03 September 2009

KRISIS ENERGI DI INDONESIA “adakah solusinya ?”

Kegiatan pembangunan di Indonesia mengarah kepada industrialisasi, sehingga energi menjadi isu utama dan penting dalam kerangka menunjang model pembangunan tersebut. Krisis energi, terutama listrik, yang pernah terjadi menjelang akhir abad ke-20 mengisyaratkan bahwa suplai energi listrik tidak dapat mengimbangi tingginya laju permintaan. Pertumbuhan konsumsi energi listrik sebesar 15% per tahun cukup menakjubkan di mana hal ini juga setara dengan tingkat pertumbuhan energi total secara umum, yang mencapai di atas 8% per tahun pada kurun 1965-1980 –yang mana hal ini jauh di atas tingkat pertumbuhan energi negara industri sebesar 3% per tahun. (Buletin Walhi , 2005)


Seiring dengan meningkatnya konsumsi energi adalah meningkatnya permasalahan lingkungan hidup, mulai dari produksi energi (pertambangan dan proses pembuatan energi primer), transportasi (penyaluran) energi primer, produksi dan transmisi, serta distribusi energi sekunder (listrik). Pada areal pertambangan sumber energi fosil (seperti minyak bumi, batubara dan gas alam) terjadi perubahan bentang alam dan dampak terhadap lingkungan hidup yang harus menjadi perhatian. Demikian pula halnya dengan dampak lingkungan yang diakibatkan oleh beroperasinya pembangkit tenaga, baik tenaga gerak maupun tenaga lsitrik. (Buletin Walhi , 2005)












Sumber Daya Energi Indonesia
Sumber : kebijakan umum energi nasional.














Kombinasi konsumsi energi Indonesia tahun 2003
Sumber : Ir Ahsin Siqdi

Solusi Pemerintah China menghadapi krisis Energi
Ada beberapa strategi yang diterapkan China untuk membangun energy security di dalam negeri, terutama dalam rangka menopang pertumbuhan ekonomi ke depan. Salah satunya, dengan
1. Investasi besar-besaran di proyek eksplorasi dan pengembangan di berbagai Negara.

Pemerintah China membentuk tiga BUMN minyak skala besar pada dekade 1980-an.
• The China National Offshore Oil Corporation (CNOOC) yang didirikan tahun 1982 untuk
menangani bisnis minyak China di lepas pantai.
• The China National Petrochemical Corporation (Sinopec) yang didirikan tahun 1983 untuk
menangani bisnis pengilangan dan pemasaran.
• The China National Petroleum Corporation (CNPC) yang dibentuk dari Kementerian Industri
Petroleum tahun 1988, dengan tanggung jawab bisnis eksplorasi dan produksi di lapangan
onshore dan wilayah-wilayah lepas pantai yang tidak terlalu dalam.

2. Membangun cadangan minyak strategis (Strategic Petroleum Reserve/SPR), seperti dilakukan AS dan Jepang. Dengan SPR, China bisa melakukan stabilisasi pasokan dan harga dalam kondisi terjadi lonjakan harga minyak di pasar internasional atau gangguan pasokan jangka pendek.

3. Meningkatkan kapasitas kilang di dalam negeri untuk mengolah minyak mentah yang diimpor dari Timteng. Dengan cara ini, volume impor energi dalam bentuk BBM bisa ditekan karena, menurut China, lebih riskan mengimpor BBM ketimbang minyak mentah sebab BBM lebih cepat rusak dan lebih mahal biaya penyimpanannya.

4. Mengembangkan industri gas alam domestik yang selama ini praktis terabaikan. China juga membangun pipa yang mengalirkan gas dari wilayah Xianjiang di bagian barat China yang jarang penduduknya ke wilayah yang sudah lebih berkembang di bagian timur. Selain itu, China juga mengimpor LNG dari berbagai negara dan membangun jaringan pipa gas yang akan mengalirkan gas dari negara lain, termasuk dari Turkmenistan dan Rusia. Juga dibangun terminal-terminal gas di sejumlah titik di negara itu. Salah satunya, terminal gas di Shenzen, Provinsi Guangdong, yang pada tahap pertama akan memasok gas ke Guangzhou, Shenzen, Foshan, dan Dongguan.

5. Mengembangkan lapangan minyak dalam negeri, antara lain dengan mengundang partisipasi pihak asing dalam proyek eksplorasi dan pengeboran minyak di China. Sebelumnya, China sangat hati-hati menyangkut keterlibatan pihak asing di industri minyaknya karena pertimbangan keamanan nasional.

Sumber : Kompas, 20 Agustus 2005

Sumber Daya Energi yang tidak diperbaharui tidak dapat lagi dikembangkan. Solusi yang baik adalah untuk mencari atau eksplorasi sumber daya energi yang baru, bisa juga menciptakan sumber energi alternatif. Konsumsi akan energi dalam kehidupan masyarakat maupun industri tidak dapat ditahan. Dalam segala sektor kebutuhan energi berkembang pesat. Tapi adakah baiknya kita melakukan kebijakan hemat energi ??

Created by RICKY AUSTIN
24 Oktober 2006
00:45 AM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar