07 September 2009

"Virgin Coconut Oil", Penyembuh Ajaib dari Buah Kelapa

Ada jenis minyak selain berfungsi menggoreng makanan juga berperan membantu mencegah penyakit jantung, kanker, diabetes, dan penyakit degeneratif lainnya, memperbaiki pencernaan, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mencegah infeksi virus (HIV) dan SARS, serta membantu menurunkan berat badan Multifungsi ini tidak ditemukan pada minyak kedelai, minyak jagung, minyak sawit, minyak bunga matahari, minyak canola, minyak olive, ataupun minyak hewan, melainkan dari minyak kelapa yang kini lazim disebut virgin coconut oil (Vico) dan konon bahan bakunya banyak ditemukan di Indonesia. Hal ini dinyatakan Bruce Fife dalam bukunya bertajuk The Healing Miracles of Coconut Oil.

Ini karena dalam minyak ini terkandung asam laurik hingga 53 persen dan asam kaprik (6 persen), yang merupakan asam lemak jenuh berantai karbon sedang (medium chain fatty acid/MCFA). Keduanya akan diubah menjadi senyawa monogliserida dalam tubuh, yang bersifat antivirus, antibakteri, dan antiprotozoa. Dalam tubuh asam laurik berubah menjadi monolaurin, sedangkan asam kaprik menjadi monokaprin.



Berbagai bakteri dan virus serta protozoa yang dapat ditangkal monolaurin meliputi listeria monositogen dan helikobakteri pilorida, HIV, virus herpes simpleks-1 (HSV-1), virus vesikular stomatitis dan virus visna, virus sito megalo dan virus influenza, serta protozoa giadia lamblia. Sedangkan monokaprin mengatasi virus mematikan HIV-1 dan penyakit infeksi seksual seperti virus HSV-2 dan bakteri neisseria gonorrhoeae.

Khasiat Vico dalam menanggulangi penyakit virus telah lebih dari 30 tahun lalu diketahui antara lain oleh Profesor J Kabara yang telah mendapatkan hak paten dari penelitiannya itu. Sedangkan Dr Condrado Dayrit dari Filipina pada tahun 1980-an yang mula-mula melaporkan kemampuan asam laurik dan kaprik dalam mematikan virus HIV. Lemak jenuh berantai sedang dalam Vico karena dapat meningkatkan fungsi metabolisme tubuh, maka juga bermanfaat mengatasi obesitas, penyakit jantung, dan keropos tulang atau osteoporosis. Dengan membaiknya metabolisme, daya tahan terhadap penyakit akan meningkat dan cepat sembuh dari sakit.

Terganggunya metabolisme diawali dengan menurunnya produksi insulin atau enzim yang membantu zat gula dan protein masuk ke dalam sel. Unsur-unsur itu diketahui menjadi sumber energi bagi sel. Karena itu, bagi mereka yang mengalami gangguan fungsi insulin atau enzim, seperti penderita diabetes melitus, asupan MCFA akan membantu. Karena asam lemak jenuh rantai sedang itu dapat menembus dinding tanpa bantuan enzim. Dengan demikian, sel dapat menghasilkan energi lebih cepat

Selama ini ada anggapan dari sebagian masyarakat bahwa minyak kelapa sebagai pencetus penyakit jantung koroner dan stroke sehingga secara sengaja menghindari minyak kelapa dari diet hariannya baik langsung maupun tak langsung. Kurangnya informasi ilmiah tentang manfaat minyak kelapa bagi kesehatan menjadikan minyak laurat ini kalah pamor dengan minyak sawit (oleat), minyak kedelai dan jagung

Bahkan, kini minyak kelapa relatif sulit ditemukan di pasar-pasar tradisional karena sudah didominasi minyak goreng asal sawit dan kedelai. Padahal, Indonesia adalah negara produsen kelapa utama di dunia. Sebagai negara kepulauan terbesar, Indonesia memiliki kebun kelapa (Cocos nucifera) terluas di dunia, seluas 3,74 juta hektar, yang hampir seluruhnya adalah perkebunan rakyat dan merupakan sumber penghasilan sekitar dua setengah juta keluarga petani.

Dari keseluruhan produksi dunia pangsa produksi kelapa sekitar 30 %, yang merupakan produsen ke 2 (dua) setelah Philipina. Sekitar 98 % berasal dari perkebunan rakyat, hal ini menunjukkan bahwa perekonomian kelapa nasional akan tergantung dari petani kelapa.

Tanaman kelapa (Cocos nucifera) memiliki peran yang strategis bagi masyarakat Indonesia, bahkan tanaman kelapa termasuk sebagai komoditas sosial kedua setelah padi mengingat produknya merupakan salah satu dari sembilan bahan pokok masyarakat. Peran strategis demikian terlihat dari total areal 3.74 juta hektar, dan sekaligus sebagai areal perkebunan terluas dibandingkan dengan tanaman perkebunan lainnya.

Nilai ekspor produk kelapa pada tahun 1994 senilai US $ 280.241 juta sedang pada tahun 2000 devisa yang dihasilkan dari ekspor minyak kelapa, kopra, bungkil, kelapa parut dan arang tempurung mencapai US $ 393 juta (Haz, 2001). Hal ini membuktikan adanya Peluang pengembangan produksi virgin coconut oil sangat besar mengingat melimpahnya tanaman kelapa di Indonesia..

Umumnya, masyarakat mengenal pengolahan daging buah kelapa menjadi minyak melalui cara kering dan basah. Pengolahan cara kering, daging buah yang sudah dipotong-potong dikeringkan sehingga diperoleh kopra, lalu dilakukan pengepresan guna mendapatkan minyak.

Teknik pengolahan ini biasanya dilakukan dalam skala besar (pabrik). Pengolahan cara basah, daging buah kelapa diparut, kemudian dicampur dan diekstrak dengan air panas (hangat) pada perbandingan tertentu.

Hasil ekstraksi berupa emulsi minyak dalam air yang disebut santan. Pemanasan dilakukan untuk memecah emulsi guna mendapatkan minyak, yang kerap disebut minyak kelentik. Kedua metode ini akan menghasilkan minyak yang berbau harum, tetapi warnanya kurang bening akibat penggunaan panas dalam proses pengolahannya.

Dalam hal ini untuk memperoleh Vico, penggunaan panas diminimalkan atau sama sekali dihilangkan. Caranya adalah dengan menggunakan enzim secara langsung atau mikroba penghasil enzim tertentu untuk memecah protein yang berikatan dengan minyak dan karbohidrat sehingga minyak dapat terpisah secara baik.

Pengolahan minyak kelapa dengan menggunakan enzim lazim disebut teknik fermentasi. Pembuatan Vico dengan teknik fermentasi diawali dengan proses pembuatan santan, caranya sama dengan metode basah. Santan ditempatkan pada wadah yang bersih dan selanjutnya dibiarkan beberapa saat hingga terbentuk gumpalan krim atau "biang santan".

Krim dipisahkan ke dalam wadah yang tembus pandang, seperti stoples yang relatif besar, lalu tambahkan ragi atau larutan cuka nira secukupnya. Campuran diaduk secara merata dan difermentasi selama 10-14 jam atau semalam.

Proses fermentasi dinyatakan berjalan baik jika dari campuran tersebut terbentuk tiga lapisan, yakni lapisan atas berupa minyak murni (Vico), lapisan tengah berupa blondo (warna putih), dan lapisan bawah berupa air. Lapisan minyak dipisahkan secara hati-hati. Minyak ini memberi aroma khas dan warna yang lebih jernih. Sangat mudah untuk dibuat. Tertarikah Anda ?

Dengan dasar pertimbangan-pertimbangan di ataslah maka potensi minyak kelapa perlu ditingkatkan. SYALOM !!

Created By Ricky Austin

22 April 2005, 10.32 PM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar