Terduduk aku dalam ruang dan waktu yang terbatas karena tak lama lagi malam akan berlalu dan hari hari itu semakin dekat. Aku sendiri dalam ruangan ini tanpa sebab dan akibat tapi semua sudah direncanakan tanpa ada diskusi dan pertemuan, semua terjadi secara acak dan terencana.Aktivitas ku berjalan layaknya roda waktu, berputar dalam sudu keraguan takala hasilkan putaran yang tak berujung, tak bertujuan dan tak berpengharapan. Kenapa Bintang Itu Tidak Bersinar Lagi ? Itulah lentingan keluhan para manusia yang berjalan beriring dengan jejak langkah di sampingku.
Ada yang menangis karena harus kehilangan perkerjaannya ?
Ada yang pasrah akan kondisinya menjadi Budak Bahagia ?
Ada orang gila yang berkobar melawan ketidakadilan ?
Ada orang penat yang melarutkan dirinya dalam kolam alkohol di malam hari ?
Aku tidak menemukan orang cerdas seperti layaknya nabi, rasul ataupun filsuf seperti yang tertulis dalam kitab sejarah agung, aku hanya melihat orang orang yang tersadarkan bahwa mereka dan aku telah berada di ruang malam, sebuah ruang yang gelap dan terbatas.
Kenapa Bintang Itu Tidak Bersinar lagi ? Masih adakah rotasi galaksi itu ?
Seandainya aku bisa melukiskan bintang kan ku warnai dengan kontras agar terang itu benar benar bercahaya... tetapi Kenapa Bintang Itu Tidak Bersinar Lagi ? Aku menjawab dalam relung hati ku dan jawabannya karena aku dan mereka berada di ruang malam.
Bagaimana Aku bisa keluar ? Aku sepi di sini ?
Adakah pemikiran manusia yang menciptakan ruang malam sehingga terangnya Bintang tak sanggup menenbus celah ruang malam. Mungkinkah manusia tidak berupaya untuk meraba dan mencari pintu dan lubang di sisi sisi ruang malam ? Atau Bintang Itu tidak lagi Bersinar ?Aku terus merenung dan larut dalam ayunan malam.... Benarkah pemikiran manusia ciptakan ruang malam itu sendiri ? Ku terus mencari jawaban dan tak disangka aku terus larut ruang malam tersebut.
Kenapa aku mencari jawaban itu ? Jawaban itu tidak akan membuka celah untuk terangnya bintang ... Aku merasa putus asa dan khawatir ... teka teki tak terjawab dan aku merasakan ruang malam itu semakin sempit sehingga aku menjadi sukar bernapas, dalam lamunan dan rintih kusandarkan kepalaku ke tanah. Ku sadari ruang malam itu tak berdinding dan tak bersisi ... ruang malam itu dibatasi akan logika pemikiran manusia.
Kubuka lagi pemikiran ku bahwa ada keyakinan yang tak tersentuh oleh doa, ada kekuatan yang tak diupayakan, ada semangat yang belum di sulut api dan ada Bintang yang Terus Bersinar tanpa batas Waktu... Bintang Itu adalah Jalan dan Terang Kehidupan. Tak satu pun bintang di galaksi yang mampu berlimpah sinar daripadaNya.
Aku tersenyum dan menangis ... semoga sinar kecil di telapak tangan ku tetap menyala walau redup dalam genggaman ku.
Teruslah Menyala hai jiwa ku .... supaya ruangan ini terlihat
written by unwinged angel
Tidak ada komentar:
Posting Komentar