07 September 2009

Batu Penghalang Jalan

Alkisah, seorang raja yang pandai dan bijak bermaksud menguji kepedulian rakyatnya dengan cara yang unik. Pada suatu sore, sang raja diam-diam meletakan sebuah batu itu persis ditengah jalan sehingga tidak enak dipandang dan menghalang-halangi langkah orang. Sang raja sengaja ingin mengetahui apa reaksi rakyatnya yang berlalu lalang di jalan tadi.

Tampak seorang petani melintas sambil membawa gerobakbarang yang tampak berat karena penuh dengan barang bawaan. Ketika ia melihat sebongkah batu menghalangi jalannya, ia langsung mengomel. “Dasar orang disini malas-malas . Batu ditengah jalan didiamkan saja …..!”. Sambil terus menggerutu, ia membelokkan gerobaknya menghindari batu tadi dan meneruskan perjalannya.

Setelah itu, lewatlah seorang prajurit sambil bersenandung mengenang keberaniannya di medan perang. Karena jalan sambil mendongkakdan tidak hati-hati si prajurit tersandung batu penghalang dan hampir tersungkur. “Kurang ajar….!Kenapa orang –orang yang lewat jalan ini tidak mau menyingkirkan batu keparat ini …hah?! “teriak si prajurit marah-marah, sambil mengacung-ngacungkan pedangnya. Sekalipun mengeluh dan marah-marah, prajurit itu pun tidak mengambil tindakan apapun. hanya melangkahi batu tersebut dan berlalu begitu saja.



Tidak lama kemudian, seorang pemuda miskin berjalan melewati jalan itu. Ketika melihat batu penghalang tadi, ia berkata dalam hati, “Hari sudah mulai gelap. Bila orang melintas jalan ini dan tidak berhati-hati, pasti akan tersandung. Batu itu bisa mencelakai orang”. Walaupun lelah karena bekerja keras seharian, pemuda itu masih mau bersusah payah memindahkan batu penghalang kepinggir jalan .Setelah batu berhasil dipindahkan, pemuda itu terkejut melihat sebuah benda tertanam dibawah batu yang dipindahkannya. Disitu terdapat sebuah kotak dan sepucuk surat yang isinya berbunyi, “ Untuk rakyatku yang rela memindahkan batu penghalang ini. Karena engkau telah menunjukkan kerajinan dan kepedulianmu maka terimalah lima keping emas yang ada dalam kotak ini sebagai hadiah rajamu”.

Pemuda miskin itu langsung bersujud syukur dan memuji kedermawanan rajanya. Dan peristiwa itu pun menggemparkan seluruh negeri. Raja telah berhasil mengajarkan arti pentingnya nilai kerajinan dan kepedulian terhadap sesama, serta keberanian dalam menghadapi rintangan.

Pembaca yang budiman. Dalam aktivitas kita menjalani kehidupan ini, baik dibidang karier bisnis ataupun bidang profesional lainnya, kita pasti pernah mengalami hadangan “batu penghalang” seperti cerita di atas. Setiap batu penghalang bisa diartikan sebagai rintangan, kesulitan, beban ataupun tanggung jawab yang ada di dalam kehidupan kita. Bila sikap kita menghadapi semua hal tersebut dengan perasaan tidak sabar, jengkel, marah, menghindar dan cenderung menyalahkan orang lain sebagai penyebabnya, maka kita tidak akan pernah belajar dari kehidupan. Karena sesungguhnya, dalam setiap kesulitan, selalu terdapat hikmah tersembunyi, dan pasti ada pelajaran yang mampu mematangkan dan mendewasakan mental kita.

Jelas kita butuh mentalitas seperti yang dipunyai si pemuda tadi yaitu berani menghadapi rintangan, tidak menyerah bila dilanda kesulitan, peduli terhadap sesama dan lingkungan, tidak cengeng dalam memikul beban, berani memanggul tanggung jawab yang besar. Jika mentalitas seperti ini yang kita punyai, saya yakin, kesempatan besar dan sangat menjajikan tengah menyelinap dibalik setiap batu penghalang yang mengahadang proses perjuangan kita. Saat ini, mungkin ada persoalan sebagai batu pengahalang yang menghambat kemajuan kita, maka ada satu jalan untuk menghadapinya, yaitu hancurkan setiap batu penghalang! Mari kita kuatkan mental dan kobarkan semangat juang dengan berani menghadapi setiap masalah, demi membangun kondisi yang lebih maju, lebih sukses dan lebih berarti. “ Dibalik setiap batu penghalang pasti ada hikmah yang tersembunyi, dan selalu ada pelajaran yang dapat mematangkan mental kita. Hadapi dengan berani setiap batu penghalang”

Dikutip dari : “Clasical Motivation Stories”

Andrie Wongso”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar