Tampilkan postingan dengan label Catatan Pribadi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan Pribadi. Tampilkan semua postingan

08 Mei 2013

CINTA by kahlil gibran




kenapa kita menutup mata ketika kita tidur?

ketika kita menangis?

ketika kita membayangkan?

Itu karena hal terindah di dunia tidak terlihat ketika kita menemukan seseorang yang keunikannya sejalan dengan kita, kita bergabung dengannya dan jatuh ke dalam suatu keanehan serupa yang dinamakan cinta.

Ada hal-hal yang tidak ingin kita lepaskan, seseorang yang tidak ingin kita tinggalkan, tapi melepaskan bukan akhir dari dunia, melainkan suatu awal kehidupan baru, kebahagiaan ada untuk mereka yang tersakiti, mereka yang telah dan tengah mencari dan mereka yang telah mencoba. Karena merekalah yang bisa menghargai betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka.

Cinta yang sebenarnya adalah ketika kamu menitikan air mata dan masih peduli terhadapnya, adalah ketika dia tidak memperdulikanmu dan kamu masih menunggunya dengan setia.

Adalah ketika di mulai mencintai orang lain dan kamu masih bisa tersenyum dan berkata ”aku turut berbahagia untukmu ”

Apabila cinta tidak bertemu bebaskan dirimu, biarkan hatimu kembali ke alam bebas lagi. Kau mungkin menyadari, bahwa kamu menemukan cinta dan kehilangannya, tapi ketika cinta itu mati kamu tidak perlu mati bersama cinta itu. Orang yang bahagia bukanlah mereka yang selalu mendapatkan keinginannya, melainkan mereka yang tetap bangkit ketika mereka jatuh,  entah bagaimana dalam perjalanan kehidupan. Kamu belajar lebih banyak tentang dirimu sendiri dan menyadari bahwa penyesalan tidak seharusnya ada, cintamu akan tetap di hatinya sebagai penghargaan abadi atas pilihan-pilihan hidup yang telah kau buat.

Teman sejati, mengerti ketika kamu berkata ” aku lupa ….”

menunggu selamanya ketika kamu berkata ” tunggu sebentar ”

tetap tinggal ketika kamu berkata ” tinggalkan aku sendiri ”

membuka pintu meski kamu belum mengetuk dan belum berkata ” bolehkah saya masuk ? ”

Mencintai juga bukanlah bagaimana kamu melupakan dia bila ia berbuat kesalahan, melainkan bagaimana kamu memaafkan. Bukanlah bagaimana kamu mendengarkan, melainkan bagaimana kamu mengerti. bukanlah apa yang kamu lihat, melainkan apa yang kamu rasa, bukanlah bagaimana kamu melepaskan melainkan bagaimana kamu bertahan.

Mungkin akan tiba saatnya di mana kamu harus berhenti mencintai seseorang, bukan karena orang
itu berhenti mencintai kita melainkan karena kita menyadari bahwa orang iu akan lebih berbahagia
apabila kita melepaskannya.

kadangkala, orang yang paling mencintaimu adalah orang yang tak pernah menyatakan cinta
kepadamu, karena takut kau berpaling dan memberi jarak, dan bila suatu saat pergi, kau akan
menyadari bahwa dia adalah cinta yang tak kau sadari

***
kutipan karya Kahlil Gibran di Gramedia Book Store Grand Indonesia , Wednesday 8 May 2013 

01 November 2011

Rajawali Membubung Tinggi

Apa rahasia orang belajar berenang? Bagaimana mungkin dengan berat badan yang tidak ringan, seseorang bisa mengapung di air, bahkan bergerak maju dengan pelbagai gaya? Satu prinsip awal berenang ialah belajar "percaya" pada air. Jika kita "menyerah" pada air, tubuh kita akan menga-pung. Sebaliknya, jika kita "melawan" air, mengencangkan otot-otot sampai kaku, kita malah tenggelam. Itu kuncinya. Memercayakan diri kepada air. Sang rajawali yang membubung tinggi. Rajawali memang suka terbang tinggi, seperti dilukiskan di Perjanjian Lama. Ia terbang dan membuat sarang di ketinggian. Ia bisa melewati gunung ; mengambil puncak pohon aras yang tinggi sekali . Padahal di ketinggian, angin berembus kuat. Bagaimana rajawali dapat terbang dengan begitu ringan dan tenang? Rupanya ia punya cara jitu. Daripada melawan angin, ia memanfaatkannya untuk bergerak bersama tiupan angin. Ia "memercayakan" diri pada dorongan angin untuk maju. Jadi, sebenarnya ia bukan terbang, melainkan melayang di ketinggian. Melayang bukan dengan kekuatannya sendiri, melainkan dorongan angin. Tatkala angin kesulitan hidup menghantam, apakah tanggapan kita? Mengeluh, mengaduh, geram, marah, berteriak, menuduh orang lain, menyalahkan Tuhan-itu yang lazim. Kita melawannya dengan kekuatan sendiri. Padahal percuma. Kita akan kelelahan. Terengah-engah dan frustrasi. Kesulitan yang kian besar justru harus menjadi "kendaraan" kita untuk kian berserah, memercayakan diri pada bimbingan Tuhan. Izinkan rencana-Nya membawa kita "melayang" di tengah embusan angin persoalan

04 September 2011

KADERISASI KEDAI KOPI

Kedai kopi kini tidak hanya dijadikan sebagai tempat menikmati kopi namun juga mampu menjelma sebagai tempat ajang nongkrong sejumlah kalangan. Anak muda dan dewasa meramaikan sejumlah kedai kopi yang saat ini sedang menjamur di perkotaan. Kedan kopi bahkan bisa menjadi basecamp berbagai komunitas di perkotaan. Inilah yang menjadi kelebihan kedai kopi. Daya tarik untuk mengunjunginya juga menjadi gaya hidup khususnya anak muda atau mahasiswa. KADERISASI Kaderisasi merupakan hal penting bagi sebuah organisasi, karena merupakan inti dari kelanjutan perjuangan organisasi ke depan. Tanpa kaderisasi, rasanya sangat sulit dibayangkan sebuah organisasi dapat bergerak dan melakukan tugas-tugas keorganisasiannya dengan baik dan dinamis. Fungsi dari kaderisasi adalah mempersiapkan calon-calon (embrio) yang siap melanjutkan tongkat estafet perjuangan sebuah organisasi. Kader suatu organisasi adalah orang yang telah dilatih dan dipersiapkan dengan berbagai keterampilan dan disiplin ilmu, sehingga dia memiliki kemampuan yang di atas rata-rata orang umum. Bung Hatta pernah menyatakan kaderisasi dalam kerangka kebangsaan, “Bahwa kaderisasi sama artinya dengan menanam bibit. Untuk menghasilkan pemimpin bangsa di masa depan, pemimpin pada masanya harus menanam.” Bagi Bung Hatta, kaderisasi sama artinya dengan edukasi atau pendidikan. Pendidikan tidak harus selalu diartikan pendidikan formal, atau dalam istilah “sekolah-sekolahan” atau “meeting at class” , melainkan dalam pengertian luas. Salah satu tugas seorang pemimpin sebagai subyek kaderisasi adalah mendidik. Jadi, seorang pemimpin hendaklah seorang yang memiliki jiwa dan etos seorang pendidik. Memimpin berarti menyelami perasaan dan pikiran orang yang dipimpinnya serta memberi inspirasi dan membangun keberanian hati orang yang dipimpinnya agar mampu berkarya secara maksimal dalam lingkungan tugasnya. Sedangkan sebagai obyek dari proses kaderisasi, sejatinya seorang kader memiliki komitmen dan tanggung jawab untuk melanjutkan visi dan misi organisasi ke depan. Karena jatuh-bangunnya organisasi terletak pada sejauh mana komitmen dan keterlibatan mereka secara intens dalam dinamika organisasi, dan tanggung jawab mereka untuk melanjutkan perjuangan organisasi yang telah dirintis dan dilakukan oleh para pendahulu-pendahulunya. DISKUSI & SHARING Diskusi adalah sebuah interaksi komunikasi antara dua orang atau lebih. Biasanya komunikasi antara mereka tersebut berupa salah satu ilmu atau pengetahuan dasar yang akhirnya akan memberikan rasa pemahaman yang baik dan benar. Diskusi bisa berupa apa saja yang awalnya disebut topik. Dari topik inilah diskusi berkembang dan diperbincangkan yang pada akhirnya akan menghasilkan suatu pemahaman dari topik tersebut. Sharing atau berbagi adalah bentuk prilaku yang saling member dan menerima setiap beban dan berkat kepada semua personal yang terlibat dalam lingkaran emosi tersebut. Dalam sharing tercipta ikatan emosi dan batin yang tidak beli maupun di-utangkan, karena ikatan ini adalah ikatan sukarela karena adanya pengorbanan dalam mempertahankan hubungan. NONGKRONG DI KEDAI KOPI Dalam kedai kopi, tidak melibatkan aturan dialog yang formal seperti yang kita ikuti dalam seminar atau pelatihan di kelas. Di kedai kopi, aroma diskusinya adalah persamaan derajat walau subjek dan objek kaderisasi tersebut berasal dari kelas atau jabatan yang berbeda. Diskusi di kedai kopi menelanjangi watak pelaku dan pendengar sehingga terciptanya sharing atau care sesama tanpa ada judgement. Suasana santai terjalin dan kejujuran timbul dalam diskusi tersebut. Sejarah menyatakan, grup lawak WARKOP DKI ( alm. DONO, alm KASINO, dan INDRO) lahir dari sebuah kedai kopi dekat dengan stasiun PRAMPORS FM, ide lawak mereka yang ber-content Intelektual dan Kritis berasal dari bincang bincang kedai Kopi. Sejarah kemerdekaan Indonesia, yang di awali dengan pertemuan “rengas dengklok” adalah sebuah kedai tempat rutin berkumpulnya atau “base camp” para aktifis pemuda indonesia. Dalam diskusi ciptakan bentuk mediasi, kedai kopi menyediakan suasana yang rileks dan sharing meng-eratkan ikatan batin. Ketiga faktor tersebut membidani sejumlah ide dan kreatifitas komunitas.

07 Juni 2011

Menulis Dengan Pena

Pada malam ini, aku tidak bisa mengakhiri hari ini dengan tidur yang lelap, rasa kantuk mengetuk ragaku tapi tidak pikiranku yang menginginkan jiwaku tetap terbangun. Dalam masa ini, aku mencoba menoleh kebelakang dan menerawang ke depan. Adakah jejak tertinggal di belakangku dan adakah petunjuk untuk jalan ke depan ? Dan aku masih sendiri dalan sebuah halte persimpangan jalan menunggu yang tak pasti datang atau aku harus memutuskan untuk kembali pulang ke rumah. Kubuka kembali buku hitamku, melihat kembali 2 lembar kalender yang telah terlewati di pulau ini. aku masih menangis melihat masa masa itu ... itulah aku yang tertuang dalam ukiran pena hitam dan tebal. Banyak cerita haru yang tertera dalam catatan kertas kumal itu, tetapi banyak penghiburan setelah aku melaluinya. Bapa menyediakan segala sesuatu yang aku perlukan dalam menjalani hidup dan meperlengkapi aku dalam melawan tantangan hidup. Kusadari jiwaku sangat rapuh dan semangatku seperti api terduduk dalam batang lilin yang seketika akan mati jika ada hembusan angin ringan. Sebegitu lemahnya aku menghadapi batu kecil perjalananku. Dalam pena hitam dan kertas putih kumal, kutuliskan kembali ratapan itu setapak demi setapak dan sedikitpun tidak terlewati oleh lamunanku. Semua sudah tertulis begitu saja tanpa kurangkai aksara yang indah dan syahdu hingga menyentuh para pembacanya. Tidak ! aku menulis karena aku menangis bukan narsis atau egois tapi aku sedang dalam kondisi kritis. Tak perlu kalian baca dan komentari apa yang kutulis saat ini, karena aku ingin melepaskanya dalam prosa. Kubuta tutup penaku, dan kubiarkan pena itu bersandar dalam tangan kiriku. Dan aku kembali menulis dalam lembaran lembaran kertas putih bergaris. Kususun kembali rencana itu dan kupungut kembali remah semangat yang masih tersisa, kucoba ku sulut kembali dalam doa. Kurajut lagi kata kata yang tak berkamus, kukutip ide kreatifku dan buah inspirasi itu. Aku bisa menulis kembali, dan aku menangis dan tertawa kembali... ternyata aku bisa menulis dan bisa membuat tulisan lagi. Kutulis lagi rencana itu dan aku berdoa agar tuntunNya agar aku bisa melakukannya. Dan kutulis lagi aku apa yang telah aku lakukan dan kutulis semua kesalahanku. Aku belajar untuk menulis rencanaku, melakukannya dan mengevaluasinya .... aku menyediakan kertas, tinta dan pikiranku... Bapa sediakan ruang, waktu dan ide untuk belajar menulis. aku menulis rancangan hidupku, dan aku menulis dengan pena tinta yang sukar kuhapus kembali, manusia tidak luput akan kesalahan. Bapa menyempurnakan tulisanku tanpa aku bisa melihat dalam ratusan lembaran sampai aku menyadarinya ketika aku membacanya kembali. Menulis rangkaian hidup dalam lembaran kertas adalah bagian melakukan rehat dalam perjalanan untuk merenung. Jika ratusan lembar telah kupungut kembali hingga engkau membacanya. Lihatlah, tulisanku sangat sempurna karena Bapa mengoreksinya kembali.
I am Author Of My Life, But I am writting with my pen, So I cannot erase my mistakes

18 Mei 2011

mengubur KOTORAN

Hal-hal tak menyenangkan, seperti duduk di peringkat terbawah di kelas kita, terjadi dalam kehidupan. Hal-hal itu dapat terjadi pada setiap orang. Perbedaan antara orang yang bahagia dengan orang yang yang tertekan hanyalah pada cara mereka bereaksi terhadap kemalangan. Bayangkanlah kita baru saja mengalami suatu sore yang indah di panatai bersamaseorang teman. Ketika anda kembali ke rumah, kita mendapati gundukan kotoran tepat di depan pintu rumah kita. Ada tiga hal untuk diketahui sehubungan dengan gundukan kotoran ini :
  1. Kita tidak memesannya. Ini bukan kesalahan kita
  2. Kita merasa kehabisan akal. Tak ada yang melihat siapa yang menimbun kotoran itu disitu, jadi kita tidak dapat menelpon pelakunya untuk menyikirkan kotoran itu
  3. Bau kotoran itu memenuhi semerbak seluruh rumah kita. Sungguh tak tertahankan
Pada perumpamaan ini, gundukan kotoran di depan rumah kita melambangkan pengalaman pengalaman traumatik yang menimpa kita dalam kehidupan. Seperti halnya dengan kotoran itu, ada tiga hal untuk di ketahui sehubungan dengan tragedi dalam kehidupan kita.
  1. Kita tidak memesannya. Kita berkata, "Kenapa saya ?"
  2. Kita merasa kehabisan akal. Tak seorang pun, sekalipun teman terbaik kita dapat menyingkirkannya
  3. Tragedi itu sangat menyakitkan, penghancur kebahagian kita dan rasa sakit yang ditimbulkannya menghantui sepanjang hidup kita. Sungguh tidak tertahankan
Ada dua cara untuk merespon timpaan gundukan kotoran itu. Cara pertama, membawa kotoran itu kemana mana bersama dengan kita. Kita taruh segenggam ke saku kita, sebagian kita taruh dalam tas kita, dan sebagian dalam baju kita. Kita bahkan menaruhkannya di celana panjang kita. Kita dapati, ketika kita membawa kotoran itu kemana mana, kita kehilangan banyak teman ! Bahkan teman-teman terbaik pun tampaknya tak begitu sering lagi dekat dengan kita. "membawa KOTORAN" kemana - mana adalah perumpamaan untuk keadaan tenggelam dalam depresi, hal hal negatif atau amarah. Itu adalah respon terhadap kemalangan yang lumrah dan dapat kita maklumi. Tetapi kita akan kehilangan banyak teman, karena lumrah dan dapat dimalumi pula jika teman teman kita tidak berada di samping kita jika kita dalam keadaan depresi. Lgipula, dengan cara ini, gundukan kotoran itu sendiri tidak menjadi berkurang, tetapi baunya malah bertambah busuk karena makin matang cara kedua, kita mulai berkerja - mengambil gerobag dorong, sekop dan garu. Kita garu kotoran ke dalam gerobag dorong dan kita membawanya ke belakang rumah dan menguburnya ke kebun belakng rumah kita. Memang sulit dan melelahkan, tetapi kita tahu tak ada pilihan lain. Kadang kita hanya mampu mengatasi separuh gerobag saja dalam sehari, namun kita melakukan sesuatu yang menyelesaikan masalah, daripada hanya mengeluh saja dan terbenam dalam depredsi. Dari hari ke hari, kita menggaru dan mengubur kotoran itu. Dari hari ke hari gundukannya jadi makin berkurang. Kadang, diperlukan waktu beberapa tahun, namun pagi yang cerah tiba juga ketika gundukan kotoran di depan rumah kita sudah tidak berbekas lagi. Selanjutnya keajaiban terjadi di belakang rumah kita. Bunga bunga di kebun kita bermekaran dengan warna warni memenuhi semua sudut. Keharuman menyebar sampai ke jalan, sehingga para tetangga dan orang yang lewat pun tersenyum bahagia kareannya. Lalu pohon buah yang tumbuh di sudut taman hampir rubuh karena begitu tergeluyuti oleh buah-buahnya. Dan buahnya sungguh manis ; kita tak dapat membeli buah seperti, tetapi ada begitu banyak buah sehingga kita harus membagikan dengan para tetangga, bahkan orang orang yang lewat dapat menikmati buah yang ajaib itu. "Mengubur KOTORAN" adalah perumpamaan untuk menyambut datangnya tragedi sebagai penyubur bagi kehidupan kita. Itu perkerjaan yang harus kita lakukan sendiri ; tak ada yang dapat membantu kita. Namun dengan menguburnya ke taman hati kita, dari hari ke hari, gundukan rasa sakit itu akan makin berkurang. Bisa saja itu membutuhkan waktu beberapa tahun, namun pagi yang cerah akan tiba takala kita tidak ada lagi merasa sakit di dalam hidup kita dan di dalam hati kita, sebuah keajaiban telah terjadi. Bunga bunga kebajikan bermekaran memenuhi seluruh tempat dan harumnya menyebar sampai jauh ke para tetangga kita, teman kia dah bahkan sampai juga ke orang orang yang tak kita kenal. Lalu pohon kebijaksanaan yan tumbuh di sudut taman hati kita menjadi tergelayut karena saratnya buah pencerahan akan hakikat kehidupan. Kita dapat membagi bagikan buah buah yang enak itu dengan gratis, bahkan kepada orang yang tidak kita kenal, tanpa sengaja merencanakannya. Saat kita mengalami hal yang tragis, pelajarilah ... dan tumbuhkan ke taman hati kita. Perluas taman hati kita sehingga kita bisa membutuhkan banyak kotoran untuk menyuburkannya kembali. cerita ini saya kutip dari 108 kisah dari buku berjudul "Si Cacing dan kotoran Kesayangannya" karangan Ajahn Brahmn berjudul"Gundukan Pupuk Kandang" Dalam kehidupan saya, saya banyak melihat, mendengar para nabi, raja, pemimpin dan orang sukses yang sangat saya kagumi. Mereka adalah orang orang yang besar karena kebijaksanaannya, saya meyakini mereka memilki banyak truk untuk mengangkut kotoran dalam kehidupannya dan mereka memilki taman hati yang sangat luas untuk di tumbuh kembangkan.
Maka bila ada tragedi atau kotoran di dalam kehidupan kita, cukup katakan, " horeee ada pupuk kandang untuk kebun ku ..."

18 Februari 2011

Glenn Cunningham : Dari Cacat menjadi Pelari Legendaris

-Sebuah kisah nyata- Di sebuah desa kecil di bagian barat Amerika Serikat, saat itu masih menggunakan sistem penghangatan batu bara yang sangat kuno. Suatu hari seorang anak kecil (berumur 8 tahun) bersama kakaknya Floyd menyalakan batu bara untuk tungku pemanas sebelum pelajaran sekolah dimulai.
Suatu pagi beberapa murid yang lain menemukan sekolah mereka terbakar habis dilalap api, akibat dari tungku pemanas yang meledak. Dengan susah payah mereka mencoba menyelamatkan si anak laki-laki yang naas dalam tugasnya, kondisinya sedang sekarat, bagian bawah tubuhnya terbakar habis. Kemudian ia segera dilarikan ke rumah sakit terdekat; sedangkan kakaknya sudah tewas di tempat kejadian.
Dari tempat tidurnya, si anak laki-laki tersebut mendengarkan apa yang dikatakan sang dokter kepada ibunya. “Ibu,” kata dokter tersebut, “anak ibu seharusnya mati saja, dan itu adalah yang terbaik untuk dia, karena bagian bawah tubuhnya semua sudah hancur.”
Si anak laki-laki tersebut tidak mau mati, dia memutuskan untuk tetap berjuang hidup. Dengan tekadnya akhirnya kemudian dia selamat. Semua orang menganggap itu suatu keajaiban. Walaupun demikian kerusakannya amat sangat parah, sekali lagi ia teringat perkataan dokter pada ibunya, “Ibu api telah merusak sebagian besar otot anak itu, sebaiknya ia mati saja, karena selamanya ia tidak akan mampu menggerakkan tubuh bagian bawahnya lagi dan dia akan menjadi cacat seumur hidup”.
Sekali lagi si anak kecil itu tidak ingin divonis mati oleh sang dokter, dia tidak ingin cacat, dia mempunyai keinginan yang sangat besar untuk bisa berjalan suatu hari nanti. Sayangnya, bagian bawah tubuhnya benar-benar tidak bisa digerakkan. Seakan-akan tidak ada kehidupan lagi. Setiap hari orang tuanya bergantian memijat kaki sang anak meskipun tanpa kelihatan hasilnya. Ia tetap tidak merasakan apa-apa di kaki tersebut, namun keinginannya untuk bisa berjalan kembali tetap membara.
Suatu pagi dengan kursi rodanya, ia berjalan mendekati pagar kebun belakang rumahnya. Dangan susah payah ia menjatuhkan diri meraih pagar pembatas itu. Sedikit demi sedikit ia mulai menyeret bertopang pada pagar tersebut. Dia melakukan hal itu setiap hari dengan satu tujuan, untuk mengembalikan kehidupan pada kakinya yang sudah terlalu lama mati. Inilah burning desire baginya.
Lama-lama atas kegigihannya dia sudah bisa berdiri, lalu berjalan dengan tertatih-tatih. Ia masih merasa kakinya lemah sehingga ia ingin menguatkan kakinya. Ia mulai berlari pada setiap kesempatan. Ia berlari ke sekolah, ia berlari ketika mengikuti paduan suara, ia berlari ke toko daging, ia berlari di lapangan, ia berlari mencari kayu bakar dan berlari pulang dengan kedua tangan penuh kayu. Ia tidak pernah berjalan apabila ia bisa berlari. Ia berlari... berlari... dan berlari... tidak untuk alasan lain, tapi ia menikmatinya.
Ketika dewasa ia bergabung dengan persatuan atletik di universitasnya. Dan pada akhirnya si anak laki-laki kecil yang dulunya di vonis mati dan dinyatakan pasti akan cacat seumur hidup oleh dokter, yang tidak akan mungkin lagi menggerakkan kedua kakinya, kini si anak laki-laki kecil itu yang bernama DR. Glenn Cunningham telah menjadi pelari satu mil tercepat di dunia pada tahun 1934. Wouww..!!!. Impiannya telah tercapai. Dan rekornya baru terpecahkan 10 tahun kemudian. Nama Glenn Cunningham masuk dalam "100 Year History Madison Square Garden" dan "National Track & Field Hall of Fame" pada tahun 1979.
Glenn punya alasan untuk kecewa kepada Tuhan atas bencana yang terjadi kepadanya, tetapi ia tidak mau sepakat akan kecacatan tubuhnya; dia hanya mau sepakat akan janji penyertaan Tuhan kepadanya. Untuk kawan kawan ku, semoga cerita ini bisa membakar semangat walau kondisi saat ini telah membakar keyakinanmu, yakinlah Tuhan selalu menyertai....

27 Januari 2011

Jon Bon Jovi, Si Tukang Sapu Studio menjadi Musisi Dunia

Tidak bisa dpungkiri lagi kalau Bon Jovi yang merupakan salah satu referensi musik rock dunia yang begitu fenomenal di decade 80 an hingga 90 an sangat identik sekali dengan frontman-nya atau vocalist –nya, yaitu John Francis Bongiovi Jr. atau yang lebih kita kenal dengan nama Jon Bon Jovi.Tidak hanya karena namanya menjadi identitas band. Tapi sekelompok musisi asal New Jersey yang terbentuk pada tahun 1983 ini, bisa jadi band papan atas berkat ambisi sang vocalis, Jon Bon Jovi.
Biografi Jon Bon Jovi, lahir pada tanggal 2 Maret 1962. Sedari kecil si Jon Bon Bovi ini memang sudah memantapkan niatnya untuk menjadi seorang rocker saat dewasa kelak. Ini terlihat dari kebiasaannya menghabiskan waktu di klub malam lokal, Ashbury Park, hanya untuk sekedar hang out, mendengarkan musik, atau jamming dengan musisi yang tampil. Setelah merasa punya modal, pada tahun 1079, Jon Bon Jovi kemudian berinisiatif membentuk band dengan nama Atlantic City Expressway. Meski kelasnya hanya band lokal, tapi band ini lumyan sukses juga. Tapi hasilnya belum bisa memuaskan Jon Bon Jovi. Menginggat karir yang ingin dicapai Jon Bon Jovi tidah hanya sekedar dikenal di kampung halamannya saja tetapi bisa go internasional dan dikenal di seluruh belahan dunia. Sebagai referensi dan juga patut dicontoh adalah ambisi yang dimiliki Jon Bon Jovi tidak lantas menutup matanya, tidak segan – segan pekerjaan sebagai tukang sapu studio rekaman juga dilakoninya supaya bisa berinteraksi secara total dengan para musisi top. Tempat kerja yang dipilih Jon Bon Jovi ini pun merupakan studio rekaman legendaries bernama “Power Station Studio” Di sela – sela pekerjaannya sebagai tukang sapu studio, si Jon ini mulai mencoba menulis lagu. Dari tahun 1980 hingga 1983, 50 judul lagu berhasil ia tulis. Dari sekian banyak lagu ciptaannya, Jon Bon Jovi memilih lagu berjudul “Runaway” untuk dibikin demo. Ternyata, ada sebuah stasiun radio lokal benama WAPP yang tertarik dengan demo tadi. Oleh stasiun radio penggemar musik indie itu, lagu Jon Bon Jovi diudarakan, hasilnya lagu “Runaway” menjadi cukup populer. Sayangnya kepopuleran lagu Runaway belum ada pendukungnya, sebab Jon Bon Jovi belum punya band. Akibatnya kontrak rekaman juga belum bisa didapat oleh si Jon ini. Didorong keinginannya yang begitu besar untuk bisa nemiliki sebuah band professional, maka Jon Bon Jovi mulai nengumpulkan personil buat membentuk band. Musisi yang pertama kali dikontak adalah, keyboardis, David Bryan, yang jugaa merupakan bekas rekannya di Atlantic City Expressway. Meskipun tidak se-ambisius Jon Bon Jovi, tapi David Bryan, yang lahir pada 7 Februari 1962 ini ternyata juga punya cita – cita berkarir di dunia musik. Buktinya saat Jon Bon Jovi menghubunginya buat ikut gabung, David kemudian mengalihkan pendidikannya dari sekolah kedokteraan ke sekolah musik, Julliard Music School, di New jersey. Karena sejak kecil David Bryan ini memang sudah deket banget dengan dunia musik. Saat diajak Jon Bon Jovi untuk ngeband, si David ini langsung menjawab oke. Keduanya kemudian membentuk Jon Bongiovi & The Wild Ones, band yang jadi cikal bakalnya Bon Jovi. Berbekal nama tersebut, kedua calon musisi ini mulai mengirim demo – demo ke sejumlah perusahaan rekaman, bahkan sampai yang berdomisili di Los Angeles. Meski usaha yang dilakukan terbilang cukup gencar, tetap saja belum membuahkan hasil. Sebab demo yang mereka kirim dianggap belum sempurna lantaran band belum lengkap dan hanya terdiri dari dua personil saja. David dan Jon kemudian mulai giat mencari personil pelengkap. Dan, orang yang beruntung menjadi incaran adalah drummer Frankie & The Knockouts, Tico Torres. Sebenarnya, drummer kelahiran 7 Oktober 1953 ini lebih condong ke musik jazz. Selain itu si Tico Torres ini juga lebih berpengalaman di dunia musik. Tercacat sebelum dikontak Jon Bon Jovi, Tico sudah menyelesaikan 26 album rekaman bersama musis – musisi top seperti Alice Cooper, Cher, sampai Chuck Berry. Meski jauh berpengalamn daripada Dvid Bryan dan Jon Bon Jovi, tetapi Tico langsung respek saat bertemu Jon Bon Jovi saat pertama kali. Meskipun aliran musik yang bakal diusung band baru ini agak berbeda dengan gaya permainan Tico Torres, tetapi ajakan untuk bergabung juga langsung diterima Tico Torres. Bergabungnya Tico Torres, membuat langkah Jon Bon Jovi untuk memantapkan formasi bandnya menjadi semakin cepat. Sebab Tico Torres kemudian mengusulkan nama bassis band Jersey bernama Alec John Such untuk dipertimbangkan sebagai personil berikutnya. Pasalnya Tico tahu persis kalo ciri permainan Alec John Such bakal klop dengan band bentukan Jon Bon Jovi. Latar belakang mereka pernah bermain bareng di sebuah band bernama “Phantom’s Opera” jadi referesinya. Pemain bass kelahiran 14 November 1956 ini ternyata cukup klop dengan Jon Bon Jovi dan bandnya. Makanya eks personil New Jersey All State Orchestra saat masih jadi murid di Rahway Junior High School ini dengan cepat diterima. Sayangnya waktu itu, tidak ada yang mengira kalau Alec pada akhirnya harus berpisah duluan dengan mereka. Empat orang personil utama sudah lengkap, sekarang tinggal posisi yang benar – benar menentukan dan penting bagi sebuah band rock, yaitu gitaris. Mencari seorang gtaris yang berkarakter ternyata bukan persoalan gampang. Makanya Jon Bon Jovi tidak lantas langsung menetapkan gitaris resminya. Untuk sementara, Jon menunjuk seorang teman yang tinggal bersebelahan dengan rumahnya bernama Dave Sabo, sebagai gitaris yang kelak menjadi gitaris Skid Row. Alasan Jon Bon Jovi merekrut Dave Sabo , sebagai gitaris tanpa audisi karena ada tawaran manggung buat bandnya. Event pertama ini adalah penampilan konser para pendukung album kompilasi radio WAPP. Memang sih lagu “Runaway” yang mereka bawain waktu itu mendapatkan sambutan yang cukup antusias dari para penonton. Hanya saja Jon Bon Jovi belum bisa menerima Dave Sabo sebagai gitarisnya lantaran umurnya yang masih muda banget. Kebetulan sehabis konser ada seorang pemuda bernama Richie Sambora tiba – tiba mundekati Jon Bon Jovi sambil menawarkan diri menjadi gitaris. Promosi Richie Sambora waktu itu adalah banyak mempunyai lagu ciptaan sendiri, selain permainan gitarnya yang cukup mantap. Tertarik dengan promosi Richie, Jon Bon Jovi kemudian mengadakan audisi khusus. Gitaris kelahiran 11 Juli 1959 ini ternyata tidak berlebihan. Saat audisi semua kemampuannya dikeluarkan. Basic permainan yang dipengaruhi aliran blues milik Eric Clapton ternyata cukup memukau Jon dan rekan- rekannya. Jelas saja karena teknik – teknik istimewa tersebut sudah dikuasai Richie Sambora sejak berumur 12 tahun. Belakangan ketahuan kalau gitaris ini juga punya banyak pengalaman di dunia musik. Band – band yang pernah disinggahinya anatara lain Rebel, Mercy, Duke Williams & The Extremes, The Message, The Next, dan Hook. Jadi Richie pun diterima sebagai anggota kelima menggantiakan posisi Dave Sabo. Bergabungnya Richie Sambora sekaligus meresmikan munculnya nama Bon Jovi. Formasi ini benar – benar dahsyat. Mereka hanya butuh 3 tahun sejak terbentuk untuk mencapai puncak karir tinggi di blantika musik dunia. Setelah merilis album Bon Jovi (1984), dan “7800◦Fahrenheit (1985), mereka merilis album masterpiece, “Slippery When Wet “ (1986) yang laku 10 juta kopi di seluruh dunia. Nama Bon Jovi pun menjadi top act. Album – album berikutnya seperti New Jersey (1988), Keep The Faith (1992) dan kompilasi Cross Road (1994), meraup keuntungan besar. Sedemikian besarnya nama Bon Jovi, maka ketika Alec John Such keluar dari formasi pada tahun 1994, ternyata tidak memberi pengaruh besar. Karir Bon Jovi diteruskan dengan album – album yang sama dahsyatnya, seperti “These Days” (1995), “Crush” (2000), “Bounce” (2002), dan “This Left Feeling Right” (2004), Have A Nice Day (2005), The Lost High Way (2007), The Circle (2009) dan Bon Jovi Greatest Hits (2010) Tidak terasa hampir memasuki decade ketiga karir Bon Jovi di dunia musik. Bukti kalau mereka mampu bertahan di tengah gencarnya gelombang musik – musik baru oleh para generasi baru. Yang jelas musik mereka tidak pernah kehilangan pamor buat bersaing. Hasil dari sebuah ambisi yang hebat dari seorang tukang sapu studio.
I LIKE BON JOVI !!!
miracles happen everyday, change your preception of what miracle is and you'll see them all around you (jon bon jovi)

16 Oktober 2010

berbagi berkat dengan "berkat bangsa"

ku tatap jam dinding itu, waktu menunjukan pukul 16.55 WIB, aku lansung bergegas untuk bersiap pergi dari meja bersekat ini. Sudah hampir 3 bulan aku berkerja di posisi ku yang baru, tetapi telah memberiku perasaan jenuh sepanjang hari. Kususun semua perkakas ku kedalam tas hitam ku dan menyusun kertas kertas gambar proyek ke meja agar terlihat rapih. Kuteguk air putih yang tersisa dan menunggu waktu menunjuk pukul 17.00 WIB walau aku tahu jam dinding itu kecepatan bergerak dalam 5 menit, tapi aku tak bisa tinggalkan ruangan berlantai 2 ini selama si boss masih bercumbu dengan notebook nya, karena aku berpikir dia tidak suka aku pulang cepat.
Pak Jasman, sesepuh di perusahaan ku ini mengingatkan ku untuk mampir di green mart untuk mengangkut barang barang sembako yang sudah disumbangkan segelintir karyawan nasrani untuk sebuah panti asuhan. Aku menganggukan kepala ku, aku sangat lelah saat itu karena perkerjaan yang menumpuk dan tak terselesaikan saat hari itu. Di green mart, kuangkut semua karung beras, botol kecap dan kardus mie instan ke dalam mobil avanza merah. Dalam kelelahan dan kejenuhan aku pergi meluncur di jalan jalan panjang itu. Sahabat ku Ega sudah menunggu di tempat kediaman pak jasman, kami sudah berjanjian untuk ikut berkunjung bersama dalam pemberian "berkat" itu. Dalam suasana gelap karena mentari sudah kembali pulang dalam perkerjaannya, mentari sudah berganti shift dengan bulan disertai bintang-bintang aku tetap saja belum sempatkan istirahat apalagi untuk makan malam padahal saat itu perut ku sudah LAL (low alarm level). Tidak ada percakapan yang bermakna dalam perjalanan kami hingga kemacetan jalan memperlambat lajunya avanza merah itu. Sekedar diskusi akan kurang banyaknya rekan rekan kerja yang ikut andil dalam kegiatan sumbangan ini dan diskusi itu tak juga menghasilkan kesimpulan. Dalam kebingungan jalan jalan gelap, akhirnya kami sampai dalam sebuah yayasan yang bernama berkat bangsa, nama yang membuat ku merenung .. apa arti nama itu ?. Gedung Kecil beralamat sumbawa no.14 itu layak pakai sebagai rumah keluarga, bukan rumah panti karena ukurannya yang sangat kecil. Tidak ada mobil beparkir dalam rumah itu dan yang hanya terlihat kumpulan pakaian pakaian yang terjemur beserta mesin cuci yang sangat sederhana. Sapaan "syaloom!!" keluar dari pak jasman dan seketika itu aku melihat puluhan anak dan remaja sedang bersiap menyantap makan malamnya ... dan kami disambut oleh ibu asuh mereka yang belum ku ketahui namanya. Sambil menunggu mereka selesai makan malam, pak jasman dan ega bercakap ringan dengan ibu asuh itu, aku melangkah ke jendela untuk melihat para anak dan remaja itu menyantap makan malam yang sederhana itu, hanya dengan lauk tempe goreng sambal, sayur dan nasi putih secukupnya. Sangat berbeda dengan yang sering aku santap. Mereka duduk dan makan bersama, dan remaja itu juga memnyuapkan makanan kepada para balita yang belum lihai dalam mengatur santapannya. Dalam ruangan yang penuh dengan sepatu dan buku buku sekolah. Setelah mereka selesai makan, berhamburan mereka keluar dan menyalami saya, ega dan pak jasman. Dari remaja hingga balita berebut menyalami selayaknya aku adalah orang yang terhormat ataupun di idolakan. Saat ku buka bagasi mobil avanza, mereka pun berebut mengambil barang barang sembako tersebut. Sebelum ibu asuh itu mengajka kami masuk, kuliahat si gadis kecil menyapu ruangan itu bersama dengan lainnya, tanpa perintah maupun teguran dari pengasuh. Setelah gadis kecil itu selesai mengerjakan pembersihannya, si ibu asuh itu mengajak kami untuk masuk dan duduk bersama dalam ruangan itu. Ega, sahabat ku adalah seorang guru sekolah minggu duduk bersama pak jasman untuk memberikan wejangan bersama adik adik kecil itu. Aku mengambil posisi sudut ruangan agar bisa berdiskusi dengan si ibu asuh itu. Kulihat sekeliling ruangan, terpampang photo photo kebersamaan mereka dalam mengarungi kehidupan yang mereka yang tidak memiliki maupun mengenal orang tua mereka. Seiring ega dan pak jasman bercerita kepada adik adik kecil itu, aku mengamati satu persatu mereka yang ditinggal sepi oleh dunia sekuler, mereka yang ditinggal pergi oleh orang tua mereka, mereka yang tak kenali siapa orang tua mereka. Aku bercakap cakap dengan ibu asuh siapa saja gerangan mereka ? dan kenapa sang takdir menitipkan mereka di panti asuhan ini dan kenapa mereka terabaikan oleh mereka penguasa penguasa pemberi janji sejahtera. ibu itu menjawab satu persatu semua tanda tanya ku... sebutlah seorang adik kecil yang berusia 3 tahun bernama cinta eklesia, yang harus ditinggal pergi ibunya yang menjadi TKW di malaysia untuk menembus ayahnya yang dipenjara. Sebut juga jonatan, bocah berdarah palembang dan manado itu, ayahnya pergi dipanggil Tuhan di masa kecilnya dan ibunya menikah lagi dan meninggalkan dia tanpa alasan yang jelas. Kulihat lagi seorang gadis remaja yang manis itu yang serius mendengarkan wejangan ega dan pak jasman, dia tak mengenal siapa orang kandungnya dan awalnya dia diadopsi oleh keluarga yang tidak memiliki keturunan, seketika telah lahir seorang anak dari dari darah daging keluarga itu, gadis kecil itu diperlakukan buruk dan dan tdak di sekolahkan lagi, hingga akhirnya gadis kecil itu dilarikan tetangganya dan ditampung oleh dinas sosial itu, dan dinas sosial itu menitipkan ke panti ini.
Dan ibu asuh it juga menceritakan kesulitan adik adik kecil dalam mendapatkan fasilitas pendidikan dan kesehatan. Mahalnya buku buku paket ynag dijualkan pihak sekolah dan buku itu hanya harus dibeli melalui sekolah, apakah buku paket itu memiliki ilmu pasti dibanding buku buku yang bisa disumbangkan oleh para pemerhati.... memang aneh pendidikan di negeri ini, pantas saja ada slogan "orang miskin dilarang sekolah". Tanpa bantuan biaya kesehatan dari negara, panti ini kesulitan ketika harus melakukan biaya pengobatan karena biaya yang mahal dan tiada dana cash yang dimiliki. Tidak ada opini dan solusi yang bisa ku utarakan untuk menanggapi pernyataan itu. Kunjungan itu pun di sudahi dengan doa yang dibawakan oleh salah satu adik kecil itu. Dia masih bocah ingusan, tapi rangkaian kata dan kata dalam doanya adalah dari hatinya, dia tidak menolak ketika dia dianjurkan untuk berdoa penutup, padahla rekan rekan kerja ku dan kawan kawan ku agak sukar untuk disuruh membawakan doa. Sebelum kami memasuki mobil, sekali lagi mereka berebut salam sambil mengucapkan "Tuhan berkati Oom !!", tertegun aku mendengar perkataan itu. Dalam perjalanan pulang ucapan itu terus terngiang dalam telinga ku ....."Tuhan berkati Oom !!"
Sepanjang hidup ku, para sahabat dan keluarga ku selalu menggunakan kata yang trend "GBU" yang lebih singkat dan ngetren pakai bahasa inggris. Tetapi ucapan mereka "Tuhan berkati Oom !!" sambil menyalam dan meletakan ke dahinya, aku merasa perkataan itu keluar dari hati mereka
tiada kata yang bisa diucapkan, tiada rasa yang bisa kunyatakan, tapi ada doa yang bisa kupanjatkan... bertahanlah adik adik ku .... dalam syukur aku rebahkan badan ku ... dan bertanya kembali " apa arti nama berkat bangsa itu ?" .. ketika mata hendak tertutup menyambut tidur ku ... sekali lagi kudengar dalam telinga ku ...
Tuhan berkati Oom !

29 September 2010

Ruang Malam

Terduduk aku dalam ruang dan waktu yang terbatas karena tak lama lagi malam akan berlalu dan hari hari itu semakin dekat. Aku sendiri dalam ruangan ini tanpa sebab dan akibat tapi semua sudah direncanakan tanpa ada diskusi dan pertemuan, semua terjadi secara acak dan terencana.
Aktivitas ku berjalan layaknya roda waktu, berputar dalam sudu keraguan takala hasilkan putaran yang tak berujung, tak bertujuan dan tak berpengharapan. Kenapa Bintang Itu Tidak Bersinar Lagi ? Itulah lentingan keluhan para manusia yang berjalan beriring dengan jejak langkah di sampingku.
Ada yang menangis karena harus kehilangan perkerjaannya ?
Ada yang pasrah akan kondisinya menjadi Budak Bahagia ?
Ada orang gila yang berkobar melawan ketidakadilan ?
Ada orang penat yang melarutkan dirinya dalam kolam alkohol di malam hari ?
Aku tidak menemukan orang cerdas seperti layaknya nabi, rasul ataupun filsuf seperti yang tertulis dalam kitab sejarah agung, aku hanya melihat orang orang yang tersadarkan bahwa mereka dan aku telah berada di ruang malam, sebuah ruang yang gelap dan terbatas.
Kenapa Bintang Itu Tidak Bersinar lagi ? Masih adakah rotasi galaksi itu ?
Seandainya aku bisa melukiskan bintang kan ku warnai dengan kontras agar terang itu benar benar bercahaya... tetapi Kenapa Bintang Itu Tidak Bersinar Lagi ? Aku menjawab dalam relung hati ku dan jawabannya karena aku dan mereka berada di ruang malam.
Bagaimana Aku bisa keluar ? Aku sepi di sini ?
Adakah pemikiran manusia yang menciptakan ruang malam sehingga terangnya Bintang tak sanggup menenbus celah ruang malam. Mungkinkah manusia tidak berupaya untuk meraba dan mencari pintu dan lubang di sisi sisi ruang malam ? Atau Bintang Itu tidak lagi Bersinar ?Aku terus merenung dan larut dalam ayunan malam.... Benarkah pemikiran manusia ciptakan ruang malam itu sendiri ? Ku terus mencari jawaban dan tak disangka aku terus larut ruang malam tersebut.
Kenapa aku mencari jawaban itu ? Jawaban itu tidak akan membuka celah untuk terangnya bintang ... Aku merasa putus asa dan khawatir ... teka teki tak terjawab dan aku merasakan ruang malam itu semakin sempit sehingga aku menjadi sukar bernapas, dalam lamunan dan rintih kusandarkan kepalaku ke tanah. Ku sadari ruang malam itu tak berdinding dan tak bersisi ... ruang malam itu dibatasi akan logika pemikiran manusia.
Kubuka lagi pemikiran ku bahwa ada keyakinan yang tak tersentuh oleh doa, ada kekuatan yang tak diupayakan, ada semangat yang belum di sulut api dan ada Bintang yang Terus Bersinar tanpa batas Waktu... Bintang Itu adalah Jalan dan Terang Kehidupan. Tak satu pun bintang di galaksi yang mampu berlimpah sinar daripadaNya.
Aku tersenyum dan menangis ... semoga sinar kecil di telapak tangan ku tetap menyala walau redup dalam genggaman ku.
Teruslah Menyala hai jiwa ku .... supaya ruangan ini terlihat
written by unwinged angel

16 Agustus 2010

MERDEKA

Setiap orang dicipta berbeda
kenapa kita harus bertengkar
Setiap orang ingin dicintai
kenapa kita saling menzalimi
Bintang kecil terang dalam kegelapan
lahirlah kandungan ibu yang disebut harapan
Pohon Cemara tinggi yang hijau
tumbuh tinggi melindungi engkau
engkaulah tanah air ku ...
Banteng Besi gagah perkasa
Semangat kuat tanpa asa
Rantai emas menyatukan kita
karena kita adalah saudara
berjuang untuk negara
Padi Tuhan adalah makanan kita
kapas Keyakinan adalah pakaian kita
Biarlah darah dan nyawa sudah hilang
demi Indonesia kita yang tersayang
Kita semua lahir ke tanah air sebagai PEJUANG
bukan menjadi pengkhianat atau PECUNDANG
Sekali MERDEKA tetap MERDEKA !!
aku tidak peduli dengan slogan
"setengah Merdeka"
Aku tetap ingin INDONESIA MERDEKA
Oh Ibu Pertiwi janganlah engkau menangis...
Oh Tuhan bangkitkan kembali rasa cinta tanah air kami
bangkitkan lagi semangat Juang 45 itu...
Jangan sungai air susu itu menjadi air mata ibu kami
MERDEKAAA...!!
[19 Agustus 2006, 10:05 wib]

08 Agustus 2010

SHELOMITA

Shelomita, seorang gadis kecil tergurai lemah tak berdaya dalam kasur tipisnya, bermukim di rumah liar tiban dengan ukuran 2x2 meter tanpa air, dan penerangan disitulah gadis kecil itu tinggal. Sang ayah, anwar yuadi (29) yang terus membelai putri kecilnya itu hanyalah seorang buruh bangunan upahan dan ibunya, siska (24) tidak berkerja untuk menjaga Shelomita putri keduanya itu. Penyakit yang dialami Shelomita adalah hydrochepallus yang membuat tubuhnya tulang dibalut dengan kulit. Shelomita telah menderita akan penyakit selama 11 bulan sejak ia berusia 1 tahun. Apa daya sang ayah dan ibu ? Pasangan Anwar dan Siska sudah melakukan beberapa pengobatan di beberapa rumah sakit di kota batam tetapi karena permasalahan biaya yang besar; paspor dan buku nikah sang ayah harus di tahan hingga sang ayah bisa melunasi biaya pengobatan walaupun gadis kecil itu tak juga kunjung sembuh. Kabar terakhir, hasil pemeriksaan di rumah sakit awal bros melaporkan bahwa penyakit Shelomita ssaat ini sangat sulit untuk disembuhkan. Hasil pemeriksaan ditambah kesulitan ekonomi keluara tentu saja hal ini sangat memberatkan bagi kedua orang tua. Apa upaya yang bisa dilakukan sang ayah dan ibu di saat mereka tidak mereka memiliki ASKESKIN yang dikarenakan sang ayah tidak mempunyai KTP walaupun sang ayah sudah bertahun-tahun tinggal di kota batam. Tiada bantuan dari sanak keluarga maupun dari pemerintah setempat, tiada kepekaan sekalipun dari pihak pemerintah yang bahwasanya merupakan tanggung jawab terhadap masyarakat yang terpinggirkan. Beberapa mahasiwa/i yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) cabang Batam datang ke pemukiman rumah liar untuk menjenguk gadis kecil yang lahir di palembang itu Kondisi shelomita tentu saja menyentuh hati mahasiswa/i ini dan tidak ada niat untuk mengabaikanya. Setelah melakukan diskusi dengan rekan-rekan di GMKI cabang Batam, para mahasiswa/i ini turun ke jalan melakukan aksi sosial mengumpulkan sumbangan. GMKI cabang Batam berkumpul di sekretariat bertempat di perumahan Duta Mas turun dan menyebar di tiga persimpangan jalan yaitu simpang Jam, Simpang Gelael dan Simpang Kabil pada tanggal 7-8 agustus 2010. Dalam segala upaya mereka mencoba menyentuh hati masyarakat kota batam untuk memberikan sumbangan untuk biaya pengobatan Shelomita. Selain turun ke jalan, para pemuda ini juga ikut mengumpulkan bantuan sembako dari anggota forum senior GMKI Provinsi KEPRI untuk membantu memenuhi kebutuhan Hidup keluarga Shelomita. Shelomita tidaklah sendiri dalam menanggung deritanya, ribuan masyarakat marginal di kota batam juga memiliki beban yang sama. Tidak semua mereka memiliki ASKESKIN yang sepeti di gegmbor-gemborkan oleh pemerintah. Sulitnya pembuatan KTP dan administrasi menjadi batu sandungan kecil yang sulit bagi kita terima kenyataannya. GMKI Cabang Batam akan terus melakukan kajian akan kasus hambatan fasilitas kesehatan terhadap mereka yang di pinggirkan. Semoga kegiatan yang dilakukan para mahasiswa/i ini menjadi inspirasi bagi pemerintah masyarakat kota batam yang tengah hidup dalam kegermelapan kota ini, bahwa setiap bencana yang di derita oleh masyarakat terpinggirkan merupakan tanggung jawab kita bersama. Saya penulis blog ini melihat sisi lain akan kegiatan para mahasiswa ini, bahwa sesungguhnya ada kasih dan mujizat yang terjadi karena hasil dari pengumpulan dana itu ternyata berlebih dari yang saya perhitungkan. Sebelumnya saya begitu pesimis akan berhasilnya aksi turun ke jalan ini, apakah dengan logo perisai bersalib itu mereka mampu menyentuh para warga yang penuh fanatisme agama yang kental. Ternyata alam dan pos polisi persimpangan menjadi saksi bahwasanya ada kasih yang muncul dalam sumur para pelintas jalan di persimpangan itu. Walaupun ada para tidak mengacuhkan mahasiswa/i itu tetapi dana yang terkumpul Rp 15.963.000,- membuat mata saya terbalalak dan terkejut. Mahasiswa/i yang ikut terlibat dalam kegiartan ini bukanlah pribadi pribadi yang berpengalaman, dan pengakuan mereka aksi merupakan hal yang pertama tampak dari respon mereka yang sangat nervous harus menjadi pengemis jalanan tapi bukan untuk kepentingan pribadi tapi hanya Shelomita. Doa dan semangat yang mereka jadikan motivasi sehingga tanggalkan harga diri mereka. Cerita mereka ketika para pengojek jalanan memberikan 1 kardus minuman mineral, para aparat keamanan di setiap pos persimpanagan juga ikut memberikan sumbangan dan menjaga ketertiban. Tidak sekalipun para aparat ini melakukan pungutipan liar seperti dogma masyarakat pikirkan. Saya tersadarkan untuk mencoba segala sesuatu tanpa harus percaya apa yang kita perhitungkan secara logika, karena Tuhan berkerja tidak seperti kita perhitungkan.
Setiap lahan tandus dan kering bukan berarti tidak ada sumber mata air yang jernih yang bisa kita minum bersama jika kita mau menggali lebih dalam. Ada kasih yang tersimpan dan terselubung bagi mereka ciptaan Tuhan, hanya bagaimana kita bisa menggali hati mereka yang paling dalam.
Semoga cepat sembuh adinda shelomita, doa ku serta kan mu

05 November 2009

NOVEMBER RAIN

Sebuah Cerita Untuk Selembar Cinta
5 November 2009.. hujan turun deras di pukul 5 pagi ... udara begitu sejuk tapi tidak selaras dengan cuaca ruang jiwa ku yang sedang kelam menanti hari-hari itu... hujan terus turun dengan irama gerimis dan deras seoalah aliran tangis hati ku sendiri aku melamun dalam kamar ini, terbangun dari tidur ku dan sadar bahwa hari-hari itu semakin dekat ... tak satu pun yang tahu apa yang terjadi padaku nanti, tiada kawan atau lawan ku jadikan pendengar yang baik saat ini.. karena curahan hati ku adalah omong kosong bagi mereka dan membuang-buang waktu ... kupendam sendiri dan ku jalani sendiri walau aku butuh tempat untuk ruang para pendengar agar aku tidak lari dari jalan Tuhan akibat "ketidaksanggupanNYA" mengabulkan doa ku ... tapi DIA telah mengabulkan doa "nya" .. maka "dia" berbahagia .. dan akhirnya aku harus berbahagia dengan penuh air mata .. kurenung masa lalu ku tentang kisah cinta ini dari smu hingga waktu yang tak tertentukan semua ku lalui dengan penolakan dari mu dan cemooh-cemooh kawan-kawan ku tapi aku tahu cinta itu butuh perjuangan, perjuangan hasilkan pengorbanan, pengorbanan dihadapi dengan kesabaran... dan jikala sampai akhirnya di penghujung kenyataan akhir yang pedih karena kegagalan .. kita hanya perlu keikhlasan ... agar tidak jauh dari JalanNYA seharusnya aku kuat ... seharusnya aku ikhlas .. karena ini bukan film yang penuh dramtikal dan penuh rekayasa.. ini kisah nyata dan hanya aku yang tahu dan aku menulisnya ... dan aku yakin tulisan ini tidak akan terbaca Hujan terus berdatangan di hari-hari yang perih ini seiring hari itu semakin dekat, siapa pun tak melihat rasa tangis ku yang dalam dan kututupi dengan canda tawa yang omong kosong. hari itu akhirnya datang dan kulewati dengan ramah tamu undangan yang terhormat, tetapi aku tidak punya selera untuk melihat atau menahan podium sukacita itu tersebut. Malam pun berlalu dan ku renungi kisah cinta ini dengan rasa ragu dan gundah... apa arti semua kisah ini... kanapa aku harus datang kemari ? utang bertambah, cuti pun jadi habis justru aku sendiri menghujat diri ku sendiri akan tindakan yang sia-sia ini ... !! dan sebuah pesan pendek muncul dari seorang bernama leonardo
" hati yang indah adalah hati yang selalu diselimuti oleh cinta. Dalam menggapai cinta itu .. waktu, tenaga, pikiran dikorbankan hanya untuk mendapat secercah harapan, tapi itu hanyalah cinta, bukan seperti cinta sejati yang akan selalu tumbuh di hati dan terkadang konyol untuk dipikirkan. itulah cinta sejati yang selalu memberikan kebahagiaan walaupunterkadang terasa menusuk relung hati ... itulah CINTA SEJATI .. suatu misteri hidup "
cukup sudah ... cerita ini sudah berakhir dan tak perlu lagi di tulis ...aku mohon pada mu kawan .. jangan sekali-kali lupakan aku tahukah ada belasan puisi berdaunkan namamu dan kau takkan pernah bisa memetik buah yang dihasilkannya .. karena puisi itu tak kunjung berbuah setalah kau tidak memperhatikan aku terima kasih akan jamuannya dan undangan mu kawan

27 Oktober 2009

Kenapa Aku Membuat Blog ?

Saya Ricky Austin mencoba memberikan alasan kenapa aku harus mengorbankan waktu dan uang hanya untuk membuat home page blogger ini. Setelah 3 bulan lamanya blog ini meluncur ke dunia maya ini. Semoga para pembaca bisa memahami dan memberi komentarnya Blog adalah kependekan dari Weblog, istilah yang pertama kali digunakan oleh Jorn Barger pada bulan Desember 1997. Jorn Barger menggunakan istilah Weblog untuk menyebut kelompok website pribadi yang selalu diupdate secara kontinyu dan berisi link-link ke website lain yang mereka anggap menarik disertai dengan komentar-komentar mereka sendiri. Blog kemudian berkembang mencari bentuk sesuai dengan kemauan para pembuatnya atau para Blogger. Blog yang pada mulanya merupakan “catatan perjalanan” seseorang di Internet, yaitu link ke website yang dikunjungi dan dianggap menarik, kemudian menjadi jauh lebih menarik daripada sebuah daftar link. Hal ini disebabkan karena para Blogger biasanya juga tidak lupa menyematkan komentar-komentar “cerdas” mereka, pendapat-pendapat pribadi dan bahkan mengekspresikan sarkasme mereka pada link yang mereka buat. Dari komentar-komentar tadi biasanya Blog kemudian menjadi jendela yang memungkinkan kita “mengintip” isi kepala dan kehidupan sehari-hari dari penciptanya. Blog adalah cara mudah untuk mengenal kepribadian seseorang Blogger. Topik-topik apa yang dia sukai dan tidak dia sukai, apa yang dia pikirkan terhadap link-link yang dia pilih, apa tanggapannya pada suatu isu. Seluruhnya biasanya tergambar jelas dari Blog-nya. Blog pertama dibuat dengan browser mosaic, mosaic sendiri adalah browser pertama sebelum internet exploler dan nescape. Justin hall memulai web pribadinya dengan nama Justin’s Home Page yang kemudian berubah menjadi Links from the Underground yang mungkin dapat disebut sebagai Blog pertama seperti yang kita kenal sekarang. Blog pertama kali sulit berkembang hal ini dikarenakan saat itu diperlukan keahlian dan pengetahuan khusus untuk membuat website. Untuk membuat website saat itu diperlukan keahlian seperti membuat web diantaranya harus mampu membuat dan mengubah file html, sehingga hanya orang tertentu yang mampu membuat blog pada saat itu seperti administrator sistem dan web disainer. Blog mulai berkembang pada tahun 1998, pada saat itu web bisa di pasangi iklan oleh pihak ke tiga. Ada banyak penyedia blog gratis yang dapat di buat sendiri seperti Blogger, Movable Type dan WordPress. Manfaat blog menurut Roy Suryo Pakar Telematika,
“…blog mempunyai manfaat utama sebagai media untuk menyampaikan informasi. Baik yang sifatnya pribadi, misalnya catatan harian, ataupun bisa juga digunakan untuk promosi. Blog juga dapat digunakan untuk menarik minat. Tujuannya adalah menarik orang untuk menuliskan pengalamannya. Namun, penggunaan blog di Indonesia masih terbatas. Masih belum maksimal. Blog yang baik sebenarnya bisa menimbulkan inspirasi bagi pembacanya. Muatan tulisan yang baik tentu bisa memberikan efek baik pula. Contohnya adalah nasihat atau pengalaman berharga Melalui blog, kita juga bisa menjaring network, terutama dengan orang-orang yang punya ketertarikan dan hobi yang sama. Dari situ kita bisa bertukar pengalaman dan informasi…”
Situs blog “Catatan Seorang Insinyur Kimia” (Chemical Engineer Notes) merupakan kumpulan catatan pengalaman, pengetahuan dan wawasan seorang Insinyur kimia meliputi ruang lingkup teknik kimia baik dalam hal teknologi proses, perancangan, sumber daya energy , kelestarian lingkungan dan profil perusahaan, tidak lupa juga pendapat serta pandangan akan lingkungan sekitarnya. Dalam artikel “ikatlah ilmu dengan menulis” (silahkan lihat dalam blog ini) memberiku inspirasi bahwa kita tidak bisa mengusai suatu keahlian bila kita tidak melakukannya, learning with doing is better than learning with hearing. Tetapi dengan menulis kita bisa melekatkan keahlian kita dan mengembangkannya melalui komentar-komentar pembaca. Saya menulis bukan untuk memberikan ekspresi diri tetapi memberikan apresiasi akan pengetahuan, ketrampilan, wawasan, pandangan dan pengelaman saya. Bukan untuk dibaca saja tetapi juga didengar, berharap dikomnetari serta dikritisi. Terima kasih

Apakah Cinta Itu ?

Mereka yang tidak menyukainya menyebutnya tanggung jawab Mereka yang bermain dengannya menyebutnya sebuah permainan Mereka yang tidak memilikinya menyebutnya sebuah impian Mereka yang mencintainya menyebutnya takdir Kadang Tuhan mengetahui yang terbaik akan memeberi kesusahan kepada kita untuk menguji kita. Kadang Ia pun melukai hati supaya hikmatnya bisa tertanam dalam. JIka kita kehilangan cinta, maka pasti ada alasan dibaliknya. Alasan yg kadang sulit dimengerti,namun kita tetap harus percaya bahwa ketika IA mengambil sesuatu, IA telah siap memberi yg lebih baik. Mengapa menunggu? karena walaupun kita ingin mengambil keputusan, kita tidak ingin tergesa-gesa. karena walaupun kita ingin cepat-cepat ,kita tidak ingin sembrono, karena walaupun kita ingin segera menemukan orang yg kita cintai, kita tidak ingin kehilangan jati diri kita dalam proses pencarian itu. Jika ingin berlari, belajarlah berjalan dahulu Jika ingin berenang belajarlah mengapung dahulu Jika ingin mencintai, belajarlah mencintai dahulu Pada akhirnya lebih baik menunggu orang yang kita inginkan, ketimbang memilih apa yang ada. tetapi lebih baik menunggu orang yang kita cintai ketimbang memuaskan diri dengan apa yg ada. tetapi akan lebih baik menunggu orang yang tepat ... karena hidup ini terlalu singkat untuk dilewatkan bersama pilihan yang salah. karena menunggu mempunyai tujuan yg mulia dan misterius. Perlu engkau ketahui, bahwa bunga tidak mekar dalam waktu semalam. kota Roma tidak dibangun dalam sehari. kehidupan dirajut dalam rahim selama 9 bulan. Cinta yang agung terus bertumbuh selama kehidupan. Kebanyakan hal yang indah dalam hidup memerlukan waktu yang lama, sehingga penantian kita tidaklah sia-sia. walaupun menunggu membutuhkan banyak hal, iman, keberanian dan pengharapan, tetapi menjanjikan satu hal yang tidak dapat seorangpun bayangkan. Pada akhirnya Tuhan meminta kita menunggu, karena alasan yang penting...

18 September 2009

IMATEK & ME

After the traveling Oktober 2004 - April 2006 Kurun waktu kurang lebih 1,5 tahun terasa begitu cepat, sekelumit perjalanan yang harus kulalui bersama kawan-kawan dalam mengemban amanah RUA IMATEK FT USU tahun 2004. Perjalanan yang diwarnai dengan berbagai suka dan duka, kesulitan dan keberhasilan, marah dan tawa serta hal-hal lain yang membuat kami belajar tentang banyak hal. Bahwa perbuatan tidak semudah yang dikatakan, realita tidak seindah yang dibayangkan. Pada awal perjalanan Ikatan kami sudah mengalami banyak kendala. Setelah Rapat Umum Anggota dilaksanakan pada bulan September 2004 kepengurusan baru dapat dibentuk dan dilantik pada November 2004. Seperti kita ketahui Badan Pengurus ini mewarisi Badan Pengurus Demisioner 2003-2004 yang dipimpin oleh saudara Gunawan Ibrahim. Dimana IMATEK FT USU tidak berada dibawah Program Studi Teknik Kimia (sekarang Departemen Teknik Kimia). Hal inilah yang menjadi kendala kami untuk menjalankan program kerja kami. Hal itu bisa menjadi kendala karena : 1. Tidak mendapat izin administrasi sehingga memutuskan hubungan Instansi keluar serta kalangan alumni 2. Tidak mendapat dukungan penuh dari rekan-rekan mahasiswa/I teknik kimia karena dianggap tidak legal Sehingga banyak kegiatan Badan Pengurus menggunakan panitia tanpa terikat dengan IMATEK FT USU bila dihadapkan ke pihak Departemen. Tetapi bila dihadapkan ke anggota kami mencoba untuk menyatakan ini adalah program kerja inti IMATEK FT USU. * Dialog Interaktif Ir. Panahatan Hasibuan, * Kunjungan pabrik ke P.T. Indonesia Asahan Alumunium * Liga Imatek * Buletin Katalis * Road To Munas JOGJAKARTA Pada bulan agustus 2005 telah terjadi pergantian Pimpinan tingkat Dekanat. Dimana Pembantu Dekan III (PUDEK III) Ir. Awalludin Thayap, MSc dalam visi & misinya untuk pemberdayaan Organisasi Kemahasiswaan (ORMAWA) FT. Hal ini memberikan titik cerah buat IMATEK FT USU dalam menuju legalitas. Setelah Diskusi PUDEK III bersama Prof. DR. Ir. Setiaty Pandia dan Ir Indra Surya MSc ( Kajur dan Sekjur saat itu) telah membuka jalan kami untuk menuju legalitas ikatan. Hal ini juga diiringi dengan diizinkan pengiriman delegasi Musyawarah Nasional VIII Badan Koordinasi Kegiatan Mahasiswa Teknik Kimia Indonesia (BKKMTKI) di Yogyakarta pada bulan Septemper 2005. Saat ini Departemen Teknik Kimia dipimpin oleh Ir Indra Surya MSc (Kajur) dan Maya Sarah, ST, MT (Sekjur) telah menyatakan IMATEK FT USU telah diakui dan didukung dari pihak jurusan. Dalam melaksanakan apa yang telah ditetapkan pada Sidang Pleno Badan Pengurus Ikatan I, banyak hambatan-hambatan yang kami hadapi yang mengakibatkan adanya kegagalan kami dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diberikan kepada kami. Faktor-faktor kegagalan klasik yang kami hadapi pada masa kepenurusan kami. Komunikasi yang kurang baik, pemahaman yang kurang, komitmen yang masih harus dipertanyakan dan kurang keseriusan merupakan permasalahan yang dihadapi yang mengganggu efektivitas dan efisiensi serta kreatifitas kami dalam melaksanakan tugas. *Tulisan ini diketik dalam acara RUA IMATEK 2006 Lalu