantu kita "melepaskannya dan melangkah ke atas" keluar dari sumur-sumur di mana akhirnya kita akan menemukan jati diri kita.

















LEPASKAN KESEDIHANMU !!

BEBASKAN DIRIMU !!

15 Juli 2010

KOTORAN JADI BAHAN BAKAR


Siapa sangka kotoran ternak bisa jadi sumber energi alternatif yang ramah lingkungan. Lewat proses fermentasi, limbah yang baunya amat merangsang itu dapat diubah menjadi biogas. Energi biogas ini punya kelebihan yang nyata ketimbang energi nuklir atau batubara. Selain itu, biogas tak memiliki polusi yang tinggi. Dengan begini, sanitasi lingkungan pun makin terjaga.
Sejak terjadinya krisis energi pada 1973, masalah energi menjadi topik utama dunia. Negara-negara maju mulai berlomba-lomba mencari terobosan baru dalam menghasilkan energi alternatif yang jauh lebih murah ketimbang minyak dan gas. Mereka pun menerapkan kebijakan diversifikasi energi. Tentunya ketergantungan pada energi tak terbarukan tadi makin berkurang. Ini wajar saja, sebab setiap krisis yang terjadi selalu memberikan efek pada kenaikan harga BBM. Plus ketersediannya yang kurang memadai.
“Salah satu energi alternatif tadi, biogas. Energi ini punya masa depan yang cerah. Kita punya banyak bahan baku energi itu,” ungkap Daru Mulyono dari Direktorat Teknologi Budi Daya Pertanian, BPPT. Sayangnya, pemanfaatan kotoran ternak menjadi biogas ini kalah ngetop ketimbang pupuk tanaman dari kotoran itu.
Padahal dengan teknologi biogas, kandungan zat-zat alami yang terdapat pada kotoran ternak dapat dipakai untuk memenuhi kebutuhan energi yang kian meningkat. Jadi tak takut lagi ribut-ribut soal pasokan energi yang kurang. Pasalnya, biogas ini bisa dipakai untuk apa saja. Sebut saja mulai dari untuk memasak, lampu penerangan, transportasi hingga keperluan lain yang perlu energi. Bila biogas telah diaplikasikan secara luas, isu kekurangan pasokan energi bisa dihindari. Bahkan sanitasi lingkungan pun makin meningkat.
Biogas biasanya dikenal sebagai gas rawa atau lumpur. Gas campuran ini didapat dari proses perombakan kotoran ternak menjadi bahan organik oleh mikroba dalam kondisi tanpa oksigen. Proses ini populer disebut anaerob. Selama proses fermentasi itu berjalan, biogas pun terbentuk. (lihat gambar proses aliran pembentukan Biogas).
Dari proses fermentasi ini, akan dihasilkan campuran biogas yang terdiri atas, metana (CH4), karbon dioksida, hidrogen, nitrogen dan gas lain seperti H2S. metana yang dikandung biogas ini jumlahnya antara 54 – 70 %, sedang karbon dioksidanya anatara 27 – 43 %. “Gas-gas lainnya memiliki persentase hanya sedikit saja,” ujar Daru. Selama proses itu, lanjut Daru, mikroba yang bekerja butuh makanan. Di dalam makanan itu terdiri atas karbohidrat, lemak, protein, fosfor dan unsur-unsur mikro. Lewat siklus biokimia, nutrisi tadi akan diuraikan. Dari sini, akan dihasilkan energi untuk tumbuh. Dari proses pencernaan anaerobik ini akan dihasilkan gas metan. Bila unsur-unsur dalam makanan tadi tak berada dalam kondisi yang seimbang alias kurang, bisa dipastikan produksi enzim untuk menguraikan molekul karbon komplek oleh mikroba akan terhambat. untuk menjamin semuanya berjalan lancar, unsur-unsur nutrisi yang dibutuhkan mikroba harus tersedia secara seimbang.. Dalam pertumbuhan mikroba yang optimum biasanya dibutuhkan perbandingan unsur C : N : P sebesar 100 : 2,5 : 0,5.
Beres masalah keseimbangan nutrisi, masih ada beberapa faktor lain yang perlu dicermati. Faktor-faktor ini pun berpotensi sebagai pengganggu jalannya proses fermentasi. “Ada beberapa senyawa yang bisa menghambat (proses) penguraian dalam suatu unit biogas. Untuk itu, saat menyiapkan bahan baku untuk produksi biogas, bahan-bahan pengganggu seperti antiobiotik, desinfektan dan logam berat harus diperhatikan seksama,” terang Daru.
Gas metan hasil fermentasi ini akan menyumbang nilai kalor yang dikandung biogas. Besarnya antara 590 – 700 K.cal/m3. Nilai kalor biogas sumber utamanya memang dari gas metan itu. Plus sedikit dari H2 serta CO, sedang karbon dioksida dan gas nitrogen tak berkontribusi apa-apa dalam soal nilai panas tadi.
Dalam hal tingkat nilai kalor yang dimiliki biogas punya keunggulan yang signifikan ketimbang sumber energi lainnya, seperti coalgas (586 K.cal/m3) ataupun watergas (302 K.cal/m3). Nilai kalor biogas itu kalah oleh gas alam (967 K.cal/m3). Bahkan, menurut D. Wibowo dalam makalahnya Gas Bio Sebagai Suatu Sumber Energi Alternatif, setiap kubik biogas setara dengan setengah kilogram gas alam cair (liquid petroleum gases), setengah liter bensin dan setengah liter minyak diesel. Biogas pun sanggup membangkitkan tenaga listrik sebesar 1,25 – 1,50 kilo watt hour (kwh). (yuli setiawan, dikutip dari DAUR)

06 Juli 2010

Kenapa Fokus Dan Kinerja Karyawan berkurang (Safety Focus)


NASA mempublikasikan sebuah studi tentang salah satu peyebab berkurangnya kemampuan fokus dan kinerja karyawan.

Dalam majalah EHS Magazine, dikutip sebuah Studi NASA terhadap kinerja para operator telegraph key yang menunjukkan beberapa hasil yaitu:





  • Pada suhu 26 C, para operator membuat kesalahan 5 kali dalam satu jam dan 19 kesalahan setelah 3 jam
  • Pada suhu 32C, para operator membuat 9 kesalahan per jam dan 27 kesalahan setelah 3 jam
  • Pada suhu 35 C, para operator membuat 60 kesalahan per jam dan 138 kesalahan setelah 3 jam

Walaupun kesalahan kesalahan operator tersebut tidak terlalu signifikan, namun lingkungan kerja degan suhu panas tadi akan menghasilkan kesalahan yang setara dengan jenis pekerjaan sejenis.

Studi lain dihasilkan juga oleh Gopinthan et al2, mengenai efek dehidrasi terhadap mental dan pengambilan keputusan yang berujung ada peningkatan angka kecelakaan kerja. Dinyatakan dalam studi tersebut bahwa dehidrasi pada angka 2% saja sudah dapat menyebabkan penurunan fungsi dan kuantitas pada berat tubuh, penglihatan, ingatan jangka pendek, konsentrasi, dan kemampuan berhitung . Bahkan pada angka 4 % dehdrasi, dapat mengurangi sebanyak 23 % reaksi tubuh ketika bekerja.

Pada suhu 35 C, tubuh membebaskan suhu panas melalui pengeluaran keringat yang berasal dari pemompaan 48% darah di dalam tubuh menuju kulit. Kondisi tersebutlah yang menyebabkan dehidrasi dan pengurangan asupan darah hingga setengahnya menuju organ tubuh, otot dan otak yang pada akhirnya menjadi penyebab pula dari beberapa kondisi seperti vertigo, berkurangnya kemampuan fokus dan kinerja, tubuh menjadi lemah, sakit kepala, sakit pada organ tubuh, hingga hilangnya kesadaran.

Tampaknya berbagai upaya seperti menyediakan asupan air ntuk karyawan dan menyediakan kondisi sejuk bagi karyawan melalui ruangan yang sejuk hingga penyediaan pakaian yang dapat mengatasi suhu panas, dan pelatihan ntuk mencegah dan mengatasi dehidrasi, menjadi sangat penting untuk mencegah terjadinya dehidrasi yang menyebabkan fokus dan kinerja karyawan berkurang.

Anda punya cara lain untuk mencegah dehidrasi tersebut ?. Info dan pengalaman Anda akan sangat berharga bagi rekan rekan lainnya



sumber : http://www.lorco.co.id/dehidrasi.html

05 Juli 2010

PT. Ecogreen Oleochemicals - Batam Plant



PT. Ecogreen Oleochemicals Batam didirikan pada tahun 1991 dan diresmikan pada tanggal 19 Februari 1994 oleh Presiden Soeharto dengan nama PT. Batamas Megah yang tergabung dalam Divisi Kimia Salim Group. PT.Batamas Megah berubah nama menjadi PT. Ecogreen Oleochemicals pada tahun 2001. Berikut ini dapat dilihat logo dari PT Ecogreen Oleochemicals.
Mengingat bahan baku yang digunakan dalam proses pengolahan itu adalah bahan nabati, maka gambar berbentuk daun digunakan sebagai dasar dari logo tersebut. Bagian yang berbentuk lonjong menggambarkan proses awal berupa bahan baku dan bentuk yang bulat melambangkan produk akhir. Jika ketiga bentuk tersebut disatukan dan dipandang dari atas, akan muncul gambar lain di mana terlihat dua orang duduk berhadapan di meja perundingan. Mereka melambangkan keyakinan Ecogreen Oleochemicals akan terjalinnya hubungan erat dengan para pelanggan dan keterbukaan dalam bekerjasama untuk keuntungan kedua pihak. Warna hijau dipilih untuk menunjukkan pengertian dan kesadaran Ecogreen Oleochemicals terhadap lingkungan hidup.
PT Ecogreen Oleochemicals Batam memproduksi fatty alcohol dengan menggunakan dua proses. Proses produksi fatty alcohol melalui jalur methyl ester dirancang dan dibangun oleh Lurgi GmbH dari Jerman. PT. Ecogreen Oleochemicals Batam dengan proses Lurgi memproduksi fatty alcohol dengan kapasitas 80000 MT/tahun. Pada tahun 2004, dibangun proses produksi fatty alcohol melalui jalur fatty acid yang dirancang dan dibangun oleh Davy dari Inggris. Kapasitas produksi fatty alcohol yang dihasilkan dari proses Davy adalah 24000 MT/tahun. Seluruh proses dalam PT. Ecogreen Oleochemicals dilengkapi dengan Distributed Control System (DCS) Centum XL Yokogawa untuk memastikan produk berkualitas tinggi dan sesuai keinginan konsumen.
Produk yang dihasilkan dari PT Ecogreen Oleochemicals Batam dipasarkan di Eropa, Amerika Serikat, Australia, dan Asia. Kantor pemasaran Ecogreen terletak di Singapura, Jerman, dan Amerika Serikat. Untuk memenuhi standar internasional dari segi lingkungan hidup, PT Ecogreen Oleochemicals yang berada di Batam telah mendapatkan sertifikat ISO 9002 dari SGS Yarsley International Certification Services Ltd. Selain itu, dari segi kualitas,PT Ecogreen pada bulan Januari 1998 telah mendapatkan ISO 14001 dari BVQI.